IBU BEKERJA Vs. IBU RUMAH TANGGA

​Share Rangkuman Kajian Ahad Pagi
Oleh: Ustadz Bendri Jaisyurrahman
_Masjid Ukhuwah Islamiyah_

_Universitas Indonesia, Depok_

Ahad, 23 Juli 2017 
Rangkuman:
🌸 *Kita tidak bisa menghakimi sembarangan ibu yang bekerja,* karena terdapat beberapa situasi yang tidak bisa dipungkiri membuat seorang ibu harus bekerja. 

1. Seorang janda, yang harus menafkahi anak-anaknya. Apalagi di negara kita tidak ada santunan untuk janda.

2. Pos-pos profesi yang tidak bisa diisi lelaki demi kemaslahatan umat, seperti: dokter kandungan, perawat, atau (juga) guru. 
🌸 *Tidak ada satupun ulama melarang wanita untuk bekerja.* 

Perbedaan pendapat hanya terjadi pada lapangan pekerjaan apa saja yang boleh dirambah para wanita. (Syaikh Bin Baz fatwa 4167)
🌸 *Tiga syarat (minimal) pekerjaan untuk wanita:*
1. Pekerjaan itu pekerjaan yang disyariatkan

– jelas, tidak ada riba, tidak ada maksiat

– tidak “melayani” laki-laki 

– tidak melenggak-lenggok

– di tempat yang tidak bercampur baur dengan lelaki

– dsb
2. Memenuhi adab wanita muslimah

– pakaian syari

– cara bicara (tidak menggoda)

– tidak bersama laki-laki berdua dalam ruangan 

– tidak safar dengan bukan mahram

– dsb
3. Tidak mengabaikan kewajiban pokok sebagai isteri dan ibu

_ibu itu profesi utama, *bukan sambilan*_
🌸 *Wanita itu utamanya di rumah* 

Terdapat dalam Al-Ahzab ayat 33:

_”Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”_

_”Seorang wanita datang menemui Rasulullah SAW kemudian berkata: Wahai Rasulullah, laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad di jalan Allah. Apakah bagi kami kaum wanita bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah? Rasulullah menjawab: Barangsiapa yang tetap tinggal di rumah maka pahalanya sama dengan berjuang di jalan Allah.”_ (Ibnu Musayyab)
🌸 *Dalam hukum islam:*

Wanita bekerja itu boleh.

Tetapi kalau mau ambil peran utama, utamanya di rumah.

Wanita itu idealnya di rumah.

Tempat terbaiknya di rumah.
🌸 *Lalu yang bekerja, apakah buruk di hadapan Allah?*

Wanita, utamanya memang di rumah. Tidak di rumah, berarti tidak utama. *_Tidak utama bukan berarti (atau tidak sama dengan) hina._*

Yang utama, ibu di rumah.

Ibu yang bekerja, hina? Tidak.

Sebagiamana sabda Rasulullah:

_Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah dan pada keduanya ada kebaikan._ (HR. Muslim)

Jadi,

Orang yang kuat lebih utama daripada yang lemah.

Tetapi dua-duanya tetap baik hanya beda derajatnya. 
🌸 *Keutamaan dalam Islam ada syaratnya. Syaratnya gugur atau tidak dipenuhi, gugurlah keutamaannya.*

Ibu sudah di rumah? Penuhi syaratnya. Supaya dapat keutamaan.

Ibu di rumah, tetapi tidak dipenuhi syaratnya, ya tidak dapat keutamaan. 

Kita sering menemui Ibu yang di rumah tetapi malah sibuk dengan gadgetnya, bisnis onlinenya, sehingga sama saja tidak mengurus anaknya.
Jadi apa syaratnya?

🌸 *_”Nikahilah olehmu wanita yang wadud dan walud._* (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

*Walud: subur, bisa hamil/memiliki anak*

Wanita dapat keutamaan utamanya ketika memiliki anak, ketika bisa memberikan anak pada suaminya. 

Tetapi sebelum punya anak, ada sifat yang harus dimiliki wanita, 

*_Al-Wadud_*.

*Wadud = Mawaddah*

Berasal dari kata *Al-Wud*.

Wadud = untuk perannya sebagai ibu

Mawaddah = untuk perannya sebagai isteri

Sebagaimana kita tahu pengertian mawaddah adalah kecenderungan suami dan isteri untuk terus berdekatan. 

*Wadud adalah kasih sayang yang membuat anak mendekat.*

Jadi kata Ustadz Bendri:

_*Silakan bekerja, silakan berumah tangga, asalkan tetap buat anakmu terikat hati denganmu.*_
🌸 Jangan bangga ketika anakmu mampu melakukan sesuatu sebelum waktunya. Karena setiap amal ada waktunya, setiap waktu ada amalnya. Bisa jadi hal itu karena ibu gagal mengikat hati anaknya.

Pada usia 0 — 2 tahun, idealnya anak ingin selalu dekat dengan ibunya. Oleh karena itu, jangan sampai orang lain lebih sering dilihat oleh anak daripada ibunya.
🌸 *Indikator Ibu yang Al-Wadud:*

– Anak merasa bahagia ibunya di rumah, tidak suka keluyuran saat ibunya di rumah 

– Anak mampu bercerita pengalamannya apa saja (anak dan ibu tidak ada rahasia)
🌸 *MISI PERTAMA IBU: Mengikat hati anak.*

_”Sesungguhnya hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya.”_ (Majmu’ Al-Fatwa)
🌸 *KESIMPULAN*

_*Sebelum keutamaan dikejar, kejar dulu syaratnya, Al-Wadud. Asah terus itu Al-Wadud. Jauhi hal-hal atau pekerjaan yang mematikan Al-Wadud.*_
Demikian, mohon maaf jika banyak kekurangan. 

Semoga bermanfaat. 
Video kajian bisa diakses di Facebook Masjid Ukhuwah Islamiyyah UI.

👇🏻

fb.me/masjidui
Sumber : WAG

Advertisements

DARI MANA DATANGNYA PEMIMPIN ZHALIM?

​Shahabat Taushiyyah:
1. Saudaraku, berkuasanya Pemimpin yang zhalim adalah musibah bagi umat. Dia datang, karena ada sebab yang membuat dia datang …
2. Hendaklah kita mengenali sebab kedatangannya, agar kita bisa mengobatinya dan agar kita tidak salah menentukan obatnya …
Seorang dokter akan mendiagnosa penyakit sebelum ia memberi obat dan menentukan kadarnya, karena salah memberi obat bisa  membunuh orang yang sakit dan tak menyembuhkannya.
3. Lalu dari mana datangnya pemimpin yang zhalim?
Biarlah Allah pemilik kerajaan langit dan bumi menjelaskan kepada kita dari mana datangnya …
a. Allah ta’ala berfirman :
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
✅ “Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi wali (pemimpin, penolong, teman setia) bagi sebahagian yang lain disebabkan (dosa) yang mereka usahakan” [QS. Al-An’am: 129]
b. Seorang tabi’in yang bernama al-A’masy ditanya tentang ayat di atas, maka beliau berkata:
“Aku mendengar mereka (para sahabat) berkata, ‘Jika manusia sudah rusak maka mereka akan dipimpin oleh orang-orang yang jahat di antara mereka” (Abu Nu’aim, al-Hilyah vol. 5 hal 51 dan Siraj al-Muluk, vol.2, hal: 467).
c. Bukankah Di antara doa yang sering kita panjatkan adalah:
اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا
“Yaa Allah dikarenakan dosa-dosa kami janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami.”
Lihat.. bukankah dosa yang kita lakukan telah mengundang datangnya petaka ini?
d- Hasan al-Bashri didatangi oleh orang-orang yang hendak menghunuskan pedang-pedang mereka ke arah pemimpin yang zhalim, pemimpin yang membunuh sahabat nabi… mereka datang ingin mendapatkan legitimasi dari sang imam dan fatwanya bisa disebar ke seluruh penjuru negeri islam, akan tetapi beliau menjawab:
لا تفعل إنكم من أنفسكم أتيتم.
🌱 Jangan kalian lakukan, sesungguhnya dari diri-diri kalian sendiri pemimpin pemimpin itu didatangkan kepada kalian…
sebagaimana perkataan yang masyhur:
كما تكونوا يولى عليكم …
Sebagaimana keadaanmu maka begitulah kepemimpinan diberikan kepadamu.
Amal-amal kalian adalah pemimpin kalian (Imam Al-Thurthusyi, Siraj al-Muluk hal. 197).
f- Riwayat riwayat di atas berkesimpulan bahwa musibah berupa penguasa dan pemimpin yang zhalim bermula dari diri kita.

4. LALU APA SOLUSINYA:
Solusi selalu dilihat setelah kita melihat sebab, maka jika sebab datangnya pemimpin zhalim adalah dosa dan kezhaliman yang kita lakukan maka hendaklah kita bertaubat dan beristighfar kepada Allah.. memperbaiki diri kita,.. memperbaiki aqidah dan ibadah kita.. agar dengan keshaliahn kita Allah menshalihkan pemimpin kita..
a- Allah ta’ala berfirman :
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ 
✅ “Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri” (QS. As-Syura: 30)
b- Hasan al-Bashri berkata:
انَّ الرَّجُلَ كَانَ يُشَاكُ الشَّوْكَةَ يَقُولُ : إِنِّي لأَعْلَمُ أَنَّكِ بِذَنْبٍ وَمَا ظَلَمَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ.
🌱 Sesungguhnya dahulu seorang laki-laki dari salaf tertusuk duri di kakinya, maka ia berkata: sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau menusukku karena dosa yang aku perbuat, karena tuhanku tidak berlaku zhalim kepadaku… (Imam Ahmad, az-Zuhd, hal: 282)
Beristighfarlah kawan.. dan mari kita perbaiki diri.. agar musibah ini diangkat oleh Allah
SAUDARAKU …
maka dari itulah mengapa para ulama selalu mewanti-wanti kita agar berlindung dengan ilmu ketika terjadi fitnah, huru-hara dan petaka.
Karena dengan ilmu dan bashirah, para ulama rabbani melihat apa sebenarnya akar petaka dan bagaimana cara mengangkatnya.
Kita selalu sibuk melihat pucuk daun yang mengering… tapi para ulama sejati selalu melihat akar yang rusak…
Semoga bermanfaat.
🖎 Akhukum fillah Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah

@STaushiyyah

Telegram | Twitter

———————————

Diposting dan disebarkan kembali oleh WA *Cahaya Sunnah*

———————————
Sumber : WAG

Stop Maksiat…!

​💧💦EMBUN PAGI💧💦

Rabu, 12 Juli 2017

18 Syawal 1438 H

                  💧Edisi ke-287💧

==========⭐========

🗣 *_Ibnu Qayyim berkata:_*

أتظن أن الصالحين بلا ذنوب ؟

_”Apakah engkau mengira bahwa orang shalih itu tidak pernah berbuat dosa?”_
 إنهم فقط: استتروا ولم يُجاهروا…
*Mereka berbuat dosa, namun :*

 _- “Mereka menutupinya & tidak menampakkannya.”_
واستغفروا ولم يُصروا… 

 _- “Mereka beristighfar & tidak meneruskan kesalahannya.”_
واعترفوا ولم يبرروا… 

 _- “Mereka mengaku salah & tidak menganggap benar kesalahannya.”_
وأحسنوا بعدما أساؤوا…

 _- “Mereka berbuat banyak kebaikan setelah mereka terjerumus dalam keburukan.”_

قيل ﻷحد السلف: كيف أنت ودينك؟  

Dikisahkan, Seorang salaf ditanya;

 _”Bagaimana keadaanmu dan agamamu?”_
*Ia menjawab,*
‏فقال: تمزِّقهُ المعاصي، وأرقِّعهُ بالإستغفار…‏   

 _”Kemaksiatan merobek-robeknya, kemudian aku merajutnya kembali dengan istighfar”_
*والله المستعان..*
Sumber : WAG

​HUKUMAN ALLAH TELAH BERJALAN ATAS KITA,NAMUN KITA BELUM MENYADARINYA

Assalamu ‘alaikum saudaraku kaum muslimin yang dirahmati Allah.. 

Benarkah Allah subhanahu wata’ala tidak menghukum kita ketika kita bermaksiat??
ﻗﺎﻝ أﺣﺪ ﺍﻟﻄﻼﺏ ﻟﺸﻴﺨﻪ :

ﻛﻢ ﻧﻌﺼﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﻳﻌﺎﻗﺒﻨﺎ ..
Seorang santri bertanya kepada gurunya:

Berapa kali kita bermaksiat kepada Allah سبحانه وتعالى  dan Dia tidak menghukum kita???

ﻓﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺦ :
Maka sang guru pun menjawab:
ﻛﻢ ﻳﻌﺎﻗﺒﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻧﺖ ﻻ ﺗﺪﺭﻱ .. ﺃﻟﻢ ﻳﺴﻠﺒﻚ ﺣﻼﻭﺓ ﻣﻨﺎﺟﺎﺗﻪ .. ﻭﻣﺎ ﺍبتلى أﺣﺪ ﺑﻤﺼﻴﺒﺔ ﺃﻋﻈﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﻗﺴﻮﺓ ﻗﻠﺒﻪ ..
Berapa kali Allah subhanahu wata’ala telah menghukummu namun kamu tidak mengetahuinya?
Bukankah ketika dihilangkannya dari dirimu akan rasa ni’mat bermunajat kepada-Nya adalah merupakan sebuah hukuman? Dan tidak ada musibah yang lebih besar menimpa seseorang lebih dari kerasnya hati…
إﻥ أﻋﻈﻢ ﻋﻘﺎﺏ ﻣﻤﻜﻦ أﻥ ﺗﺘﻠﻘﺎﻩ ﻫﻮ ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ إﻟﻰ أﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺨﻴﺮ ..
Sesungguhnya hukuman yang paling besar adalah sedikitnya hidayah taufik (kesempatan) kepada perbuatan baik…
أﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﺍلأﻳﺎﻡ ﺩﻭﻥ ﻗﺮﺍﺀﺓ القرآﻥ ..
Bukankah telah berlalunya hari-harimu tanpa bacaan Al-Quran? (itu adalah sebuah hukuman)
أﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻄﻮﺍﻝ ﻭﺃﻧﺖ ﻣﺤﺮﻭﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ..
Bukankah telah berlalu malam malam yang panjang sedangkan engkau terhalang dari shalat malam? (itu juga adalah sebuah hukuman)
أﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﻣﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﺨﻴﺮ .. ﺭﻣﻀﺎﻥ .. ﺳﺖ ﺷﻮﺍﻝ .. ﻋﺸﺮ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﺠﺔ .. ﺍﻟﺦ ﻭﻟﻢ ﺗﻮﻓﻖ إﻟﻰ ﺍﺳﺘﻐﻼﻟﻬﺎ ﻛﻤﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ .. أﻱ ﻋﻘﺎﺏ أﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ؟
Bukankah telah berlalu musim-musim kebaikan, Ramadhan, enam hari syawwal, sepuluh hari dzulhijjah, dan lainnya…, sedangkan engkau tidak mendapatkan taufik untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya…hukuman manalagi yang lebih banyak dari ini…?
أﻻ ﺗﺤﺲ ﺑﺜﻘﻞ ﺍﻟﻄﺎﻋﺎﺕ ..
Tidakkah engkau merasakan beratnya ketaatan?
أﻻ ﺗﺤﺲ ﺑﻀﻌﻒ أﻣﺎﻡ ﺍﻟﻬﻮﻯ ﻭﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ..
Tidakkah engkau merasa lemah dihadapan hawa nafsu dan syahwat?
أﻟﻢ ﺗﺒﺘﻠﻰ ﺑﺤﺐ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻭﺍﻟﺠﺎﻩ ﻭﺍﻟﺸﻬﺮة ..
Bukankah engkau sedang diuji dengan cinta harta, kedudukan, dan popularitas..?
ﺃﻱ ﻋﻘﺎﺏ أﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ..
Hukuman mana yang lebih banyak dari itu?
أﻟﻢ ﺗﺴﻬﻞ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻐﻴﺒﺔ ﻭﺍﻟﻨﻤﻴﻤﺔ ﻭﺍﻟﻜﺬﺏ ..
Bukankah engkau merasa ringan untuk berghibah, namimah dan dusta..?
أﻟﻢ ﻳﺸﻐﻠﻚ ﺑﺎﻟﻔﻀﻮﻝ ﻭﺍﻟﺘﺪﺧﻞ ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻚ ..
Bukankah engkau tersibukkan untuk campur tangan pada hal yang tidak bermanfaat untukmu..?
أﻟﻢ ﻳﻨﺴﻴﻚ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻭﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ أﻛﺒﺮ ﻫﻤﻚ ..
Bukankah dengannya engkau melupakan akhirat menjadikan dunia sebagai tujuan utamamu?
ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺨﺬﻻﻥ ﻣﺎ ﻫﻮ إﻻ ﺻﻮﺭ ﻣﻦ ﻋﻘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ..
Tipuan ini tidak lain kecuali bentuk hukuman dari Allah…
ﺇﺣﺬﺭ ﻳﺎ ﺑﻨﻲ ﻓﺎﻥ أﻫﻮﻥ ﻋﻘﺎﺏ ﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺴﻮﺳﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺃﻭ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﺃﻭ ﺍﻟﺼﺤﺔ ..
Hati-hatilah anakku, sesungguhnya hukuman Allah yang paling ringan adalah yang terletak pada materi, harta, anak, kesehatan …
ﻭإﻥ أﻋﻈﻢ ﻋﻘﺎﺏ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ 
Dan sesungguhnya hukuman terbesar adalah yang ada pada hati…
ﻓﺎﺳﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﻟﺬﻧﺒﻚ ..
Maka, mintalah keselamatan kepada Allah, dan mintalah ampunan untuk dosamu..
فإﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻳﺤﺮﻡ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻟﻠﻄﺎﻋﺎﺕ ﺑﺴﺒﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻳﺼﻴﺒﻪ
Karena sesungguhnya seorang hamba yang diharamkan taufik (dijauhkan) dari ketaatan karena sebab dosa yang menimpanya

                     

Ternyata hukuman Allah yang terberat itu bukanlah hanya ketika kita kehilangan materi, harta dan jabatan, tetapi hukuman yang terberat dari Allah itu adalah ketika Allah subhanahu wata’ala telah menutup diri kita untuk dapat berbuat kebaikan-kebaikan.
(semoga bermanfaat sebagai renungan kita bersama)
Sumber : WAG

​MENGAPA KETIKA MARAH ORANG BERTERIAK DAN KETIKA BERCINTA BERBICARA DENGAN SUARA LIRIH?

Suatu saat seorang guru  berjalan dengan para muridnya, lalu mereka melihat  sebuah keluarga yang tengah bertengkar, dan saling berteriak.
Guru tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : “Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?”.
“Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak.” jawab salah satu murid dari mereka.
“Tetapi , mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya?

Bukankah pesan yang ia sampaikan , bisa ia ucapkan dengan cara halus ?”. Tanya sang guru  menguji murid-muridnya.
Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.
Akhirnya sang guru berkata : “Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya. Karena jarak kedua hati semakin jauh”.
“Begitu juga sebalssali, di saat kedua insan saling jatuh cinta?” lanjut sang guru.
“Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara ke 2 hati sangat dekat.”
“Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?”, Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Pada Akhirnya, mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi.”
Sang guru memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut : “Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh”
ALLAHUMMA sholli ‘alaa sayyidina Muhammad ‘
Sumber : WAG

TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN

Ust Adi Hidayat


*menurut Alqur’an*
:)1. QOLBUN SYAKIRUN

(hati yg selalu bersyukur). Artinya selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.

(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)
:)2. AL-AZWAJU SHALIHAH (pasangan hidup yang sholeh). Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula.

(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)
:)3. AL-AULADUL ABRAR

(anak yg sholeh/sholehah).

Do’a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.

(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)
:)4. AL-BAIATU SHOLIHAH (lingkungan yg kondusif untuk iman kita).

Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.

(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)
:)5. AL-MALUL HALAL

(harta yang halal).

Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup.

(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)
:)6. TAFAKUH FID-DIEN (semangat untuk memahami agama). Dengan belajar ilmu agama akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.

(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)
:)7. UMUR YANG BAROKAH.

Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).

❤والله أعلم بالصواب
Sumber : WAG

Zaman Firaun vs Sekarang

​Seorang ustadz bertanya kepada jama’ahnya.
Ustadz : “Kalau kita hidup zaman Firaun kira-kira kita jadi pengikut Firaun, atau pengikut Nabi Musa?” 
Jama’ah : “Tentulah Nabi Musa.”
Ustadz : “Yakin?”
Jama’ah : “Yakiiiiiin…..”
Ustadz : “Tapi yang membangun Mesir, Firaun. Yang bangun piramid, Firaun. Yang terKAYA, Firaun. Yang punya tentera, dan banyak pengikut, Firaun. Yang bisa memberi PERLINDUNGAN dan jaminan, Firaun. Yang Berkuasa, Firaun. 
Yang bisa sediakan MAKANAN & MINUMAN, Firaun. Yang bisa adakan HIBURAN, Firaun. Yang bisa buat pusat perbelanjaan, Firaun.
Sementara Musa, hanya penggembala kambing saja. Bicara pun tidak fasih. Senjata pun hanya sebatang tongkat. Masih yakin?”
Jama’ah : (mulai terdiam…)
Ustadz : “Dan kerjaan Musa hanya penjaga kambing, tiba-tiba ajak kita untuk melewati lautan tanpa memakai sampan atau kapal. Apakah yakin kita mau ikut Musa ?” …… Betapa manusia zaman Firaun dan zaman KITA SEKARANG, TIDAK BERBEDA. Di Zaman ini masih banyak yang PERCAYA pada harta, pangkat, jabatan dan pengaruh.
KEBENARAN Itu bisa jadi akan kita abaikan bila sudah menyentuh orang yang berpengaruh, orang berkuasa dan orang yang kita idolakan.
Sungguh…FIR’AUN itu tetap ADA hingga akhir zaman.. Hanya berubah WAJAH dan BENTUKnya… Maka Yaa Rabb…

Istiqomahkanlah kami agar senantiasa berada di jalan kebenaran, di jalan-Mu yang lurus, jalan yang Kau ridhoi.
Hindarkanlah kami dari tipu daya muslihat dunia dan godaan musuh-musuh-Mu serta kejahiliyahan karena kebodohan kami
Berikanlah kami ILMU dan IMAN agar mengetahui bahwa yang haq adalah haq, dan yang bathil adalah bathil. Dan tampakkanlah kepadaku yang benar itu sebuah kebenaran, dan berikan petunjuk kepadaku untuk mengikutinya. Dan tampakkanlah kepadaku yang mungkar itu sebuah kemungkaran dan berikan petunjuk kepadaku agar menjauhinya.
Sumber : FB