25 INFORMASI PENTING TENTANG PALESTINA UNTUK ANAK


#Oleh: Dr. Jasim Al-Muthawwa’#

.
Apabila anak Anda bertanya kepada Anda, mengapa Anda memberikan perhatian kepada Palestina dan selalu mengikuti berita Baitul Maqdis? Apa yang anda bicarakan? Apa jawaban Anda? Saya sarankan pembaca sebelum menyelesaikan tulisan ini berhenti sejenak dan memikirkan jawaban yang akan diungkapkan kepada anak andai ditanya pertanyaan ini.

.
Anda bisa menggunakan (25) informasi penting ini untuk diketahui anak-anak kita tentang Palestina dan Baitul Maqdis, sehingga mereka tahu mengapa kita peduli terhadap Palestina dan apa yang terjadi di sana, dan saya menyarankan pembaca untuk membacakan artikel kepada anak-anaknya, atau mengirim link ke mereka melalui (WhatsApp) agar membacanya sehingga mereka mengetahui walaupun kita sibuk dengan urusan dunia, namun Palestina tetap masalah kita pertama setelah berperan menyadarkan kaum muslimin dan mengajari mereka.

.
(1) Ceritakan kepada anak Anda, “Wahai anakku, sesungguhnya Palestina adalah tempat tinggal para Nabi. 

.
(2)Nabi kita Ibrahim AS hijrah ke Palestina. 

.
(3)Nabi Luth AS diselamatkan oleh Allah dari azab yang turun pada kaumnya menuju bumi yang diberkahi, bumi Palestina. 

.
(4)Nabi Daud AS tinggal di Palestina dan membangun mihrabnya, 

.
(5)dan Nabi Sulaiman AS memerintah seluruh  dunia dari Palestina, kisahnya yang populer dengan semut dan berkata :

 “Hai semut masuklah ke tempat tinggal kalian” ,  tempat yang disebut dengan wadi an-naml (lembah semut) di Palestina dekat (‘Asqalan). 

.
(6)Di Palestina juga terdapat mihrab   Zakaria AS , 

.
(7)sebagaimana Musa AS meminta kaumnya memasuki Bumi Muqaddasah,  ia menamakan dengan Al-Muqaddasah, yakni (suci)  dari syirik, dan dijadikan tempat tinggal para Nabi. 

.
(8)Banyak mukjizat yang terjadi di dalamnya  diantaranya 

.
(9)kelahiran Nabi Isa dari ibunya Maryam, seorang gadis kecil tanpa suami, dan Allah mengangkatnya ketika Bani Israil sepakat untuk membunuhnya. 

.
(10)Di Palestina Maryam menggoyang batang pohon kurma setelah kelahirannya dalam kondisi paling lemahnya wanita.

.
(11)Termasuk tanda-tanda akhir zaman di Palestina, Isa akan turun di menara putih,

 .

(12)dan akan membunuh Dajjal di gerbang Lod Palestina, 

.
(13)dan itu adalah tanah Mahsyar dan Mansyar, 

.
(14)dan Ya’juj dan Ma’juj akan dibunuh di bumi Palestina di akhir zaman, serta banyak cerita lain terjadi di Palestina, 

.
(15)diantaranya kisah Thalut dan Jalut.

.
(16)Anak saya bertanya, “Bagaimana dengan Nabi ﷺ  dan hubungannya dengan Palestina?” 

Saya jawab, “Dulu kiblat pada awal diperintahkannya shalat menghadap ke Palestina, dan ketika Nabi hijrah ke Madinah malaikat Jibril turun dan beliau sedang shalat, Jibril memerintahkan untuk mengubah kiblat dari Baitul Maqdis ke Mekah Al-Mukarramah lalu masjid tempat beliau shalat dinamakan masjid Dzulqiblatain (dua kiblat). 

.
(17)Demikian juga ketika Rasulullah melakukan Isra’, beliau pergi ke Baitul Maqdis  sebelum Mi’raj ke langit. Inilah terminal pertama 

.
(18)Beliau berhenti setelah berangkat dari Mekah menuju langit, dan beliau menjad imam shalat para Nabi, karenanya tempat ini menjadi maqar para Nabi. 

.
(19)Abu Dzar Ra, bertanya kepada Rasullah, “Masjid mana yang pertama diletakkan oleh Allah dimuka bumi?” Beliau menjawab, “Masjidil Haram.” Aku bertanya lagi, “Kemudian masjid mana?” Beliau menjawab, “Masjidil Aqsha.” Aku bertanya lagi, “Berapa jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun.” Kemudian beliau bersabda, “Dimanapun shalat menjumpaimu maka shalatlah, dan bumi bagi kalian adalah masjid.” 

.
(20)Wahai anakku, Apakah kamu tahu bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra.  meskipun sibuk dengan masalah kemurtadan orang-orang Arab di Jazirah Arab dengan memobilisasi pasukan untuk memerangi mereka agar kembali ke Islam yang benar, beliau tidak membatalkan pasukan yang diperintahkan Nabi untuk pergi ke Syam, meskipun membutukan kekuatan untuk mengembalikan stabilitas Jazirah. 

.
(21)Apakah kamu tahu masa keemasan penaklukan Islam di masa Umar Al-Faruq Ra, beliau tidak pernah keluar dari Madinah untuk merayakan penaklukan (pembukaan) negeri kecuali Palestina, beliau pergi ke sana sendiri dan membukanya dengan damai, shalat di dalamnya dan menerima kunci untuk menyelamatkan orang-orang Nasrani dari penindasan orang-orang Romawi saat itu. 

.
(22)Kemudian dibuka lagi oleh Shalahuddin di hari bersejarah tahun 583 H hari Jumat bertepatan dengan tanggal 27 Rajab, tanggal yang sama dengan malam mi’rajnya Nabi ke langit melalui Baitul Maqdis. Ini merupakan kesamaan yang ajaib dimana Allah memudahkan pengembalian Al-Quds kepada pemiliknya sama seperti waktu Isra’ dan Mi’raj.

.

(23)Anak saya  bertanya, “Kenapa dinamakan Baitul Maqdis dengan nama ini?” Saya menjawab, “Nama ini telah ada sebelum turunnya Al-Qur’an, ketika Al-Qur’an diturunkan ia disebut Masjid Al-Aqsha, dan dinamakan Baitul Maqdis karena kesuciannya yang istimewa. Karena itu, tanah Palestina dan Syam adalah tanah Ribath, telah syahid di dalamnya 5000 dari kalangan para sahabat mulia, mereka antusias untuk membuka Baitul Maqdis dan membebaskannya dari penindasan Romawi. 

.
(24)Para syuhada’ masih berguguran sampai hari ini, inilah tanah para syuhada’ dan tanah ribath.”

.
(25)Anakku  berkata, “Jadi pentingnya Masjid Al-Aqsha dan bumi Syam seperti pentingnya Haramain, Mekkah dan Madinah, bukankah seperti itu yah?” 

Saya menjawab, “Ya, anakku. Allah ﷻ mengumpulkan keduanya dalam firman-Nya :

“Demi buah Tin dan buah Zaitun. Dan demi bukit Sinai. Dan demi kota Mekah ini yang aman.” (At-Tin: 1-3). 

.
Ibnu Abbas berkata: At-Tin adalah negeri Syam, Az-Zaitun negeri Palestina, bukit Sinai adalah gunung di mana Allah berbicara kepada Musa AS  di Mesir, dan al-Balad al-Amin adalah Mekah Al-Mukarramah. 

.

Allah ﷻ berfirman :

“Dan sungguh kami telah tetapkan dalam kitab-kitab setelah di catat di Lauh Mahfuzh bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hambaku yang shaleh.” (Al-Anbiya’: 105) 

.

salah satu tafsirnya bahwa umat Muhammad mewarisi tanah suci.
Anakku berkata, “Sekarang aku paham pentingnya Palestina dan Masjid Al-Aqsha, sebagaimana aku paham bahwa shalat didalamnya dilipatgandakan menjad 500 kali lipat, apakah ini benar?” Saya menjawab, “Ya, itu benar, dan jangan kamu lupakan anak-anak palestina dan penduduknya dari do’amu. Semoga Allah memberkahimu nak.” 

.
*Kuttab Al-Fatih Surabaya*

.

.

.

Sumber : WAG

Advertisements

Inspirasi 50 Kegiatan Liburan Di Rumah

​🍃🌺🍃
 Yasmina Hasni
.

Liburan sekolah yang dibarengi dengan hari raya begitu panjang waktunya. Tidak semua keluarga bepergian ke luar kota maupun ke luar negeri. Tapi liburan di rumah tak berarti diam saja dan tak melakukan apa-apa, toh? Liburan yang baik untuk anak tentunya yang menggunakan liburan sebagai salah satu pendekatan dalam menstimulasi perkembangan anak dalam melakukan hal baru. Dengan begitu, anak akan merasa gembira, nyaman, bertambah pengalaman yang mencerdaskan emosi maupun intelektual, sehat fisik maupun mental.

.
Psikolog anak dari Universitas Indonesia, Gisella Tani Pratiwi SPsi menuturkan bahwa dengan mengajak anak mengisi liburan dengan aktivitas seru, berarti orangtua juga memberikan manfaat yang baik untuk mereka. Karena dengan kegiatan liburan yang menyenangkan ini, anak menjadi bahagia, dan bisa me-refresh kejenuhan yang ada saat masa-masa sekolah kemarin. Berikut 50 ide kegiatan seru yang bisa Anda lakukan bersama anak di masa liburan:

.
Maksimalkan pagi hari: Bangunlah lebih pagi, mulai jogging atau jalan sehat di sekitar kompleks rumah. Bisa juga dengan mengajak anak jalan-jalan di taman kota dekat rumah.

.
Marathon film: Siapkan pop corn, minuman segar, dan beberapa DVD film favorit atau yang belum pernah ditonton bersama keluarga. Menonton film beramai-ramai pasti akan lebih seru.

.
Membuat scrapbook: Kumpulkan foto-foto lama, siapkan kertas dan berbagai ornamen penghias dan mulailah membuat scrapbook. Tempatkan foto-foto lama di dalam scrapbook dan berkreasilah sesuka Anda.

.
Berkeliling kota: Bagi Anda yang tinggal di Jabodetabek, khususnya Jakarta, tentu akan merasakan jalanan cukup sepi dan lengang. Nah, waktu ini bisa dimanfaatkan untuk keliling kota. Manfaatkan sarana transportasi umum seperti Transjakarta atau bus wisata. Anda bisa pergi ke Monas, Kota Tua, atau mal untuk sekadar window shopping dan mencoba restoran baru.

.
Menata ulang rumah: Mengajak anak berpartisipasi merapikan rumah atau menata ulang rumah dengan dekorasi-dekorasi unik dan kreatif

.
Berkebun bersama: Bermain kotor-kotoran selalu menyenangkan anak. Siapkan bibit, biji, pot atau lahan untuk menanam aneka ragam tanaman. Tunjukkan bagaimana menggali tanah, menanam atau menabur bibit. Kegiatan ini mengasah motorik kasar, mengenalkan proses dan sebab akibat.

.
Merawat hewan peliharaan: Jika Anda memelihara hewan, di masa liburan, ajak anak terlibat dalam perawatannya. Beri tanggung jawab, dan jadikan hal ini asyik untuk dilakukan.

.
Membuat buku cerita sendiri: Siapkan sebuah agenda atau kertas-kertas. Lalu ajak anak Anda untuk menulis dan mengisinya dengan berbagai hal yang mereka suka, bisa tulisan, gambar, atau benda-benda unik yang bisa ditempel. Dengan ide orisinil si kecil, tentunya.

.
Mengecat dinding: Biarkan anak berkreasi dengan warna dan serunya mengecat. Tapi jangan lupa menggunakan masker ya.

.

Memasak bersama: Memotong dan menyiapkan bahan masakan hingga memrosesnya akan membuat anak lebih mengenal makanan sehari-hari.

.
Berkemah di halaman: Ajak saudara atau teman seusia balita. Ajak mereka mendirikan tenda, memasang tikar, menyiapkan makanan. Berkemah akan melatih anak bekerja-sama, mengenal lingkungan, menghadapi dan memecahkan masalah.

.
Mencari harta karun: Anak dapat ditantang untuk berlomba mengumpulkan benda-benda dari daftar barang yang telah disepakati bersama-sama, dengan petunjuk yang juga telah diberikan. Tujuannya dapat beragam: mengenal bumbu dapur, membedakan benda organik dan anorganik, maupun memisahkan barang-barang yang dapat dan tidak dapat didaur ulang.
Membaca dan kegiatan berdasarkan buku: Membaca sebuah buku pilihan anak bersama dan mendiskusikannya adalah hal menarik yang dapat dilakukan dalam keluarga saat liburan. Ayah Ibu bersama anak dapat juga memerankan suatu adegan dalam cerita yang telah dibaca anak. Rekam dengan ponsel dan jadikan salah satu dokumentasi keluarga yang seru.

.
Tea party: Undang beberapa teman anak ke rumah untuk minum teh. Siapkan teh hangat, gula dengan cangkir-cangkir kecil, biskuit atau cake. Contohkan bagaimana menuang air teh, mengaduk gula, memegang cangkir dan menyeruput teh secara sopan. Kegiatan ini melatih anak menjadi tuan rumah dan belajar etiket minum bersama.

.
Melukis kaos: Beri anak kaos miliknya yang sudah tidak dipakai dan spidol warna-warni atau kuas dengan aneka warna cat. Kegiatan akan menstimulasi imajinasi, motorik halus, dan estetikanya melalui pemilihan kombinasi dan gradasi warna.

.
Memilah buku mainan dan baju untuk dibagikan kepada mereka yang kurang beruntung juga bisa menjadi hal seru. Banyak pelajaran berbagi dan empati pula didalamnya.

.
Mengejar gol: Apa yang selama ini si kecil ingin lakukan, dan belum bisa? Naik sepeda roda dua, atau berenang? Mari wujudkan itu di waktu liburnya.

.
Car free day: Ajak anak bersepeda atau jalan-jalan di jalan raya, di tengah kota, di antara gedung pencakar langit, yang biasanya hanya bisa dilalui oleh mobil.

.
Pasar tradisional: Aroma campur aduk dari ikan segar, makanan matang dan sayuran akan memberi anak sensasi penciuman yang berbeda dengan belanja ke swalayan. Selain mengenal uang dan bertransaksi, anak juga mengenal aneka tekstur dengan memegang dan memilih bahan makanan seperti ikan, buah-buahan dan sayur-mayur. Jadikan kesempatan ini untuk mengenalkan anak pada panganan tradisional seperti cenil, tiwul, ketan urab dan sebagainya.

.
Permainan tradisional: Ingat petak jongkok dan petak umpet atau layangan dan kelereng? permainan tradisional ini, asyik dimainkan sore-sore di halaman atau lapangan dekat rumah. Ajak teman-teman anak bermain. Mengasah motorik kasar, sosialisasi dan strategi.

.
Pijat: Segala aktivitas liburan tentu membuat anak lelah. Saatnya memberinya pijatan. Ajak ke terapis pijat profesional atau memijat sendiri. Pijatan Anda akan membuatnya relaks dan tidur lelap. Besok ia siap kembali beraktivitas!

.
Nonton bioskop: Pilih film yang cocok untuk anak. Menikmati film di layar lebar dengan suara menggelegar akan menjadi pengalaman seru. Kegiatan ini mengajarkan anak mengikuti dan menghargai tata- tertib seperti duduk di kursi yang telah ditentukan, tidak membuat keributan, dan belajar berkonsentrasi

.
Museum: Pilih museum yang bisa membuat anak tertarik seperti Museum Transportasi, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakata. Di museum ini anak akan memperoleh informasi tentang beragam alat transportasi yang pernah digunakan dari waktu ke waktu.

.
Berkunjung ke shelter hewan: Kini sudah ada beberapa tempat penampungan hewan terlantar yang bisa dikunjungi. Ajak anak bermain dan berbagi di sana. Siapa tahu pulang dari sana Anda pun bisa mengadopsi hewannya.

.
Mainan dari tanah liat: Anak-anak memiliki imajinasi yang tinggi dan biasanya suka menciptakan benda-benda unik. Ajaklah anak Anda untuk membuat mainan dari tanah liat dan biarkan mereka bebas berekspresi dan berkarya.

.
Mengunjungi teman lama atau saudara jauh: Selain menjalin silaturahmi dengan mereka yang sudah lama tak bersua, anak pun belajar bersosialisasi dan mengenal orang baru.

.
Prakarya dari barang bekas: Ada kardus, styrofoam, botol bekas, gulungan tisu yang tak terpakai dirumah? Mari kita buat mainan sendiri dan manfaatkan benda-benda itu. Idenya banyak, kok, dari internet.

.
Belajar fotografi: Ajarkan anak Anda layaknya fotografer, untuk mengambil gambar apa pun yang menurutnya bagus dan Anda juga bisa memintanya untuk mengambil foto Anda.

.
Main bowling: Jarang-jarang ada kesempatan berkumpul dengan keluarga. Manfaatkan untuk pergi ke tempat bowling. Seru, sekaligus bisa memberi pelajaran baru untuk si kecil.

.
Pertunjukkan seni: Bisa juga pergi ke tempat pertunjukan, seperti pertunjukan wayang, boneka, teater atau operet. Di samping seru, juga akan membuat family time berbeda.
Open house: Siapkan kegiatan bersama teman-teman atau saudara yang juga tak ke mana-mana. Bisa kelas menggambar, teater atau kreasi bahkan memasak. Ini bahkan bisa menjadi kegiatan rutin yang berlangsung tak hanya satu kali, lho.

.
Belajar dongeng: Mendongeng bergantian di rumah, tidak hanya dapat melatih daya motorik otak, khususnya pada anak-anak, tetapi juga meningkatkan kehangatan dalam keluarga.

.
Piknik: Bisa jadi piknik menjadi aktivitas favorit yang bisa dilakukan bersama keluarga. Siapkan makanan dan pergi piknik bersama keluarga.

.
Pergi outbond: Sesekali outbond bersama keluarga patut dicoba. Keseruan memanjat pohon, merangkak di bawah jaring dan permainan lain, akan menumbuhkan kerjasama dan rasa saling percaya dalam keluarga.

.
Mencuci mobil: Bagaimanapun mencuci mobil bersama-sama lebih seru dan menyenangkan. Selain itu juga, membuat lebih cepat selesai, sehingga dapat mengalokasikan waktu untuk aktivitas yang lain.

.
Pergi ke perpustakaan: Ada banyak bacaan menarik yang tersedia di perpustakaan. Agar waktu libur juga bisa dimanfaatkan untuk menambah wawasan, membaca bersama keluarga di perpustakaan tampaknya seru untuk dilakukan.

.

Membuat es loli: Cuaca yang panas memang bawaannya ingin menyantap yang dingin-dingin saja. Ajak saja keluarga untuk membuat es loli, seperti dari jus buah di rumah.

.
Bernyanyi dan menari. Anda piawai bermain alat musik? Jangan disia-siakan. Sebab anak bisa diajari dan diajak bersama-sama bernyanyi sambil menari bahkan membuat pertunjukkan sendiri untuk direkam.

.
Bermain dalam gelap: Gelapkan lampu, dan bermainlah dengan senter. Anda bisa membuat pertunjukkan dengan bentuk tangan, atau bahkan membolong-bolongi kertas dan membuat rasi bintang.

.
Berenang bersama: Bermain air selalu menyenangkan, bukan?
Mengikuti holiday program: Tidak sempat menggali minat saat sekolah berlangsung? Berbagai komunitas yang diadakan saat liburan bisa jadi pilihan menarik untuk anak. Mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut dapat membuka mata anak tentang berbagai bidang bakat, bahkan berinteraksi dengan teman sebaya dengan kegemaran yang sama.

.
Bekerja: Liburan dapat menjadi kesempatan anak untuk mengenal profesi terkait bidang bakat yang ditekuninya. “Magang” menjadi salah satu pilihan kegiatan anak untuk mulai mengenal bakatnya atau mengenal profesi-profesi lain yang mungkin menginspirasinya. Tidak perlu muluk-muluk, Ayah Ibu bisa menghubungi kerabat, teman, bahkan tetangga yang mau memberi kesempatan anak untuk belajar sesederhana apa pun. Memberi makan peliharaan, mencuci mobil misalnya.

.

Makan malam di halaman : Bila halaman memadai, sekali-kali buatlah momen menyenangkan bersama keluarga. Gunakan meja kecil untuk makan malam di luar. Untuk penerangan, gunakan lilin. Mintalah anak-anak yang menyiapkan supaya mereka ada kegiatan sejak sore.

.
Main game bersama : Bermain game dengan keluarga juga seru dan menyenangkan. Game yang dimaksud tidak harus melulu video game, konsol, atau komputer. Anda dapat membeli board game di toko mainan terdekat. Board game dapat mengasah kreativitas dan kecerdasan anak

.
Observasi lingkungan sekitar: Berkeliling kompleks dan mencari serangga, dedaunan, bunga, menelitinya satu persatu dan mengenalnya lebih dalam dengan bantuan buku atau internet. Selai itu, belajar sosialisasi dengan mengenal tetangga juga bisa dilakukan.

.
Belajar sains sederhana: Banyak lho ilmu sains dari sekitar kita. Bisa dengan membuat gunung meletus dari baking soda dan cuka. Atau membuat lava lamp.

.
Tukar hadiah: Ajak anak bertukar hadiah dengan Anda. Misalnya pergi ke supermarket bersama, lalu biarkan anak memilih dan membungkus sendiri hadiah untuk Anda. Ceritanya kejutan.

.
Berbagi kue dengan tetangga: Hasil memasak, bisa juga dibagikan ke tetangga atau orang-orang sekitar. Satpam, tukang sapu, tukang sampah, misalnya. Ajak anak membungkusnya dengan rapi lalu berkeliling membagikannya.

.
Berkeliling membagikan makanan untuk hewan, atau membuat tempat makan burung: Anda bisa membeli ikan, atau daging atau makanan kering untuk kucing dan anjing yang ada di sekiitar rumah. Bisa juga membeli makanan burung, lalu berkreasi dengan botol untuk membuat tempat makana burung.

.
Belajar warna, dan berhitung di alam: Dedaunan, bunga dan ranting, hewan, tanah, bebatuan, semua dapat dimanfaatkan untuk belajar, lho…

.
Copas dari 

.
https://keluarga.com/3866/50-kegiatan-seru-yang-bisa-anda-lakukan-bersama-anak-di-masa-liburan-panjang

.

.

.

Sumber : WAG

APAPUN SEKOLAHNYA, YANG PENTING ORANG TUANYA

Tips > Moch Aminullah

.
Medsos ramai sekali dengan postingan Mahmud dan Pahmud, baik yang Mahmud Pahmud ABAS (Anak Baru Satu) atau ABUBA (Anak Buanyak Banget).

.
Sekedar lucu-lucuan sih no problemo, apalagi kalau sekolahnya

_”high class”_,

_”sekolah elit”,_

_”sekolah bonafit”,_

_”sekolah unggulan”_

.

Sda perasaan bangga (semoga tidak bercampur ujub) pada saat mengantar anak-anaknya ke Sekolah tersebut.

.

Namun ada satu hal yang patut diingat dear mommies & daddies…

.
Sebagus atau semahal apapun sekolah anak-anak kita, sama sekali bukan jaminan untuk menghasilkan anak yang sholih dan sholihah, anak yang berakhlaqul karimah…

.
Saya berkata ini karena sudah hampir 15 tahun mengelola lembaga pendidikan, berinteraksi dengan banyak stakeholder pendidikan, bergaul dengan berbagai kalangan dari dunia pendidikan…

.
Sehingga bisa mengambil sebuah kesimpulan, bahwa SEKOLAH TERBAIK ADALAH KELUARGA, terutama untuk anak-anak sampai dengan usia SD.

.
Adalah sebuah kemustahilan jika kita mengharapkan anak-anak kita berakhlaq baik sedangkan di rumah orang tuanya

● sering bertengkar

● sering marah-marah

● sering berkata kasar

.
Juga menjadi Mission (almost) Impossible jika mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang taqwa, rajin sholat (berjamaah di Masjid bagi yang pria), mampu menghafal Qur’an dengan baik, semangat dalam menuntut ilmu terutama Ilmu Agama

.
Jika orangtuanya

● cuek terhadap agama

● Ayahnya malas sholat berjamaah di Masjid

● Bunda juga seringkali sholat tidak di awal waktu

● Ayah Bunda malas menuntut Ilmu Agama, menghadiri Kajian-kajian keislaman, jarang berinteraksi dengan Al-Qur’an, dsb dsb.

.
Perlu sahabat semua ketahui, panutan anak-anak adalah orangtuanya, bukan gurunya.
Sebagian anak-anak bahkan bercita-cita ingin seperti orangtuanya.

.
Ayah bagi seorang anak laki-laki adalah role model, sedang bagi anak perempuan Ayah adalah “first love” mereka.

.
Bunda… Terlebih seorang Bunda, baik anak laki-laki dan perempuan banyak yang menjadikan sosok bundanya sebagai “malaikat pelindung”.

.
Satu rahasia kecil, para ulama dan orang bijak terdahulu jika mendapati anaknya berbuat kurang baik, berkata tidak jujur, sulit diatur… maka mereka pertama akan menyalahkan diri mereka sendiri, bahkan menghukum diri mereka sendiri…

.

kenapa anak-anak saya bisa seperti ini?

Apakah saya telah berbuat dosa?

Apakah ada makanan haram yang saya berikan untuk anak-anak saya?

.
Itulah sejatinya orangtua yang baik. Setiap ada kejadian yang kurang mengenakkan tentang buah hati, mereka langsung bermuhasabah, bukan menyalahkan si anak, bukan menyalahkan orang lain, bukan mengkambinghitamkan sekolah dan lingkungan, walau secara keseluruhan ada juga faktor-faktor pemicu kenakalan anak-anak kita, namun faktor terbesar adalah kelalaian orangtuanya.

.

Jadi, memang baik mencari Sekolah yang terbaik untuk buah hati kita, namun lebih dari itu semua… Mari kita sebagai orangtua belajar menjadi guru kehidupan buat anak-anak kita. Guru yang akan terus dikenang “baik dan buruknya” oleh anak-anak kita. Guru yang tidak hanya mengantarkan anak-anak ke gerbang wisuda, tapi lebih jauh mengantarkan mereka masuk ke gerbang Surga.

.
Yuuk… Sahabat semua, kita berdoa untuk kebaikan anak-anak kita, dan kita juga terus bermohon agar Allah selalu memberikan kekuatan kepada kita untuk menjadi orangtua yang baik, yang menjadi uswatun hasanah buat putra-putri kita, investasi dunia akhirat kita.

.

Semoga Allah ijabah….

.
#copas #selfReminder

.

.

.

Sumber : ​https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1800989263245714&id=100000039742127

FOKUS pada KEKUATANNYA


Ke anak kita jangan suruh rubah karakternya. Tapi suruh (dia) menstrategi kan keterbatasannya.

FOKUS pada KEKUATANNYA.

Biar bagaimanapun keterbatasan tidak bisa dihilangkan.

~ Ust. Harry Santosa

Fokuslah pada cahaya bukan ke kegelapan. Nanti cahaya makin melebar. Kegelapan jadi makin tidak relevan.

.
Dan penutup Ust. Harry menyampaikan pesan Kutipan dari seorang ulama:

Deraskan maknamu, bukan tinggikan suaramu. Deraskan maknamu bukan tinggikan suaramu karena hujanlah yg menumbuhkan bunga-bunga bukan petir dan guruhnya.

.
.

.

.

Sumber : WAG

FOKUS pada KEKUATANNYA


Ke anak kita jangan suruh rubah karakternya. Tapi suruh (dia) menstrategi kan keterbatasannya.

FOKUS pada KEKUATANNYA.

Biar bagaimanapun keterbatasan tidak bisa dihilangkan.

~ Ust. Harry Santosa

Fokuslah pada cahaya bukan ke kegelapan. Nanti cahaya makin melebar. Kegelapan jadi makin tidak relevan.

.
Dan penutup Ust. Harry menyampaikan pesan Kutipan dari seorang ulama:

Deraskan maknamu, bukan tinggikan suaramu. Deraskan maknamu bukan tinggikan suaramu karena hujanlah yg menumbuhkan bunga-bunga bukan petir dan guruhnya.

.
.

.

.

Sumber : WAG

ORANG TUA SEKARANG MEMBUNUH ANAKNYA SECARA HALUS

Ada seorang operations manager dari client kantor saya – yang cool banget. Kita undang dia makan siang dan nasinya keras. Kita sebagai vendor yang baik, meminta maaf. Dia bilang,
.

“Gak papa. Justru saya suka nasi keras. Gak suka tuh saya, beras sushi.”

.

“Kok sukanya nasi yang keras Pak?” I cannot help but to ask.

.

“Iya, orang tua saya ngajarin jangan pernah buang makanan. Nasi kemarin juga kita makan.”
This may be simple. But this, blew my mind.

.
Dan setelah saya menjadi orang tua, di sini lah saya lihat banyak orang tua mulai mengambil langkah yang tidak disadari, berdampak.

.
“Saya waktu kecil, miskin. Saya pastikan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, termahal.”

.
“Waktu kecil, saya makan aja susah. Saya pastikan mereka itu sekarang makan enak.”

.
“Waktu kecil, saya belajar ditemani lilin dan 2 buku. Sekarang anak saya, saya sekolahkan ke Inggris.”

.
We experienced the worst and therefore we tend to give the best.
The question is, is the best…is what our children need? Really?

.
Orang sukses itu menjadi sukses karena :

.

(1) dididik dengan benar, terlepas dari dari apakah dia kaya atau miskin 

.

(2) dididik oleh kesulitan yang dia hadapi.
Kita akui ada anak orang kaya yang tetap jempolan attitudenya dan perjuangannya. Tapi kita lihat kebanyakan orang sukses juga dulunya sulit. Kesulitan (dalam beberapa kasus, kemiskinan) itu yang menjadi drive orang-orang untuk menjadi sukses. Ini adalah resep yang nyata. Kesulitan yang orang-orang sukses ini hadapi adalah ladang ujian di mana mereka menempa diri mereka menjadi orang sukses.

.
Pertanyaannya, jika kita ingin mencetak anak-anak yang bermental baja, kenapa kita justru memberikan semua kemudahan? Kenapa justru kita hilangkan semua kesulitan itu?

.
Karena dengan menghilangkan kesulitan-kesulitan itu, justru kita menciptakan generasi yang syarat hidupnya banyak.

.
*Generasi Berikutnya*

.
*_Apa yang terjadi dengan dari hasil thinking frame ‘dulu saya susah, saya tidak ingin anak saya susah’? Ini yang terjadi:_*

.
Anak dari teman ibu saya terbiasa makan beras impor thailand. Di 98, kita terkena krisis dan orang tuanya tdiak lagi mampu beli beras impor. Yang terjadi adalah, anaknya gak bisa makan.

.
Ada anak dari teman yang terbiasa makan es krim haagen dasz, ketika pertama kali makan es krim lokal, dia muntah.

.
Ada cucu yang ngamuk di rumah neneknya karena di rumah nenek, gak ada air panas.

.
Saya tidak mencibir mereka. Apa adanya seorang manusia itu terjadi dari nature dan nurture. Semua ini, adalah nurture.

.
Bahkan di kantor pun sama. Di kantor kebetulan saya jadi mentor seseorang (saat ini). Dalam sebuah kesempatan, dia pernah berkata 

.

“Duh, gak nyaman di posisi ini.”

.
Di lain kesempatan, “Sayang ya, si X resign, padahal dia membuat saya nyaman di kantor sini.”

.
Pada kali kedua saya mendengar mentee saya ngomong ini, saya mulai masuk “Kamu sadar gak, kamu udah 2 kali menggarisbawahi bahwa kenyamanan dalam kerja itu, penting bagi kamu.”

.
“…”

.
“Emang sih idealnya nyaman. Tapi sayangnya, this is life. We don’t get to pick ideal situations. Sometimes we need to settle with what we have and deal with it.

.
*_”Tentang kenyamanan, coba jadikan itu sebagai sesuatu yang ‘nice to have’ dan bukan ‘must have’_”*

.
*What to Do?*

.
Saya menyukai cara Sultan Jogja mendidik anak-anaknya. Saya pernah dengar bahwa di saat balita, anak sultan dikirim untuk hiidup di desa. Makan susah, main tanah, mandi di sumur. Intinya, meski dia anak sultan, dia tidak tahu bahwa dia anak sultan dan dia merasakan standar hidup yang rendah – dan merasa cukup dengan itu. Setelah agak besar, dia kembali ke istana. Dampaknya, semua Sultan, bersikap merakyat. Dia makan steak, tapi dia tahu bahwa steak yang dia makan adalah sebuah kemewahan. Bukan sebuah syarat hidup minimum.

.
Saya pun memiliki syarat-syarat hidup. Semenjak menjadi seorang bapak, saya berubah total dan saya kikis hilang itu semua. Karena saya tidak ingin anak-anak saya memiliki syarat hidup yang banyak. Dan satu-satunya cara memastikan itu terjadi adalah bahwa sayapun tidak boleh memiliki syarat hidup banyak.

.
Saya mengajak mereka naik kopaja atau transjakarta setiap hari ke sekolah, sebelum mereka merasakan bahwa naik angkutan umum itu, rendah.

.
Saya membiarkan mereka tidur di lantai. Siapa tahu suatu saat nanti mereka harus terus-terusan.

.
Saya mematikan AC saat mereka tidur – siapa tahu mereka suatu saat cannot afford air conditioning.
Saya tidak menginstall air panas karena saya ingin anak-anak saya baik-baik saja jika suatu saat nanti mereka tiap hari harus mandi air dingin.

.
Saya melarang mereka main tablet karena saya ingin mereka tidak tergantung dengan kemewahan itu.

.
Saya melarang mereka menilai teman dari merk mobil mereka karena merk mobil itu gak pernah penting, dan gak akan penting.
Kita pergi ke mall memakai kopaja. And we have fun ketawa-ketawa, seperti jutaan orang lain.

.
Saya tidak membuang nasi kemarin yang memang masih bagus. Instead saya makan sama anak-anak saya. Siapa tahu suatu saat, that is all they can afford. Agak keras. And we like it.

.
We teach them to pursue happiness so that they learn the value and purposes of things. Not the price of things.

.
Nasi kemarin yang masih perfectly safe to eat, masih punya value. Kopaja dan mercy memiliki purpose yang sama, yaitu mengantar kita ke sebuah tempat.

.

AC atau gak AC memberikan value yang sama. A good night sleep.
Kenapa semua ini penting? Kita harus ingat bahwa generasi bapak kita adalah generasi yang bersaing dengan 3 milyar orang. Mereka bisa mengumpulkan kekayaan dan membeli kemudahan untuk generasi kita. Kita harus bersaing dengan 7 milyar orang. Anak kita nanti mungkin harus bersaing dengan 12 milyar orang di generasi mereka.

.
One needs to be a tough person to be able to compete with 12 billion people. Dan percaya lah, memiliki syarat hidup yang banyak, tidak akan membantu anak-anak kita bersaing dengan 12 milyar orang itu.

.

.

.
Sumber : Line

​UNTUKMU PARA IBU RUMAH TANGGA

Jangan bu… Jangan dulu dilanda sendu…

.
Ketika Engkau mendengar kabar, di kantor barunya sahabatmu kembali mendapat promosi, serta merta dirimu merasa tak berarti sebab hanya tumpukan pakaian kotor yg Kau hadapi sehari2.

.
Tarik nafasmu, hembuskan perlahan bu… Luruskan niatmu lagi!

.
Jangan Kau ganggu kekhusyukanmu mencuci dengan perasaan bahwa dirimu tak memiliki prestasi.
Mencuci baju, memantau ketersediaan stok pakaian bersih dan suci, serta mengatur pendistribusian baju siap pakai kedalam lemari, bukanlah sekadar rutinitas yg tak berarti. Jika niatmu agar senantiasa terjaga kebersihan yg adalah separuh dari iman, supaya pakaian suci, yg menjadi syarat diterimanya shalat anggota keluargamu, senantiasa terpenuhi, maka itu adalah amalan yg bernilai tinggi.

.
Cobalah kalkulasi, berapa pahala yg menyertaimu setiap mereka sholat 5 kali sehari. Dikali seminggu, sebulan, setahun…
Jika Engkau ikhlas bu, melakukan semuanya semata demi meraih ridha Allah Ta’ala, Engkau adalah manajer yg paling berprestasi ketika Yaumul Hisab tiba.

.
Jangan bu… Jangan dulu dihantui cemburu…

.
Saat di media sosial Kau dapati, sederet foto teman yg sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, tiba2 Engkau merasa dunia begitu kelabu karena mengantar anak2 ke sekolah adalah perjalanan dinas terjauhmu.

.
Tarik nafasmu, hembuskan perlahan bu… Kukuhkan kesabaranmu lagi!

.
Jangan kau usik ketekunanmu mendidik anak2 dengan anggapan bahwa Kau tak memiliki kompetensi. 

.
Menjadi madrasatul ‘ula bukan tugas mudah dan perkara remeh belaka. Dibutuhkan kehandalan berpikir dan berstrategi. Sungguh tak mudah ‘menaklukkan’ anak2, meski itu anakmu sendiri. 

.

Karenanya, ketika Engkau memutuskan bahwa Engkau lah yg memegang kendali, bukan guru privat atau guru mengaji, sesungguhnya Engkau tengah melakukan investasi yg tak pernah mengenal kata rugi.

.
Cobalah dirinci. Untuk satu saja kebaikan yg Engkau ajarkan kepada anak2mu, lalu ia amalkan di sepanjang umurnya, untuk setiap huruf hijaiyah yg Engkau kenalkan padanya, hingga ia bisa membaca dan menghapal surat demi surat dalam Al-Quran dengan baik dan benar, lalu ia baca surat2 itu di setiap shalatnya, setiap hari, selama berbulan2 hingga berpuluh2 tahun kemudian. Betapa banyak pahala yg mengalir padamu meski ruh tak lagi dikandung badan.

.
Jika Engkau ikhlas bu, melakukan semuanya semata demi meraih ridha Allah Ta’ala, Engkau adalah pebisnis paling sukses saat menghuni alam barzah.

.
Jangan bu… Jangan dulu didera pilu…

.
Kala sampai berita seorang kawan hendak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yg lebih tinggi, sekonyong2 Engkau sedih karena merasa tak mampu lagi meng-up grade diri.

.
Tarik nafasmu perlahan bu… Kencangkan semangatmu lagi!
Jangan kau rusak keistiqamahanmu dalam menuntut ilmu syar’i dengan anggapan itu tak bisa menaikkan gengsi.

.
Mengkaji kitab2 ulama dalam sebuah majelis ilmu, yg rutin Kau hadiri pada waktu2 tertentu adalah cara meng-up grade diri yg paling diridhai Allah Jalla jalaluhu. Setiap langkah yg menyeretmu sampai majelis itu, setiap tetes bahan bakar yg meluncurkan kendaraanmu menuju ke sana akan diganjar dengan pahala. 

.
Dan tidaklah Engkau duduk di dalamnya dengan penuh ketakziman, kecuali malaikat tengah merentangkan sayapnya, merengkuhmu dengan segenap keberkahan. Ia akan memohonkan untukmu suatu anugerah berharga bernama sakinah. Sebuah ketentraman jiwa yg belum tentu Engkau dapatkan ketika menuntut ilmu selain ilmu agama di universitas manapun di seluruh dunia.

.
Jika Engkau ikhlas bu, melakukan semuanya semata demi meraih ridha Allah Ta’ala, Engkau adalah penuntut ilmu dengan sebaik2 gelar ketika seluruh manusia berkumpul di Padang Mahsyar.

 .

Jangan bu… Jangan Engkau lakukan itu!

.
Mengukur segala ‘kemewahan’ yg Engkau punya dengan nilai2 yg berlaku di dunia. Profesimu itu mulia, sungguh amat mulia. Terlalu mulia untuk kau sandingkan dengan dunia yg buruk lagi hina.

.
*Nasehat ini terlebih2 untuk diriku sendiri, yg masih amatir dalam profesi ini.

.

Salam kebaikkan dan taqwa..
RIZKI-KU ADA DI LANGIT, BUKAN DI TEMPAT KERJA.!

.
Belajar Tawakal Kepada Putri 10 Tahun …

.
*Hatim Al Ashom rahimahullah,* Ulama besar muslimin, teladan kesederhanaan dan tawakal. Hatim rahimahullah, suatu hari berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi untuk menuntut ilmu. 

.

Istri dan putri-putrinya keberatan. Karena siapa yang akan memberi mereka makan.

.
Salah satu dari putri-putri itu berusia *10 tahun dan hapal Al Quran.*

.
Dia menenangkan semua: “Biarkan beliau pergi. Beliau menyerahkan kita kepada *Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!”*
Hatim pun pergi

.

Hari itu berlalu, malam datang menjelang …
Mereka mulai lapar. Tapi tidak ada makanan. Semua mulai memandang protes kepada putri 10 tahun yang telah mendorong kepergian Ayah mereka.
Putri hapal Al Quran itu kembali meyakinkan mereka: *”Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!”*
Dalam suasana seperti itu, pintu rumah mereka diketuk. Pintu dibuka. Terlihat para penunggang kuda. 

.

Mereka bertanya: 

*”Adakah air di rumah kalian?”*

.
Penghuni rumah menjawab: 

“Ya, kami memang tidak punya apa-apa kecuali air”.

.
Air dihidangkan. Menghilangkan dahaga mereka. 

.
Pemimpin penunggang kuda itu pun bertanya: 

*”Rumah siapa ini?”*

.
Penghuni rumah menjawab: *”Hatim al Ashom”.*

.
Penunggang kuda terkejut: *”Hatim, ulama besar muslimin..”*

.
Penunggang kuda itu mengeluarkan sebuah kantong berisi uang dan dilemparkan ke dalam rumah dan berkata kepada para pengikutnya: 

*”Siapa yang mencintai saya, lakukan seperti yang saya lakukan..”*

.
Para penunggang kuda lainnya pun melemparkan kantong-kantong mereka yang berisi uang. Sampai pintu rumah sulit ditutup, karena banyaknya kantong-kantong uang. 

.

Mereka kemudian pergi.
Tahukah antum, *siapa pemimpin penunggang kuda itu…?*
Ternyata *Abu Ja’far Al Manshur, Amirul Mukminin.*

.
Kini giliran putri 10 tahun yang telah hapal Al Quran itu memandangi ibu dan saudari-saudarinya. 

.

Dia memberikan *PELAJARAN AQIDAH* yang sangat mahal sambil menangis, dia berkata:

.
” *JIKA SATU PANDANGAN MAKHLUK BISA MENCUKUPI KITA, MAKA BAGAIMANA JIKA YANG MEMANDANG KITA ADALAH AL KHOLIQ ..!! “*

.
***

Terimakasih Nak, kau telah menyengat kami yang dominasi kegelisahannya hanya urusan dunia.

.
Hingga lupa ada *Al Hayyu Ar Rozzaq …*

.
Hingga lupa jaminan- Nya: 

“dan di *LANGIT lah RIZKI kalian …”*

.
Bukan di pekerjaan …

bukan di bank … 

bukan di kebun … 

bukan di toko … 

tapi …

*DI LANGIT !!*

.
Hingga kami lupa tugas besar akhirat,
اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا
“Duhai Allah, jangan Kau jadikan dunia sebagai kegundahan terbesar kami …”

.
✒ الفَقيْر إلَىٰ عفو رَبِّه
Barakallāhu fiykum 

.
Ditulis oleh. *Ustadz ZAENAL ABIDIN bin SYAMSUDDIN, Lc.*

.

.

.

Sumber : WAG