Self-healing…

​Kiriman dari sahabat:

*Duowoo…. semoga bermanfaat untuk kesehatan* 
Kami sedang antri periksa kesehatan. Dokter yang kami kunjungi ini termasuk dokter sepuh –berusia sekitar tujuh puluhan- spesialis penyakit “Silakan duduk,” sambut dr.Paulus. 

Aku duduk di depan meja kerjanya, mengamati pria sepuh berkacamata ini yang sedang sibuk menulis identitasku di kartu pasien.
“Apa yang dirasakan, Mas?”
Aku pun bercerita tentang apa yang kualami sejak 2013 hingga saat ini. Mulai dari awal merasakan sakit maag, peristiwa-peristiwa kram perut, ambruk berkali-kali, gejala dan vonis tipes, pengalaman opnam dan endoskopi, derita GERD, hingga tentang radang duodenum dan praktek tata pola makan Food Combining yang kulakoni.
“Kalau kram perutnya sudah enggak pernah lagi, Pak,” ungkapku, “Tapi sensasi panas di dada ini masih kerasa, panik juga cemas, mules, mual. Kalau telat makan, maag saya kambuh. Apalagi setelah beberapa bulan tata pola makan saya amburadul lagi.”
“Tapi buat puasa kuat ya?”
“Kuat, Pak.”
“Orang kalau kuat puasa, harusnya nggak bisa kena maag!”
Aku terbengong, menunggu penjelasan.
“Asam lambung itu,” terang Pak Paulus, “Diaktifkan oleh instruksi otak kita. Kalau otak kita bisa mengendalikan persepsi, maka asam lambung itu akan nurut sendiri. Dan itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang puasa.”
“Maksudnya, Pak?”
“Orang puasa ‘kan malamnya wajib niat to?”
“Njih, Pak.”
“Nah, niat itulah yang kemudian menjadi kontrol otak atas asam lambung. Ketika situ sudah bertekad kuat besok mau puasa, besok nggak makan sejak subuh sampai maghrib, itu membuat otak menginstruksikan kepada fisik biar kuat, asam lambung pun terkendali. Ya kalau sensasi lapar memang ada, namanya juga puasa. Tapi asam lambung tidak akan naik, apalagi sampai parah. Itu syaratnya kalau situ memang malamnya sudah niat mantap. Kalau cuma di mulut bilang mau puasa tapi hatinya nggak mantap, ya tetap nggak kuat. Makanya niat itu jadi kewajiban, ‘kan?”
“Iya, ya, Pak,” aku manggut-manggut nyengir.
“Manusia itu, Mas, secara ilmiah memang punya tenaga cadangan hingga enam puluh hari. Maksudnya, kalau orang sehat itu bisa tetap bertahan hidup tanpa makan dalam keadaan sadar selama dua bulan. Misalnya puasa dan buka-sahurnya cuma minum sedikit. Itu kuat. Asalkan tekadnya juga kuat.”
Aku melongo lagi.
“Makanya, dahulu raja-raja Jawa itu sebelum jadi raja, mereka tirakat dulu. Misalnya puasa empat puluh hari. Bukanya cuma minum air kali. Itu jaman dulu ya, waktu kalinya masih bersih. Hahaha,” ia tertawa ringan, menambah rona wajahnya yang memang kelihatan masih segar meski keriput penanda usia.
Kemudian ia mengambil sejilid buku di rak sebelah kanan meja kerjanya. Ya, ruang praktek dokter dengan rak buku. Keren sekali. Aku lupa judul dan penulisnya. Ia langsung membuka satu halaman dan menunjukiku beberapa baris kalimat yang sudah distabilo hijau.
“Coba baca, Mas: ‘mengatakan adalah mengundang, memikirkan adalah mengundang, meyakini adalah mengundang’. Jadi kalau situ memikirkan; ‘ah, kalau telat makan nanti asam lambung saya naik’, apalagi berulang-ulang mengatakan dan meyakininya, ya situ berarti mengundang penyakit itu. Maka benar kata orang-orang itu bahwa perkataan bisa jadi doa. Nabi Musa itu, kalau kerasa sakit, langsung mensugesti diri; ah sembuh. Ya sembuh. Orang-orang debus itu nggak merasa sakit saat diiris-iris kan karena sudah bisa mengendalikan pikirannya. Einstein yang nemuin bom atom itu konon cuma lima persen pendayagunaan otaknya. Jadi potensi otak itu luar biasa,” papar Pak Paulus.
“Jadi kalau jadwal makan sembarangan berarti sebenarnya nggak apa-apa ya, Pak?”
“Nah, itu lain lagi. Makan harus tetap teratur, ajeg, konsisten. Itu agar menjaga aktivitas asam lambung juga. Misalnya situ makan tiga kali sehari, maka jarak antara sarapan dan makan siang buatla sama dengan jarak antara makan siang dan makan malam. Misalnya, sarapan jam enam pagi, makan siang jam dua belas siang, makan malam jam enam petang. Kalau siang, misalnya jam sebelas situ rasanya nggak sempat makan siang jam dua belas, ya niatkan saja puasa sampai sore. Jangan mengundur makan siang ke jam dua misalnya, ganti aja dengan minum air putih yang banyak. Dengan pola yang teratur, maka organ di dalam tubuh pun kerjanya teratur. Nah, pola teratur itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang yang puasa dengan waktu buka dan sahurnya.”
“Ooo, gitu ya Pak,” sahutku baru menyadari.
“Tapi ya itu tadi. Yang lebih penting adalah pikiran situ, yakin nggak apa-apa, yakin sembuh. Allah sudah menciptakan tubu kita untuk menyembuhkan diri sendiri, ada mekanismenya, ada enzim yang bekerja di dalam tubuh untuk penyembuhan diri. Dan itu bisa diaktifkan secara optimal kalau pikiran kita optimis. Kalau situ cemas, takut, kuatir, justru imunitas situ turun dan rentan sakit juga.”
Pak Paulus mengambil beberapa jilid buku lagi, tentang ‘enzim kebahagiaan’ endorphin, tentang enzim peremajaan, dan beberapa tema psiko-medis lain tulisan dokter-dokter Jepang dan Mesir.
“Situ juga berkali-kali divonis tipes ya?”
“Iya, Pak.”
“Itu salah kaprah.”
“Maksudnya?”
“Sekali orang kena bakteri thypoid penyebab tipes, maka antibodi terhadap bakteri itu bisa bertahan dua tahun. Sehingga selama dua tahun itu mestinya orang tersebut nggak kena tipes lagi. Bagi orang yang fisiknya kuat, bisa sampai lima tahun. Walaupun memang dalam tes widal hasilnya positif, tapi itu bukan tipes. Jadi selama ini banyak yang salah kaprah, setahun sampai tipes dua kali, apalagi sampai opnam. Itu biar rumah sakitnya penuh saja. Kemungkinan hanya demam biasa.”
“Haah?”
“Iya Mas. Kalaupun tipes, nggak perlu dirawat di rumah sakit sebenarnya. Asalkan dia masih bisa minum, cukup istirahat di rumah dan minum obat tipes. Sembuh sudah. Dulu, pernah di RS Sardjito, saya anjurkan agar belasan pasien tipes yang nggak mampu, nggak punya asuransi, rawat jalan saja. Yang penting tetep konsumsi obat dari saya, minum yang banyak, dan tiap hari harus cek ke rumah sakit, biayanya gratis. Mereka nurut. Itu dalam waktu maksimal empat hari sudah pada sembuh. Sedangkan pasien yang dirawat inap, minimal baru bisa pulang setelah satu minggu, itupun masih lemas.”
“Tapi ‘kan pasien harus bedrest, Pak?”
“Ya ‘kan bisa di rumah.”
“Tapi kalau nggak pakai infus ‘kan lemes terus Pak?”
“Nah situ nggak yakin sih. Saya yakinkan pasien bahwa mereka bisa sembuh. Asalkan mau nurut dan berusaha seperti yang saya sarankan itu. Lagi-lagi saya bilang, kekuatan keyakinan itu luar biasa lho, Mas.”
Dahiku berkernyit. Menunggu lanjutan cerita.
“Dulu,” lanjut Pak Paulus, “Ada seorang wanita kena kanker payudara. Sebelah kanannya diangkat, dioperasi di Sardjito. 

Nggak lama, ternyata payudara kirinya kena juga. Karena nggak segera lapor dan dapat penanganan, kankernya merembet ke paru-paru dan jantung. Medis di Sardjito angkat tangan.
Dia divonis punya harapan hidup maksimal hanya empat bulan.”
“Lalu, Pak?” tanyaku antusias.
“Lalu dia kesini ketemu saya. Bukan minta obat atau apa. 

Dia cuma nanya; ‘Pak Paulus, saya sudah divonis maksimal empat bulan.
Kira-kira bisa nggak kalau diundur jadi enam bulan?’
Saya heran saat itu, saya tanya kenapa.
Dia bilang bahwa enam bulan lagi anak bungsunya mau nikah, jadi pengen ‘menangi’ momen itu.”
“Waah.. Lalu, Pak?”
“Ya saya jelaskan apa adanya. Bahwa vonis medis itu nggak seratus persen, walaupun prosentasenya sampai sembilan puluh sembilan persen, 

tetap masih ada satu persen berupa kepasrahan kepada Tuhan yang bisa mengalahkan vonis medis sekalipun. 

Maka saya bilang; sudah Bu, situ nggak usah mikir bakal mati empat bulan lagi. 

Justru situ harus siap mental, bahwa hari ini atau besok situ siap mati. 

Kapanpun mati, siap! 

Begitu, situ pasrah kepada Tuhan, siap menghadap Tuhan kapanpun. Tapi harus tetap berusaha bertahan hidup.”
Aku tambah melongo. Tak menyangka ada nasehat macam itu. 

Kukira ia akan memotivasi si ibu agar semangat untuk sembuh, malah disuruh siap mati kapanpun. 

O iya, mules mual dan berbagai sensasi ketidaknyamanansudah tak kurasakan lagi.
“Dia mau nurut. Untuk menyiapkan mental siap mati kapanpun itu dia butuh waktu satu bulan. 

Dia bilang sudah mantap, pasrah kepada Tuhan bahwa dia siap. 

Dia nggak lagi mengkhawatirkan penyakit itu, sudah sangat enjoy. 

Nah, saat itu saya cuma kasih satu macam obat. Itupun hanya obat anti mual biar dia tetap bisa makan dan punya energi untuk melawan kankernya.
Setelah hampir empat bulan, dia check-up lagi ke Sardjito dan di sana dokter yang meriksa geleng-geleng. Kankernya sudah berangsur-angsur hilang!”
“Orangnya masih hidup, Pak?”
“Masih. Dan itu kejadian empat belas tahun lalu.”
“Wah, wah, wah..”
“Kejadian itu juga yang menjadikan saya yakin ketika operasi jantung dulu.”
“Lhoh, njenengan pernah Pak?”
“Iya. 

Dulu saya operasi bedah jantung di Jakarta. Pembuluhnya sudah rusak. Saya ditawari pasang ring.
Saya nggak mau. Akhirnya diambillah pembuluh dari kaki untuk dipasang di jantung.
Saat itu saya yakin betul sembuh cepat. Maka dalam waktu empat hari pasca operasi, saya sudah balik ke Jogja, bahkan dari bandara ke sini saya nyetir sendiri. 

Padahal umumnya minimal dua minggu baru bisa pulang. 

Orang yang masuk operasi yang sama bareng saya baru bisa pulang setelah dua bulan.”
Pak Paulus mengisahkan pengalamannya ini dengan mata berbinar. Semangatnya meluap-luap hingga menular ke pasiennya ini. Jujur saja, penjelasan yang ia paparkan meningkatkan harapan sembuhku dengan begitu drastis.
Persis ketika dua tahun lalu pada saat ngobrol dengan Bu Anung tentang pola makan dan kesehatan. Semangat menjadi kembali segar!
“Tapi ya nggak cuma pasrah terus nggak mau usaha. 

Saya juga punya kenalan dokter,” lanjutnya, 

“Dulu tugas di Bethesda, aslinya Jakarta, lalu pindah mukim di Tennessee, Amerika.
Di sana dia kena kanker stadium empat. Setelah divonis mati dua bulan lagi, dia akhirnya pasrah dan pasang mental siap mati kapanpun.
Hingga suatu hari dia jalan-jalan ke perpustakaan, dia baca-baca buku tentang Afrika. 

Lalu muncul rasa penasaran, kira-kira gimana kasus kanker di Afrika. 

Dia cari-cari referensi tentang itu, nggak ketemu. Akhirnya dia hubungi kawannya, seorang dokter di Afrika Tengah.
Kawannya itu nggak bisa jawab. 

Lalu dihubungkan langsung ke kementerian kesehatan sana. Dari kementerian, dia dapat jawaban mengherankan, bahwa di sana nggak ada kasus kanker. 

Nah dia pun kaget, tambah penasaran.”
Pak Paulus jeda sejenak. Aku masih menatapnya penuh penasaran juga,

 “Lanjut, Pak,” benakku.
“Beberapa hari kemudian dia berangkat ke Afrika Tengah. 

Di sana dia meneliti kebiasaan hidup orang-orang pribumi. Apa yang dia temukan? 

Orang-orang di sana makannya sangat sehat. 

Yaitu sayur-sayuran mentah, dilalap, nggak dimasak kayak kita.
Sepiring porsi makan itu tiga perempatnya sayuran, sisanya yang seperempat untuk menu karbohidrat. Selain itu, sayur yang dimakan ditanam dengan media yang organik. Pupuknya organik pake kotoran hewan dan sisa-sisa tumbuhan.
Jadi ya betul-betul sehat. 

Nggak kayak kita, sudah pupuknya pakai yang berbahaya, eh pakai dimasak pula. Serba salah kita.
Bahkan beras merah dan hitam yang sehat-sehat itu, kita nggak mau makan. 

Malah kita jadikan pakan burung, ya jadinya burung itu yang sehat, kitanya sakit-sakitan.”
Keterangan ini mengingatkanku pada obrolan dengan Bu Anung tentang sayur mayur, menu makanan serasi, hingga beras sehat. Pas sekali.
“Nah dia yang awalnya hanya ingin tahu, akhirnya ikut-ikutan.
Dia tinggal di sana selama tiga mingguan dan menalani pola makan seperti orang-orang Afrika itu.”
“Hasilnya, Pak?”
“Setelah tiga minggu, dia kembali ke Tennessee.
Dia mulai menanam sayur mayur di lahan sempit dengan cara alami. 

Lalu beberapa bulan kemudian dia check-up medis lagi untuk periksa kankernya,”
“Sembuh, Pak?”
“Ya! Pemeriksaan menunjukkan kankernya hilang. 

Kondisi fisiknya berangsur-angsur membaik. Ini buki bahwa keyakinan yang kuat, kepasrahan kepada Tuhan, itu energi yang luar biasa.
Apalagi ditambah dengan usaha yang logis dan sesuai dengan fitrah tubuh.
Makanya situ nggak usah cemas, nggak usah takut..”
Takjub, tentu saja.
Pada momen ini Pak Paulus menghujaniku dengan pengalaman-pengalamannya di dunia kedokteran, tentang kisah-kisah para pasien yang punya optimisme dan pasien yang pesimis.
Aku jadi teringat kisah serupa yang menimpa alumni Madrasah Huffadh Al-Munawwir, pesantren tempatku belajar saat ini.
Singkatnya, santri ini mengidap tumor ganas yang bisa berpindah-pindah benjolannya.
Ia divonis dokter hanya mampu bertahan hidup dua bulan. Terkejut atas vonis ini, ia misuh-misuh di depan dokter saat itu. 

Namun pada akhirnya ia mampu menerima kenyataan itu.
Ia pun bertekad menyongsong maut dengan percaya diri dan ibadah. Ia sowan ke Romo Kiai, menyampaikan maksudnya itu.
Kemudian oleh Romo Kiai, santri ini diijazahi (diberi rekomendasi amalan)

Riyadhoh Qur’an, yakni amalan membaca Al-Quran tanpa henti selama empat puluh hari penuh, kecuali untuk memenuhi hajat dan kewajiban primer.
Riyadhoh pun dimulai. Ia lalui hari-hari dengan membaca Al-Quran tanpa henti.
Persis di pojokan aula Madrasah Huffadh yang sekarang. Karena merasa begitu dingin, ia jadikan karpet sebagai selimut.
Hari ke tiga puluh, ia sering muntah-muntah, keringatnya pun sudah begitu bau.
Bacin, mirip bangkai tikus,kenang narasumber yang menceritakan kisah ini padaku. Hari ke tiga puluh lima, tubuhnya sudah nampak lebih segar, dan ajaibnya; benjolan tumornya sudah hilang.
Selepas rampung riyadhoh empat puluh hari itu, dia kembali periksa ke rumah sakit di mana ia divonis mati.
Pihak rumah sakit pun heran. 

Penyakit pemuda itu sudah hilang, bersih, dan menunjukkan kondisi vital yang sangat sehat!
Aku pribadi sangat percaya bahwa gelombang yang diciptakan oleh ritual ibadah bisa mewujudkan energi positif bagi fisik.
Khususnya energi penyembuhan bagi mereka yang sakit.
Memang tidak mudah untuk sampai ke frekuensi itu, namun harus sering dilatih. Hal ini diiyakan oleh Pak Paulus.
“Untuk melatih pikiran biar bisa tenang itu cukup dengan pernapasan.
Situ tarik napas lewat hidung dalam-dalam selama lima detik, kemudian tahan selama tiga detik. Lalu hembuskan lewat mulut sampai tuntas. Lakukan tujuh kali setiap sebelum Shubuh dan sebelum Maghrib.
Itu sangat efektif. Kalau orang pencak, ditahannya bisa sampai tuuh detik. 

Tapi kalau untuk kesehatan ya cukup tiga detik saja.”
Nah, anjuran yang ini sudah kupraktekkan sejak lama. Meskipun dengan tata laksana yang sedikit berbeda.
Terutama untuk mengatasi insomnia. Memang ampuh. Yakni metode empat-tujuh-delapan.
Ketika merasa susah tidur alias insomnia, itu pengaruh pikiran yang masih terganggu berbagai hal.
Maka pikiran perlu ditenangkan, yakni dengan pernapasan. 

Tak perlu obat, bius, atau sejenisnya, murah meriah.
Pertama, tarik napas lewat hidung sampai detik ke empat, lalu tahan sampai detik ke tujuh, lalu hembuskan lewat mulut pada detik ke delapan. Ulangi sebanyak empat sampai lima kali.
Memang iya mata kita tidak langsung terpejam ngantuk, tapi pikiran menadi rileks dan beberapa menit kemudian tanpa terasa kita sudah terlelap. 

Awalnya aku juga agak ragu, tapi begitu kucoba, ternyata memang ampuh. Bahkan bagi yang mengalami insomnia sebab rindu akut sekalipun.
“Gelombang yang dikeluarkan oleh otak itu punya energi sendiri, dan itu bergantung dari seberapa yakin tekad kita dan seberapa kuat konsentrasi kita,” terangnya, 
“Jadi kalau situ sholat dua menit saja dengan khusyuk, itu sinyalnya lebih bagus ketimbang situ sholat sejam tapi pikiran situ kemana-mana, hehehe.”

Duh, terang saja aku tersindir di kalimat ini.
“Termasuk dalam hal ini adalah keampuhan sholat malam.
Sholat tahajud. Itu ketika kamu baru bangun di akhir malam, gelombang otak itu pada frekuensi Alpha. Jauh lebih kuat daripada gelombang Beta yang teradi pada waktu Isya atau Shubuh. 

Jadi ya logis saja kalau doa di saat tahajud itu begitu cepat ‘naik’ dan terkabul. Apa yang diminta, itulah yang diundang. 

Ketika tekad situ begitu kuat, ditambah lagi gelombang otak yang lagi kuat-kuatnya, maka sangat besar potensi terwujud doa-doa situ.”
Tak kusangka Pak Paulus bakal menyinggung perihal sholat segala.  Aku pun ternganga. Ia menunjukkan sampul buku tentang ‘enzim panjang umur’.
“Tubuh kita ini, Mas, diberi kemampuan oleh Allah untuk meregenerasi sel-sel yang rusak dengan bantuan enzim tertentu, populer disebut dengan enzim panjang umur.  Secara berkala sel-sel baru terbentuk, dan yang lama dibuang. 

Ketika pikiran kita positif untuk sembuh, maka yang dibuang pun sel-sel yang terkena penyakit. 
Menurut penelitian, enzim ini bisa bekerja dengan baik bagi mereka yang sering merasakan lapar dalam tiga sampai empat hari sekali.”
Pak Paulus menatapku, seakan mengharapkan agar aku menyimpulkan sendiri.
“Puasa?”

“Ya!”

“Senin-Kamis?”
“Tepat sekali! Ketika puasa itu regenerasi sel berlangsung dengan optimal.
Makanya orang puasa sebulan itu juga harusnya bisa jadi detoksifikasi yang ampuh terhadap berbagai penyakit.”
Lagi-lagi,aku manggut-manggut.
Tak asing dengan teori ini.
“Pokoknya situ harus merangsang tubuh agar bisa menyembuhkan diri sendiri.
Jangan ketergantungan dengan obat. Suplemen yang nggak perlu-perlu amat,nggak usahlah. Minum yang banyak, sehari dua liter, bisa lebih kalau situ banyak berkeringat, ya tergantung kebutuhan.
Tertawalah yang lepas, bergembira, nonton film lucu tiap hari juga bisa merangsang produksi endorphin, hormon kebahagiaan. Itu akan sangat mempercepat kesembuhan.
Penyakit apapun itu! Situ punya radang usus kalau cemas dan khawatir terus ya susah sembuhnya.
Termasuk asam lambung yang sering kerasa panas di dada itu.”
Terus kusimak baik-baik anjurannya sambil mengelus perut yang tak lagi terasa begah. Aneh.
“Tentu saja seperti yang saya sarankan, situ harus teratur makan, biar asam lambung bisa teratur juga.
Bangun tidur minum air hangat dua gelas sebelum diasupi yang lain.
Ini saya kasih vitamin saja buat situ, sehari minum satu saja. Tapi ingat, yang paling utama adalah kemantapan hati, yakin, bahwa situ nggak apa-apa. Sembuh!”
Begitulah. Perkiraanku yang tadinya bakal disangoni berbagai macam jenis obat pun keliru.
Hanya dua puluh rangkai kaplet vitamin biasa, Obivit, suplemen makanan yang tak ada ?;kaitannya dengan asam lambung apalagi GERD.
Hampir satu jam kami ngobrol di ruang praktek itu, tentu saja ini pengalaman yang tak biasa. Seperti konsultasi dokter pribadi saja rasanya.
Padahal saat keluar, kulihat masih ada dua pasien lagi yang kelihatannya sudah begitu jengah menunggu.
“Yang penting pikiran situ dikendalikan, tenang dan berbahagia saja ya,” ucap Pak Paulus sambil menyalamiku ketika hendak pamit.
Dan jujur saja, aku pulang dalam keadaan bugar, sama sekali tak merasa mual, mules, dan saudara-saudaranya.
Terima kasih Pak Paulus.
Kadipiro Yogyakarta, 2016
Dari wordpress GUBUGREOT

Maaf, Dr Paulus ini non muslim, tp beliau tahu banyak hal ttg ke islaman. Luar biasa.jl.samas.. selatan pasar celep barat jalan mas….

Sumber : FB

Advertisements

Pola Hidup Anti Kanker

​INGA INGA !
Dari tulisan Ria Irawan Berikut dan dari pengalaman yang ada,  saya Sangat setuju bahwa salah satu cara terbaik adalah “membiarkan sel kanker kelaparan dengan tidak memakan makanan yang bisa menguatkannya” 
Its good to know n to read!
========
Just share  tulisan Ria Irawan sangat bagus utk pengetahuan kita semua. 
Pola hidup anti Kanker :. 

Silahkan dibaca dengan bijak, yg saya lihat adalah bahwa kesehatan itu perlu dijaga dengan pola makan yang benar…..oleh karena umumnya orang tdk semua tahu ttg apa yg dimakan ada baiknya info-info ttg apa yg baik dimakan perlu dibijaki: 

Indahnya berbagi
1 . Setiap orang memiliki sel kanker dalam tubuh . Sel-sel kanker ini tidak tampak dalam pemeriksaan standar hingga sel-sel tersebut berkembang biak menjadi bermilyar milyar . Ketika dokter mengatakan kepada pasien kanker bahwa tidak ada lagi sel kanker di tubuh mereka setelah perawatan , itu hanya berarti bahwa tes yang dilakukan tidak mampu mendeteksi sel kanker karena mereka belum mencapai ukuran yang bisa terdeteksi .
2 . Kanker sel terjadi antara 6 sampai lebih dari 10 kali di dalam hidup seseorang .
3 . Ketika sistem kekebalan tubuh seseorang tinggi, sel-sel kanker akan rusak dan dicegah dari pembiakan dan pembentukan tumor .
4 . Ketika seseorang menderita kanker ini menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami beberapa kekurangan nutrisi . Ini dapat terjadi karena faktor genetik, lingkungan , makanan dan gaya hidup .
5 . Untuk menanggulangi beragam gangguan nutrisi, mengubah diet dan termasuk suplemen akan menguatkan sistem kekebalan tubuh .
6 . Kemoterapi meracuni sel kanker yang bertumbuh cepat, juga menghancurkan sel-sel sehat yang tumbuh dengan cepat di sumsum tulang , saluran pencernaan dll , dan dapat menyebabkan kerusakan organ seperti hati , ginjal, jantung , paru-paru dll
7 . Radiasi ketika menghancurkan sel kanker , juga membakar dan merusak sel sehat , jaringan dan organ .
8 . Perawatan awal dengan kemoterapi dan radiasi akan sering mengurangi ukuran tumor . Namun penggunaan berkepanjangan dari kemoterapi dan radiasi tidak menghasilkan kehancuran tumor lagi.
9 . Ketika tubuh telah banyak terdapat racun yang terbakar akibat kemoterapi dan radiasi, sistem kekebalan tubuh akan terancam atau hancur , karena itulah seseorang akan mengalami berbagai macam infeksi dan komplikasi .
10 . Kemoterapi dan radiasi dapat menyebabkan sel kanker bermutasi dan menjadi tahan dan sulit untuk dihancurkan . Operasi juga dapat menyebabkan sel kanker menyebar ke area lain .
11 . Cara efektif untuk melawan kanker adalah dengan MELAPARKAN sel-sel kanker dengan cara tidak memberikan makanan yg dibutuhkan dengan berkali-kali .
Makanan sel kanker yaitu :

a . Gula adalah makanan sel kanker . Dengan mengurangi gula, berarti juga mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker . Catatan : Pengganti gula seperti NutraSweet , Equal , Spoonful , dll dibuat dengan aspartam dan itu juga berbahaya . Pengganti yang lebih natural yaitu madu Manuka atau tetes, tapi dalam jumlah yang sedikit . Garam meja yang berwarna putih dalam pembuatannya memiliki tambahan kimia . Alternatif yang lebih baik adalah aminos Bragg atau garam laut .
b . Susu membuat tubuh memproduksi mucus , terutama di saluran gastro – usus . Kanker makan pada lendir . Dengan mengurangi susu dan menggantikan dengan susu kedelai tawar sel kanker akan kelaparan .
c . Sel-sel kanker berkembang dengan baik di lingkungan yang tinggi asam . Diet berbasis daging sangat tinggi kadar asamnya dan yang terbaik adalah dengan makan ikan , sedikit ayam daripada sapi atau babi . Daging juga mengandung antibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya, terutama bagi penderita kanker .
d . Diet yang 80 % berbasis sayuran segar dan jus , gandum pekat , kacang-kacangan dan sedikit buah akan membantu menjadikan tubuh dalam lingkungan alkalin . Sekitar 20 % bisa diperoleh dari makanan matang termasuk kacang . Sayur segar menyediakan enzim hidup yang mudah diserap dan mencapai ke tingkat sel dalam waktu 15 menit untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan sel sehat .Untuk memperoleh enzim hidup untuk membangun sel sehat, cobalah minum jus sayur segar (semua sayuran , termasuk kecambah ) dan makanlah sejumlah sayuran mentah 2 atau 3 kali sehari . Enzim rusak pada temperature 104 derajat F ( 40 derajat C ) .
e . Hindari kopi , teh dan coklat , karena mengandung kafein yang tinggi . Teh hijau adalah alternatif yang lebih baik dan memiliki sifat melawan kanker . Air – terbaik untuk minum air murni , atau disaring , untuk menghindari racun dan logam berat dalam air ledeng . Hindari air suling yang asam.
12 . Protein dari daging sulit untuk dicerna dan membutuhkan banyak enzim pencernaan . Daging yang tidak tercerna akan tersisa dalam usus akan membusuk dan menyebabkan penumpukan yang lebih beracun .
13 . Dinding sel kanker memiliki penutup protein yang tangguh . Dengan menghindari makanan mengandung daging dapat membebaskan enzim untuk menyerang dinding protein sel kanker dan membiarkan pembunuh sel dalam tubuh untuk menghancurkan sel-sel kanker .
14 . Beberapa suplemen menaikan system kekebalan tubuh ( IP6 , Flor – ssence , Essiac , anti – oksidan , vitamin , mineral , EFAs dll) sehingga memungkinkan sel-sel tubuh sehat untuk menghancurkan sel-sel kanker . Suplemen lain seperti Vitamin E diketahui menyebabkan apoptosis , atau kematian sel terprogram , yaitu metode natural dari tubuh untuk membuang rusak, sel-sel yang tidak diinginkan , atau tidak dibutuhkan .
15 . Kanker adalah penyakit yang melibatkan pikiran , tubuh , dan jiwa . Jiwa yang proaktif dan positif akan membantu penderita kanker untuk sembuh .Kemarahan , tak kenal ampun dan kepahitan menjadikan tubuh dalam lingkungan stres dan asam . Belajarlah untuk memiliki jiwa penuh kasih dan pemaaf . Belajarlah untuk bersantai dan menikmati hidup .
16 . Sel-sel kanker tidak dapat berkembang dalam lingkungan beroksigen . Berolahraga setiap hari , dan bernapas dengan dalam membantu mendapatkan oksigenn lebih banyak turun ke tingkat sel . Terapi oksigen adalah cara lain untuk menghancurkan sel-sel kanker .
Sumber : FB

​Bumbu Dasar

​Tips Lifeskill IIP Banten

Oleh: Siti Muthoharoh
Bismillah

*Silahkan Di Catat* ✍
🍲 *Baceman Bawang Putih*
– 200 gr bawang putih

– 2 butir kemiri besar

– 2 sdm minyak wijen

– 300 ml minyak sayur kualitas baik
Baceman Bawang putih bisa digunakan hampir di semua masakan, misalnya : tumisan, sop, cap cay, aneka macam mie, nasi goreng, dll.
🍲 *Bumbu dasar merah*:
– 400 gr cabe merah (buang biji),

– 100 gr bawang merah,

– 50 gr bawang putih,

-100 gr tomat,

– 20 gr terasi (opsional)

– 100 gr gula pasir,

– 15 gr garam,

– 100 ml minyak goreng (saat memblender), dan +-100 ml minyak goreng (saat menumis).
Bumbu ini cocok untuk: memasak nasi goreng, sambal goreng, tumisan pedas, sambal balado, sambal rica (pemakaian bisa di tambah bahan lain untuk menguatkan aroma masakan seperti lengkuas, salam, santan, dll)
🍲 *Bumbu dasar kuning* :
– 20 gr kemiri,

– 150 gr bawang putih,

– 500 gr bawang merah,

– 25 gr kunyit,

– 20 gr jahe

– 20 gr lengkuas,

– 1 sendok makan lada bubuk,

– 2,5 sendok teh garam,

– 2 sendok teh gula pasir,

– 150 ml minyak goreng untuk memblender,

– 50 ml minyak untuk menumis.
Bumbu dasar kuning itu misalnya untuk : macam-macam soto, pesmol, acar, sampai bumbu ayam goreng dan mie goreng.
🍲 *Bumbu dasar putih* :
– 250 gr bawang merah,

– 100 gr bawang putih,

– 50 gr kemiri,

– 3 sentimeter lengkuas di rajang halus (opsional)

– 2 sedok teh garam,

– 2 sendok teh gula pasir,

– 100ml minyak goreng (untuk memblender),

– 100 ml minyak goreng untuk menumis.

Bumbu ini cocok untuk : makanan berwarna, misalnya rawon, semur, bisa juga untuk tumisan mie goreng, dan oseng-oseng.
💕 *Cara membuat Bumbu Dasar*  💕:
1. Haluskan semua bahan, kecuali gula dan minyak untuk menumis, hingga halus benar.

2. Panaskan minyak untuk menumis, serta tumis bumbu sampai harum dan matang. Masukan gula, tumis sebentar, angkat dan dinginkan.

3. Masukkan ke dalam toples, siap digunakan (usahakan toples/wadah tertutup)

4. Bumbu dasar bisa di simpan dalam kulkas selama tiga bulan. Jika ingin memasak, ambillah sedikit dan masukan bumbu tambahan lain, seperti rempah2 daun (daun salam, daun jeruk, sereh, daun kunyit) dll.
*Saran penyimpanan* :

1. Gunakan wadah tertutup, atau wadah kaca yang sudah di cuci dan di steril terlebih dahulu, lalu di keringkan (pastikan kering ya Bun 🤗)
2. Setelah bumbu sudah di masukkan ke dalam wadah, simpan di dalam kulkas, kecuali untuk *Baceman Bawang Putih* sebaiknya bahan-bahannya pastikan sudah dicuci bersih dan kering, simpan di suhu ruang, setelah di pakai, usahakan tutup rapat wadah.
*Catatan* :

Banyaknya bahan-bahan untuk bumbu dasar bisa di sesuaikan dengan kebutuhan ya, juga untuk pemakaian gula garam opsional, boleh pakai, boleh tidak 🤗
Selamat mencoba dan berkreasi bunda

Sumber : WAG

Menghadapi Penjambret Tas

​_*Sekedar info :*_
*Kalo ada yang jambret tas…*

_*” langsung jongkok…”*_

_Penjahat bakal jatuh…_
*Ini bagian ilmu beladiri…* 

_tenaga jongkok beban tubuh jadi berat._

 

*Ini bagian dari ilmu Hoa mo kang…*

_ilmunya Auwyang Hong…_
*Lihat Video dibawah ini…*

👇👇👇:)

Sumber:  Broadcast wa

​HAL2 YG MUNGKIN TIDAK TAHU TAPI PERLU TAHU !

🐜  Permasalahan dg semut:

       Semut benci timun. 

       TARUH kulit ketimun di dkt tempat2 yg ada semut atw di lubang semut.   
 🎆  Utk mengkilapkan kaca:

        “Bersihkan dg Sprite”
  💨 Utk melepas permen karet dari baju:

        “Taruh bajunya di dlm freezer selama satu jam”
💭   Utk memutihkan baju:

        “Rendam baju putih di dalam air hangat bersama dg seiris lemon selama 10 menit” 
 🙇  Utk menghasilkan rambut yg berkilau: 

        “Beri satu sendok teh cuka (vinegar) ke rambut kemudian cuci rambutnya”
 🍋  Utk mendapatkan jus perasan sebanyak2nya dari lemon:

        “Rendam lemon di air hangat selama sejam kemudian baru diperas”
🍞  Utk menghindari bau kol ketika memasak: 

       “Taruh sepotong roti di atas kol di dlm wadahnya ketika memasak”
👕  Menghilangkan tinta dari baju:

       “Kasih odol 🍥agak banyak di bagian bertinta dan biarkan sampai bnr2 mengering, baru setelah itu dicuci”
 🐀  Utk menyingkirkan tikus: 

       “Tabur lada hitam di tmpt2 yg ada tikusnya. Mereka akan kabur”
🍸 Minum air putih sblm tidur..

       “Sekitar 90% dari serangan jantung terjadi di dini hari dan resiko ini bs dikurangi dg meminum satu atw dua gelas air putih sblm tidur di malam hari”
💐 Kita tahu air itu penting tp kita tdk pernah tahu ttg saat2 tertentu kita harus minum.. 
💦 Meminum air di waktu-waktu yg tepat ⏰ memaksimalkan khasiatnya utk tubuh manusia :
      1⃣  1 gelas air putih ketika bangun tidur – 🕕⛅ membantu mengaktifkan organ2 dalam..

       2⃣  1 gelas air putih 30 menit  🕧 sblm makan – membantu pencernaan..

       3⃣ 1 gelas air putih sblm mandi 🚿 – membantu menurunkan tekanan darah.

       4⃣ 1 gelas air putih sblm tidur – 🕙 menghindarkan dari stroke dan serangan jantung.
🃏 Pepatah  mengatakan:

      ‘Ketika seseorang berbagi sesuatu yg bermanfaat dan kamu mendptkan manfaat dari itu maka kamu punya obligasi moral utk membagi hal itu juga ke org lain.’

Sumber : broadcast wa

Penuaan

​*Prof. Dr. dr. Bhenny karim, SpPD-KR. (Guru Besar FK UGM)*
*Untuk Saudara2ku yg Telah ber Usia 45 thn ke Atas, Jaga Kesehatan*
Proses Penuaan (aging), Sudah Mulai Sejak usia 32 tahun, dgn Mulainya *Penurunan Fungsi Organ-Organ* (Seperti Ginjal, Lever, Anak Ginjal, Hypophyse dsb.nya) dan 

*Penurunan Hormon-Hormon* (Seperti Testosteron, Growth Hormon, Coenzym Q10, Melatonin dan Antioxydan).
Pada Wanita usia 45 th Mulai Penurunan Estrogen. Pada Pria Penurunan hormon Progesteron dan Testosteron.
Penuaan Adalah Suatu Penyakit yg Berlangsung Kronis yg Sebenarnya Tidak Dapat di Cegah, di Obati dan di Kembalikan Menjadi Muda.
Penuaan Bukanlah Hukuman, tetapi akibat Titah dari Gen.
*Beberapa Penyakit yang Muncul Akibat Proses Penuaan*, adalah:

1. Osteoporosis.

2. Metabolik Syndrome, dgn Akibat Penyakit Cardiovasculer (seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner dan Hypertensi Renal).

3. Cancer (seperti Payudara, Colorectal/Usus, Prostat, Ovarium).

4. Alzeimer (Pikun).

5. SD (Sexual Dysfunction).

*Apa saja yg harus dilakukan ?*
*1. Bergerak*.

Jalan kaki 3 s/d 5 km/hari) dapat Mencegah Osteoporosis (Rapuh Tulang) dan Hypertensi.
*2. Senam Olah Napas*

Seperti Pranayama, Orhiba, Cikung, Yoga, dsb 2x / Minggu. 

Paru-paru Perlu Latihan Deep breathing/maximal breathing, untuk meningkatkan Aliran Darah di alveoli, Menguras CO2.
*3. Kurangi Karbohydrat*

Cukup Protein, Buah dan Sayur.
*4. Jaga Berat Badan*

Lingkaran Perut Tak Boleh Lebih 80 cm untuk wanita, 90 cm untuk Pria. 

BMI Tak Boleh Lebih 30 kg/m2.
*5. Tekanan Darah Tak Boleh Lebih 140/90.*

Cek Tensi Tiap minggu. 
*6. Kadar Gula Darah Puasa Tak Boleh Lebih 110, Trigliserida 150, HDL Harus Lebih 50.*

Jadi Cek Darah Tiap 6 Bulan. 
*7. Threadmill Setiap Hari*
*8. Wanita Mamografi dan PAP Smear setiap 3 thn*

Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara.
*9. Istirahat Cukup*

Tidur 6 jam mulai jam 10 malam, Lampu Mati (Merangsang Growth Hormon). 

Jangan Makan 3 jam Sebelum tidur (Mencegah GERT, Mencegah Sesak). Bantal Pendek (Meningkatkan Oksigenasi otak). 

Miring ke Kanan (mengurangi Beban Jantung).
*10. Kurangi Stress*

Kerja di Luar Kapasitas/Kemampuan. 

Perbanyak Doa atau Meditasi, Perbaiki Kualitas ibadah, Hiburan, Ngobrol Santai, dan Banyak  Membaca,  Tidak Boleh Marah2 atau Emosi Maupun Terlalu Bersedih.
*Semoga Bermanfaat*
Sumber : broadcast wa

5 Kebiasaan yang Jadi Pemicu Anak Menderita Kanker dan Diabetes, dll

PARENTING BY CATURGUNA 

SEPTEMBER 22, 2016
Hari ini saya cukup _shock_!!! Bagaimana tidak, karena ternyata kebiasaan yang selama ini saya anggap sepele, merupakan perbuatan berbahaya untuk anak anak saya. Istilahnya, saya sayang anak tapi saya pula yang setiap hari memberi anak racun. Dengan info ini, Saya sangat berterima kasih pada sekolah Zara (anak saya yang masih TK). Karena mau mendatangkan seorang konsultan kesehatan untuk kami para orang tua dengarkan. Pak Anto dari *Lembaga Konsultan Kanker Indonesia* adalah pembicaranya.
Ia sempat menjelaskan bedanya Myom, Tumor, Kista dan Kanker. Tapi soal ini tampaknya bisa di- _search_ di Google ya. Di artikel ini hanya ingin menceritakan ulang penjelasan Pak Anto yang membuat saya _shock_. 
*BAHAYA NASI DARI _MAGIC COM_*
Ini adalah fakta pertama yang membuat saya _shock_. Tapi syukurlah kalimat tersebut hanya kalimat pembuka Pak Anto saja. Karena nyatanya nasi dari _magic com_ boleh dimakan. Namun dengan syarat, *tidak boleh lebih dari 12 jam di dalam _magic com_ dengan kondisi terus terusan dihangatkan.*
“Karena nasi yang terus dihangatkan dalam _magic com_, *saat lebih dari 12 jam ia akan berubah menjadi racun”*, kata Pak Anto memperingatkan. Sehingga ketika memasak nasi dan sudah lebih dari 12 jam, ia menyarankan untuk mengeluarkan nasi tersebut dari _magic com_ dan dipindahkan saya di tempat nasi.
Ia melanjutkan, “  *Nasi yang baik* adalah *nasi yang dimakan saat sudah dingin*, bukan nasi hangat. Karena *nasi dingin memiliki kadar gula yang lebih rendah.”* Inilah mengapa sekarang banyak anak menderita diabetes. Karena mereka *terbiasa makan nasi hangat dari _magic com_.* Beda dengan orang zaman dahulu yang dimasak di langseng kemudian jika sudah matang akan di letakkan di tempat nasi. Dengan demikian nasi tidak terus menerus dihangatkan.
Saya??? Wooww, saya dan keluarga sering makan di luar. Jadi kadang masak nasi tapi ngga ada yang makan, maka _magic com_ jalan teruuus. Besoknya kadang nasi baru terjamah. Hm … yang jelas saya sering sekali meletakkan nasi di _magic com_ lebih dari 12 jam. Sekarang,… sejak ditatar Pak Anto, saya mulai melakukan: *usai habis matang, _magic com_ langsung saya matikan dan nasi saya dinginkan.*
*_HANDPHONE_ PENYEBAB BUTA WARNA*
“Batasi anak anda *maksimal 45 menit setiap kali bermain HP dan baru boleh bermain HP kembali setelah 2 jam.* Itu pun harus dibatasi lagi, maksimal 45 menit dan seterusnya”, kata Pak Anto. Lanjutnya, “Efek dari bermain HP ini tak hanya membuat anak jadi *sering gagal fokus pada kehidupan nyata*, tapi juga *memicu buta warna*. Bisa dimulai dari gejala mata bengkak, hingga akhirnya rusak dan jadi susah melihat. Efek lainnya adalah anak tetap dapat melihat, namun jadi buta warna”.
*CIRI MAKANAN & MINUMAN YANG BERBAHAYA*
Mungkin ini sering sekali kita dengar. Tapi sebagai orang tua kadang repot juga untuk melarang anak jajan. Seperti saya, saya memang berhasil melarang Zara makan banyak jajanan di luar sana yang saya anggap ‘racun’. Tapi terkadang saya terlena oleh jajanan yang dikemas bagus dan terkesan tidak bahaya. Salah satunya adalah *permen yang kenyul kenyul*.  Bapak Anto menyebut merek, tapi saya merasa resah kalau harus menyebut merek disini. Takut nanti kena undang undang IT.
“Permen yang kenyul kenyul itu tak hanya mengandung pemanis, tapi juga *perasa, pengenyal, pengawet dan pewarna.* Bayangkan, ada 5 unsur kimia dalam 1 gigitannya”, katanya penuh percaya diri. Hadeuh … saya langsung lemas. Itu adalah permen yang selalu saya belikan untuk Zara karena menganggap itu permen yang aman hihihi. Syukurlah sekarang sudah mengerti. Mungkin tidak bisa langsung berhenti, karena Zara suka. Tapi akan mulai saya kurangi.
Kedua adalah *Permen yang ketika dimakan, meninggalkan bekas warna*. “Ini jelas perwarnanya sangat berbahaya. Sama juga dengan sosis yang ketika direbus, air langsung berubah warna menjadi merah, sebaiknya jangan makan sosis seperti ini”, terang Pak Anto. Hm,.. syukurlah permen / sosis semacam ini memang jarang kuberikan pada Zara (ngga pernah kayaknya).
Untuk minuman, “Jika ada rasa kesat dengan rasa yang menempel kuat, jangan lagi minum minuman itu. Bahaya”. Lagi lagi disebutkan beberapa merek, tapi ngga mau sebut disini hihihi tatuuuuttt ah. Pokoknya ciri cirinya itu.
“Repotnya lagi, sekarang ini *formalin* ada dimana mana. Bahkan pada makanan sehari hari kita, tahu dan tempe pun tak lepas dari formalin. Kita harus mencari _supplier_ yang tepat, tapi tentu tak mudah. Sayur mayur dan buah buahan pun banyak yang tak sehat. Tapi setidaknya untuk meminimalkan, sebelum makan buah, *cuci buah dengan garam, cuci dengan sabun untuk makanan dan kemudian bilas kembali dengan air bersih.* Mungkin ini bisa mengurangi formalin yang menempel pada buah atau sayur”. Kata Pak Anto lagi lagi prihatin dengan makanan di sekitar kita.
*BAHAYA MAKANAN _JUNK FOOD_*
Makanan _junk food_ ini sudah jelas tidak baik untuk kesehatan.  Tapi pembaca sekalian juga pasti tlh mengerti yang dimaksud dengan _Junk Food_. Menurut Pak Anto, jika ingin makan makanan seperti Mie, nugget, burger, makanan kaleng dll yang masuk dalam kategori _Junk Food_, mungkin bisa dengan cara mencari penjual yang _home-made_ dan diketahui bahan bahannya atau membuat sendiri.
*Hindari pengawet, pemanis buatan, dan bahan kimia lainnya*. 

Inilah yang menyebabkan penderita kanker dan diabetes semakin banyak. Bahkan jika dulu kanker hanya ditemukan pada orang dewasa, lalu mulai pada remaja, kini kanker sudah mulai banyak di derita balita juga. Jadi… *tolong mulai sekarang perhatikan makanan dan gaya hidup anak kita”*, nasihat Pak Anto di akhir ceramahnya.
——————->
*SOLUSI DAN PENCEGAHAN*
Selain memberikan pengetahuan tentang bahaya Kanker dan Diabetes Usia Dini, Pak Anto juga memberikan solusi pencegahan. Disebutkan ada 3 alternatif tanaman yang efektif mencegah dan menyebuhkan kanker, namun salah satu yang direkomendasikan adalah *Kunyit Putih*. Karena kunyit putih *aman untuk yang asam urat mau pun mag dan asam lambung*. Cara minumnya pun tergolong mudah, bisa beli yang sudah dikemas dalam kapsul, *minum sehari sekali selama 2 bulan* dan anda akan terbebas dari kanker selama 10 tahun ke depan. Baru setelah itu minum kunyit putih lagi rutin setiap hari selama 2 bulan lagi dan bebas lagi dari kanker selama 10 tahun. (teorinya) namun tentunya semua kembali lagi pada *gaya hidup kita, baik management makanan, stress dan juga pola tidur dan aktivitas.*
👆
👀 Bagi yang sudah membaca artikel ini diucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat…
Sumber : broadcast wa