SOICHIRO HONDA

​Dulu … Di Jepang, ada anak laki2, tidak Pintar  .. sakit2an .. Tidak Ganteng juga .. 

.
di kelas duduknya paliiiiiing belakang karena takut disuruh maju ke depan oleh Guru …..

.
Tiap hari nemani Ayahnya di bengkel reparasi mesin pertanian didesa Kamyo distrik Shizuko … 

.
Di usia 8 tahun dia mampu mengayuh sepeda sejauh 14 km hanya untuk melihat Pesawat Terbang ……

.
Usia 15 tahun putus sekolah dan bekerja di bengkel mesin di Hary Shokai Company … 

.
Usia 21 tahun diserahi buka cabang …. 
Karena rajin.Bengkelnya maju pesat. 
Tapi dia tak puas dan memutuskan jadi wirausaha dg buka bengkel sendiri …. 

.
Dan memproduksi Ring Piston …. Sayang … TOYOTA menolak karyanya karena dianggap jauh dari Standar …. Dia di bully dan diejek teman2nya ….. 

.
Dia sedih dan jatuh sakit ….
Setelah sembuh, dia putuskan kuliah untuk cari ilmu … Namun dia Drop out tdk bs meneruskan kuliah …. Dia berusaha dan mencoba dan selalu gagal berkali-kali …..

.
Tahun 1947, Jepang porak poranda …. Hidupnya makin parah … Semua dijual untuk kebutuhan sehari hari termasuk mobil kesayangannya dia jual ….
Dari kondisi inilah Titik balik kehidupannya berubah ….!!!

.
Dia punya sepeda kayuh satu2nya … Dia pasang motor kecil di sepeda nya …. Dan tanpa disangka … ” Sepeda yg ada Motor kecil nya itulah yg merubah hidupnya” …..
Banyak yg mau membeli, akhirnya dia memproduksi byk hasil karyanya itu ….
Usahanya berkembang pesat hingga merambah produksi Mobil ….. 

Dan menggurita di seluruh dunia … 
Termasuk Indonesia …… 

Dia menjadi Founding Father yg melegenda …. 
Dia … SOICHIRO HONDA …. 
(Pemilik Perusahaan Honda dari Jepang)

Apa yg dia ucapkan????

.
….Tidak ada sukses tanpa perjuangan…!!!

.
Orang Hanya melihat Saat aku berdiri dengan deretan Mobil dengan segala Kesuksesanku ….
Ketahuilah … Itu cuma 1% keberhasilanku …. 99% adalah kegagalanku ….jarang org yg mau melihatnya.

.
Orang lebih silau dg hasil kesuksesan…
Tanpa mau melihat bgmn kesuksesan itu dibentuk melalui sebuah proses yg berat, susah payah, jatuh bangun, dicaci, diejek, dibully, dikhianati, diremehkan….!!!

.
Sukses butuh semangat pantang menyerah, perjuangan dan doa, bahkan darah dan air mata…..!!!

Semoga bermanfaat…
Sumber : WA

Advertisements

​​SANTRI DURHAKA KEPADA GURU​

Dikisahkan belasan tahun lalu seorang santri yang sedang nyantri di rubat tarim yang saat itu diasuh habib Abdulloh assyatiri, dia dikenal sangat Alim hingga mampu menghafal kitab tuhfatul muhtaj 4 jilid. siapa tak kenal dia?? 
Semua tau bahwa ia sangat Alim bahkan diprediksi sebagai calon ulama besar.

.
Nah, Suatu hari disaat habib Abdulloh mengisi pengajian rutin santri, tiba tiba habib bertanya tentang santri yang sangat terkenal Alim itu. “Kemana si fulan???” 
Semua santri bingung menjawab pertanyaan sang guru.

.
Ternyata santri yang dimaksud tidak ada di pondok melainkan keluar berniat mengisi pengajian di kota Mukalla tanpa izin.

.
Akhirnya habib Abdulloh Assyatiri yg sangat terkenal Allamah dan Waliyulloh berkata :”Baiklah orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!!!”.

.
Di kota Mukalla, santri yang sudah terkenal Alim tersebut sudah di nanti nantikan para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di masjid omar Mukalla.

.
Singkat cerita si santri ini pun maju kedepan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

.
Allohu akbar !!! Ternyata, setelah membaca amma ba’du si Alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan kitab paling kecil sekelas Safinah pun tak mampu ia ingat sedikitpun….

.
Sontak dia tertunduk dan menangis.. para hadirin pun heran, “Ada apa ini???”,, akhirnya Salah satu Ulama kota mukalla pun menghapirinya dan bertanya; “Saudara mengapa begini??? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?”.

.
Dia menjawab : “Aku keluar tanpa izin habib dari pesantren.” 
Dia terus menangis , dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib..
Parahnya dia dengan sombong tidak mau meminta maaf!!. 

.
Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang perduli padanya, bahkan hidupnya setelah itu sangat miskin dan terlunta lunta dengan menjual daging ikan kering.
Dan di saat ia meninggal, ia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang.

.
​”Santri Yang Manfaat… Bukanlah Yang Paling Banyak Hafalannya, Yang Paling Bagus Penjelasan Kitabnya, Yang Selalu Juara Kelas….. Tapi Santri Yang Bermanfaat Adalah Yang Paling Hormat dan Taat Kepada Gurunya… dan Menganggap Dirinya Bukan Siapa-siapa Di Hadapan Gurunya…”​

.
Semga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah di atas.
Sumber : WA

​MAAF KAMI SHOLAT DULU…

Ada yang menarik di sudut warung PrekSu milik Ferry Atmaja di Jogjakarta. Kalo dari nama warungnya terkesan kayak “misuh/memaki” padahal enggak tuh.. PrekSu kepanjangan dari Geprek Susu. Jualannya ayam geprek selalu jadi jujugan mahasiswa kelaparan!

Murah…!

Nasi ambil sepuasnya..

Es teh bayar sekali, boleh nambah berkali-kali..
Kalau kamu ke Jogja tanya warung Preksu maka banyak yang sudah tau lokasinya dimana saja. 
Ketika 2014 lalu saya mewawancara Ferry di Radio Geronimo acara Kongkow Bisnis, dia bercerita kalau usahanya dimulai bener-bener tanpa riba. Gak pernah utang bank, tapi menggaet investor dari rekannya. Modalnya gak banyak, hanya 15 juta saja untuk bikin warung tenda. Kalau sekarang berkembang jadi 5 cabang dan selalu diserbu mahasiswa pasti ada rahasianya.. 
Saya pernah ke salah satu warungnya, dia sedang sholat berjamaah dengan karyawannya. Yang putra sholat bareng, yang putri jaga di depan, lalu bergantian..
Adzan… sholat!

Adzan… sholat!

Adzan… sholat!
Lho! Itu konsumen ditinggal begitu saja?
“Konsumen kami sudah paham mas, waktu sholat pelayanan akan melambat. Karena seluruh kru yang putra akan sholat jamaah duluan di masjid terdekat, naik motor barengan. Nanti 15 menitan mereka sudah siap melayani lagi…”

Kata Ferry..
Saya tertegun melihat pengumuman itu ditempel di dinding warungnya, dan bisa istiqomah dilakukan bersama..
Rejeki berkurang atau konsumen kabur Fer?
“Alhamdulillah enggak mas, rejeki kita sudah jadi hak Allah sepenuhnya, jatah kita gak bakal diambil oleh orang lain.. saya pegang itu mas. Dan saya yakin sepenuhnya pada janji ALLAH… kalau kita bertaqwa, maka ALLAH yang akan selalu mencukupkannya..”
Mereka juga memberikan keistimewaan ke konsumennya:

Yang puasa senin kamis buka makan gratis! 

Yang baca surat Al Kahfi di hari jumat makan minum gratisss!! Tanpa syarat.. hanya butuh kejujuran, begitu tulisnya! 
Masya ALLAH… 
“dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

[QS At Talaaq:3]
Banyak yang punya usaha kuliner pasang spanduk dimana-mana, baliho besar pun disewa, tapi kok pengunjungnya biasa, dan akhirnya gak bertahan lama.. 
Namun Ferry dan Preksu membuktikan bisa terus eksis jualan tanpa harus promosi heboh, rezeki tak tertunda.. 

karena mereka tak pernah menunda-nunda sholat ketika suara adzan telah bergema…
Oleh : Saptuari Sugiharto
Baarakallah pak Ferry Atmaja..

Semoga jadi contoh bagi kami. Belajar jadi pengusaha soleh dan mensolehkan.
Ricky Adrinaldi

One Day One Juz

Sumber : FB

ALLAH BAYAR SECARA TUNAI

_(Wajib baca kalau anda seorang anak manusia)_

dikisahkan oleh seorang ustadz  (kisah nyata) .
Satu hari saya pergi ke satu *Rumah Panti Jompo*. Seorang sahabat meminta bantuan agar saya dapat menyalurkan bantuan kepada orang miskin.
Saya belikan kain sarung, beli roti, dll, saya pun pergi ke Panti Jompo yg saya kenal, tak usah saya sebut namanya.
Saat sampai kendaraan kami di perkarangan Panti Jompo tsb, tiba-tiba ada seorang *ibu tua* berlari dari asrama (panti) mendekati saya.
_”Ye..ye.. Anak aku datang, anak aku datang,  senangnya anak aku datang..”_
Saya tak mengenal beliau siapa, ibu itu memeluk saya, dia cium saya.
Orang tua itu berkata..
_”Nak.. Kenapa tinggalkan ibu disini nak, ibu mau pulang.. Ibu rindu rumah kita..”_
Saya waktu itu.. hampir tak bisa berkata-kata,  Ya Allah.. Saya coba mengucapkan kata..
_”Bu…..’_
Saya pegang tanganya, saya lihat mukanya, dia bilang..
_”Sampai hati nak, kau tak mengaku aku ni ibu kau..”_
Bisa saya bayangkan, bagaimana perasan beliau begitu rindu pada anak nya, saya coba berpura-pura, seolah-olah saya anaknya, saya berkata..
_”Bu.. Maafkan saya ya..”_
Saya pegang tangannya, saya ajak duduk atas kursi, saya ambil roti, dan saya suapkan ke mulutnya. Tak terasa menetes air mata dipipi.
Mencoba bayangkan, hati seorang ibu yang rindu kepada anaknya, bila kita anaknya, mengambilkan sepotong roti, kita suapkan kemulutnya, bagaimana perasaan beliau? Bagaimana perasan kita?
Saya coba usap air matanya yg meleleh dipipi, dia pegang tangan saya, _Subhana Allah_.. Saya bisa merasakan bagaimana perasaan beliau yg begitu rindu kepada anaknya.
Saat saya hendak pulang, dia pegang kaki saya sambil berkata..
_”Nak.. Jangan tinggalkan ibu nak, ibu mau balik, ibu mau pulang..”_
Akhirnya saya minta izin dengan pihak pengawas panti di situ. 

_Melihat data beliau_ ternyata  *anaknya ada 5 orang*. Yang paling besar bergelar *Doktor*, orangnya memang kaya, punya nama besar, dan hebat orangnya.
Waktu saya izin pulang, dia pegang baju saya, dia bilang mau ikut saya pulang, saya bilang “di mobil ada banyak barang”, “tak apa kata ibu itu, saya duduk sama barang-barang, itu”.. 
Akhirnya saya izin ke pengelola panti untuk membawa ibu itu selama 5 hari saja.
Pulang ke rumah saya, Sholat Subuh saya jadi *Imam* dia makmum di belakang, saya baca doa, saya lihat air mata beliau jatuh. Selesai doa saya salami beliau, saya cium tangannya, saya bilang..
_”Bu.. Maafkan saya ya..”_
Waktu itu, saya tak membayangkan kalau ibu saya sudah meninggal, tapi saya bayangkan ibu ini adalah ibu saya, sebab dia rindu pada anak-anaknya.
Di *hari ketiga* di rumah saya, waktu Sholat Isya’, selesai doa saya salami beliau, dia lapisi tangannya dengan kain mukena-nya, dia salam.
Saya bilang..
_”Bu.. Kenapa ibu lapisi tangan ibu?, dua hari yg lalu ibu salam, ibu tak lapisi tangan ibu dengan saya. Kenapa hari ini ibu lapisi tangan?”_
Dia bilang..
“Ustaz.. Kau bukan anak saya kan..”_
_Subhanaallah_.. Tiba-tiba dia sebut nama saya *”Ustaz”*. Saya bilang..
_”Kenapa ibu panggil saya ustaz? Saya anak ibu..”_
Dia berkata..
_”Bukan.. Kalau anak saya dia tak akan seperti ini, kalau anak saya dia tak akan jadi *imam* saya, kalau anak saya dia *tak akan suap* saya makan..”_ 😥
Bayangkan sahabat-sahabat bagaimana perasaan ibu ini, spontan saya pegang dia, saya peluk dia, saya menangis, saya bilang..
_”Bu.. Walaupun bukan ibu saya tapi saya sayang ibu seperti ibu saya..”_.
Saya pegang tangan ibu ini.. Walaupun bukan ibu saya tapi saya tahu *hatinya sangat rindu dekat dengan anaknya*, waktu itu saya pandang wajahnya, saya bilang..
_”Bu.. Walaupun ibu saya telah tiada, tapi ibu boleh ganti menjadi ibu saya, ibu duduklah di sini..”_.
Saat makan, saya suapkan nasi ke mulutnya, dia muntahkan balik makanan dari mulutnya,
saya tanya..
_”Kenapa bu?”_
Tiba-tiba saya lihat wajahnya pucat, saya angkat dia, panggil ambulan antar ke rumah sakit.
Waktu di RS, saya angkat kepalanya dan saya rebahkan ibu ini, dia pegang tangan saya dia berkata..
_”Ustaz.. Kalau saya mati, tolong jangan beritahu sorang pun anak saya, kalau saya sudah mati, jangan beritahu mereka di mana makam saya, kalau mereka tau di mana kubur saya, jangan izinkan dia pegang batu nisan saya..”_.
saya pegang beliau saya berkata..
_”Bu.. Jangan ngomong seperti itu, bu..”_.
Isteri saya menangis di sebelah, anak saya menangis di sebelah memegang dia. Kami pegang dia..
_”Bu.. Jangan ngomong seperti itu, bu..”_.
Dia geleng kepala, rupa-rupanya itulah saat penghujung hayatnya, akhirnya dia pun meninggal di atas ribaan saya di rumah sakit itu.
Dia meninggal dalam pelukan saya, saya doakan *Ibu Hajjah Khalijah* ini ruhnya mudah-mudahan bersama _Salafusoleh_.
Sahabat, bila kita masih ada ibu tolonglah *taat* pada ibu kita, *jangan durhaka* pada ibu kita, *jangan tinggalkan dia* di Panti Jompo, saat ibu kita sakit kita *jaga* dia, *pijat-pijat kepala dan kaki* ibu kita..
sahabat-sahabat coba tanya ibu kita..
_”Bagaimana penderitaan ibu saat mengandung saya dulu? Bagaimana sakitnya ibu saat melahirkan saya dulu?”_.
Tanya ibu kita sahabat-sahabat sekalian.. Kalau kita tanya sudah tentu air mata ibu kita akan jatuh, karena itu sahabat-sahabat *suapkanlah makanan* pada ibu kita..
Sahabat-sahabat semua.. Selepas wafatnya ibu ini, ternyata berita kematiannya sampai juga kepada anaknya yang sulung, anak dia terus telefon saya..
Apa anaknya bilang pada saya..
_”Saya akan bawa anda ke pengadilan, Saya akan tuntut anda *telah membawa keluar ibu saya dari dari Panti Jompo*”_..
3 tahun dia titipkan ibunya di Panti, dia tak pergi lihat, sebab itu ibunya rindu *hingga ibu itu tak bisa membedakan saya dengan anaknya*..
Akhirnya saya tunggu, tunggu punya tunggu tidak ada kabar hampir setahun lebih. Saya pergi ceramah di *Masjid di daerah pecinaan*, selesai saya ceramah datang seorang lelaki memeluk saya.
Menangis dalam masjid, orang dalam masjid heran, ada apa ini, saya tanya pada dia..
_”Pak, ada apa ini? Ada masalah apa..?”_.
Dia berkata dalam keadaan menangis..
_”Ustaz.. Tolong kasi tahu di mana makam ibu saya ustaz? Tolong kasi tahu di mana kubur ibu saya?”_..
Saya bilang..

_”Kenapa hari ini baru tanya kubur ibu kamu?”_..
Dia bilang..
_”Tolonglah ustaz.. Saya mau jumpa ibu saya ustaz, sayalah orang yang bergelar  * doktor * yang mau menuntut ustaz saat itu.. Saya sekarang ini *sudah bangkrut* ustaz, *isteri saya mati* kecelakaan, *rumah disita* bank, *mobi mewah* saya *semua dah disita bank*, tinggal satu saja, motor tua itu..”_.
Saya berkata..
_”Saya bisa tunjukkan makam ibu kamu, tapi dengan *satu syarat*, kamu *jangan pegang batu nisan* ibu kamu..”_.
Sampai di pemakaman, tak sempat saya turun dari mobil, dia turun duluan, *saya lihat didepan mata saya sendiri* dia _*jatuh tersungkur tangan nya menjadi hitam, mulutnya tertarik sebelah*_ yang tadi awalnya tangan dan mulutnya baik-baik saja, sambil memanggil-manggil..
_”Ibu.. Ibuuu… Ibuuuu..”_.
Tiba-tiba saya angkat dia tak jauh dari makam ibunya _*belum sampai ke kubur ibunya, dia dah hembuskan nafas terakhir*_ disamping makam ibunya.. 
_Allahu Akbarrrrrrrrrrrrr…_
Mengucap panjang saya.. Allah SWT tunjukkan kepada saya, dikehidupan ini *balasan anak yang durhaka pada ibu dan ayahnya*.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran di luar sana, ambillah *iktibar* dari kisah di atas.
_”Dan apabila *mata ibumu sudah tertutup* maka *hilanglah satu keberkatan disisi Allah*, yaitu Doa.
Sumber : WA

Social Engineering


Sebulan lalu saya mengantar isteri ke sebuah gerai ATM kantor cabang bank langganan kami di Cinere untuk mengambil uang. Setiba di tempat tujuan, ia turun terlebih dahulu sementara saya memarkir mobil. 
Ketika saya menyusulnya masuk kedalam gerai ATM, saya lihat isteri saya tengah bercakap dengan dua orang lelaki yang tidak kami kenal. Saya menghampiri mereka diam-diam sembari mendengarkan percakapannya.
_”Jadi begini bu,”_ ujar salah seorang diantaranya. _”Saya mau transfer uang ke saudara, namun ATM saya ketinggalan. Saya cuma minta tolong ibu untuk mentransfer dua juta ke nomor rekening ini dan uangnya saya ganti sekarang juga, ini sudah saya pegang.”_
*”Wah maaf saya tidak bisa membantu Anda,”* sahut isteri saya.
_”Kenapa bu?,”_ tanya salah seorang diantara mereka dengan nada suara meninggi. _”Ibu tidak percaya kepada kami?”_
*”Ya, saya tidak percaya kepada kalian,”* sahut saya tegas sembari mendekati isteri. Kedua orang itu menoleh.
_”Bapak siapa? Tak usah campur tangan urusan orang pak.”_
*”Dia isteri saya. Kalian mau apa? Saya tidak percaya kepada kalian dan kalau tetap memaksa, akan saya suruh orang ramai diluar sana menangkapmu.”*
Mereka berdua tampak keder, kemudian bergegas keluar dan menyengklak motornya tanpa menoleh lagi.
-000-
Hari Selasa kemarin untuk suatu urusan, saya musti terbang ke Balikpapan. Seperti biasa saya selalu berangkat beberapa jam sebelumnya ke Bandara, untuk menghindari kemacetan. Saat saya hendak check in, orang yang sedang proses check in didepan saya tampak agak kebingungan dengan barang bawaannya. Cukup banyak sehingga melampaui batas yang diperkenankan. Ia kemudian menoleh ke arah saya dan berkata meminta bantuan.
_”Pak, saya lihat bawaan bapak sedikit,”_ katanya sembari menatap saya. _”Bisakah saya menitipkan kopor saya kepada Bapak?”_
Saya langsung menggeleng.
*”Maaf pak, saya tidak bersedia,”* jawab saya tegas.
_”Kenapa pak? Bapak tidak mempercayai saya?”_
*”Bagaimana saya percaya Bapak, kenal saja tidak. Pun jika ternyata bagasi bapak itu berisi barang berbahaya, nantinya di manifest terdaftar atas nama saya. Sayalah yang akan berurusan dengan polisi, bukan Anda.”*
_”Terus saya harus bagaimana?”_
*”Itu masalah Anda, bukan urusan saya. Lagipula masih ada solusinya kok, bayar saja kelebihannya.”*
Saya lihat counter check in sebelah kosong, petugasnya mengangguk kepada saya. Segera saya bergeser kesana, mengurus check in dan beranjak masuk ke lounge.
-000-
Itulah social engineering. Sebuah teknik untuk memanipulasi dan mengarahkan perilaku seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan kekuatan hipnotik bahasa, rasa rikuh pekewuh serta preferensi pribadi seseorang terhadap suatu isu. 
Sejalan dengan kian berkembangnya teknologi, teknik human engineering juga merembes kencang dalam dunia sosial media melalui berita-berita hoax. Oleh karena itu jangan heran jika dari tukang sampah hingga orang berpendidikan sangat tinggi, bisa terpengaruh karenanya.
semoga berguna 👍

Kata kata seperti ini:
“Bapak gak percaya dgn saya ?”
Biasa nya kita jadi sungkan krn takut menghina mereka lalu kita jawab:
“Bukan begitu…tapi…….”
Nah disaat itu, kita menempatkan diri dibawah mereka.
Seharus langsung jawab:
*”IYA…SAYA GAK PERCAYA KALIAN..”*

persis dalam cerita diatas. Mulai itu penjahat tahu kita bukan calon korban yg lemah.
_Tak perlu izin untuk men-share kalau anda rasa ini bermanfaat bagi org lain, supaya tdk menjadi korban_
Sumber : WA

Jejak Cinta -1

By. Ida Nur Laila
 “Ini buat Ummu Azka, bukunya sudah saya baca, isinya bagus. Tidak apa ya, bekas saya?”

Saya gerimis setiap kali ingat momen itu. Diatas sebuah mobil butut, saat saya berkesempatan mengantar beliau tahun 2003.

Buku putih itu sampulnya memang sedikit lecek, menunjukkan telah dibuka beberapa kali. Di bagian dalam ada beberapa coretan penandaan. Saya mendekapnya dalam dada dengan berbinar.
“Jazakillah Umi!”

Beliau memeluk saya erat. Kurasakan dekapan cinta sepenuh ketulusan. 

Segera saya menghatamkan buku itu. Segera pula saya menawarkan pada setiap orang untuk membacanya. Masa itu anak-anak saya masih kecil-kecil, buku itu menjadi sumber inspirasi parenting.
Buku itu menjadi istimewa, bukan hanya karena isinya, terlebih karena beliau yang menyerahkan ke saya dengan dua tangannya yang mulia. Tangan yang banyak menolong orang, di sekitarnya, bahkan hingga anak-anak Palestina. Sekiranya beliau masih ada, mestilah kita telah berangkat ke Rohingya.
Saya senang mendengar kalimat-kalimatnya. Selalu jelas, lugas namun menyentuh dasar hati pun logika.
_”Ibu-ibu, makanlah dengan logika, jangan makan dengan perasaan. Makanlah sambil mengingat bahwa ibu-ibu akan melahirkan peradaban, ibu harus sehat, kuat demi generasi terbaik yang ingin kita wujudkan. Kalau pakai perasaan, hamil mual-mual, enggak bakal masuk tuh, makanan.”_
Sejak itu, saya tak pernah lagi makan dengan perasaan. Saya makan dengan cita-cita, agar setiap bulir dan kunyahan yang masuk ke dalam tubuh, menjadi bahan amal sholih. Mungkin anak-anak yang sehat dan cerdas, mungkin energi yang membuat saya kuat berbuat untuk ummat, mungkin inspirasi untuk menggelar proyek kebaikan.
Dan saya tersedu kembali pada kerinduan yang dalam oleh senyumnya. Senyum yang meninggalkan jejak cinta di hati siapapun yang mengenangnya. 
_”Tersenyumlah, berbagilah hadiah, itu akan melunakkan hati dan menerbitkan cinta.”_

Lantas beliau mengutip beberapa hadis tentang senyum dan hadiah. 

Dua pesan diantara banyak pesannya yang selalu terngiang.
_”Peluklah anakmu, karena pelukan itu kontrol. Dari pelukan kita tahu status kebersihan anak. Dari pelukan kita tahu aroma nafas anak, kita tahu dia pergaul dengan siapa dari aroma rambutnya. Kita tahu dia sehat atau tidak. Dan kita tahu, dia sedang mengalami apa, sedang enak hati atau tidak. Sedang menyukai kita atau tidak.”_
Jejak cinta itu, menjadi inspirasi sepanjang hidupku, maka sayapun berusaha mengikuti jejaknya. 

Dialah perempuan _keempat_ yang kucintai setelah bunda Khadijah, ibuku dan mertuaku. Resonansi kasihnya telah mewarnai jiwaku. 
Tentang buku hadiah beliau, hingga lama kemudian, setelah berputar ke banyak tangan, buku itu menghilang. Saya tak tahu lagi, kemana harus melacaknya. 

Alhamdulillah saya mendapatkan cetakan ulangnya. Bahkan kini Wonderful agency menyediakan buku tersebut.
❤👞👢👡👠👟❤
Sumber : WA

Fokus Pada Langkah Kita

​Renungan Pagi:

Seorang wanita pergi ke kepala wihara dan berkata, “Bhante, saya tidak mau puja bhakti lagi disini.”
Bhante bertanya “Apa alasannya?” 
Wanita: “Saya liat di wihara ini perempuannya suka bergosip, laki2nya munafik,  kebaktiannya cara hidupnya tdk benar, orang-orang hanya melihat hp nya ketika puja bhakti; ini hanya beberapa dari banyak hal yg salah di wihara ini.” 
Bhante: “Baiklah. Tapi sebelum kau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi wihara tanpa menumpahkan setetes air sekalipun ke lantai. Setelah itu engkau bisa meninggalkan wihara ini seperti keinginanmu.”
Wanita: “Itu mudah sekali!”
Diapun melakukan apa yg dimintakan Bhante. Setelah selesai, dia berkata ke Bhante bahwa dia siap utk pergi. 
Bhante: “Sebelum kau pergi, ada 1 pertanyaan. Ketika kau tadi berjalan keliling wihara, apa engkau mendengar orang bergosip, melihat orang munafik, melihat orang memandang hpnya?” 
Wanita: “Tidak.” 
Bhante:”Engkau tau mengapa?” 
Wanita: “Tidak.” 
Bhante:”Engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak tersandung dan tidak ada air yg tumpah.”
Begitupun dgn kehidupan kita. 

Ketika kita mengarahkan pikiran :

• Kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan orang lain.

• Kita tidak akan punya waktu untuk menilai dan mengkritik orang lain. 

• Kita tidak akan punya waktu untuk bergosip ria dengan orang lain. 

• Kita akan menolong orang lain dan fokus pada langkah kita sendiri.
Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia..🙏😘🌹
Sumber : WA