Mengenali Speech Delay Pada Anak

​*Resume Kulwap Internal Sabumi-HSMN Bandung*
Tema: *Mengenali Speech Delay Pada Anak*
Pemateri: Dra. Yosrika, A.Md.TW
Hari: Senin, 24 April 2017

Jam: 19.00 – 20.30 WIB

Moderator: Astri Pratiwi

Notulis: Rika 
🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀
*Curriculum Vitae*
✏ Nama: Dra.Yosrika, A.Md.TW
✏ Tanggal lahir:  15 Desember 1967
✏ Alamat: Perumahan Permata Biru Blok T 19
✏ Pendidikan: D3 Poltekkes Ali Islam, S1 IKIP Bandung. Saat ini sedang melanjutkan program S2
✏ Status: Menikah, 2 putra
✏ Aktivitas: Terapis bicara Yayasan Suryakanti Bandung,Terapis bicara klinik Precious Kids, Koordinator terapis wicara  Yayasan Suryakanti, pengurus Litbang IKATWI Bandung, Fasilitator deteksi dini tumbuh kembang anak
✏ No telp.: 08122120808
🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸
Pada kesempatan ini saya ingin share dengan bunda mengenai keterlambatan bicara. 
Bunda biasanya suka bingung dan bertanya kenapa anaknya tidak mau berbicara? 

Kapan dia bicara? Normalkah jika anak terlambat bicara? 

Dan berbagai pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan buah hatinya. 
Keterlambatan bicara bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa disebabkan karena pengasuhan yang kurang tepat. Misalnya anak kurang mendapatkan stimulasi bicara karena jarang diajak bicara, banyak main game, atau menonton TV.
Tetapi keterlambatan bicara juga bisa disebabkan karena faktor patologis. Seperti, anak dengan keterlambatan perkembangan (contoh: anak down syndrom,nak mental retarded.), anak dengan gangguan pendengaran, gangguan celah bibir dan langit-langit, gangguan konsentrasi, gangguan sensori, atau gangguan syaraf (misalnya anak Cerebral Palsy). 
Bagaimanakah cara penanggulangannya? Penyebabnya harus diketahui dulu. Untuk perkembangan anak normal, biasanya usia satu tahun sudah bisa mengucapkan minimal 1 sampai 3 kata tetapi bermakna. 
Contoh: mama… Bertujuan untuk mamanya. Dua tahun minimal bisa mengucapkan dua kata. Misalnya mama bobo. 
Semakin tinggi usianya, bahasa reseptif dan ekspresifnya semakin berkembang. Karena kosa kata semakin berkembang dan sebagainya. 
Keterlambatan bicara akan memengaruhi kemampuan sosialisasinya juga.
Ayo bunda, kita diskusi masalah keterlambatan bicara. Semakin dini dan cepat ditangani, maka kemungkinan untuk berkembang lebih cepat.
Mungkin bisa saya informasikan juga tentang keterampilan anak makan dan minum juga biasanya ada pengaruh ke motorik mulut anak. Dan tahukah bunda, ada banyak sekali aktivitas di sekitar kita yang bisa kita lakukan untuk menstimulasi oral motornya.

Anak dengan keterlambatan bicara tanpa gangguan yang lain akan lebih mudah mengejar kekurangannya. Tetapi, anak dengan keterlambatan bicara dan dicurigai ada faktor penyertanya harus ditangani dengan benar dan lebih cepat lebih baik.
Lihat juga pola anak makan. Apakah anak bisa mengunyah dengan gerakan yang benar. Lalu permainan meniup dan menyedot (dengan menggunakan sedotan). Itu bisa menstimulasi gerakan bibir lebih kuat dan respirasi lebih kuat juga.

Saat kita meniup, banyak sekali syaraf cranial yang bekerja di sekitar mulut kita. Klo terapis bicara melihatnya dari kekuatannya bu, jadi bukan hanya sekadar dia bisa meniup saja.

Saat anak minum dari sedotan, bibir harus menutup. Dan ada kekuatan napas juga di proses itu. Saat bibir tutup secara tidak langsung anak belajar refleks bunyi bilabial untuk konsonan b, m, dan p.

Tapi perhatikan juga apakah anak sering menggigit-gigit sedotan atau tidak.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋

*Sesi Tanya Jawab*
*Pertanyaan Teh Riska:*
Bismillaah.. 

Bu, sebaiknya bahasa apa dulu yang kita perkenalkan ke anak? 

Karena ada keinginan kami sebagai orang tua agar anak kami menguasai bahasa asing.
Yang kami lakukan saat ini, anak kami perkenalkan bahasa Indonesia, jadi kata-kata pertama yang dikenalkan adalah “Ayah”,, “Bunda”, “Eyang”, dan lain-lain.
Nah, jika anak diperkenalkan bahasa campuran sejak kecil ada pengaruhnyakah ke speech delay?
*Jawaban:*

Terima kasih banyak ibu untuk pertanyaannya. Setahu saya, memang lebih baik memperkenalkan bahasa ibu terlebih dahulu. Terutama untuk anak-anak yang ada indikasi keterlambatan bicara yang serius. Tetapi untuk banyak anak yang pemahaman bahasanya bagus, tidak tertutup kemungkinan anak ini diperkenalkan bahasa yang lain juga.

Jadi, jika putra ibu cepat menangkap dan ibu mulai mengenalkan bahasa asing, Disarankan untuk konsisten juga, Bu. Biar anaknya tidak bingung. Misal untuk kucing, ibu bilangnya cat tapi eyang bilang kucing. Tapi anak akan belajar kalau ibu selalu bilang cat untuk kucing (jadi dalam hal ini ibu yang jadi model).

Untuk beberapa kasus, bisa terjadi keterlambatan bicara juga karena bingung bahasa.

Demikian Ibu penjelasan saya.

*Pertanyaan teh Rintan*
Sampai batas usia berapakah anak dikatakan speech delay dan harus diperiksakan ke dokter?

Apakah penggunaan bahasa lebih dari satu berpengaruh?
*Jawaban:*

Anak dikatakan terlambat bicara tentunya jika perkembangan bicara dan bahasanya tidak sesuai dengan usia kalendernya, Bu. Sekarang ada banyak info mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai informasi untuk Ibu, jika anak usia 1 tahun belum keluar suara, dipanggil tidak menoleh, atau sampai usia 2 tahun belum keluar kata-kata sama sekali, ini juga harus dicurigai. Apalagi jika disertai dengan aktivitas yang berlebihan dibandingkan anak seusianya. Seperti dijelaskan di atas, Bu. Untuk beberapa anak yang ada indikasi keterlambatan bicara, biasanya penggunaan lebih dari satu akan memengaruhi perkembangannya. 
*Pertanyaan Teh Prita:*
Assalamu’alaikum Bu  Yosrika. 

Saya Pritta. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan, Bu.

1. Adakah perbedaan antara anak yang speech delay dan autis? Saya melihat ada anak teman saya, usianya 2 tahun, belum bisa berbicara sepatah kata pun. Saya perhatikan memang anak tersebut kurang stimulus. TV dan gadget selalu menemaninya. Sering saking asyiknya, bisa tertawa terpingkal-pingkal dan kalau dipanggil nama bahkan sampai ditoel-toel pipinya, tidak ada respons sama sekali, tetap asyik dengan tontonannya. Apakah anak teman saya itu speech delay atau sudah autis juga?

Bagaimana sebaiknya penanganannya?
2. Jika anak sudah positif speech delay, Adakah kurikulum buat ibunya di rumah  untuk terapi perilaku agar siap untuk terapi bicara? Dan bagaimana cara melatih kemandirian anak yang speech delay?
3. Anak saya, usia sudah 3 tahun. Alhamdulillah sejak usia 1 tahun sudah bisa mengucapkan kata-kata yang agak sulit, misalnya tumpah.

Nah, yang menjadi ganjalannya, masih ada beberapa huruf yang masih cadel. R jika ada di akhir berubah jd W. Misal menyebut nama Bisyir: Bisyiw. Huruf K jadi T. Misal Kuning jadi Tuning.

Masih tahap normal ga ya Bu? Latihan seperti apa yang tepat agar pelafalannya bisa benar, karena berulang kali saya latih, masih cadel pada huruf tertentu itu.
4. Kalau anak sering menggigit sedotan, artinya apa? Bisyir kalau habis minum susu kotak, sedotannya suka digigit-gigit juga. 😬
5. Kalau gangguan bahasa ekspresif termasuk ke dalam speech delay ga ya Bu? 
Jazakillah khoiron.
*Jawaban :*

Baik Bu. Saya jawab satu per satu pertanyaan Ibu ya.

1. Anak yg speech delay belum tentu dia autis, Bu. Tetapi anak yang autis biasanya disertai dengan keterlambatan bicara. Untuk membedakan apakah anak ini speech delay atau autis, kita lihat ciri-ciri dari autis itu sendiri. Biasanya anak autis disertai dengan gangguan perilaku, gangguan interaksi, dan gangguan komunikasi.
2. Biasanya kalau terapis itu membuat home program untuk anaknya di rumah dan tentunya home program dibuat berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan anaknya, Bu. Jadi program akan berbeda antara satu anak dengan anak lainnya walaupun dia sama-sama speech delay.
3. Setahu saya untuk perkembangan konsonan anak sampai usia 3 tahun yang harus dikuasai adalah konsonan: b.m.p.w.n.d.t.d.k.f.

Klo konsonan R mah untuk usia 3 tahun tidak apa-apa dulu, Bu karena memang belum usianya. Konsonan R biasanya di sekitar usia 5 tahun harus sudah terbentuk. Asal konsonan tadi yang saya sebut di awal sudah dia kuasai. Kalau anak mengucap konsonan K jadi T, jika ibu sudah koreksi dan tidak membaik, mungkin Ibu harus melatih refleks lidahnya. Dicoba dengan memberikan minuman juice yang agak kental dengan sedotan supaya refleks lidahnya lebih ke belakang. Coba ibu rasakan bagaimana mengucapkan bunyi K. Terasa lidah lebih ke belakang. Kalau konsonan T terasa lidah datar.
4. Kalau dari sudut pandang terapis bicara, mungkin dia masih belum bisa membedakan fungsi bibir dan gigi atau dia masih banyak mencari sensasi di oral motornya. Ibu bisa coba agak dipendekkan sedikit sedotan yang masuk ke mulutnya supaya bibirnya lebih kuat. Dan akibatnya menstimulasi refleks lidahnya ke bekakang juga.
5. Betul Bu. Gangguan bahasa ekspresif termasuk speech delay juga. Jadi anaknya terlihat mengerti dan berespons bagus tetapi tidak mau bicara verbal. Ada banyak juga kasus seperti ini.
*Tanggapan:*

Punten Bu. Saya baru keingetan juga, Bisyir belum bisa meniup balon. Ini apakah berpengaruh juga ke pelafalan konsonannya yang delay?
*Jawaban :*

Kalau kita melihat dari teori, memang ada urutannya untuk produksi suara. Pertama kita lihat Respirasi, Resonansi, Fonasi. Baru ke produksi suara. Jadi memang respirasi itu seperti motornya untuk bicara. Nah, untuk anak-anak biasanya memang kita melihat dari keterampilan anak meniup. Karena untuk meniup dia perlu mengatur napasnya, posisi mulutnya, dan sebagainya. Jadi beberapa anak mungkin meniupnya gerakan mulutnya tidak halus atau seperti menyembur. Kalau anaknya tertarik dengan permainan tiup-tiup, mungkin Ibu bisa beli tiupan peluit yang ringan berbentuk kincir dan bermain bersama. Jadi jangan langsung meminta anaknya meniup. Kita dulu yang memberi contoh. Intinya, meniup bisa membantu melatih pernapasan yang dipakai untuk bicara dan melenturkan otot-otot di area mulut.
*Pertanyaan Teh Asni Sundarini:*
Ponakan saya 4 tahun speech delay. Sudah terapi wicara kurang lebih 6 bulan. Alhamdulillah sudah ada kemajuan, tapi sekarang terapinya sedang berhenti karena terkendala waktu. Apakah dengan menyekolahkannya akan efektif untuk mengganti terapi wicaranya? Kondisi di rumah memang tidak ada teman main.
*Jawaban :*

Sekolah memang membantu untuk perkembangan sosialisasi, emosi, dan juga bicara. Saya tidak tahu kasus keponakan ibu, jadi bergantung kasusnya juga. Mungkin saya bisa menjawab pertanyaan ibu dengan tepat jika saya tahu diagnosis dari  terapi bicaranya.
*Pertanyaan Teh Silmi:* 
1. Sebesar apa pengaruhnya jika ada tahapan perkembangan yang tidak dilalui, misal tidak tengkurap dan merangkak? Apa yang harus dilakukan jika bagian itu terlewat atau tidak optimal? Dan selain meniup, aktivitas sehari-hari apa lagi yang bisa menstimulasi anak yang speech delay?
2. Satu lagi, ga bisa mengucap huruf S, L, R dalam satu kalimat.
*Jawaban:*
1. Tahapan perkembangan dimulai dari motorik kasar, motorik halus, pengamatan, berbicara, dan sosialisasi (menurut DDTK). Jika seorang anak tidak melewatinya, misal tahapan merangkak, tetapi tampaknya baik-baik saja di aspek perkembangan yang lainnya. Biasanya kesulitan akan muncul di usia sekolah. Misalnya cepat cape bila menulis, posisi duduk tidak bisa lama-lama untuk tegap jika menulis, dan sebagainya. Dengan merangkak, banyak sekali stimulasi alami yang anak dapatkan. Di antaranya belajar keseimbangan, gerakan lateralisasi kiri-kanan, belajar penguatan otot tangan, koordinasi mata dan tangan, dan sebagainya. Jika terlewati, memberi stimulasinya tentu bergantung usianya juga dan tahapan mana yang anak lewati.
Menstimulasi anak merangkak bisa dengan memberikan mainan di depan anak tapi agak jauh sedikit. Usahakan mainan yang anak suka biar anak ada ketertarikan mengambil mainan. Perhatikan juga apakah anak “ngesod” atau tidak.
2. Melatih S.L.R dalam satu kalimat? Terapis bicara biasanya akan melihat dulu berapa umur klien? Kalau putra ibu  masih 2 tahunan, tidak perlu khawatir yang berlebihan. Cuma biasanya terapis bicara akan memeriksa dulu bagaimana gerakan lidahnya, kekuatan juga koordinasinya. Jadi kita lihat dulu anatominya.
Setelah itu baru ada latihannya. Jadi istilahnya kita lihat oral motornya dulu baru bisa menentukan latihan apa yang tepat.
*Pertanyaan teh Puspa:*
Assalamu’alaikum

Teh mau nanya, indikasi speech delay pada anak 2 tahun apa saja ya?
*Jawaban:*

Indikasi anak speech delay usia 2 tahun di antaranya adalah dipanggil tidak menoleh, tidak bisa bermain sesuai dengan fungsinya (tentunya yang sesuai dengan perkembangan bermain ank 2 tahun), belum bisa mengeluarkan sepatah kata pun, dan bisa merangkai dua kata sederhana.
*Pertanyaan teh Nuraeni:*
Anak saya akhir-akhir ini sedang sering (bukan durasi setiap harinya, karena setiap hari meski cuma kurang dari sejam) nonton sitkom di HP.

Sampai hafal semua dialognya. Kira-kira itu berdampak negatif ga terhadap tumbuh kembangnya?
*Jawaban:*

Berapa tahun anak Ibu? Memang ada fase anak lagi senang meniru. Menonton TV atau HP sesekali tidak apa-apa sepanjang kita mendampinginya. Tetapi jauh lebih baik jika banyak bermain dan berinteraksi dengan ayah bundanya karena selain akan mempererat hubungan ibu dan anak, juga akan banyak lagi stimulasi yang bisa diberikan secara tidak langsung saat bermain bersama ayah bundanya. Di antaranya stimulasi bahasa, gerakan, dan lain-lain.

🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🔆 *Sabumi-HSMN bandung* 🔆

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Grup: Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)

📷 Instagram: @sabumibdg

🌏 Blog: sabumibdg.wordpress.com

PERBAIKILAH ANAKMU DENGAN IBADAH

Orang yang selalu menjaga Allah ketika masih muda dan kuat, Allah akan selalu menjaganya ketika sudah tua dan lemah. Allah akan menjaga pendengarannya, penglihatannya, kekuatannya dan akalnya.
Dahulu ada sebagian ulama yang usianya melebihi 100 tahun tapi ia masih kuat badannya dan sehat akalnya. Ketika ditanya rahasianya ia menjawab, “Badan ini aku selalu menjaganya dari perbuatan maksiat dulu ketika aku masih muda. Maka sekarang Allah menjaganya ketika aku sudah tua.”
Sebaliknya, dulu ada orang yang ketika muda mengabaikan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah, maka Allah pun menjadikannya lemah di usia tua dan akhirnya ia menjadi pengemis.
Adakalanya Allah menjaga orang yang shalih sampai keturunannya, sebagaimana firman Allah, “Dahulu ayah kedua anak ini adalah seorang lelaki yang shalih.” Maksudnya, kedua anak itu dijaga oleh Allah karena keshalihan ayah mereka dahulu.
Dulu, Said bin Al Musayyib mengatakan kepada anaknya, “Nak, aku akan menambah jumlah rakaat shalat sunnahku dengan harapan agar Allah menjagamu.”
Umar bin Abdul Aziz mengatakan, “Setiap orang beriman yang meninggal dunia, pasti Allah selalu menjaga keturunannya.”
Ibnul Munkadir mengatakan, “Sungguh Allah akan menjaga orang yang shalih sampai kepada anaknya, cucunya dan lingkungan sekitarnya. Mereka selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah.”
Semoga Allah selalu menjaga kita dan menjadikan kita serta keturunan kita orang-orang yang shalih. Aamiin.
📚”Jamiul Ulum wal Hikam” karya Ibnu Rojab Al Hambali.

Sumber : broadcast wa

Kisah Keluarga

​*Baca ini dgn khusu pasti hidup anda akan berubah baik*

“ Goblok kamu ya…” Kata Suamiku sambil melemparkan buku rapor sekolah Doni. Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras. Doni meringis. Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk. Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu. Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus. Doni menangis “ Ampun, ayah ..ampun ayah..” Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung. Doni ku tegar dengan siksaan itu. Tapi matanya memandangku. Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.
“Lihat adik adikmu. Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar. Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol Mau jadi apa kamu nanti ?. Mau jadi beban adik adik kamu ya…he “ Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni. Suamiku terduduk dikorsi. Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku “ Kamu ajarin dia. Aku tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk. Dengar itu. “ Kata suamiku kepadaku sambil berdiri dan masuk kekamar tidur.
Kupeluk Doni. Matanya memudar. Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya. Dia malu sebagai anak tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat “ Anak bunda, tidak tolol. Anak bunda pintar kok. Besok ya rajin ya belajarnya”
“ Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri. Tapi Doni memang engga pintar seperti Ruli dan Rini. Kenapa ya Bunda” Wajah lugunya membuatku terenyuh.. Aku menangis “ Doni, pintar kok. Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. “
“ Doni bukan anak ayah.” Katanya dengan mata tertunduk “ Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda “
Malamnya , adiknya Ruli yang sekamar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni menggigau terus. Aku dan suamiku berhamburan kekamar Doni. Kurasakan badannya panas.Kupeluk Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya. Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan badannya panas. Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga. Doni tak lepas dari pelukanku “ Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,..” Kataku sambil terus membelai kepalanya. Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai. Dia mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ‘ Bunda, temani Doni tidur ya.” Katanya sayup sayup. Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.
Doni adalah putra tertua kami. Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sadang sulit. Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga. Ketika itulah aku hamil Doni. Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat janinku tumbuh dengan sempurna. Kemudian , ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat sederhana. Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain. Diapun kurang gizi. Tapi ketika usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan karir yang bagus di BUMN. Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir., juga laki laki dan dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya. Kedua putra putriku yang lahir setelah Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik pula. Makanya mereka disekolah pintar pintar. Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gixi yang cukup dan lingkungan yang baik.
Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku. Dia punya standard yang tinggi terhadap anak anaknya. Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas. “ Masalah Doni bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. “ Kata suamiku berkali kali. Seakan dia ingin menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas. “ Aku ini dari keluarga miskin. Manapula aku ada gizi cukup. Mana pula orang tuaku ngerti soal gixi. Tapi nyatanya aku berhasil. “ Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.
Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.
“ Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren “
“ Biar dia bisa dididik dengan benar”
“ Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu”
“ Ini sudah keputusanku, Titik.
“ tapi kenapa , Mas” AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.
Suamiku hanya diam. Aku tahu alasannya.Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra putri kami. Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni. Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya. Mungkinkah itu alasannya. Bagaimanapun , bagiku Doni akan tetap putraku dan aku akan selalu ada untuknya. Aku tak berdaya. Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.
Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku. Dia nanpak bingung. Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.
Dia peluk aku “ Doni engga mau jauh jauh dari bunda” Katanya.
Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya “ Kamu ini laki laki. TIdak boleh cengeng. Tidak boleh hidup dibawah ketika ibumu. Ngerti. Kamu harus ikut kata Ayah. Besok Ayah akan urus kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. “
Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku. Tapi suamiku nampak tidak peduli. “ Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok. Dia harus diajarkan mandiri. Tunggu saja kalau liburan dia akan pulang” Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk mengunjungi Doni.
Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasa Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU dan Rini kelas 2 SLP. Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya. Tapi aku tahu raport sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk. Bila liburan Doni pulang kerumah, Doni lebih banyak diam. Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk mencerahkan. Walau dia satu kamar dengan adiknya namun kamar itu selalu dibersihkannya setelah bangun tidur. Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh.
Ku perhatikan tahun demi tahu perubahan Doni setelah mondok. Dia berubah dan berbeda dengan adik adiknya. Dia sangat mandiri dan hemat berbicara. Setiap hendak pergi keluar rumah, dia selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku. Beda sekali dengan adik adiknya yang serba cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.

Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah. Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke Universitas. “ Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas. Sudahlah. Aku tidak bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban mentalnya. “ Demikian alasan suamiku. Aku dapat memaklumi itu. Namun suamiku tak pernah berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok. Donipun tidak pernah bertanya. Dia hanya menanti dengan sabar.
Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid. Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. Doni tidak memilih Masjid yang berada di komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek. Mungkin karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan. Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni. Tapi Doni tetap diam. Tak sedikitpun dia membela diri.
Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku. Polisi mencurigai Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami. Aku tersentak. Benarkah itu. Doni sujud dikaki ku sambil berkata “ Doni tidak mencuri , Bunda. TIdak, Bunda percayakan dengan Doni. Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk mencuri.” Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi. Suamiku dengan segala daya dan upaya membela Doni. Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena memang tidak ada bukti sama sekali. Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.
Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah. Doni tidak protes. Dia hanya diam dan menerima keputusan itu. Sebelum pergi dia rangkul aku” Bunda , Maafkanku. Doni belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah. Maafkan Doni “ Pesanya. Diapun memandang adiknya satu satu. Dia peluk mereka satu persatu “ Jaga bunda ya. Mulailah sholat dan jangan tinggalkan sholat. Kalian sudah besar .” demikian pesan Doni. Suamiku nampak tegar dengan sikapnya untuk mengusir DOni dari rumah.
“ Mas, Dimana Doni akan tinggal. “ Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.
“ Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri.
***

Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah. Setiap bulan dia selalu mengirim surat kepadaku. Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota. Pernah di Bandung, Jakarta, Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri. Bila membayangkan masa kanak kanaknya kadang aku menangis. Aku merindukan putra sulungku. Setiap hari kami menikmati fasilitas hidup yang berkecukupan. Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi penuh. Rinipun sama. Karir suamiku semakin tinggi. 

Lingkungan social kami semakin berkelas. Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar. Apakah dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung. Namun dari surat Doni , aku tahu dia baik baik saja. Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, “ Jangan tinggalkan sholat. Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. “
***

Prahara datang kepada keluarga kami. Suamiku tersangkut kasus Korupsi. Selama proses pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan. Selama proses itupula suamiku nampak murung. Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensii. Dan puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara. Media maassa memberitakan itu setiap hari. Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya. Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.
Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan. Ya walau mereka sudah dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku. Baru kutahu bahwa selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival dengan segala kekurangan. Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami. Pada saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku. Ditengah aku sangat merindukan itulah aku melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.
Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya. Dia menghambur kedalam pelukanku. “ Maafkan aku bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan ayah. “ katanya. Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku. Rini dan Ruli juga segera memeluk Doni. Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk meyakinkan kami akan selalu bersama sama.
Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame. Aku tahu betul sedari kecil dia suka sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil alih peran ayahnya untuk melindungi kami. Tak lebih setahu setelah itu, Ruli kembali kuliah dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam kami sholat berjamaah dirumah. Seusai sholat berjaman Doni tak lupa duduk bersilah dihadapan kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya
“ Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah. Harta dunia, pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat. Itulah yang harus kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. . Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita. Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini dibandingkan dengan Allah. “
“ Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah. Ini karena Allah cinta kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialog dengan kita tentang sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan. Kita harus mengambil hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat. Agar bila besok ajal menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk pulang keharibaan Allah dengan bersih. “
Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis. Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah. Ini jugalah yang mempengaruhi sikap suamiku dipenjara. Kesehatannya membaik. Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah. Tak pernah tinggal sholat sekalipun. Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram. Mahasuci Allah
Sahabatku terdapat beberapa pesan moral dlm cerita itu antara lain :
1).Jangan memaksakan kemampuan anak
2).Jangan merendahkan kemampuan anak
3).Kesuksesan bukan hanya diukur dari kemampuan akademik/nilai raport 
4).Anak yg kelihatannya “terbelakang” belum tentu gagal
5). Kasih sayang yg kita berikan kpd semua anak harus adil sesuai dng porsinya. 
6).Jangan hanya memikirikan uang yg banyak tetapi tidak halal..
Semoga bermanfaat buat sahabat semua dan Alloh jadikan kita semua dn ahli keluarga kita menjadi hamba yg di Rahmati di ridhoi jg di bebaskan dari siksa api neraka… Aamiin…
Sumber : broadcast wa

Kenalkan Dengan Kisah Sahabat Bukan Kisah Disney

By : Bu Elly Risman 🌷
Wahai Ayah dan Bunda.
– Tarzan ajarkan hidup setengah telanjang, 

– Cinderella ajarkan boleh ke pesta sampai malam asalkan di bawah jam 12 malam,

– Pinokio ajarkan dampak berbohong hanyalah hidung yang memanjang,

– Alladin ajarkan mencuri,

– Batman ajarkan mobil ngebut 200 mph,

– Power Ranger ajarkan memukul, membacok, menembak, mengeroyok,

– Romeo & Juliet ajarkan kawin lari dan bunuh diri bersama karena galau tak teratasi,

– Harry Potter ajarkan ilmu sihir, mantera, dan ramuan pelet,

– Mickey & Minnie ajarkan hubungan lebih dari sekedar teman,

– Sleeping Beauty ajarkan kemalasan,

– Dumbo ajarkan mabuk dan berhalusinasi,

– Scooby Doo ajarkan rasa takut,

– Snow White ajarkan bagaimana cewek tinggal bersama 7 lelaki,

– Peter Pan ajarkan penampilan seksi & hot para peri,

– Superman ajarkan sosok macho dan kuatnya daya tarik seksual seorang pria,

– Ultraman ajarkan teknik membanting, nyeruduk, mendorong,

– Dan nyaris keseluruhan film-film yang dilihat mata anak-anak kita berakhir dengan adegan ciuman.
Tidak perlu heran mereka berperilaku menyimpang. Mereka dapatkan contoh tersebut dari buku cerita dan tontonan yang kita ‘berikan’.
Kita mengaku cinta Nabi Saw dan para shahabatnya, tetapi nyaris tidak kita gali kisah-kisah menakjubkan mereka.
Kita sudah seharusnya mengajarkan anak-anak kisah seperti:

– Abu Bakr yang setia kepada Nabinya,

– Umar ibn Khattab yang adil kepada siapapun,

– Utsman ibn Affan yang sangat dermawan,

– Ali ibn Abi Thalib yang berani dan cerdas,

– Khalid ibn Walid yang bersemangat dalam menyambut jihad

– Fathima ibn Muhammad yang cinta dan hormat kepada ayahnya,

– Abu Hurairah yang suka menghafal sabda-sabda Nabinya,

– Shalahuddin Al Ayyubi yang membebaskan Tanah yang Dijanjikan,

– Thariq ibn Ziyad yang membuka dakwah ke Spanyol & Benua Biru,

– Muhammad Al Fatih yang memenuhi janji Rasul 8 abad lamanya atas penaklukkan Konstantinopel,

– Mudzoffar Quthuz yang menyelamatkan kaum muslimin dari serbuan pasukan Tartar,…
Mari, mengkaji al-Qur`an

Mengucapkan, mengartikan, memahami

Menghayati utk mampu mengamalkan

Itulah hakikat “TADARRUS”
Bukan sekedar membunyikan

Atau mengucapkan berjumlah banyak
Meski,

Walau seayat, tapi difahamkan

Niscaya, bukan hanya cerita, sejarah dan kisah

Namun semangat beribadah, berjihad dan berdakwah

Akan dimiliki oleh kita

Dan generasi penerus kita

Yakinlah…
Semoga bermanfaat Ayah dan Bunda sekalian..
Sumber : broadcast wa

Ayah, Dekat dan Peluklah Anak-Anakmu

Oleh : dr. Quratul Aini
Di ruangan praktek poli tumbang (tumbuh kembang), ada gambar menarik, berupa lukisan seorang laki laki menimang anaknya.
Ini tidak lazim karena biasanya seorang ibu dan anaklah yang di icon kan.. 
Tulisan salah satu dokter ini menjelaskan alasan kenapa foto itu yang dipajang. 

Pic ini didapat dari ruangan praktek Prof.Dr. Djauhar Ismail,SpA, MPH, Phd. di klinik tumbuh kembang RSUP Dr Sarjito, tentu atas ijin beliau saya ambil gambar ini.
Tidak lama saya berada di ruangan ini hanya sekitar 20 menit, namun luar biasa tamparan besar buat saya, karena kekurangsyukurannya saya, karena kesombongan saya, karena keterlenaan saya.
Ruangan klinik tumbang masih sepi hanya ada 3 pasien..

Sudut pandangan yang pertama, duduklah saya disamping seorang ibu yang sangat muda menggendong bayinya yang sepertinya microchepaly (ukuran kepala kecil) yang artinya membuat perkembangan motorik anak menjadi terganggu, di usianya yang sudah 9 bulan, dia belum sanggup mengangkat kepalanya. Yang membuat saya kagum si ibu ini hanya datang sendiri tanpa suami dan keluarganya. Padahal dalam keadaan demikian saya yakin perempuan butuh laki-laki.
Di sudut pandangan sebelah timur, tampak seorang ibu yang sudah kelihatan agak sepuh sedang menitah anaknya. Ya, anak itu sudah berusia 5 tahun tapi belum bisa berjalan, menurut sang ibu (sebelumnya saya kira neneknya) anaknya terdiagnosa down syndrome. Dan lagi-lagi ibu itu hanya ditemani oleh anak perempuannya yang masih SMA.
Di sudut pandangan depan saya, seorang anak sedang di terapi speech delayed. Dia masih kesulitan dan malas bicara padahal usianya sudah 4 tahun. Hanya ada 2 kata yang selalu diucap yaitu mamah dan maem. Dan sekali lagi tidak tampak sosok laki-laki di dekatnya, hanya ada mamah dan neneknya.
Tidak berapa lama, beliau datang dan meminta saya ke ruangan dan tidak sampai 3 menit urusan acc ujian beres, selebihnya kami banyak berbincang.
Penasaran saya tanyakan makna dan maksud beliau memajang gambar “father’s touch”.
Penjelasan beliau panjang lebar yang intinya saat ayah memeluk, menyentuh sesungguhnya ia sedang mentransfer kemampuan dan kemandirian pada diri anak. Selain itu aspek yang sifatnya berani berinteraksi dengan figur otoritas yang dimiliki ayah.
 Hmmmm….dalam sekali maknanya.

Beliau mengatakan, ” coba, jenengan lihat di ruangan ini mana anak yang diantar ayah, kakek atau om atau pakdhenya?..” hehee iya juga ya.
Tak heran jika banyak anak perempuan yang dekat dengan ayahnya akan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh. Tentu tak heran pula jika banyak para gadis kemudian berusaha mencari dan menikahi laki-laki pujaannya kelak yang memiliki sifat dan sikap seperti ayah yang dikaguminya.
Sedangkan pelukan dari ibu akan mentransfer sifat penuh kasih atau empati pada anak. Ibu itu figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan memeluk anak maupun mengambilkan obat untuk anak. 
Anak yang sering mendapat pelukan ibu akan menjadi pribadi yang mudah memberikan kasih sayang atau rasa simpati kepada orang lain.
Ditilik dalam kehidupan nyata, ayah memang tak selalu intens dalam memberikan pelukan kepada anak. Bisa jadi, ayah yang sulit memeluk dulunya juga mungkin jarang dipeluk.

Karena si ayah tumbuh dan berkembang jarang dipeluk, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya. Tetapi kalau ia biasa dipeluk, ia akan memeluk anaknya.
Dalam penelitian yang dirilis dalam buku The Miracle of Hug-nya tersebut, mengungkap bahwa pelukan orangtua kepada anaknya dapat membangun konsep diri yang positif, mengurangi emosi negatif seperti kesepian, cemas atau frustasi, serta meningkatkan kecerdasan otak, merangsang keluarnya hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang pada anak.
Dengan pelukan pula, anak akan merasa dicintai dan dihargai. Anak yang sering mendapat pelukan dari orang tuanya akan lebih efektif sembuh dari depresi, dan akan timbul rasa percaya dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Bahkan, pelukan saat inisiasi dini, sesaat setelah bayi terlahir ke dunia, akan mentransfer sejenis mikroorganisme yang membuat daya tahan tubuh bayi semakin kuat.

Tak perlu khawatir dengan mitos yang mengatakan bahwa anak yang sering mendapat pelukan akan menjadi cengeng. Lupakan paradigma kalau anak saya laki-laki harus bermental kuat, kalau dipeluk-peluk nanti melempem. Enyahkan pikiran kalau anak saya cuman perempuan satu-satunya ini, dengan didikan “kenceng” supaya dia mandiri tidak manja. Heheee halo bapak ibu..tegas, mandiri, kuat tidak dibentuk dengan kekerasan (verbal atau fisik sekalipun). Banyak pakar yang sudah ber-quotion bahwa sentuhan dan pelukan orangtua kepada anaknya sungguh memiliki kehebatan luar biasa yang tidak dimiliki obat-obat ciptaan dokter di dunia.
Jadi, siapkan sentuhan dan pelukan terbaik untuk anak-anak tersayang. Minta maaflah dan istighfarlah sudah sering bertindak “kasar” kepada anak-anak.
Allahu Akbar..air mata ini langsung mengalir mendengar penjelasan sosok kharismatik di depan saya ini.
Sumber : broadcast wa

Pola Asuh Anak yang Ibunya Bekerja

Oleh: Ibu Elly Risman, Psi

💟Yang hilang dari ibu bekerja adalah:

1.      Attachment (kelengketan). Bukan dari segi fisik melainkan dari jiwa ke jiwa. Dengan kurangnya attachment ini, maka rangsangan ke otak juga berkurang. Saat discan, anak dengan attachment yang cukup akan lebih berwarna dibandingkan yang kurang.
2.      Waktu. Waktu terbagi dua yaitu real time dan moment. Moment anak mulai berjalan, mulai bicara. Ada kebutuhan anak yang tidak dapat dipenuhi oleh ibu di sini.
3.      Komunikasi. Saat anak beranjak dewasa, komunikasi biasanya lebih banyak menggunakan media HP. Tidak ada ekspresi yang bisa ditangkap.
💟Kita harus menyadari tiga poin yang hilang tersebut. Otak akan bekerja sesuai dengan kebiasaan terbentuk. Pada ibu yang bekerja, dalam otaknya mau tidak mau porsi pikirannya akan lebih didominasi oleh masalah pekerjaan. Akhirnya porsi anak juga akan jadi berkurang secara otomatis. Switching harus didorong oleh kesadaran yang besar, dukungan keluarga, dan upaya dari orang yang bersangkutan.
💟Bagaimana menyiasatinya?
1.      Attachment. Saat pulang, ambillah jarak antara pekerjaan dengan tanggungjawab sebagai ibu/ayah. Lepaskan semua beban pekerjaan di tempat kerja, entah itu tugas yang masih belum terselesaikan atau kemacetan di jalan yang membuat stres. Kita harus selalu ingat bahwa ketika diamanahi seorang anak, maka kita bertanggung jawab penuh pada Allah. Gunakan waktu untuk lebih banyak mengobrol, memeluk, membaca bahasa tubuh, dan mendengarkan perasaannya. Ini bukan masalah quality time versus quantity time. Tidak akan mungkin ada quality time tanpa ada quantity time.
2.      Komunikasi. Harus pandai membaca bahasa tubuh dan menebak perasaannya agar anak merasakan adanya penerimaan.
💟30 menit sebelum sampai rumah, kita harus fokus. Tinggalkan semua pikiran tentang gadget.
❗❗❗Camkan dalam hati, ‘anakku sudah menunggu di rumah, anakku yang merupakan titipan dari Allah, anakku bisa saja sewaktu-waktu diambil oleh pemiliknya, saya harus memenuhi atau membayar waktu kala tidak berada di sampingnya.’
💟Jika tubuh terlalu lelah sedangkan anak terlalu cranky, beri batasan pada anak, ‘Maaf ya, Nak. Ibu/Ayah capek, kalau kamu begitu terus, ibu/ayah bisa marah, sebentar ya.’ Lalu usahakan untuk cooling down diri sendiri, bisa dengan shalat, mandi, atau hal lainnya. Pikirkan lagi dalam-dalam bahwa hutang waktu pada anak harus dibayar.
💟Jika amat terpaksa menggunakan baby sitter, maka camkan dalam hati bahwa dia hanyalah asisten. Kita juga harus telusuri riwayat baby sitter dengan baik. Bagaimana latar belakang keluarganya? Pola asuh ayah dan ibunya? Karena secara langsung akan memengaruhi caranya merawat anak kita. Jangan lupa pula untuk cek HPnya untuk mengetahui adanya pornografi atau tidak. Hal yang terakhir adalah poin yang kerap terlewatkan pada kebanyakan keluarga saat ini.
Wallahu’alam
Resume by sashasasha

Indonesia Morning Show

24/2/2016
Sumber : broadcast wa

​ANAK SUKSES? BERMULA DARI BANGUN PAGI

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya

dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg masygul (sibuk)
2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati
3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi jalang
4| Mulailah dengan malam yang berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas.
5| Sehabis isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yang

menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan
6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dengan cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yang

tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran
7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya Tutuplah aktivitas malam dengan dengarkan tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya sepanjang hayah
9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yang dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dengan cara yg ia bilang
10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idam
11| Bangunkan anak dengan kalimat Ilahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dengan lembut tembus ke hati
12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dengan doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh transisi
13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Mudah-

mudahan jadi pola
14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. InsyaAllah anak

bangun pagi dengan kesadaran. Sebab tubuhnya telah menyesuaikan
15| Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak merasa diabaikan
16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yang tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna
17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada upaya perbaikan
18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat
19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami
20| So, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan mencaci. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi. 
Semangat beraksi,  Barokallohu fiikum…
Sumber : broadcast wa