TIGA MUSIBAH SETIAP HARI


Pada dasarnya….

Ada tiga musibah setiap hari

Yang menimpa kita sebagai hambaNya.

.
Tetapi sayang…

Sebagian besar kita tidak menyadari,

Bahkan sebagian besar kita tidak bisa mengambil hikmahnya.

.
*Musibah pertama……*
Setiap hari jatah usia kita terus berkurang

Tetapi berkurangnya usia ini lepas dari perhatian.

.
Sementara itu….

Ketika harta yang berkurang

Perhatian kita sangatlah luar biasa,

Padahal harta yang hilang bisa diganti

Sementara umur yang hilang tidak akan ada gantinya.

.
*Musibah ke dua…..*
Setiap hari kita hidup dengan rizki dari Nya

Sementara kita lalai dan lalai….,

Bahwa setiap rizki yang ada

Kelak akan dihisab oleh Nya.

.
Apabila rizki itu halal

Kelak akan ditanya….

Sudahkah kita mensyukurinya ?.
Apabila rizki itu haram…..

Maka Alloh Subhanahu Wa Ta’ala kelak mengadzab kita.

.
*Musibah ke tiga…..*
Disadari atau tidak,

Setiap hari kita melangkah mendekati akhirat,

Sebagaimana juga kita terus melangkah menjauhi dunia.
Tetapi perhatian kita terhadap akhirat yang kekal

Tidak sebesar perhatian kita terhadap dunia yang fana.
Sementara kita tidak tahu

Bagaimana akhir perjalanan kita kelak,

Apakah akan menjadi penghuni surga

Dengan segala keindahan dan kenikmatannya,

Ataukah menjadi penghuni neraka

Tempat segala adzab dan siksanya.
Sebanyak apapun harta dunia terkumpul,

Atau sebanyak apapun penghargaan dan jabatan teraih,

Semua tidak seindah kenikmatan yang menjadi impian

Dan dambaan Nabi Yusuf Alaihi Salaam :
توفني مسلماً وألحقني بالصالحين
_”Yaa Allah aku memohon padaMu…._

_Agar engkau mewafatkanku dalam keadaan Islam_

_Dan kumpulkanlah aku di surgaMu_

_Bersama hamba-hambaMu yang sholeh.”_

_(QS. Yusuf : 101)._

.
*Sungguh !*

*Alangkah sedihnya hati ini….*

*Mendengar ungkapan Syeikh Muhammad Bin Sholeh Al Utsaimin :*

_”Apabila engkau merasa malas melakukan ketaatan,_

_Maka waspadalah……_

_Bisa jadi Alloh tidak suka kepada ibadahmu.”_

.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
وَلَٰكِن كَرِهَ اللَّهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ 
_”Allah benci terhadap ibadah mereka (orang-orang munafik)…._

_Dengan sebab itu Allah palingkan mereka dari ibadah tersebut.”_

_(QS. At Taubat : 46)._

*_Yaa Allah……._*

*_Jangan engkau jadikan dunia ini impian terbesar kami,_*

*_Dan jangan pula dunia ini menyita waktu kami…_*

*_Ya Allah……._*

*_Jangan jadikan neraka sebagai akhir dari perjalanan kami,_*

*_Dan jadikan surgaMu sebagai rumah peristirahatan terakhir kami….._*

آمِيّنْ آمِيّنْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

*SEMOGA BERMANFAAT*
Sumber : WA

Advertisements

SELEBGRAM


Rasanya saya tidak pantas menuliskan tentang ini karena saya bukan selebgram. Tapi saya cukup mengenal dunia itu sejak saya bekerja sebagai marketing komunikator.
Lalu apa itu selebgram? Selebgram adalah bahasa kekinian dari selebriti instagram, orang yang mengenakan produk endors bermerek “jazakallah khairan katsiran”, diunggah dan dipromosikan lewat akun pribadinya. Nah, kalau kamu mau produk gratisan, jadilah selebgram!
Saya juga punya teman yang ingin jadi selebgram setelah cita-citanya menjadi kontestan dangdut di Indosiar kandas di tengah jalan. Sepertinya dia dendam pada dunia. Saya sudah berusaha menghiburnya dengan mengatakan, “Kalau nanti followers kamu udah di atas satu juta umat dan belum ada perusahaan yang nitip produk, aku mau deh kamu promoin buat dicariin jodoh.” Terus dia ketawa dan malah nanya, “Emang bakalan laku?”
Baiklah, lupakan. Lagian cuma wanita murahan yang menganggap dirinya barang dagangan.
Saya pernah nonton film “Selebgram” di bioskop rame-rame bareng teman. Saya nggak ngerti kenapa semua orang di situ terpingkal-pingkal, apalagi waktu Ria Ricis digombalin. Mungkin selera humor saya payah. Atau mungkin saya terlalu serius menyikapi hidup. Daripada dibilang aneh, saya pura-pura ketawa sampai lupa caranya berhenti ketawa. Ada satu pelajaran yang saya dapati dari film itu: bahwa ketenaran tidak menjamin hidupmu tenang.
Ketenaran itu seperti heroin yang tidak akan puas-puasnya dihirup.
Apa yang membuat orang begitu tenar? Bisa jadi karena rupanya bagus, suaranya bagus, kata-katanya bagus, bisnisnya bagus, atau gayanya bikin orang sakit perut. Kebanyakan orang tenar adalah para pelaku seni yang muncul di depan layar. Mereka sebetulnya adalah orang-orang melankolik, terbiasa dengan drama dan tepuk tangan, tetapi antikritik dan mudah depresi.
Jika ketenaran sama dengan menuju kedamaian, kenapa justru vokalis band setenar Chester Bennington meninggal bunuh diri? Kenapa penulis sebeken Hemingway menembak kepalanya sendiri? Kenapa penyanyi selegandaris Whitney Houston menyengaja overdosis narkoba sampai tertelungkup di kamar mandi? Dan kenapa komedian sedahsyat Robin Williams bahkan kesulitan membahagiakan dirinya dan malah menenggak kokain?
Deretan publik figur telah mengorbankan segalanya demi karya mereka, demi karier. Hanya saja, sayangnya, karya mereka tidak bisa menolong hati mereka di saat krisis. Mereka lupa bahwa ketenaran tidak akan langgeng selamanya. Dan mereka tidak siap menghadapi hal itu.
.
Beberapa tahun setelah memenangkan hadiah Nobel dan Pulitzer, Hemingway jatuh dari pesawat dan mempersalahkan perawatan ECT yang membuat daya ingatnya hancur sehingga tidak sanggup lagi dia menulis dengan bagus. “Gara-gara itu, aku kehilangan bisnisku,” katanya.
Robin Williams begitu kesal dan malu saat film yang dibintanginya berhenti tayang sehingga ia memutuskan mengakhiri hidupnya. 
Whitney depresi ketika suaranya tidak sejernih dulu, terutama setelah melahirkan puterinya.
Bahkan Kurt Cobain yang merasa kehilangan penonton, dalam surat terakhirnya menyebut, “Lebih baik terbakar habis daripada meredup.” 
Saya percaya di dalam diri setiap manusia ada jiwa seni yang tertidur. Dan ketika jiwa seni itu bangun, manusia menjelma bajingan yang haus pengakuan. Dan saya, sialnya, juga manusia. Terkadang ada saja perasaan ingin menunjukkan hasil keringat saya pada orang lain. Sekalinya diakui, saya kok malah menagihnya berkali-kali.
Saya ingat teman saya mengatakan, “Keberhasilan kita, jerih payah kita, apresiasi orang lain terhadap kita berapa pun jumlahnya, tidak boleh ditabung untuk memuaskan diri kita, tapi dipakai untuk membeli cinta dan kasih Tuhan.”
.
Tentang instagram…
Instagram saya juluki sebagai arena kecemburuan sosial. Gimana enggak? Setiap makanan enak dipamerkan. Setiap habis menjejaki tempat keren ditampilkan. Setiap kemesraan dipertontonkan. Setiap dapat penghargaan diberitakan. Tapi setiap kehabisan uang, bisik-bisik sama teman. 
Bukannya anti kemapanan, saya justru kasihan dengan para pemilik akun yang notabene tidak punya bahan buat pameran. Biasanya mereka uring-uringan di jalan sampai garuk-garuk aspal terus ditabrak kontainer. Tuh kan, bahaya.
Kabar buruknya, kita sering tertipu dengan karakter seseorang. Pernah ada orang bilang begini, “Di instagram dia kalem tapi kok aslinya jalannya miring?”
Kabar baiknya, linimasa instagram juga ramai dengan nasehat-nasehat singkat atau tebakan berhadiah. Lumayan, yang beruntung bisa dapat jodoh.
Begitulah instagram. Bagi kebanyakan orang, media tersebut adalah hiburan. Jadi, jangan sampai kita posting rumus matematika. Enggak akan ada yang love!
.
Kembali ke topik selebgram…
Barangkali kekhawatiran saya terhadap mental para selebgram dewasa ini sama seperti kekhawatiran saya terhadap mewabahnya fenomena bullying. Akan ada satu masa di mana para selebgram mengeluhkan banjirnya komentar negatif, di mana mereka dituntut untuk tampil sesempurna yang didambakan fans.
Memang siapa sih yang tahan dengan tekanan? Gerak para selebgram jadi terbatas karenanya. Betapa galaunya mereka sampai tutup buka akun seakan-akan instagram adalah rumah kosan. Betapa tidak merdekanya mereka. Akhirnya mereka menjalani hidup sesuai dengan keinginan lovers, bukan sesuai dengan keinginan Tuhan yang senyata-nyatanya Lover. 
.
Izinkan saya berandai-andai dengan para selebriti dalam kisah nabi…
Saya bayangkan, jika mereka hidup di zaman milenia ini, mereka punya akun dengan karakteristik masing-masing.
Ada seorang pemuda hebat dengan username @abuhakam. Dia adalah selebgram dengan jumlah followers 925K dan following 10. Sosok yang sangat dihormati oleh hampir seluruh warganet tapi dia sendiri terlalu sibuk untuk mengomentari postingan orang lain. Setiap ada direct message dari mereka yang memohon follback, jarang sekali dia gubris. Apalagi jika ada yang menawarkan produk pelangsing, dia pasti bilang, “Antum ngehina saya?”
@abuhakam hanya respect kepada para pemegang kunci Kabah yang akan membuatnya viral di bumi. Abu Hakam itu kemudian dijuluki Abu Jahal dan namanya diabadikan dalam linimasa sepanjang zaman sebagai Bapak Kebodohan.
Beda lagi dengan @mushab yang jumlah followersnya 1.2m dan followingnya 543K. Memang jarang sekali ada selebgram dengan following sebanyak itu, kecuali akun jualan online. Mushab itu selebgram yang tampan, humoris, serta cerdas. Awalnya @mushab gengsi follback-follback. Hampir semua followersnya ukhtifillah plus ibu-ibu yang mengincar menantu idaman.
Tapi Mushab, seorang artis Makkah itu, berubah pandangan ketika bersahabat dengan Muhammad. Dia rela mengikuti dan memasang badan di belakang para selebgram yang lain. Dia ikhlas akunnya dibajak, dibully habis-habisan oleh para haters. Dia lalu kehilangan kedua tangannya setelah memasang quote dari Tuhan sampai akhirnya dia wafat tanpa punya selembar kain yang cukup untuk menutup tubuhnya. 
Ada pula sosok @julaybib. Saya bayangkan dia seorang pemilik akun instagram dengan jumlah followers 1 dan jumlah following 3541. Dia pemuda yang minder dan merasa jelek jadi tidak pernah selfie-selfie. Dia juga terlalu gaptek untuk memposting sesuatu. Julaybib merasa membutuhkan orang lain, tidak masalah apakah orang lain menganggapnya atau tidak.
Lalu siapa followersnya @julaybib yang satu? Muhammad. Hanya Muhammad. Bahkan Muhammad sendiri bilang, “Diri saya adalah bagian dari Julaybib. Dan Julaybib adalah bagian dari diri saya.” Tiba-tiba jumlah followers Julaybib melejit sewaktu beliau wafat. Para sahabat bertanya, “Siapa mereka?” Muhammad menjawab, “Mereka itu para penduduk langit. Julaybib terkenal di atas sana.” 
.
Lihat lagi ke dalam isi kepala kita, siapa sebenarnya yang kita follow, siapa yang kita tonton storynya setiap hari? Apakah dia layak jadi panutan?
Teman-teman yang baik,
Selebgram ibarat Peniup Seruling dari Hamelin. Selama seruling itu bunyi, sekelompok tikus akan setia diajak kemana pun. Kebayang kan kalau seorang selebgram ngajak followersnya masuk jurang?
Kita yang bukan selebgram saja akan dimintai pertanggungjawaban ke mana kita melangkah dan ke mana orang-orang di sekitar kita menuju. Sanggupkah kita jadi anugerah di hidup mereka? Bersediakah kita jadi influencer bagi orang-orang terdekat kita?
Nah! Itu kan challenge dari Tuhan.
Saya ingin mengatakan bahwa kita semua berbakat jadi selebgram. Tuhan menitipkan kita produk berharga, yaitu kalimat-Nya, yang akan menyembuhkan siapa saja. Dengan cara dan kreativitas kita masing-masing, kita harus berlomba-lomba menyebarkannya. Bisa melalui bisnis, lagu, desain, film, lukisan, kampanye politik, fotografi, dan sebagainya. Jangan lupa bubuhkan caption yang nendang!
Menjangkau lebih banyak followers di bumi seperti @mushab juga adalah salah satu caranya tapi bukan itu tujuannya. Tujuannya adalah menjadikan followers dan following kita sebagai sekolompok sahabat yang bergandengan tangan dengan kita sampai ke depan pintu surga.

 

Dan untuk menuju tujuan itu kita memang harus berkorban. Bukan berkorban demi memanjakan hasrat kita, keinginan kita. Tapi sekali lagi, keinginan Tuhan. Kebayang kan kalau kita dimention Tuhan dan difollow malaikat, tapi kita malah cuek dan enggak ngapa-ngapain?
Tuhanlah yang berkuasa menjadikan kita selebgram—makhluk pilihan-Nya. Kalau Tuhan sebagai Manajer saja sudah dislove ke kita, niscaya mudah bagi-Nya untuk mencabut segala sesuatu dari kita, bahkan kita bisa diblokir dari status sebagai hamba.
Oh, no!
.
Bandung, 2017 | Kartini F. Astutif
Sumber : WA

HAKIKAT HARTA YANG KAMU MILIKI

🕌 Shahabat Abdullah bin asy-Syikhr radhiallahu ‘anhu berkata,
🕌 “Aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang membaca surat,“`
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
“`’Bermegah-megahan telah melalaikan kamu’
🕋Beliau bersabda,“`
يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي، مَالِي، قَالَ: وَهَلْ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ؟
“`💵’Anak Adam berkata, ‘ini hartaku.. ini hartaku…’
🕌 Kemudian Beliau melanjutkan, 
⚠️ ‘Hai anak adam, kamu tidak memiliki dari hartamu kecuali yang telah kamu makan lalu habis, 

⚠️ atau pakaian yang kamu gunakan lalu pakaian itu rusak, 

💫 atau yang kamu sedekahkan maka itulah yang tersisa.” 

📖 (HR. Muslim no.2958)
🕋Ditambahkan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,“`
وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ، وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ
“`”Adapun selain itu (harta yang disedekahkan,pen), maka ia akan sirna dan ditinggalkan bagi manusia (ahli warisnya).”

📖 (HR. Muslim no.2959)
➖➖➖➖➖

🏡 Mari membiasakan diri untuk menyedekahkan sebagian rejeki yang Allah berikan kepada kita. Karena itulah harta yang benar-benar milik kita.“`
Sumber : WA

PESAN DIBALIK USIA

 💧Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam..karena Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia.
 💧   Semakin bertambah usia semakin kabur matanya… Karena Allah sedang mencerahkan mata hati untuk  melihat akhirat.
 💧  Semakin bertambah usia semakin sensitif….karena Allah sedang mengajar bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan namun hati yang berpaut kepada Allah, tiada pernah mengecewakan.
 💧  Semakin bertambah usia semakin gugur gigi-giginya….karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam tanah selamanya.
 💧  Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan tulang dan sendi….karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawanya akan ditarik.
 💧  Semakin bertambah usia semakin rambut putih….karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih.
 💧  Begitu juga hati…semakin bertambah usia semakin sepi dan ingin bersendirian…karena Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia.
 ❤  Akhirnya…hanya cinta Allah yang kekal sebagai bekalan menuju akhirat.                  
Selamat pagi, semoga tetap sehat walafiat agar dpt beribadah & beraktivitas yg bermanfaat utk orang banyak
Sumber : WA

Berbagi Senyum Mengundang Karunia 

✔Senyum hadirnya meringankan beban, sekaligus menghapus perasangka negatif, dan mengokohkan kasih sayang.

✔Sejatinya senyum adalah jendela hati,karena itu mari kita mencoba mengingat-ingat berapa kali sehari kita tersenyum,

♥ Senyum yang tulus adalah sebuah awal untuk membuat kedekatan semakin erat, dan penyubur kebaikan-kebaikan lainnya ikut pula menyertai .

✔Oleh karena itu alangkah indahnya hidup ini bila setiap saat berbagi senyum,dan pertalian hati pun, menjelma dalam dekapan ukhuwah dengan saudara-saudara kita.

♥Tersenyumlah atas anugrah hidup hari ini,Bersyukur dan berbaik sangkalah, Jangan halangi senyuman itu, hanya karena kegundahan yang tak jelas asal usulnya,

✔Janganlah gantikan keceriaan dengan kesuraman hati,.Berbahagialah sekalipun ada ganjalan kecil di hati ,

♥ Tak perlu di ukur dengan besar atau kecilnya nilai berbagi kita,Tapi Berbahagialah dengan wajah ceria karena kita masih bisa berbagi senyum.

✔Semoga wajah ceria dan senyum kepada saudara2 kita akan menuai ladang amal,,

✔Aamiin Allahuma Aamiin
Sumber : WA

Orang Dikenal Karena Kesalahannya

​Seorang Guru menuliskan ini di papan tulis :
5 x 1 = 7                5 x 2 = 10

5 x 3 = 15              5 x 4 = 20

5 x 5 = 25              5 x 6 = 30

5 x 7 = 35              5 x 8 = 40

5 x 9 = 45              5 x 10 = 50
Setelah selesai menulis dia balik melihat murid-muridnya yang mulai tertawa menyadari ada sesuatu yang salah.
Pak guru pun bertanya :

“Mengapa kalian tertawa?” Serentak mereka semua menjawab : “Yang nomor satu salaaaahhh Paaakk!” (tertawa bareng). Sejenak Pak guru menatap muridnya, tersenyum menjelaskan : “Saya memang sengaja menulis seperti itu agar kalian bisa belajar sesuatu dari ini.
Saya ingin kalian tahu, bagaimana dunia ini memperlakukan kita.
Kaliankan sudah melihat bahwa saya juga menuliskan hal yang benar sebanyak 9 kali, tapi tak ada satupun kalian yang memberi selamat.

Kalian malah lebih cenderung menertawakan saya hanya untuk satu kesalahan.
Hidup ini jarang sekali mengapresiasi hal-hal yang baik bahkan yang kita lakukan ribuan sekalipun.
Hidup ini justru akan selalu mengkritisi kesalahan kita, bahkan sekecil apapun yang kita perbuat. 

Ketahuilah anak-anakku : “Orang lebih dikenal dari satu kesalahan yang ia perbuat, dibandingkan dengan seribu kebaikan yang ia lakukan”.  Semoga dari kesalahan kita bisa memperbaiki diri lebih baik lagi.

Sumber : FB

Fokus Pada Langkah Kita

​Renungan Pagi:

Seorang wanita pergi ke kepala wihara dan berkata, “Bhante, saya tidak mau puja bhakti lagi disini.”
Bhante bertanya “Apa alasannya?” 
Wanita: “Saya liat di wihara ini perempuannya suka bergosip, laki2nya munafik,  kebaktiannya cara hidupnya tdk benar, orang-orang hanya melihat hp nya ketika puja bhakti; ini hanya beberapa dari banyak hal yg salah di wihara ini.” 
Bhante: “Baiklah. Tapi sebelum kau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi wihara tanpa menumpahkan setetes air sekalipun ke lantai. Setelah itu engkau bisa meninggalkan wihara ini seperti keinginanmu.”
Wanita: “Itu mudah sekali!”
Diapun melakukan apa yg dimintakan Bhante. Setelah selesai, dia berkata ke Bhante bahwa dia siap utk pergi. 
Bhante: “Sebelum kau pergi, ada 1 pertanyaan. Ketika kau tadi berjalan keliling wihara, apa engkau mendengar orang bergosip, melihat orang munafik, melihat orang memandang hpnya?” 
Wanita: “Tidak.” 
Bhante:”Engkau tau mengapa?” 
Wanita: “Tidak.” 
Bhante:”Engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak tersandung dan tidak ada air yg tumpah.”
Begitupun dgn kehidupan kita. 

Ketika kita mengarahkan pikiran :

• Kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan orang lain.

• Kita tidak akan punya waktu untuk menilai dan mengkritik orang lain. 

• Kita tidak akan punya waktu untuk bergosip ria dengan orang lain. 

• Kita akan menolong orang lain dan fokus pada langkah kita sendiri.
Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia..🙏😘🌹
Sumber : WA