MAU TAHU TIPS ULAMA MENGATASI KONFLIK RUMAH TANGGA? 

​Bismillah..

.
Nasehat Syaikh Muhammad bin Mukhtar Asy- Syinqithiy hafidzahullah…

.
Oleh karena itu, bersemangatlah melaksanakan shalat-shalat sunnah di rumah. Itulah diantara tujuan sunnah Nabi.

.
Rumah yang banyak dilakukan shalat di dalamnya, maka Allah akan menjadikan didalamnya kebaikan yang banyak. Hal ini banyak diperbincangakan para ulama dan orang-orang shalih.
Sebagian orang mengeluhkan di rumahnya selalu ada masalah.
Dia bercerita, “Kemudian aku mendatangi salah seorang ulama dan beliau bertanya kepadaku tentang shalat malam dan shalat rowatib.”

.
Ulama bertanya, “Apakah engkau termasuk orang yang menyia-nyiakan shalat sunnah rowatib?
Jawab orang tadi, “Ya benar.”
Rowatib maksudnya shalat sunnah yang dikerjakan sesudah atau sebelum shalat fardhu.

.
Ulama tersebut bertanya lagi, “Apakah engkau juga tidak shalat witir?”
Jawabnya, “Benar aku juga tidak shalat witir.”

.
Ulama tersebut berkata, “Kalau begitu rutinkan shalat sunnah rowatib dan tunaikan seperti Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menunaikan shalat tersebut di rumahmu. Begitupula rutinkan shalat witir jangan pernah engkau tinggalkan.”

.
“Al-Witir itu adalah kebenaran. Barangsiapa yang tidak shalat witir maka bukan golongan kami.” (HR. Ahmad dan Abu Daawud. Dinilai shahih oleh Al-Hakim)

.
“Wahai Ahlul Qur’an, shalat witirlah kalian karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla itu witir (Maha Esa) dan mencintai orang-orang yang melakukan shalat Witir.”

.
“Sungguh Allah telah melengkapi kalian dengan suatu shalat yang lebih baik dari unta merah.”

.
Para sahabat bertanya, “Shalat apakah itu wahai Rasulullah?”
Beliau shallallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Shalat Witir yang dikerjakan antara waktu ‘Isya dan terbit fajar.”

.
Kemudian subhanallah dalam waktu satu minggu, tiba-tiba di rumahnya keadaan berubah sempurna; akhlak istri berubah, anak-anak mudah diarahkan. Semua perkara telah berubah.
Karena apa?

.
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺎﻋﻞ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ﻣﻦ ﺻﻼﺗﻪ

خيرأ
“Maka Allah jadikan baginya di rumahnya banyak kebaikan dari shalat yang dia lakukan.” (HR. Muslim no.778)

.
Khairan dalam hadis ini bentuknya nakiroh (umum) mencakup semua kebaikan.

.
Jika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan bahwa didalamnya ada kebaikan pasti ada kebaikan.

.
Sungguh apa yang beliau sabdakan adalah kebenaran. Dan tidaklah beliu berucap mengikuti hawa nafsu, sesungguhnya itu adalah wahyu yang diturunkan.

.
Wallallahua’lam bishshowab.

.
Sumber: Channel Duror Asy Syaikh Muhammad hin Mukhtar Asy Syinqithi

.
Di share oleh,

@STaushiyyah

Telegram channel

Whatsapp Group Sahabat Taushiyyah
.
Sumber : WA

Advertisements

Ruqyah Mandiri

Meruqyah diri sendiri sangat dianjurkan apalagi ditempat kita tidak ada peruqyah, atau kalaupun ada, kita bingung masalah biaya dll. Untuk itu kali ini saya akan berbagi mengenai cara meruqyah diri sendiri agar ketika kita, atau orang lain, terindikasi ada gangguan jin kita bisa langsung meruqyah diri sendiri maupun orang lain.Sebelum melakukan ruqyah mandiri perhatikan adab-adabnya dulu yaitu:

*1. Harus dalam keadaan suci/wudhu.*
*2. Menyakini bahwa ruqyah hanya sebagai sebab sedangkankan yang menyembuhkan hanya Allah SWT.*
*3. Bertobat dari segala bentuk dosa, terutama dosa kesyirikan.*
*4. Tempatnya harus kondusif.* Bebas dari hal-hal yang diharamkan seperti bersih dari gambar-gambar bernyawa, patung, Lonceng, anjing, dan suara-suara musik dan nyanyian. Semua ini harus dihilangkan selama-lamanya, bukan waktu ruqyah saja.
*5. Bila ada jimat-jimat harus dihancurkan.*
*6. Duduklah dengan tenang menghadap ke kiblat.* Dianjurkan dilakukan setelah shalat.
*7. Niatkan dalam hati tujuan meruqyahnya.*
*8. Mulailah dengan memuji Allah سبحانه وتعالى dan bershalawat kepada Nabi صلى الله عليه وسلم* seperti:
أعوذ باالله من الشيطان الرجيم

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى آله واصحابه أجمعين.
Lalu perbanyak istighfar bisa 3x atau 100x, lalu baca  hauqalah 3x:
لا حول ولا قوة الا باالله.
lalu baca do’a 3x:
يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث.
_”Wahai Zat yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluk-Nya dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan”._
*9. Mulailah membaca ayat-ayat ruqyah dengan khusyu’ sambil memegang tempat yang sakit.* Kekhusyu’an hanya bisa didapatkan dengan memahami apa yg dibaca. Jadi pahamilah apa yang dibaca dengan baik. Jadilah pembaca yang faham.
Untuk do’a ruqyah bisa dari Alquran dan hadits sahih dari Nabi صلى الله عليه وسلم Diantara yang di anjurkan dari al-Qur’an adalah:
1. Alfatihah: 1-7

2. Albaqarah: 1-5

3. Albaqarah: 102

4. Albaqarah: 163-164

5. Albaqarah: 255-257

6. Albaqarah: 284-286

7. Al-Imran: 18-19

8. Al-A’raf: 54-56

9. Al-Mukminun: 115-118

10. Asshoffat: 1-10

11. Al-Ahqaf: 29-32

12. Ar-Rahman: 33-36

13. Al-Hasyr: 21-24

14. Al-Jin: 1-9

15. 3-Qul (Mu’awwidzatain)
Adapun dari hadist sahih dari Nabi diantaranya:
1.  اَللَّهُمَّ أَذْهِبِ اْلبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، اِشْفِ وَ أَنْتَ الشَّا فِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّشِفَا ؤُكَ شِفَاء ًلا يُغَادِرُسَقَمًا.
Allahumaa ‘adzhibil ba’sa robbannas, isyfi wa ‘antasyafiy laa syifaa’a ‘illa syifaa ‘uka syifaa’anlaa yughoodiru saqomaa.
_“Ya Allah, hilangkan penyakit ini, wahai Penguasa seluruh manusia, sembuhkanlah ! Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, sembuhkanlah dengan kesembuhan sempurna tanpa meninggalkan rasa sakit.”_
2. Letakkan tangan ditempat yang sakit lalu baca:
بِسْمِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ، بِسْمِ اللهِ،أعُوْذُ بِعِزَّةِاللهِ وَ قُدْ رَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ.
Bismillahi (3x), a’uwdzu bi’izzatillahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa uhaadziru.
_“Dengan nama Allah, dengan Nama Allah, dengan nama Allah, aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku hadapi dan aku hindari”._
Untuk pemula cukup itu dulu. Yang penting tanamkan keimanan yang kuat bahwa do’a² diatas hanya sebab saja sedangkan yang menyembuhkan Allah سبحانه وتعالى semata.
Selamat mengamalkan.
*DIAGNOSA RUQYAH SYAR’IYYAH LENGKAP.*
Berikut ini adalah gejala-gejala Gangguan Jin baik gejala Umum maupun gejala Utama. Silahkan cermati dan berilah tanda *(✓, X)*, jika diyakini anda tergganggu.

*GEJALA UMUM.*
*a. Gejala Pada Fisik :*

• Seringkali pusing tanpa sebab.

• Sering Migrain dan sering kambuh

• Leher berat dan kaku seperti ditekan.

• Bahu atau Pundak sering terasa berat.

• Nyeri, Panas pada bagian tubuh.

• Sakit, Nyeri pada ulu hati.

• Sesak di dada atau ulu hati pada jam tertentu setelah sholat ashar sampai pertengahan malam.

• Gangguan disekitar Rahim, Prostat, Ginjal.

• Haid tidak Lancar atau Istihadhoh/Pendarahan.

• Sakit dibagian tubuh tertentu dan berpindah-pindah.

• Sakit dan tidak terdeteksi secara medis.

• Sakit diperut, seringkali seperti Maag.

• Sakit ditulang punggung bagian bawah.

• Lumpuh sebelah atau keseluruhan tanpa ada sebab.

• Tidak berfungsi salah satu indera pada waktu-waktu tertentu tanpa sebab yang jelas.

• Gangguan Impotensi.

• Sulitnya punya keturunan.

• Detak Jantung dan tekanan darah tidak stabil.

• Mati Rasa pada bagian tubuh tertentu, kaki atau tangan.

• Ada bagian tubuh yang terasa seperti bergerak-gerak sendiri.

• Kedutan dibagian tubuh tertentu dan selalu berpindah-pindah.

• Sakit pada jam-jam tertentu.

*• Ada warna kebiruan seperti memar dibagian tubuh tertentu (kadang berpindah-pindah) Sebesar koin atau lebih besar. Kadang memar tersebut terasa sakit kadang tidak sakit.*

• Sesak disekitar dada terutama saat ‘Ashar hingga pertengahan malam.
*b. Kondisi Menjelang, Saat dan Setelah Tidur.*

• Sudah untuk tidur malam, Tidak bisa tidur kecuali setelah bersusah-payah dulu.

• Susah Bangun sehingga tidak bisa melaksanakan kebaikan yang diinginkan.

• Cemas, Gelisah, dan sering bangun ketika malam.

• Merintih Lirih saat tidur siang maupun malam.

• Mendengkur sangat keras padahal tidak dalam keadaan lelah atau setelah kerja keras.

• Gigi bergemeretak saat tidur.

• Berdiri dan berjalan saat tidur.

• Tertawa, Tersenyum, Menangis, Berteriak atau mengeluarkan suara aneh saat tidur.

• merasa seperti melayang antara sadar dan tidak.

• sering terkejut saat tidur seperti menendang atau memukul.

• Seperti ada yang menindih atau mencekik saat tidur.

• Terasa sangat capek dan pegal di kaki persendian, terutama saat berbaring jelang tidur.
*c. Dari Mimpi.*

• Mimpi Buruk dan Melihat sesuatu yang mengancam .

• Mimpi melihat berbagai binatang terutama binatang buas. Seperti Singa, Ular dll.

• Mimpi seolah-olah terjatuh dari ketinggian.

• Mimpi seolah-olah berada dilingkungan pemakaman, tempat sampah atau kotor.

• Mimpi melihat orang aneh, baik bentuk maupun rupa.

• Mimpi melihat Hantu, Kuntilanak, dll.

• Mimpi dengan lawan jenis berulang-ulang dan seringkali dengan orang yang sama atau bahkan rindu ingin bertemu.

• Mimpi bertemu dengan almarhum/mah kita atau orang lain.

• Mimpi melihat Gereja, Lonceng atau Pendeta.

• Mimpi bertemu arwah leluhur atau Jin.

• Mimpi Bersambung atau berulang-ulang atau sama, padahal sudah terputus dengan bangun atau aktivitas lain.

• Mimpi merasa sedang disakiti atau dimusuhi oleh seseorang.
*d. Dari Perilaku, Kejiwaan & Kepribadian.*

• Was-was berlebihan.

• Ketakutan tanpa sebab.

• Ketakutan berlebihan, Paranoid.

• Emosi tidak terkendali.

• Dorongan bermaksiat sangat kuat.

• Malas untuk beribadah.

• Sulit Khusyu’ untuk Sholat atau sering lupa rakaat.

• Suka Melamun dan mengkhayal.

• Lalai atau berpaling dari Dzikrullah.

• Meremehkan amal kebaikan terutama Sholat.

• Linglung, Stress, tanpa tau arah/maksud.

• Anak-anak Rewel, bandel dan berani melawan pada orang tua.

• Sedih tanpa sebab.

• Cemas dan bingung berlebihan.

• Sangat mudah tersinggung.

• sulit berkonsentrasi.

• Cemas, Resah, Minder berlebihan.

• Mood sangat tidak stabil.

• Sering berprasangka buruk pada orang lain.

• selalu berpandangan negatif.

• Suka menyendiri tanpa sebab.

• Suka menutup diri.

• Merasa ada yang sedang mengejar, mengancam untuk menyakiti.

• Suka pada hal-hal kotor, seperti suka berlama-lama di WC, memanjangkan kuku, dll.

• Tiba-tiba kecanduan Rokok, Miras, dll.

• Selalu ngantuk saat membaca Al-Qur’an.

• Bersemangat bahkan selalu berlebihan untuk melakukan hal-hal buruk, maksiat dan perbuatan tidak bermanfaat atau mubadzir.

• Merasa wajah berubah saat bercermin, seolah-olah hitam, berbulu atau menakutkan.

• muncul perasaan benci atau takut bertemu dengan orang-orang Sholeh.

• banyak makan tetapi tidak pernah kenyang.

• Suka berkhayal atau berfantasi untuk melakukan hubungan badan.

• berubah benci atau cinta tiba-tiba.

• sering berselisih atau salah faham dengan suami atau istri.

• keinginan sangat kuat untuk​ selalu melakukan hubungan suami-istri.

• selalu menaati sepenuhnya tanpa dapat menolak permintaan atau perintah seseorang.

• Jauh dari jodoh, atau selalu​ bimbang dalam memutuskan pernikahan atau tiba-tiba ragu untuk melanjutkan pernikahan.
*e. Dari Kondisi Rumah.*

• Rumah “terasa Panas” sehingga penghuni tidak betah atau lebih suka diluar rumah.

• banyak tikus, kecoa atau binatang liar lain yang tidak wajar dalam jumlah dan munculnya.

• Sering mencium bau wangi/busuk di rumah.

• Terdapat benda-benda pusaka, keramat atau benda yang diperlakukan khusus.

• Atap atau talang air sering bocor dan hanya ditempat tersebut.

• Ada bagian rumah atau ruang yang “terasa berbeda” dari ruangan lainnya.

• sering Tindihan/eureup-eureup saat tidur ditempat tersebut.

• terkadang makanan lebih cepat busuk dari biasanya.
*f. Dari Latar belakang Masa Lalu.*

• Pernah mengalami trauma dalam hidup berupa kekecewaan, kesedihan, dendam atau amarah.

• Pernah memiliki atau menggunakan pusaka, jimat atau rajah misalnya keris, tombak, akik, rompi, kebal, susuk dll.

• Pernah belajar ilmu tenaga dalam atau kesaktian, kekebalan.

• Pernah memiliki Dzikir-dzikir  Khusus yang tidak bersumber dari Hadits-hadits Rasulullaah.

• Pernah terjadi masalah dengan orang lain, baik sudah  selesai maupun belum.

• Pernah mengikuti”Isian” ilmu kesaktian.

• Sejak kecil atau sebelum usia baligh pernah melihat Jin, atau ketika masih kecil telah mengalami tanda-tanda Gangguan Jin yang disebutkan dalam Bab ini.
*g. Dari Latar belakang Keluarga.*

• Ada lebih dari satu orang dalam keluarga inti (orang tua kandung & saudara kandung) yang mengalami tanda-tanda Gangguan Jin diatas.

• Orang tua atau Kakek, Nenek atau Buyut memiliki ilmu kesaktian, pusaka atau benda keramat yang diwariskan turun temurun.

• Kedua orang tua, Kakek, Nenek atau Buyut mengalami Gangguan Jin.
_(Jika penderita gangguan jin atau sakit medis tetapi tidak terdeteksi memiliki latar belakang keluarga seperti diatas, maka kemungkinan besar semua keluhan yang dirasakan adalah gangguan jin. Jin tersebut telah mengganggu anda sejak kecil, karena Jin ini berasal dari faktor keturunan atau leluhur nya)._
*h. Dari Mata dan Wajahnya.*

• Wajah Keruh, Ruwet terutama bagi yang tidak terbiasa beribadah dengan baik.

• Sorotan mata redup seperti lelah atau liar.

• Terdapat kebiruan dilengkung bawah mata.

• Terjadi perubahan fisik diwajahnya, tegang, sedih, gelisah dll.

*GEJALA UTAMA.*
• Pernah, Sering atau memiliki kemampuan melihat atau merasakan adanya Makhluk halus atau benda Ghaib disekitarnya.

• Memiliki kemampuan Supranatural, Ilmu Kanuragan, Ilmu Kesaktian, atau Kemampuan Meramal Walaupun tidak pernah belajar.

• Pernah atau sering mendengar suara Letusan di atap Rumah, Seringkali di malam hari, setelah itu jantung berdebar atau sakit dibagian tubuh anu.

• Terasa ada yang menindih, mencekik saat tidur.

• Ada Bisikan-bisikan atau suara tertentu ditelinga atau dihari dan kadang bisa di ajak komunikasi.

• Sering atau pernah mencium bau wangi atau bau busuk di rumah Padahal yang lain tidak.

• Pernah terjadi Kesurupan.

• Merasa melihat Makhluk halus, sekelebat bayangan hitam atau putih.

• Merasa ada sesuatu yang berjalan, bergerak di dalam tubuh atau diatas kulit.

• Merasa ada yang menjaga, mendampingi bahkan dapat berdialog.

• Badan terasa bergetar atau ada getaran, panas, pusing, mual atau muncul reaksi lain saat membaca/mendengar Al-Qur’an atau saat Dzikir dengan Khusyu’.

• Salah satu atau kedua orang tua kandung atau saudara kandung nya (kadang-kadang) positif mengalami Gangguan Jin atau mengalami gejala-gejala utama diatas.
Demikian beberapa indikasi dari Gangguan Jin.

———————————————

Sumber : WA

Anak

​Pemateri : Ustadz Maman Surahman, Lc. Ma.
RINGKASAN.
Tdk mau memiliki keturunan krn takut miskin hukumnya Haram, kecuali krn sebab lain semisal sakit atau menjaga jarak, ini tdk mengapa.

Berketurunan adalah doa para Nabi.
“Nikahilah wanita yg penuh rasa cintanya dan banyak melahirkan anak”. HR. Abu Dawud dan Nasa’i dishahihkan oleh Syaikh Al Bani.

Doa Rasulullah utk Anas bin Malik :
“Ya Allah, karuniakanlah Anas harta yg banyak, keturunan yg banyak dan panjangkanlah usianya”. HR. Muslim.

Didalam Quran, Anak adalah sebagai perhiasan hidup. QS. Al Kahfi : 46.
“harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yg kekal lg saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik utk menjadi harapan”. 

Anak sebagai musuh. QS. At Thagabun :14.
“Hai org2 mukmin, Sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yg menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tdk memarahi serta mengampuni (mereka). Maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. 

Anak sebagai Ujian. QS. At Thagabun : 15.
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yg besar.

Anak sebagai Amanah. QS. At Tahrim : 6.
“Hai orang-orang yg beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yg bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yg kasar, dst…. _

Anak sebagai Qurratu ‘Ayun. QS. Al Furqan : 74.
“dan orang-orang yg berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yg bertakwa”.

Pisahkan tempat tidur anak-anak pada usia 10thn, pada usia tsb anak-anak sudah dapat berinteraksi dgn baik terhadap lawan jenisnya. Namun, dimulai pada usia 7thn diqiyaskan pada Sholat, kewajiban menutup Auratnya, Berpuasa, dan lain sebagainya sebagai pembiasaan dan persiapan menghadapi usia 10thn.

Berkumpul di Surga sebagai Visi. QS At Thur : 21.
“Dan org org yg beriman, dan yg anak cucu mereka mengikuti mereka dlm keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka, tiap tiap manusia terikat dengan apa yg dikerjakannya”.

Lengkap sudah kebahagiaan sebuah keluarga jika dapat bertemu dengan anak dan isterinya di Surga, apalagi jika dapat bertemu dengan orang tuanya di Surga. MasyaAllah.
Sumber : WA

IBU BEKERJA Vs. IBU RUMAH TANGGA

​Share Rangkuman Kajian Ahad Pagi
Oleh: Ustadz Bendri Jaisyurrahman
_Masjid Ukhuwah Islamiyah_

_Universitas Indonesia, Depok_

Ahad, 23 Juli 2017 
Rangkuman:
🌸 *Kita tidak bisa menghakimi sembarangan ibu yang bekerja,* karena terdapat beberapa situasi yang tidak bisa dipungkiri membuat seorang ibu harus bekerja. 

1. Seorang janda, yang harus menafkahi anak-anaknya. Apalagi di negara kita tidak ada santunan untuk janda.

2. Pos-pos profesi yang tidak bisa diisi lelaki demi kemaslahatan umat, seperti: dokter kandungan, perawat, atau (juga) guru. 
🌸 *Tidak ada satupun ulama melarang wanita untuk bekerja.* 

Perbedaan pendapat hanya terjadi pada lapangan pekerjaan apa saja yang boleh dirambah para wanita. (Syaikh Bin Baz fatwa 4167)
🌸 *Tiga syarat (minimal) pekerjaan untuk wanita:*
1. Pekerjaan itu pekerjaan yang disyariatkan

– jelas, tidak ada riba, tidak ada maksiat

– tidak “melayani” laki-laki 

– tidak melenggak-lenggok

– di tempat yang tidak bercampur baur dengan lelaki

– dsb
2. Memenuhi adab wanita muslimah

– pakaian syari

– cara bicara (tidak menggoda)

– tidak bersama laki-laki berdua dalam ruangan 

– tidak safar dengan bukan mahram

– dsb
3. Tidak mengabaikan kewajiban pokok sebagai isteri dan ibu

_ibu itu profesi utama, *bukan sambilan*_
🌸 *Wanita itu utamanya di rumah* 

Terdapat dalam Al-Ahzab ayat 33:

_”Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”_

_”Seorang wanita datang menemui Rasulullah SAW kemudian berkata: Wahai Rasulullah, laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad di jalan Allah. Apakah bagi kami kaum wanita bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah? Rasulullah menjawab: Barangsiapa yang tetap tinggal di rumah maka pahalanya sama dengan berjuang di jalan Allah.”_ (Ibnu Musayyab)
🌸 *Dalam hukum islam:*

Wanita bekerja itu boleh.

Tetapi kalau mau ambil peran utama, utamanya di rumah.

Wanita itu idealnya di rumah.

Tempat terbaiknya di rumah.
🌸 *Lalu yang bekerja, apakah buruk di hadapan Allah?*

Wanita, utamanya memang di rumah. Tidak di rumah, berarti tidak utama. *_Tidak utama bukan berarti (atau tidak sama dengan) hina._*

Yang utama, ibu di rumah.

Ibu yang bekerja, hina? Tidak.

Sebagiamana sabda Rasulullah:

_Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah dan pada keduanya ada kebaikan._ (HR. Muslim)

Jadi,

Orang yang kuat lebih utama daripada yang lemah.

Tetapi dua-duanya tetap baik hanya beda derajatnya. 
🌸 *Keutamaan dalam Islam ada syaratnya. Syaratnya gugur atau tidak dipenuhi, gugurlah keutamaannya.*

Ibu sudah di rumah? Penuhi syaratnya. Supaya dapat keutamaan.

Ibu di rumah, tetapi tidak dipenuhi syaratnya, ya tidak dapat keutamaan. 

Kita sering menemui Ibu yang di rumah tetapi malah sibuk dengan gadgetnya, bisnis onlinenya, sehingga sama saja tidak mengurus anaknya.
Jadi apa syaratnya?

🌸 *_”Nikahilah olehmu wanita yang wadud dan walud._* (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

*Walud: subur, bisa hamil/memiliki anak*

Wanita dapat keutamaan utamanya ketika memiliki anak, ketika bisa memberikan anak pada suaminya. 

Tetapi sebelum punya anak, ada sifat yang harus dimiliki wanita, 

*_Al-Wadud_*.

*Wadud = Mawaddah*

Berasal dari kata *Al-Wud*.

Wadud = untuk perannya sebagai ibu

Mawaddah = untuk perannya sebagai isteri

Sebagaimana kita tahu pengertian mawaddah adalah kecenderungan suami dan isteri untuk terus berdekatan. 

*Wadud adalah kasih sayang yang membuat anak mendekat.*

Jadi kata Ustadz Bendri:

_*Silakan bekerja, silakan berumah tangga, asalkan tetap buat anakmu terikat hati denganmu.*_
🌸 Jangan bangga ketika anakmu mampu melakukan sesuatu sebelum waktunya. Karena setiap amal ada waktunya, setiap waktu ada amalnya. Bisa jadi hal itu karena ibu gagal mengikat hati anaknya.

Pada usia 0 — 2 tahun, idealnya anak ingin selalu dekat dengan ibunya. Oleh karena itu, jangan sampai orang lain lebih sering dilihat oleh anak daripada ibunya.
🌸 *Indikator Ibu yang Al-Wadud:*

– Anak merasa bahagia ibunya di rumah, tidak suka keluyuran saat ibunya di rumah 

– Anak mampu bercerita pengalamannya apa saja (anak dan ibu tidak ada rahasia)
🌸 *MISI PERTAMA IBU: Mengikat hati anak.*

_”Sesungguhnya hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya.”_ (Majmu’ Al-Fatwa)
🌸 *KESIMPULAN*

_*Sebelum keutamaan dikejar, kejar dulu syaratnya, Al-Wadud. Asah terus itu Al-Wadud. Jauhi hal-hal atau pekerjaan yang mematikan Al-Wadud.*_
Demikian, mohon maaf jika banyak kekurangan. 

Semoga bermanfaat. 
Video kajian bisa diakses di Facebook Masjid Ukhuwah Islamiyyah UI.

👇🏻

fb.me/masjidui
Sumber : WAG

DARI MANA DATANGNYA PEMIMPIN ZHALIM?

​Shahabat Taushiyyah:
1. Saudaraku, berkuasanya Pemimpin yang zhalim adalah musibah bagi umat. Dia datang, karena ada sebab yang membuat dia datang …
2. Hendaklah kita mengenali sebab kedatangannya, agar kita bisa mengobatinya dan agar kita tidak salah menentukan obatnya …
Seorang dokter akan mendiagnosa penyakit sebelum ia memberi obat dan menentukan kadarnya, karena salah memberi obat bisa  membunuh orang yang sakit dan tak menyembuhkannya.
3. Lalu dari mana datangnya pemimpin yang zhalim?
Biarlah Allah pemilik kerajaan langit dan bumi menjelaskan kepada kita dari mana datangnya …
a. Allah ta’ala berfirman :
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
✅ “Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi wali (pemimpin, penolong, teman setia) bagi sebahagian yang lain disebabkan (dosa) yang mereka usahakan” [QS. Al-An’am: 129]
b. Seorang tabi’in yang bernama al-A’masy ditanya tentang ayat di atas, maka beliau berkata:
“Aku mendengar mereka (para sahabat) berkata, ‘Jika manusia sudah rusak maka mereka akan dipimpin oleh orang-orang yang jahat di antara mereka” (Abu Nu’aim, al-Hilyah vol. 5 hal 51 dan Siraj al-Muluk, vol.2, hal: 467).
c. Bukankah Di antara doa yang sering kita panjatkan adalah:
اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا
“Yaa Allah dikarenakan dosa-dosa kami janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami.”
Lihat.. bukankah dosa yang kita lakukan telah mengundang datangnya petaka ini?
d- Hasan al-Bashri didatangi oleh orang-orang yang hendak menghunuskan pedang-pedang mereka ke arah pemimpin yang zhalim, pemimpin yang membunuh sahabat nabi… mereka datang ingin mendapatkan legitimasi dari sang imam dan fatwanya bisa disebar ke seluruh penjuru negeri islam, akan tetapi beliau menjawab:
لا تفعل إنكم من أنفسكم أتيتم.
🌱 Jangan kalian lakukan, sesungguhnya dari diri-diri kalian sendiri pemimpin pemimpin itu didatangkan kepada kalian…
sebagaimana perkataan yang masyhur:
كما تكونوا يولى عليكم …
Sebagaimana keadaanmu maka begitulah kepemimpinan diberikan kepadamu.
Amal-amal kalian adalah pemimpin kalian (Imam Al-Thurthusyi, Siraj al-Muluk hal. 197).
f- Riwayat riwayat di atas berkesimpulan bahwa musibah berupa penguasa dan pemimpin yang zhalim bermula dari diri kita.

4. LALU APA SOLUSINYA:
Solusi selalu dilihat setelah kita melihat sebab, maka jika sebab datangnya pemimpin zhalim adalah dosa dan kezhaliman yang kita lakukan maka hendaklah kita bertaubat dan beristighfar kepada Allah.. memperbaiki diri kita,.. memperbaiki aqidah dan ibadah kita.. agar dengan keshaliahn kita Allah menshalihkan pemimpin kita..
a- Allah ta’ala berfirman :
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ 
✅ “Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri” (QS. As-Syura: 30)
b- Hasan al-Bashri berkata:
انَّ الرَّجُلَ كَانَ يُشَاكُ الشَّوْكَةَ يَقُولُ : إِنِّي لأَعْلَمُ أَنَّكِ بِذَنْبٍ وَمَا ظَلَمَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ.
🌱 Sesungguhnya dahulu seorang laki-laki dari salaf tertusuk duri di kakinya, maka ia berkata: sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau menusukku karena dosa yang aku perbuat, karena tuhanku tidak berlaku zhalim kepadaku… (Imam Ahmad, az-Zuhd, hal: 282)
Beristighfarlah kawan.. dan mari kita perbaiki diri.. agar musibah ini diangkat oleh Allah
SAUDARAKU …
maka dari itulah mengapa para ulama selalu mewanti-wanti kita agar berlindung dengan ilmu ketika terjadi fitnah, huru-hara dan petaka.
Karena dengan ilmu dan bashirah, para ulama rabbani melihat apa sebenarnya akar petaka dan bagaimana cara mengangkatnya.
Kita selalu sibuk melihat pucuk daun yang mengering… tapi para ulama sejati selalu melihat akar yang rusak…
Semoga bermanfaat.
🖎 Akhukum fillah Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah

@STaushiyyah

Telegram | Twitter

———————————

Diposting dan disebarkan kembali oleh WA *Cahaya Sunnah*

———————————
Sumber : WAG

Stop Maksiat…!

​💧💦EMBUN PAGI💧💦

Rabu, 12 Juli 2017

18 Syawal 1438 H

                  💧Edisi ke-287💧

==========⭐========

🗣 *_Ibnu Qayyim berkata:_*

أتظن أن الصالحين بلا ذنوب ؟

_”Apakah engkau mengira bahwa orang shalih itu tidak pernah berbuat dosa?”_
 إنهم فقط: استتروا ولم يُجاهروا…
*Mereka berbuat dosa, namun :*

 _- “Mereka menutupinya & tidak menampakkannya.”_
واستغفروا ولم يُصروا… 

 _- “Mereka beristighfar & tidak meneruskan kesalahannya.”_
واعترفوا ولم يبرروا… 

 _- “Mereka mengaku salah & tidak menganggap benar kesalahannya.”_
وأحسنوا بعدما أساؤوا…

 _- “Mereka berbuat banyak kebaikan setelah mereka terjerumus dalam keburukan.”_

قيل ﻷحد السلف: كيف أنت ودينك؟  

Dikisahkan, Seorang salaf ditanya;

 _”Bagaimana keadaanmu dan agamamu?”_
*Ia menjawab,*
‏فقال: تمزِّقهُ المعاصي، وأرقِّعهُ بالإستغفار…‏   

 _”Kemaksiatan merobek-robeknya, kemudian aku merajutnya kembali dengan istighfar”_
*والله المستعان..*
Sumber : WAG

​HUKUMAN ALLAH TELAH BERJALAN ATAS KITA,NAMUN KITA BELUM MENYADARINYA

Assalamu ‘alaikum saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah.. 

Benarkah Allah subhanahu wata’ala tidak menghukum kita ketika kita bermaksiat??
ﻗﺎﻝ أﺣﺪ ﺍﻟﻄﻼﺏ ﻟﺸﻴﺨﻪ :

ﻛﻢ ﻧﻌﺼﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﻳﻌﺎﻗﺒﻨﺎ ..
Seorang santri bertanya kepada gurunya:

Berapa kali kita bermaksiat kepada Allah سبحانه وتعالى  dan Dia tidak menghukum kita???

ﻓﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺦ :
Maka sang guru pun menjawab:
ﻛﻢ ﻳﻌﺎﻗﺒﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻧﺖ ﻻ ﺗﺪﺭﻱ .. ﺃﻟﻢ ﻳﺴﻠﺒﻚ ﺣﻼﻭﺓ ﻣﻨﺎﺟﺎﺗﻪ .. ﻭﻣﺎ ﺍبتلى أﺣﺪ ﺑﻤﺼﻴﺒﺔ ﺃﻋﻈﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﻗﺴﻮﺓ ﻗﻠﺒﻪ ..
Berapa kali Allah subhanahu wata’ala telah menghukummu namun kamu tidak mengetahuinya?
Bukankah ketika dihilangkannya dari dirimu akan rasa ni’mat bermunajat kepada-Nya adalah merupakan sebuah hukuman? Dan tidak ada musibah yang lebih besar menimpa seseorang lebih dari kerasnya hati…
إﻥ أﻋﻈﻢ ﻋﻘﺎﺏ ﻣﻤﻜﻦ أﻥ ﺗﺘﻠﻘﺎﻩ ﻫﻮ ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ إﻟﻰ أﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺨﻴﺮ ..
Sesungguhnya hukuman yang paling besar adalah sedikitnya hidayah taufik (kesempatan) kepada perbuatan baik…
أﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﺍلأﻳﺎﻡ ﺩﻭﻥ ﻗﺮﺍﺀﺓ القرآﻥ ..
Bukankah telah berlalunya hari-harimu tanpa bacaan Al-Quran? (itu adalah sebuah hukuman)
أﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻄﻮﺍﻝ ﻭﺃﻧﺖ ﻣﺤﺮﻭﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ..
Bukankah telah berlalu malam malam yang panjang sedangkan engkau terhalang dari shalat malam? (itu juga adalah sebuah hukuman)
أﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﻣﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﺨﻴﺮ .. ﺭﻣﻀﺎﻥ .. ﺳﺖ ﺷﻮﺍﻝ .. ﻋﺸﺮ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﺠﺔ .. ﺍﻟﺦ ﻭﻟﻢ ﺗﻮﻓﻖ إﻟﻰ ﺍﺳﺘﻐﻼﻟﻬﺎ ﻛﻤﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ .. أﻱ ﻋﻘﺎﺏ أﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ؟
Bukankah telah berlalu musim-musim kebaikan, Ramadhan, enam hari syawwal, sepuluh hari dzulhijjah, dan lainnya…, sedangkan engkau tidak mendapatkan taufik untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya…hukuman manalagi yang lebih banyak dari ini…?
أﻻ ﺗﺤﺲ ﺑﺜﻘﻞ ﺍﻟﻄﺎﻋﺎﺕ ..
Tidakkah engkau merasakan beratnya ketaatan?
أﻻ ﺗﺤﺲ ﺑﻀﻌﻒ أﻣﺎﻡ ﺍﻟﻬﻮﻯ ﻭﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ..
Tidakkah engkau merasa lemah dihadapan hawa nafsu dan syahwat?
أﻟﻢ ﺗﺒﺘﻠﻰ ﺑﺤﺐ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻭﺍﻟﺠﺎﻩ ﻭﺍﻟﺸﻬﺮة ..
Bukankah engkau sedang diuji dengan cinta harta, kedudukan, dan popularitas..?
ﺃﻱ ﻋﻘﺎﺏ أﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ..
Hukuman mana yang lebih banyak dari itu?
أﻟﻢ ﺗﺴﻬﻞ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻐﻴﺒﺔ ﻭﺍﻟﻨﻤﻴﻤﺔ ﻭﺍﻟﻜﺬﺏ ..
Bukankah engkau merasa ringan untuk berghibah, namimah dan dusta..?
أﻟﻢ ﻳﺸﻐﻠﻚ ﺑﺎﻟﻔﻀﻮﻝ ﻭﺍﻟﺘﺪﺧﻞ ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻚ ..
Bukankah engkau tersibukkan untuk campur tangan pada hal yang tidak bermanfaat untukmu..?
أﻟﻢ ﻳﻨﺴﻴﻚ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻭﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ أﻛﺒﺮ ﻫﻤﻚ ..
Bukankah dengannya engkau melupakan akhirat menjadikan dunia sebagai tujuan utamamu?
ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺨﺬﻻﻥ ﻣﺎ ﻫﻮ إﻻ ﺻﻮﺭ ﻣﻦ ﻋﻘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ..
Tipuan ini tidak lain kecuali bentuk hukuman dari Allah…
ﺇﺣﺬﺭ ﻳﺎ ﺑﻨﻲ ﻓﺎﻥ أﻫﻮﻥ ﻋﻘﺎﺏ ﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺴﻮﺳﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺃﻭ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﺃﻭ ﺍﻟﺼﺤﺔ ..
Hati-hatilah anakku, sesungguhnya hukuman Allah yang paling ringan adalah yang terletak pada materi, harta, anak, kesehatan …
ﻭإﻥ أﻋﻈﻢ ﻋﻘﺎﺏ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ 
Dan sesungguhnya hukuman terbesar adalah yang ada pada hati…
ﻓﺎﺳﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﻟﺬﻧﺒﻚ ..
Maka, mintalah keselamatan kepada Allah, dan mintalah ampunan untuk dosamu..
فإﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻳﺤﺮﻡ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻟﻠﻄﺎﻋﺎﺕ ﺑﺴﺒﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻳﺼﻴﺒﻪ
Karena sesungguhnya seorang hamba yang diharamkan taufik (dijauhkan) dari ketaatan karena sebab dosa yang menimpanya

                     

Ternyata hukuman Allah yang terberat itu bukanlah hanya ketika kita kehilangan materi, harta dan jabatan, tetapi hukuman yang terberat dari Allah itu adalah ketika Allah subhanahu wata’ala telah menutup diri kita untuk dapat berbuat kebaikan-kebaikan.
(semoga bermanfaat sebagai renungan kita bersama)
Sumber : WAG