Sahabat Yang Baik

=== Hadits ===
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu-anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu-alaihi Wasallam telah bersabda: Seorang hamba tanpa berfikir panjang mengatakan satu perkara yang karenanya dia akan terhumban ke neraka Jahanam lebih jauh dari jarak bumi dan langit. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim)

=== nasihat ===
Bakar bin Abdillah al-Muzani berkata: “Jika kamu melihat orang yang lebih tua, katakanlah: ‘Orang ini lebih dulu mendahuluiku dalam beriman dan beramal soleh, maka ia lebih baik dariku-. Apabila kamu melihat orang yang lebih muda, katakanlah: ‘Aku telah mendahuluinya dalam berbuat dosa dan maksiat, maka dia lebih baik dariku-. Dan jika engkau melihat sahabat-sahabatmu menghormati dan memuliakanmu, maka katakanlah: ‘Ini adalah keutamaan yang akan dihisab nantinya-. Sedangkan apabila engkau melihat sahabat-sahabatmu tidak menghormatimu, maka katakanlah: ‘Ini akibat dosa yang telah aku lakukan-.” (Shifatush Shafwah: 3/248)

BIAR GAK NYESEL KALO KONGKOW

Brothers & Sisters…

Sebagai anak muda tentunya kita selalu identik dengan ngumpul, kongkow dan nongkrong.

Dari cuma buat ngelepas stres sambil saling lempar joke-joke segar dan ngobrol ngalur ngidul bareng temen, atau mungkin emang untuk khusus bangun network dan ngomongin bisnis dan project..

Inilah aktualisasi diri anak muda, berusaha diterima di komunitasnya. Kalo ngga, nanti dicap kuper dan cupu. Namanya juga anak muda…

Tapi sebelum meluncur ke TKP ada baiknya kita membaca hadits berikut ini:

لا يجلس قوم مجلسا لا يذكرون الله عز وجل فيه ولا يصلون على النبي إلا كان عليهم حسرة يوم القيامة. رواه أحمد بسند صحيح

“Tidaklah sebuah kaum duduk di sebuah majelis dan mereka tidak berdzikir atau mengingat ALLAH dan tidak bersalawat kepada Nabi disana kecuali majelis tersebut akan mendatangkan penyesalan di hari kiamat untuk mereka” (HR. Ahmad dengan sanad yang shahih)

So Brothers & Sisters…jadikan mengingat ALLAH sebagai bagian dari rundown acara yang ada di setiap ngumpulnya kita

✏ Ust Muhammad Nuzul Dzikri

#ntms

Indahnya mempunyai sahabat yang baik….

🍃🍂🌿 Sahabat yang Baik

( Dari Perkumpulan Pelajar Hadits di Madinah,Saudi)

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻔﺎﺭﻭﻕ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ :

“ﻣﺎ ﺃﻋﻄﻲ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺑﻌﺪ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻧﻌﻤﺔ.. ﺧﻴﺮﺍﹰ ﻣﻦ ﺃﺥ ﺻﺎﻟﺢ، ﻓﺈﺫﺍ ﻭﺟﺪ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻭﺩﺍﹰ ﻣﻦ ﺃﺧﻴﻪ ﻓﻠﻴﺘﻤﺴﻚ ﺑﻪ.”

Umar Ibn Khathab radhiyallahu ‘anhu, berkata, “Tidak ada nikmat yg diberikan kepada seorang hamba setelah Islam yg lebih baik dari sahabat yg soleh, maka apabila salah seorang dari kalian telah mendapatkan cinta dari sahabat sholehnya, hendaklah ia menggenggamnya dgn kuat

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ:

” ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻟﻚ ﺻﺪﻳﻖ – ﻳﻌﻴﻨﻚ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ – ﻓﺸﺪ ﻳﺪﻳﻚ

ﺑﻪ؛ ﻓﺈﻥ ﺍﺗﺨﺎﺫ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ ﺻﻌﺐ ﻭﻣﻔﺎﺭﻗﺘﻪ ﺳﻬﻠﺔ ..”

Imam Syafi’i berkata,

“Apabila engkau memiliki sahabat yg mengingatkanmu pd ketaatan, maka genggamkanlah kedua tanganmu erat-erat kepadanya! karena mendapatkan sahabat itu sulit, sedang meninggalkannya mudah

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺼﺮﻱ :

ﺇﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻨﺎ ﻭﺃﻭﻻﺩﻧﺎ، ﻷﻥ ﺃﻫﻠﻨﺎ ﻳﺬﻛﺮﻭﻧﻨﺎ ﺑﺎﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺇﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﻳﺬﻛﺮﻭﻧﻨﺎ ﺑﺎﻵﺧﺮﺓ، ﻭﻣﻦ ﺻﻔﺎﺗﻬﻢ: ﺍﻹﻳﺜﺎﺭ

Hasan Al-Basri berkata,

“Kami lebih mencintai sahabat-sahabat kami dari istri dan anak-anak kami, karena keluarga kami mengingatkan kami akan dunia, sedang sahabat kami mengingatkan akan akhirat, dan diantara sifat mereka adalah itsar (melebihkan orang lain atas dirinya sendiri)

ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻘﻤﺎﻥ ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ ﻻﺑﻨﻪ :

ﻳﺎﺑﻨﻲ؛ ﻟﻴﻜﻦ ﺃﻭﻝ ﺷﻲﺀ ﺗﻜﺴﺒﻪ ﺑﻌﺪ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺃﺧﺎ “ﺻﺎﺩﻗﺎ”

ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻣﺜﻠﻪ ﻛﻤﺜﻞ ” :ﺷﺠﺮﺓ” ، ﺇﻥ ﺟﻠﺴﺖ ﻓﻲ ﻇﻠﻬﺎ ﺃﻇﻠﺘﻚ

ﻭﺇﻥ ﺃﺧﺬﺕ ﻣﻨﻬﺎ ﺃﻃﻌﻤﺘﻚ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﻨﻔﻌﻚ ﻟﻢ ﺗﻀﺮﻙ ..

Luqman yang bijak menasehati anaknya. Dia berkata,

“Wahai putraku..

hendaklah perkara pertama yg engkau cari setelah iman kepada Allah, adalah sahabat yang jujur. Sesungguhnya sahabat yg jujur itu seperti pohon yg rindang. Jika engkau duduk di bawah naungannya, dia akan menaungimu, jika engkau mengambil sesuatu darinya, dia akan mengenyangkanmu dan jika dia tidak bermanfaat bagimu, dia tidak mencelakakanmu

ﻣﺮﺽ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ ﻭﻻﺯﻡ ﺍﻟﻔﺮﺍﺵ، ﻓﺰﺍﺭﻩ ﺻﺪﻳﻘﻪ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﻤﺮﺽ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪ ﺃﺻﺎﺑﻪ

ﺍﻟﺤﺰﻥ … ﻓﻤﺮﺽ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺃﻳﻀﺎ

Satu hari, saat imam Ahmad -rahimahullah- menderita suatu penyakit yg menyebabkannya tdk dapat bangkit dari kasurnya, sahabat baiknya, imam Asy-Syafi’i -rahimahullah- datang menjenguknya. Ketika imam Syafi’i melihat kondisi penyakit yg dialami sahabatnya, beliau sangat bersedih hingga akhirnya beliau pun jatuh sakit.

ﻓﻠﻤﺎ ﻋﻠﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﺬﻟﻚ .

ﺗﻤﺎﺳﻚ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺫﻫﺐ ﻟﺮﺅﻳﺔ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ..

– ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺁﻩ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻗﺎﻝ :

ﻣﺮﺽ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻓﺰﺭﺗﻪ

       ﻓﻤﺮﺿﺖ ﻣﻦ ﺍﺳﻔﻲ ﻋﻠﻴﻪ

ﺷﹹﻔﻲ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻓﺰﺍﺭﻧﻲ

       ﻓﺸﹹﻔﻴﺖ ﻣﻦ ﻧﻈﺮﻱ إليه

Saat imam Ahmad mengetahui berita itu, beliau menguatkan dirinya dan segera pergi menjenguk imam Syafi’i ke rumahnya. Ketika imam Syafi’i melihatnya datang, beliau berkata,

“Saat sahabat baikku sakit, aku datang menjenguknya, hingga aku pun sakit karena kesedihanku akan keadaannya. Kini.. sahabat baikku telah sembuh dan datang menjengukku. Sungguh..saat ini aku pun telah merasa sembuh karena melihat keadaannya

ﺍﻟﻠﻬﻢ.. ﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﺍﻟﺼﺤﺒﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ..!

Ya Allah.. karuniakanlah pd kami sahabat-sahabat yg baik..!

ﺍﻟﻤﺤﺒﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ.. ﻧﻌﻤﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ.. ﻭﺍﻟﺘﻮﺍﺻﻞ ﻣﻊ ﺍﻷﺣﺒﺔ ﺃﻧﺲ ﻭﻣيسرة.. ﻫﻢ ﻟﻠﻌﻴﻦ ﻗﺮﺓ..

Saling mencintai karena Allah adalah karunia-Nya, dan saling menyambung hubungan dgn orang-orang yg dicintai adalah wujud kasih sayang yg memberi kemudahan.

Mereka adalah pelipur lara.. penyejuk pandangan..

ﻓﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺩﺍﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﺫﻛﺮ ﻫﻢ.. ﻭﺇﻥ

ﻏﺎﺑﻮﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻴﻦ ﻗﻠﻨﺎ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﺣﻔﻈﻬﻢ ﻭﺍﺭﻋﺎﻫﻢ

Semoga keselamatanlah.. bagi mereka yg selalu terkenang di hati. Sekalipun mereka jauh dari pandangan, kami akan selalu berkata,

“Wahai Rabb..! Jagalah dan peliharalah mereka

_______________________________

Dari Perkumpulan Pelajar Hadits di Madinah,Saudi

Kota Nabi 12 Shafar 1436H / 4 Des 2014

Sumber : broadcast wa

Advertisements

Muhasabah pagi

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nyamaka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (hartabenda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidakbernilai di hadapannya)

HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680)