​Pelajarilah Dahulu Adab dan Akhlak

Terlalu banyak menggeluti ilmu diin sampai lupa mempelajari adab. Lihat saja sebagian kita, sudah mapan ilmunya, banyak mempelajari tauhid, fikih dan hadits, namun tingkah laku kita terhadap orang tua, kerabat, tetangga dan saudara muslim lainnya bahkan terhadap guru sendiri jauh dari yang dituntunkan oleh para salaf.
.

Coba lihat saja kelakuan sebagian kita terhadap orang yang beda pemahaman, padahal masih dalam tataran ijtihadiyah. Yang terlihat adalah watak keras, tak mau mengalah, sampai menganggap pendapat hanya boleh satu saja tidak boleh berbilang. Ujung-ujungnya punya menyesatkan, menghizbikan dan mengatakan sesat seseorang.

.

Padahal para ulama sudah mengingatkan untuk tidak meninggalkan mempelajari masalah adab dan akhlak.

.

Namun barangkali kita lupa?

.

Barangkali kita terlalu ingin cepat-cepat bisa kuasai ilmu yang lebih tinggi?

.

Atau niatan dalam belajar yang sudah berbeda, hanya untuk mendebat orang lain?

.

Pelajarilah Adab Sebelum Mempelajari Ilmu

.

Ketahuilah bahwa ulama salaf sangat perhatian sekali pada masalah adab dan akhlak. Mereka pun mengarahkan murid-muridnya mempelajari adab sebelum menggeluti suatu bidang ilmu dan menemukan berbagai macam khilaf ulama. Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,

.

تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم

.

“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”

.

Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? 

.

Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,

.

بالأدب تفهم العلم

“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”

.

Guru penulis, Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.”

.

Oleh karenanya, para ulama sangat perhatian sekali mempelajarinya.

.

Ibnul Mubarok berkata,

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

.

Ibnu Sirin berkata,

كانوا يتعلمون الهديَ كما يتعلمون العلم

“Mereka -para ulama- dahulu mempelajari petunjuk (adab) sebagaimana mereka menguasai suatu ilmu.”

.

Makhlad bin Al Husain berkata pada Ibnul Mubarok,

نحن إلى كثير من الأدب أحوج منا إلى كثير من حديث

“Kami lebih butuh dalam mempelajari adab daripada banyak menguasai hadits.” Ini yang terjadi di zaman beliau, tentu di zaman kita ini adab dan akhlak seharusnya lebih serius dipelajari.

.

Dalam Siyar A’lamin Nubala’ karya Adz Dzahabi disebutkan bahwa ‘Abdullah bin Wahab berkata,

ما نقلنا من أدب مالك أكثر مما تعلمنا من علمه

“Yang kami nukil dari (Imam) Malik lebih banyak dalam hal adab dibanding ilmunya.” –

.

Imam Malik juga pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman -seorang fakih di kota Madinah di masanya-. Ibuku berkata,

تعلم من أدبه قبل علمه

“Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”

.

Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Karena dari situ beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini. Imam Abu Hanifah berkata,

الْحِكَايَاتُ عَنْ الْعُلَمَاءِ وَمُجَالَسَتِهِمْ أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ كَثِيرٍ مِنْ الْفِقْهِ لِأَنَّهَا آدَابُ الْقَوْمِ وَأَخْلَاقُهُمْ

“Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.” (Al Madkhol, 1: 164)

.

Di antara yang mesti kita perhatikan adalah dalam hal pembicaraan, yaitu menjaga lisan. Luruskanlah lisan kita untuk berkata yang baik, santun dan bermanfaat. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,

من عدَّ كلامه من عمله ، قلَّ كلامُه إلا فيما يعنيه

“Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat” Kata Ibnu Rajab, “Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).

.

Yang kita saksikan di tengah-tengah kita, “Talk more, do less (banyak bicara, sedikit amalan)”.

.

Berbeda Pendapat Bukan Berarti Mesti Bermusuhan

.

Sungguh mengagumkan apa yang dikatakan oleh ulama besar semacam Imam Syafi’i kepada Yunus Ash Shadafiy -nama kunyahnya Abu Musa-. Imam Syafi’i berkata,

يَا أَبَا مُوْسَى، أَلاَ يَسْتَقِيْمُ أَنْ نَكُوْنَ إِخْوَانًا وَإِنْ لَمْ نَتَّفِقْ فِيْ مَسْأَلَةٍ

“Wahai Abu Musa, bukankah kita tetap bersaudara (bersahabat) meskipun kita tidak bersepakat dalam suatu masalah?” (Siyar A’lamin Nubala’, 10: 16).

.

Berdoalah Agar Memiliki Adab dan Akhlak yang Mulia

.

Dari Ziyad bin ‘Ilaqoh dari pamannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

“Allahumma inni a’udzu bika min munkarotil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa’ [artinya: Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].” (HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)

.

Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lainnya,

اللَّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

“Allahummahdinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdi li-ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi-ahaa, laa yashrif ‘anni sayyi-ahaa illa anta [artinya: Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah kejelekan akhlak dariku, tidak ada yang memalinggkannya kecuali Engkau].” (HR. Muslim no. 771, dari ‘Ali bin Abi Tholib)

.

أسأل الله أن يزرقنا الأدب وحسن الخلق

Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar mengaruniakan pada kami adab dan akhlak yang mulia.

.

.

.

Sumber : WAG

Advertisements

Aku teringat pada baginda Muhammad

​Bila aku tak suka pada rasa makananku

aku teringat pada baginda Muhammad ﷺ

yang pernah meletakkan batu pada keliling perutnya untuk menahan lapar

.
Bila aku merasa pakaian ku cuma sedikit

aku teringat pada baginda

Muhammad ﷺ

yang hanya punya dua helai baju seumur hidupnya

.
Bila aku merasa tidak nyaman dengan tempat pembaringan ku

aku teringat pada baginda

Muhammad ﷺ

yang tidur hanya beralas pelepah kurma dan kain kasar dalam hidupnya

.
Apabila aku menjadi begitu pelit untuk memberi dan berbagi dengan orang lain ..

aku teringat pada baginda

Muhammad ﷺ

yang pernah memberi segala-galanya sehingga dia hampir tiada apa-apa untuk dirinya

.
Bila aku fikir betapa miskinnya hidupku, aku teringat pada baginda

Muhammad ﷺ

yang begitu cinta pada orang miskin dan ingin bersama si miskin di syurga, ia menaikkan semangatku

.

Bilaa aku terasa ada yang menyakiti aku, aku teringat pada baginda

Muhammad ﷺ

yang sentiasa memaafkan siapa saja yg berbuat jahat padanya

.
Bila aku terrfikir mungkin ada yg membenci aku, aku teringat pada baginda

Muhammad ﷺ

yang sentiasa berdoa untuk orang-orang yang telah menghina nya

.
Bila aku teringinkan ganjaran dalam perbuatan ku, aku teringat pada baginda

Muhammad ﷺ

yang mengingatkan aku bahawa ganjaran yg hebat hanya dari Allah SWT

.
Bila tiada siapa menyayangi aku, aku teringat pada baginda

Muhammad ﷺ

yang mencintaiku semenjak beribu tahun dulu

.
Apabila aku berfikir betapa sengsaranya hidup aku..

aku teringat pada Baginda

Muhammad ﷺ

yang menempuh segala kepayahan hidup demi nikmat Iman dan Islam pada ummatnya yg dicintai & dan itu bagai cas positif yang menguatkan aku !

.
Assalamualaika ya Rasulullah
Assalamualaika ya habiballah

Selawat dan salam keatas baginda junjungan besar , contoh terbaik sepanjang zaman . Sohibul Azman . Terima Kasih Ya Rasulullah untuk nikmat iman islam dan ihsan. Syafaatkan daku di akhirat nanti
Kerinduan padamu takkan pernah padam selamanya pada mu Ya Habiballah .

.
.

.

Sumber : WAG

Sabar

​*SABAR* itu mudah untuk di Ucapkan gampang untuk disampaikan Tapi sangat sulit untuk dilakukan, karena itu *SABAR* memang terbukti sebagai…… 

.

*”ILMU TUNGKAT DEWA”*

.
*BELAJAR*nya setiap Hari….

.

*LATIHAN*nya setiap Waktu…

.

*UJIAN*nya sering mendadak dan tidak terduga-duga dengan soal Ujiannya tidak dapat diTebak, ada yang Gampang dan ada yang Sulitnya bukan main…..

.

*SEKOLAH*nya Seumur Hidup…..

.

Dan *SABAR* akan menghasilkan *Lulusan* yang BerJiwa *TENANG, TEKUN, TRAMPIL, TELITI,* dan *TAQWA*

.
Kata-kata Bijak….

*1.* *MAN JADDA WA JADA*

Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

.

*2.* *MAN SHOBARU ZHAFIRA*

Siapa yang berSabar akan beruntung.

.

*3.* *MAN YAZRO’YAHSUD*

Siapa yang menanam akan menuai.
Semoga Kita semua bisa menjadi Orang-orang yang *SABAR*

.

.

.

Sumber : WAG

SERBA TIGA

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

.
” Ada tiga perkara yang membinasakan,tiga perkara yang menyelamatkan, tiga perkara yang menghapus dosa dan tiga perkara yang meningkatkan derajat ”

.
Adapun tiga perkara yang membinasakan :
1. Kekikiran yang ditaati.

2. Hawa nafsu yang dituruti.

3. Kekaguman seseorang terhadap dirinya.

.
Adapun perkara yang menyelamatkan :
1. Berbuat adil ketika marah maupun senang.

2. Sederhana ketika miskin ataupun kaya.

3. Takut kepada ALLAH ketika sendirian maupun dikeramaian.

.
Adapun perkara yang menghapuskan dosa :
1. Menunggu shalat sampai shalat berikutnya.

2. Menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin.

3. Berjalan menuju shalat berjama’ah.

.
Adapun perkara yang mengangkat derajat :
1. Memberi makan orang miskin

2. Menyebarkan salam.

3. Shalat di waktu malam, ketika manusia sedang tidur.

.
(HR. Ath-Thabrani dari Ibnu Umar ra Shahihul Jami : 3045)

.
“Allahumma ya ALLAH tanamkan di hati kami kekuatan dan keindahan iman, hiasilah hidup kami dengan kenikmatan ibadah dan kemuliaan akhlak, serta selamatkan kami dari semua fitnah dan keinginan maksiat.” 

.

Aamiin…

.

.

.

Sumber : WAG

​Syamatah: Akhlak Tercela Pemecah Belah Ummat

Di antara akhlak tercela adalah syamatah (شماتة).. tahukah kamu.. apa syamatah..? 

.
Syamatah adalah orang yang merasa senang dengan ujian dan musibah yang menimpa saudaranya, baik urusan dunia maupun agama.

.
Ketika ada saudara kita, baik kerabat atau saudara seagama sedang menderita, jangan merasa senang karenanya.

.
Ada saudara yang sakit, kecelakaan, usaha rugi, atau ada yang terjerumus dosa, berzina, dll.. jangan senang karenanya.
Justeru seharusnya kita sedih karenanya, dan membantunya atau minimal mendoakannya agar dijauhkan dari berbagai musibah.
Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang menampakkan kegembiraan atas ujian yang menimpa saudaranya……maka bisa jadi, Allah merahmati saudaranya, dan Dia akan mengujimu.” (Tirmizi)
Maksudnya, jika ada yang senang dengan musibah saudaranya, bisa jadi musibah saudaranya itu Allah angkat dan Allah uji dia dengan musibah tersebut.

.
Hal lain lagi yang terkait syamatah adalah agar kondisi kita sebagai muslim jangan sampai membuat musuh senang.

.
Musuh Islam senang kalau muslim itu lemah dan kalah, suka gontok-gontokan, dan yang paling mereka suka adalah jika muslim jauh dari agamanya.

.
Itu artinya, sebagai muslim kita harus kuat, meyakinkan, bersatu, komitmen terhadap agamanya, dll.
Inilah maka doa Nabi SAW, bahwa beliau berlindung kepada Allah dari syamatah A’daa’, yaitu kegembiraan musuh karena kondisi kaum muslim.

.
Tercatat dalam sejarah…, seorang tentara muslim tertawan pasukan kafir. Dalam tahanan dia dibuat lapar, tidak disediakan makanan.
Sampai akhirnya disediakan daging babi yang siap dimakan… namun dia tidak mau makan..diperintah, tetap tidak mau.

 .

Dia katakan kepada mereka, saya tahu bahwa kini babi itu halal (kondisi dhorurat), tapi saya tidak mau membuat kalian bergembira karena saya makan daging babi itu.

 .

Begitu pula dalam kisah Nabi Harun dan Nabi Musa… disana terdapat pelajaran agar kita terhindar syamatah a’daa.

.
Ketika Nabi Musa kembali menemui kaumnya, Bani Israil, setelah pergi untuk menerima perintah Tuhannya.

.
Dia mendapatkan kaumnya telah menyembah anak sapi…Tentunya saja, dia sangat marah…kaumnya yang telah dibina menjadi sesat.
Sasaran kemarahannya tak ayal diarahkan kepada Nabi Harun. Sebab dialah yang diamanahi menjaga kaumnya.

.
Rambutnya sempat dijambak oleh Nabi Musa alaihissalam, saking marahnya, “Kenapa tidak kau beritahu aku tentang keadaan mereka.” Katanya.

.
Nabi Harun sendiri memiliki alasan bahwa posisinya sangat dilematis. jika memberitahu Nabi Musa, maka dia harus meninggalkan kaumnya, padahal pesan Nabi Musa agar dia menjaga kaumnya. Nanti kalau ditinggalkan, dikira tdk menunaikan tugas.

.
Sementara oleh kaumnya dia tidak dianggap, tidak sebagaimana sikap mereka terhadap nabi Musa. Bahkan dia hampir dibunuh (QS. Thaha: 92-94).

.
Maka ketika Nabi Musa murka kepadanya dan akan menghukumnya, Nabi Harun berkata…Wa laa tusymit biyal a’daa…. Jangan jadikan kondisi aku membuat musuh-musuhku senang (QS. Al-A’raf: 50).

.
Maksudnya, kalau engkau menghukumku dan menghinakan aku, hal itu membuat musuh-musuhku senang.

.
Sebuah sikap yang sangat penting dalam dunia dakwah. Bahwa apapun yang terjadi pada kaum muslimin, walaupun ada perbedaan.

.
Apakah berbeda pandangan politik, pendekatan dakwah dan praktik dalam perkara cabang, hendaknya sikap kita hati-hati.

.
Saat melihat saudaranya kita anggap salah langkah, terobosannya keliru, atau bahkan ada yang tergelincir.

.
Maka, cara mengatasinya tidak harus dengan menampakkan permusuhan secara terbuka, atau memojokkan atau membuatnya merasa tersudut.

.
Sebab hal tersebut membuat musuh-musuh Islam senang, karena mereka akan mendapatkan celah untuk memojokkan Islam atau dakwah Islam.

.
Atau jangan sampai berakibat buruk lebih besar, karena para ulama telah meletakkan kaidah dar’ul mafsadah muqaddamun ala jalbil mashalih..(menolak keburukan, didahulukan dari mendatangkan kemaslahatan).

.
Nasehati secara proporsional, tunjukkan apresiasi, tampakkan kecintaan terhadap saudara dan doakan.

.
Sebab.. menciptakan situasi agar kaum muslim saling gontok-gontokan kini menjadi andalan blis terhadap kaum muslimin.

.

Nabi saw bersabda, “Iblis sudah putus asa menggoda orang-orang saleh agar Allah tidak disembah, ..…Tapi yang masih dapat mereka lakukan adalah menciptakan pertikaian di antara mereka.” (HR. Muslim)

.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ الْقَضَاءِ وَمِنْ دَرَكِ الشَّقَاءِ وَمِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَمِنْ شَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ
“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dr takdir buruk, jurang kehinaan, musibah memberatkan dan kegembiraan musuh..” (Muttafaq alaih)

.
Semoga kita dijauhkan dari syamatah terhadap saudara, dan dari syamatah musuh terhadap kita… aamiin.

.

🍃🍃🍃🍃

 .

Channel Telegram: https://telegram.me/AbdullahHaidir

Facebok: https://www.facebook.com/abdullahhaidir.haidir

Instagram: https://www.instagram.com/abdullah.haidir/

Twitter: https://twitter.com/abdullahhaidir1

http://manhajuna.com/

Long Life Education (Tarbiyah Madal Hayah)

​*Kultwit terakhir Ust. Hilman Rosyad* (alm)
 Tentang *Long Life Education* *(Tarbiyah Madal Hayah)*
Pada hari Jumat 12 Januari 2018 jam 10.05-11.44 sebelum beliau meninggal dunia pada hari Ahad 14 Januari 2018 jam 10.04 di RS. Hermina Depok:
1. Assalamualaikum epribadeh, semoga di hari *#JumatBerkah ini kita berkelimpahan rahmat dan maghfirah karena padatnya amalan khas #JumatBerkah … yuk fokus menuntaskan berbagai amalan sunnah hari ini …

 *#LongLifeEducation*
2. Kemarin di slh satu kajian sy membahas karakteristik Islam. Itu ada tiga, pertama; Rabbaniy, naik secara referensi juga motif. Referensi Islam adlh alQuran & Sunnah, keduanya rabbaniy karena keduanya bersumber dari wahyu Allah … *#LongLifeEducation*
3. Motif ber-Islam adlh menyembah Allah semata dg cara sesuai sunnah rasul-Nya. Inilah Islam, referensinya alQuran & Sunnah serta motifnya menyembah Allah semata dg cara sesuai sunnah Rasul, Rabbaniy *#LongLifeEducation*
4. Karakteristik kedua; yusrun wa muyassar; mudah lagi memudahkan. Ajaran Islam didisain sesuai fitrah manusia secara individu maupun komunal, tdk ada kesulitan padanya. Bila dirasa sulit pun ada rukhshoh (keringanan/dispensasi) … *#LongLifeEducation*
5. Karakteristik ketiga; berdampak manfaat & positif. Dipastikan apapun yg disyareatkan itu berguna & menguntungkan, tdk ada yg bikin manusia rugi, miskin apalagi menderita. Populer dampak syareat Islam itu disebut “Maqoshid Syar’iyah” (konsideran pemberlakuan syareat)
6. Maqoshid Syar’iyah itu meliputi: kebebasan beragama, kebebasan berfikir, perlindungan jiwa, keamanan berekonomi & keharusan berkeluarga & berketurunan. 5 poin ini dijamin agama Islam agar manusia tumbuh, berkembang & menjalani kehidupan sesuai fitrahnya … *#LongLifeEducation*
7. Nah, kemudian di kajian tsb ada pertanyaan dari peserta; “stadz, bagus banget Islam itu ternyata, tapi realitanya tidak demikian, terus harus bgmn?” 

… *#LongLifeEducation*
8. Sy menjawab: “yang sy jelaskan tadi ttg karakteristik Islam adalah “idealita”, adapun yg kita saksikan & rasakan di kalangan umat adalah “realita”. Kewajiban kita mendekatkan realita menuju idealita. Itulah tarbiyah dan tarbiyah itu sepanjang masa …” … *#LongLifeEducation*
9. Karakteristik Islam itu bukan sekedar teori yg didiskusikan, tapi bgmn ia membumi di realita kehidupan umat Islam di manapun, kapanpun dan di seluruh sisi kehidupan. Ia hidup, merasuk dan menggerakkan umat Islam meraih kejayaannya sbg rahmatan lil’alamin … *#LongLifeEducation*
10. Memahami manusia di realita kehidupan itu mutlak dilakukan sbg awal dari kesadaran pentingnya bergerak menuju idealita, karena Islam diturunkan ke bumi, agar manusia menjadi hamba Allah yg taat dan wakil Allah di bumi yg bertanggung jawab … *#LongLifeEducation*
11. Tarbiyah adalah jawaban agar umat Islam tdk terjebak realita, tersingkir dan termarjinalkan dlm peradaban manusia saat ini yg didominasi sistem yg zalim & menjauhkan manusia dari fitrah … *#LongLifeEducation*
12. Tarbiyah harus melepaskan umat dari keterkungkungan, harus membersamai & melibatkan umat menuju kebebasan bersyareat dan membimbing umat untuk menjadi teladan peradaban bagi selain umat Islam … *#LongLifeEducation*
13. Sabar & istiqomah adalah keniscayaan dlm tarbiyah. Tarbiyah walaupun menyenangkan tapi godaan dan jebakannya banyak serta variatif, membutuhkan ketekunan, keberanian, kejelian & juga kehati2an. Ketergesa2an itu bahaya … *#LongLifeEducation*
14. Sila merapat ke masjid terdekat, waktu zhuhur hari #JumatBerkah ini semakin dekat. Usahakan duduk di shaf terdepan, perbanyak dzikir juga tilawah sblm imam naek mimbar. Jangan tidur saat khutbah berlangsung, dengarkan khutbah dg khusyu agar kita dapat ibroh … *#LongLifeEducation*
15. Selamat menikmati Keberkahan hari #JumatBerkah hari ini 12.01.18 … *#LongLifeEducation* … END
…..
Semoga Allah SWT menerima segala amal shalih dan mengampuni segala kesalahan ust. Hilman.
Selamat jalan ust Hilman, kami mencintaimu karena Allah…
.

.

Sumber : WAG

MAU TAHU TIPS ULAMA MENGATASI KONFLIK RUMAH TANGGA? 

​Bismillah..

.
Nasehat Syaikh Muhammad bin Mukhtar Asy- Syinqithiy hafidzahullah…

.
Oleh karena itu, bersemangatlah melaksanakan shalat-shalat sunnah di rumah. Itulah diantara tujuan sunnah Nabi.

.
Rumah yang banyak dilakukan shalat di dalamnya, maka Allah akan menjadikan didalamnya kebaikan yang banyak. Hal ini banyak diperbincangakan para ulama dan orang-orang shalih.
Sebagian orang mengeluhkan di rumahnya selalu ada masalah.
Dia bercerita, “Kemudian aku mendatangi salah seorang ulama dan beliau bertanya kepadaku tentang shalat malam dan shalat rowatib.”

.
Ulama bertanya, “Apakah engkau termasuk orang yang menyia-nyiakan shalat sunnah rowatib?
Jawab orang tadi, “Ya benar.”
Rowatib maksudnya shalat sunnah yang dikerjakan sesudah atau sebelum shalat fardhu.

.
Ulama tersebut bertanya lagi, “Apakah engkau juga tidak shalat witir?”
Jawabnya, “Benar aku juga tidak shalat witir.”

.
Ulama tersebut berkata, “Kalau begitu rutinkan shalat sunnah rowatib dan tunaikan seperti Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menunaikan shalat tersebut di rumahmu. Begitupula rutinkan shalat witir jangan pernah engkau tinggalkan.”

.
“Al-Witir itu adalah kebenaran. Barangsiapa yang tidak shalat witir maka bukan golongan kami.” (HR. Ahmad dan Abu Daawud. Dinilai shahih oleh Al-Hakim)

.
“Wahai Ahlul Qur’an, shalat witirlah kalian karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla itu witir (Maha Esa) dan mencintai orang-orang yang melakukan shalat Witir.”

.
“Sungguh Allah telah melengkapi kalian dengan suatu shalat yang lebih baik dari unta merah.”

.
Para sahabat bertanya, “Shalat apakah itu wahai Rasulullah?”
Beliau shallallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Shalat Witir yang dikerjakan antara waktu ‘Isya dan terbit fajar.”

.
Kemudian subhanallah dalam waktu satu minggu, tiba-tiba di rumahnya keadaan berubah sempurna; akhlak istri berubah, anak-anak mudah diarahkan. Semua perkara telah berubah.
Karena apa?

.
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺎﻋﻞ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ﻣﻦ ﺻﻼﺗﻪ

خيرأ
“Maka Allah jadikan baginya di rumahnya banyak kebaikan dari shalat yang dia lakukan.” (HR. Muslim no.778)

.
Khairan dalam hadis ini bentuknya nakiroh (umum) mencakup semua kebaikan.

.
Jika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan bahwa didalamnya ada kebaikan pasti ada kebaikan.

.
Sungguh apa yang beliau sabdakan adalah kebenaran. Dan tidaklah beliu berucap mengikuti hawa nafsu, sesungguhnya itu adalah wahyu yang diturunkan.

.
Wallallahua’lam bishshowab.

.
Sumber: Channel Duror Asy Syaikh Muhammad hin Mukhtar Asy Syinqithi

.
Di share oleh,

@STaushiyyah

Telegram channel

Whatsapp Group Sahabat Taushiyyah
.
Sumber : WA