​JUALAN KOK MALU?

Mungkin sebagian dari Anda masih nggak suka jualan karena alasan klasik: malu, gengsi, takut dicibir, takut ditolak, dll.
Sesekali coba Anda pikirkan!
Sejatinya pas kita jualan, kita lagi ngasih SOLUSI ke orang lain. Solusi tersebut dikemas dalam bentuk produk entah berupa barang maupun jasa.
Semakin solusi tersebut memecahkan masalah orang, semakin produk tersebut laris di pasaran.
Produk yang nggak laku, karena valuenya kurang. Solusinya gak menyelesaikan masalah secara signifikan.
Uang itu efek.
Efek dari keyakinan dan semangat Anda membantu banyak orang untuk mendapatkan value tersebut.
Kalau uangnya pengen banyak, ya harus semangat jualannya.

Kalau uangnya pengen mengalir deras, ya harus keras perjuangannya.

Semakin ditolak, semakin semangat bukan malah semakin kendor.
Ingat, jualan adalah aktivitas menolong orang yang dibayar.
Bayangkan begitu banyak orang yang terbantu karena hadirnya produk Anda dan bisa menyelesaikan masalah mereka.
Jualan itu halal. Halal!
Gak usah malu, gak usah gengsi.
Dan karena jualan niat utamanya nolong orang, kalaupun ditolak, kenapa mesti pusing, stress, dan putus asa?
Kalau Anda ditolak, artinya bukan Mereka orang-orang yang beruntung mendapatkan solusi yang Anda tawarkan.
Keep calm down. Santai aja….
Setiap produk pasti ada jodohnya.. 
Semoga bermanfaat ˆ⌣ˆ 

Sumber : broadcast wa

Anak anak yang dididik…

By Anies Baswedan

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama, sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi, dan disegani banyak orang…

Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah. Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima…

Mereka sanggup beli barang-barang mewah. Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan…

Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota. Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana…

Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan. Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan…

Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja. Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah…

Mereka tidak norak saat bertemu orang kaya. Tapi juga tidak merendahkan orang yg lebih miskin darinya…

Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi. Tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas, kapasitas
dirinya, bukan dari barang yang dikenakan…

Mereka punya.. Tapi tidak teriak kemana -mana. Kerendahan hati yang membuat orang lain menghargai dan menghormati dirinya…

Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan, etika tata krama…

Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti :
🔹Pamit saat pergi dari rumah
🔹Permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang orang yang ada di rumah itu),
🔹Saat masuk atau pulang kerja memberi salam kepada rekan, terlebih pimpinan
🔹Kembalikan pinjaman uang sekecil apapun,
🔹Berani minta maaf saat ada kesalahan
🔹Tahu berterima kasih jika dibantu sekecil apapun…

Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu tidak akan mampu melakukannya…

Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup…

Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika, tata krama dan kesederhanaan…..

Sumber : broadcast wa

Magnet Rezeki

☁🌧⛈☁🌧⛈☁🌧⛈☁🌧⛈
Rezeki itu Allah titip… Krn tidak mungkin Allah langsung yang berikan rezeki.

– Pada ikan, Allah titip di terumbu karang. Maka sepatutnya Ikan menjaga terumbu karang. Jika ada ikan yang menghancurkan terumbu karang, itu namanya ikan yang tidak cerdas, sudah tahu rezekinya di terumbu karang, eh malah dihancurkan…

– Pada jerapah, Allah titip rezekinya di puncak pohon. Maka jerapah yg cerdas adalah yg menjaga pucuk pohon.

– Pada monyet, Allah titip rezekinya di pohon pisang, maka monyet menjaga dan menyayangi pohon pisangnya, krn di sanalah rezekinya…

***

Naaaah… Di mana Allah titip rezeki manusia? Ada yang tahu? Jangan-jangan kita ga tahu… Makanya rezeki kita ga lancar…

Penasaran kan apa jawabannya….
Kita cari tau yux jawabannya!

Pertanyaan :
“di mana Allah titip rezeki manusia?”

Jawabannya :
Allah titip rezeki manusia pada “KEMULIAAN dan KEBAHAGIAAN orang lain”

Dengan memahami definisi ini, maka kita akan fokus membahagiakan dan memuliakan orang lain.

Facebook melakukan itu, dia membahagiakan 1 milyar penggunanya, maka pantas jika dia dikasi rezeki sama Allah. Karena ilmu yg dia terapkan,terlepas dr efek2 negatif facebook yg mgkn tidak pernah diniatkannya.

Begitu juga whatsapp, google, ibm, Microsoft, semuanya membahagiakan orang lain. Semakin banyak yg dibahagiakan semakin banyak rezeki yang mengalir.

Pabrik makanan, artis, aktor, fashion, dan semua bisnis yg ada di dunia juga menjalankan ilmu yg sama, secara sadar atau tidak sadar.

Sayangnya, banyak yg hanya membahagiakan tapi tidak memuliakan, maka rezeki mereka terbatas. Uang mungkin punya, tapi rezeki lain, Allah batasi.

Ok… Skrg bgm dgn kita? Ya sederhana. Bahagiakanlah orang lain yang kita temui. Semua orang. Tanpa pamrih. Apalagi saat momen Lebaran seperti ini, buaaanyak sekali org yg bisa kita bahagiakan. Bahagiakan di tempat A, tapi rezekinya bisa jadi bukan di A, bisa jadi di B. Krn tidak penting “di mana nya”,… Yg penting kita bahagiakan dan muliakan orang lain di manapun berada. Puji mereka, sebut nama mereka dengan mulia, tertarik dengan urusan mereka, maafkan kesalahan mereka, jabat erat tangan mereka, tanamkan niat membantu mereka dari hati yg tulus.

Maka manusia yang cerdas adalah yang memuliakan dan membahagiakan orang lain. Setiap orang yg ditemuinya dia muliakan walaupun hanya tukang parkir, tukang ojek bahkan ahli maksiat sekalipun dimuliakan dgn doa agar mereka segera bertaubat.

Dia bahagiakan orang yang bertemu di manapun. Berikan solusi atas kehidupan orang lain. Dan dijagaaa betul, agar org lain tidak ada yg merugi atas keberadaannya. Tidak tersinggung karena lisan kita yg tajam. Tidak marah karena maunya kita menang dalam debat. Tidak merasa ga enak krn hadirnya kita malah merusak suasana.

Tapi, ada lho org yg tdk cerdas, sudah tahu rezekinya di kebahagiaan orang lain, eh malah bikin tersinggung, eh malah doakan yg ga baik, eh malah benci ama org lain, eh malah dengki sama rezeki org lain, eh malah suka marah-marah sama orang lain, eh koq maafan idul fitri, besoknya musuhan lagi… Ini malah menghancurkan rezekinya. Bener2 menghancurkan. Seperti ikan yang mengebom terumbu karang nya sendiri. Aneh kan?

Contoh :

– Melihat bencong (gay) di pinggir jalan, apa yg kita lakukan? Bukannya mendoakan agar taubat (memuliakan), malah bilang “ih jijik” “ih dia neraka” walaupun hanya dalam fikiran kita, tapi kita sedang menghancurkan rezeki kita sendiri…

Mesti hati2 dalam menunjukkan rasa benci. Krn bisa jadi rasa itu kembali kepada diri kita sendiri. Yg akhirnya menghancurkan rezeki kita.

– Jokowi kita benci, ya rezeki habis sudah

– Ahok kita benci, ya rezeki habis sudah, cukup kita tidak suka dgn prilakunya. Terhadap orgnya kita tetap muncul rasa kasih sayang sbg manusia.

– Kalau kepada semua orang saja kita bisa muncul rasa ingin “memuliakan dan membahagiakannya” bagaimana dgn ibu kita? Dgn ayah kita? Dgn istri kita? Dgn suami kita? Dgn anak kita? Dgn saudara kita? Dgn handai taulan kita? Dgn siapapun yg Anda temui hari ini? Maka sikap Anda adalah kecintaan yg setinggi2 nya pada mereka.

MULIAKANLAH DAN BAHAGIAKANLAH ORANG LAIN… siapapun, dimanapun, kapanpun. Dalam senyum Anda, dalam fikiran positif Anda, dalam perasaan cinta Anda dan dalam spiritual doa Anda yang tulus dan ikhlas…

Sumber : broadcast wa

Pelajaran Dari Uang 100rb

Seorang guru mengangkat uang 100 ribu rupiah di depan murid-muridnya. Lalu ia bertanya:
“Siapa yang mau uang ini?” Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda ingin.

Kemudian guru itu meremas uang 100 ribu itu dengan tangannya, dan kembali bertanya :
“Sekarang siapa yang mau uang ini?” Kembali semua murid mengangkat tangannya.

Selanjutnya ia melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya, sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul-betul kotor oleh debu ia berkata:
“Sekarang siapa yang mau?” Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.

Saat itulah sang guru memasukkan
pelajarannya:
“Inilah pelajaran kalian hari ini. Betapapun kalian berusaha merubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya.
Bagaimanapun kalian dihinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan
pernah tersentuh. Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh. Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga
dirimu. Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya”.

Leadership Kebablasan

by @emthoifur kuli keyboard Indonesia
Bandung, senin 5 oktober 2015

Selama ini baik disadari atau tidak, didalam organisasi-organisasi yang saya ikutin dari bangku sekolah sampe kuliah, ilmu yang banyak diberikan adalah ilmu tentang kepemimpinan, ada yang namanya Latihan dasar kepemimpinan, leadership training,  bagaimana menjadi pemimpin dll. Bagus sih…. Cuma akhir-akhir ini menjadi bahan renungan bagi saya. Kenapa yang diberikan cuma latihan kepemimpinan? Bukankah organisasi itu ga cuma tentang pemimpin? Mungkin gara-gara cuma ada training tentang kepemimpinan itu aja kali ya…. yang menyebabkan muncul pemimpin-pemimpin yang ga siap untuk dipimpin, atau istilahnya “raja-raja kecil” dalam sebuah organisasi.

Paradigma untuk menjadi pemimpin ini ga hanya muncul pada mereka yang terbiasa menjadi aktivis organisasi di kampus ataupun dimasyarakat…. bahkan orang-orang yang ga tau dasar-dasar kepemimpinan pun terkadang sering terbawa arus untuk menjadi “raja-raja kecil” ini. Dikira gampang apa jadi pemimpin??? Perlu latihan keleus…..

Back to judul, yah ini tentang kepemimpinan yang kebablasan….. perlu di ingat bahwa jalannya sebuah organisasi itu diperlukan sinergi antara pemimpin dengan yang dipimpin. Bagaimana mungkin organisasi bisa berjalan dengan baik kalo masing-masing anggotanya merasa ia layak menjadi pemimpin. Yang namanya pemimpin ya cuma satu…. yang lainnya adalah organ-organ yang harus siap menjalani tupoksinya masing-masing. Tangan kanan ya berfungsi sebagai tangan kanan, kaki kiri juga harus berfungsi sebagai kaki kiri…. ga perlu lah tangan kanan ikut komentar dengan kerjaan yang dilakukan kaki kiri, pun demikian sebaliknya…. tapi bukan berarti kaki kiri dan tangan  kanan ga boleh saling bantu…. kalo kaki gatel kan yang garuk juga tangan, pun juga kalo tangan pengen ambil sesuatu maka kaki yang melangkah ke arah yg mo diambil ama tangan.

Dalam organisasi kita harus siap menjadi pemimpin dan yang dipimpin, jangan hanya siap menjadi pemimpin tapi ga siap jadi yang di pimpin, ataupun sebaliknya hanya siap menjadi yang dipimpin eh giliran diminta untuk memimpin kelagapan adem panas langsung pingsan 😀
Adapun adab-adab yang harus kita jaga demi keberlangsungan dan kelancaran suatu tujuan organisasi. Yaitu:

1. Taat dan patuh menjalankan perintah pimpinan serta melaksanakannya. Jangan cuma taat dan patuh tapi tupoksi-tupoksinya ga di lakuin :v, “raja-raja kecil” ini terkadang tidak memiliki sifat ini, biasanya orang ini didepan pimpinan seolah-olah patuh dan taat tapi dibelakang malah ngomongin. Ato patuh sih tapi kerjaan-kerjaannya ga di lakuin… hohohoh

2. Sinergi antar anggota dengan pimpinan atau antar anggota dengan sesama anggota. Ini yang harus banyak di pelajari, terkadang “raja-raja kecil” tersebut ga memahami kesinergian ini, ia merasa memiliki pikiran sendiri dan tujuan sendiri, padahal kan dalam organisasi tuh ada yang namanya rapat, harusnya yang namanya rapat tuh yang dimaksimalin untuk mencurahkan gagasan-gagasannya. (bab rapat ntar insyaAllah saya bikin tulisan tersendiri kalo sempet, hehe)

3. Selalu ada kontak antara anggota dengan pimpinan ataupun antara anggota dengan sesama anggota, kan ga lucu kalo ga ada sinergi antar anggota, ambil contoh misal kita ingin ambil apel dimeja ketika kaki udah melangkah mendekati meja eh tangan gatau mo ngapain, kan linglung itu namanya (heheh) informasi dan kordinasikan tujuan yang ingin dicapai, jangan sampai yang satu tahu yang lain ga ngerti apa tujuannya.

4. Saling menghargai dan menghormati, ini yang penting…. adab-adab harus tetep dijaga, ingetin orang lain jangan di depan umum, tapi tarik tangannya dan ajak bicara dan nasehati. Kita harus saling menghargai dan menghormati serta menumbuhkan kasih sayang antar anggota dan pimpinan dan antar anggota dengan anggota.

Dah ah cukup sepertine, next time disambung lagi tulisannya…
#kesimpulan: kayake di sekolah ama di perkuliahan perlu di bikin leadership and followership training deh, ga cuma leadership training thok. Biar ga muncul “raja-raja kecil” dalam tubuh organisasi.

Sumber : broadcast wa

SKALA PRIORITAS

* Seorang guru besar di depan audiensinya memulai materi kuliah dg menaruh topless bening & besar di atas meja.

* Lalu sang guru mengisinya dg bola tenis hingga ga muat lagi. Beliau bertanya: “sdh penuh?”

* Audiens mjwb: “sdh penuh”

* Lalu sang guru mengeluarkan gundu dr kotaknya & dimasukkan ke dlm topless tadi, gundu mengisi sela2 bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: “sdh penuh?”

* Audiens mjwb: “sdh penuh”

* Lalu sang guru mengeluarkan pasir pantai & mmasukkan ke dlm topless tadi. Pasir mengisi sela2 bola & gundu hingga tdk bs muat lg. Smua sepakat topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lg.

* Tapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi & msk mengisi toples yg sdh penuh bola, gundu & pasir itu.

Sang Guru kmd menjelaskan bahwa:
“Hidup kita kapasitasnya terbatas spt topless. Tiap kita berbeda ukuran toplesnya;

– Bola tenis adlh hal2 besar dlm hidup kita, yakni tggjwb thd Tuhan-ibadah, orangtua, istri/suami, anak2 serta kebutuhan dasar lainnya spt makan, tempat tinggal & kesehatan.

– Gundu adalah hal2  lain yg jg penting, spt pkerjaan, kendaraan, pendidikan, dll.

– Pasir adalah lain2 yg melengkapi/menghiasi hidup kita, seperti olahraga, nyanyi, rekreasi, fb, bbm, WA, model baju, model kendaraan dll.

– Jika kita isi hidup dg mendahulukan pasir hingga penuh, maka gundu & kelereng tdk bisa masuk.

Berarti hidup kita hanya berisi hal2 kecil. Hidup kita habis dg rekreasi dan hobby, Tuhan & keluarga terabaikan.

– Jika kita isi dg mendahulukan bola tenis, lalu gundu dst seperti tadi, maka hidup kita berisi lengkap, mulai dr hal2 besar & penting hingga hal2 yg mjd pelengkap”

Kita mesti mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg prioritas & mana yg mjd pelengkap.

Jika tdk, hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali.

* Lalu sang guru bertanya: “Adakah kalian yg mau bertanya?” Smua audiens terdiam, krn sgt mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi.

* Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: “Apa arti secangkir air kopi yg dituang tadi..?”

* Sang guru besar mjwb sbg penutup: “Sepenuh & sesibuk apa pun hidup kita, jgn lupa masih bs disempurnakan dg bersilaturrahim sambil
“minum kopi”, dg tetangga, teman, sahabat yg hebat.

Jgn lupa ya saudara2/sahabat2 smua…

Sumber : broadcast wa

Jenis Pikiran

📝 Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yg mengatakan :

“Small Minds discuss people,
Average Minds discuss events,
Great Minds discuss ideas”.

📌“Pikiran Kecil membicarakan orang.

📌Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.

📌Pikiran Besar membicarakan gagasan”.

Maka sebagai akibatnya…
📍PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.

📍PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.

📍PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.

Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yg lebih mendominasi kita, begitulah apa yg dihasilkannya.

Kalo setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dgn urusan orang lain, namun tdk mnghasilkan apa2, kecuali perseteruan.

Tetapi bila Pikiran Besar yg mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.

📌PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,

📌PIKIRAN SEDANG senang mnggunakan kata:“ADA APA”, sedangkan

📌PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA&BAGAIMANA”.

Dalam melihat satu peristiwa yg sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya,akan cenderung ditanggapi berbeda.

📍Si PIKIRAN KECIL akan tertarik dgn pertanyaan:“SIAPA SIH YG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”

📍Si Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”

📍Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH,BUKANNYA KE ATAS?”

Dan..pikiran yg terakhir itulah yg konon menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI-nya yg sgt terkenal!

Tdk ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yg dihasilkan oleh Pikiran Kecil.

Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mmpunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yg berbeda.

Si PIKIRAN KECIL biasanya senang “melahap”TABLOID, INFOTAINMENT,KORAN MERAH.

Si PIKIRAN SEDANG amat berselera dgn KORAN BERITA.📜

Si PIKIRAN BESAR memilih Alquran & buku  yg membangkitkan INSPIRASI.

📚📙📘📗

So Let’s think BIG! *
Sikap hrs Sederhana , pemikiran Hrs Besar & Luas..

Sumber : broadcast wa