IBU BEKERJA Vs. IBU RUMAH TANGGA

​Share Rangkuman Kajian Ahad Pagi
Oleh: Ustadz Bendri Jaisyurrahman
_Masjid Ukhuwah Islamiyah_

_Universitas Indonesia, Depok_

Ahad, 23 Juli 2017 
Rangkuman:
🌸 *Kita tidak bisa menghakimi sembarangan ibu yang bekerja,* karena terdapat beberapa situasi yang tidak bisa dipungkiri membuat seorang ibu harus bekerja. 

1. Seorang janda, yang harus menafkahi anak-anaknya. Apalagi di negara kita tidak ada santunan untuk janda.

2. Pos-pos profesi yang tidak bisa diisi lelaki demi kemaslahatan umat, seperti: dokter kandungan, perawat, atau (juga) guru. 
🌸 *Tidak ada satupun ulama melarang wanita untuk bekerja.* 

Perbedaan pendapat hanya terjadi pada lapangan pekerjaan apa saja yang boleh dirambah para wanita. (Syaikh Bin Baz fatwa 4167)
🌸 *Tiga syarat (minimal) pekerjaan untuk wanita:*
1. Pekerjaan itu pekerjaan yang disyariatkan

– jelas, tidak ada riba, tidak ada maksiat

– tidak “melayani” laki-laki 

– tidak melenggak-lenggok

– di tempat yang tidak bercampur baur dengan lelaki

– dsb
2. Memenuhi adab wanita muslimah

– pakaian syari

– cara bicara (tidak menggoda)

– tidak bersama laki-laki berdua dalam ruangan 

– tidak safar dengan bukan mahram

– dsb
3. Tidak mengabaikan kewajiban pokok sebagai isteri dan ibu

_ibu itu profesi utama, *bukan sambilan*_
🌸 *Wanita itu utamanya di rumah* 

Terdapat dalam Al-Ahzab ayat 33:

_”Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”_

_”Seorang wanita datang menemui Rasulullah SAW kemudian berkata: Wahai Rasulullah, laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad di jalan Allah. Apakah bagi kami kaum wanita bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah? Rasulullah menjawab: Barangsiapa yang tetap tinggal di rumah maka pahalanya sama dengan berjuang di jalan Allah.”_ (Ibnu Musayyab)
🌸 *Dalam hukum islam:*

Wanita bekerja itu boleh.

Tetapi kalau mau ambil peran utama, utamanya di rumah.

Wanita itu idealnya di rumah.

Tempat terbaiknya di rumah.
🌸 *Lalu yang bekerja, apakah buruk di hadapan Allah?*

Wanita, utamanya memang di rumah. Tidak di rumah, berarti tidak utama. *_Tidak utama bukan berarti (atau tidak sama dengan) hina._*

Yang utama, ibu di rumah.

Ibu yang bekerja, hina? Tidak.

Sebagiamana sabda Rasulullah:

_Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah dan pada keduanya ada kebaikan._ (HR. Muslim)

Jadi,

Orang yang kuat lebih utama daripada yang lemah.

Tetapi dua-duanya tetap baik hanya beda derajatnya. 
🌸 *Keutamaan dalam Islam ada syaratnya. Syaratnya gugur atau tidak dipenuhi, gugurlah keutamaannya.*

Ibu sudah di rumah? Penuhi syaratnya. Supaya dapat keutamaan.

Ibu di rumah, tetapi tidak dipenuhi syaratnya, ya tidak dapat keutamaan. 

Kita sering menemui Ibu yang di rumah tetapi malah sibuk dengan gadgetnya, bisnis onlinenya, sehingga sama saja tidak mengurus anaknya.
Jadi apa syaratnya?

🌸 *_”Nikahilah olehmu wanita yang wadud dan walud._* (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

*Walud: subur, bisa hamil/memiliki anak*

Wanita dapat keutamaan utamanya ketika memiliki anak, ketika bisa memberikan anak pada suaminya. 

Tetapi sebelum punya anak, ada sifat yang harus dimiliki wanita, 

*_Al-Wadud_*.

*Wadud = Mawaddah*

Berasal dari kata *Al-Wud*.

Wadud = untuk perannya sebagai ibu

Mawaddah = untuk perannya sebagai isteri

Sebagaimana kita tahu pengertian mawaddah adalah kecenderungan suami dan isteri untuk terus berdekatan. 

*Wadud adalah kasih sayang yang membuat anak mendekat.*

Jadi kata Ustadz Bendri:

_*Silakan bekerja, silakan berumah tangga, asalkan tetap buat anakmu terikat hati denganmu.*_
🌸 Jangan bangga ketika anakmu mampu melakukan sesuatu sebelum waktunya. Karena setiap amal ada waktunya, setiap waktu ada amalnya. Bisa jadi hal itu karena ibu gagal mengikat hati anaknya.

Pada usia 0 — 2 tahun, idealnya anak ingin selalu dekat dengan ibunya. Oleh karena itu, jangan sampai orang lain lebih sering dilihat oleh anak daripada ibunya.
🌸 *Indikator Ibu yang Al-Wadud:*

– Anak merasa bahagia ibunya di rumah, tidak suka keluyuran saat ibunya di rumah 

– Anak mampu bercerita pengalamannya apa saja (anak dan ibu tidak ada rahasia)
🌸 *MISI PERTAMA IBU: Mengikat hati anak.*

_”Sesungguhnya hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya.”_ (Majmu’ Al-Fatwa)
🌸 *KESIMPULAN*

_*Sebelum keutamaan dikejar, kejar dulu syaratnya, Al-Wadud. Asah terus itu Al-Wadud. Jauhi hal-hal atau pekerjaan yang mematikan Al-Wadud.*_
Demikian, mohon maaf jika banyak kekurangan. 

Semoga bermanfaat. 
Video kajian bisa diakses di Facebook Masjid Ukhuwah Islamiyyah UI.

👇🏻

fb.me/masjidui
Sumber : WAG

Advertisements

​MENGAPA KETIKA MARAH ORANG BERTERIAK DAN KETIKA BERCINTA BERBICARA DENGAN SUARA LIRIH?

Suatu saat seorang guru  berjalan dengan para muridnya, lalu mereka melihat  sebuah keluarga yang tengah bertengkar, dan saling berteriak.
Guru tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : “Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?”.
“Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak.” jawab salah satu murid dari mereka.
“Tetapi , mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelahnya?

Bukankah pesan yang ia sampaikan , bisa ia ucapkan dengan cara halus ?”. Tanya sang guru  menguji murid-muridnya.
Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.
Akhirnya sang guru berkata : “Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya. Karena jarak kedua hati semakin jauh”.
“Begitu juga sebalssali, di saat kedua insan saling jatuh cinta?” lanjut sang guru.
“Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara ke 2 hati sangat dekat.”
“Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?”, Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Pada Akhirnya, mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi.”
Sang guru memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut : “Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh”
ALLAHUMMA sholli ‘alaa sayyidina Muhammad ‘
Sumber : WAG

MUTIARA YANG DIBUANG..

​Bismillah….

Tadzkiroh bagi kita……

Semoga menjadi ibroh….
MUTIARA YANG DIBUANG..
Semoga tambah sayang dengan ibu kita…. 

Sepasang suami isteri kaya masuk rumah dan mereka mendapati ruang makan yang kotor dann terciumn aroma pesing.

Sementara di sudut meja makan nampak ibu tua sedang berusaha keras untuk bisa menyapu.
Dengan suara keras membentak ibu tua itu.

Suami : Ini pasti ulah ibu, kan?

Ibu ngompol di lantai ya? Lihat tuh, meja kotor dgn makanan yg tercecer, lantai juga ( marah n geram ) Waduuh, ibu…ibu !! 

Ini rumah atau gudang ?
Istri : Sudahlah pak, jgn bentak ibu seperti itu, kasian, ibu kan sudah tua

Suami: Tidak bisa begini terus menerus. Kalau tiba² ada tamu yg datang, apa  jadinya? Sebaiknya esok kita bawa ibu ke panti jompo. Saya akan bawa !

Istri: Jangan pak! Itu kan ibumu, masa’ dibawa ke panti jompo pak?
Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo, si suami benahi kamar ibunya.

Dibawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dgn kertas yg agak kuning kusam.

Dia tertarik krn koq ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku :

“Putraku buah hatiku”
Dia duduk lesu dan mulai membaca tulisan ibunya itu.

Diawali hari dan tgl lahir dia. “Aku melahirkan putra, biar terasa sakit n mandi darah, aku bangga, bisa punya anak”

Ya, aku bangga bisa berjuang tanpa suami yg mendahuluiku. Aku rawat dgn cinta, aku besarkan dgn kasih, aku sekolahkan dgn airmata, aku hidupi dia dgn cucuran keringat.
Kuingat, ketika kubawa ke klinik utk imunisasi, diatas angkot, dia nangis lalu kubuka kancing blus dan susui dia, aku tak malu, bahkan tiba² dia kencingi aku, biarlah. Tiba² dia batuk kecil, muntah n basahi rokku. Hari itu terasa indah bagiku, biarpun aku basah oleh kencing n muntahannya, aku tersenyum bangga sekali.

Kejadian itu terulang beberapa kali. Aku tak peduli apa kata org diatas angkot, asalkan putraku bertumbuh sehat. Itu yg utama bagiku.
Sambil baca, airmatanya  mulai meleleh turun, hati terasa perih, dada sesak.

Tiba² dia berteriak keras, meraung “Ibuuu…ibuu..”!! Sambil berdiri, setengah berlari ke garasi.
Istrinya kaget lihat ulah suaminya dan bertanya : “Kenapa pak, ada apa?”

Terisak dia jawab : “Aku hrs bawa kembali ibuku”.

Tiba² telpon berdering, diterima istrinya, lalu…. 

“Mohon ibu dan bapak segra dtg di panti sekarang ya”
Mereka buru² ke panti, saat masuk, nampak tubuh tua ibu sedang diperiksa dokter.

Si suami bertriak histeris sambil menangis “Ibuuu”! Ibunya lemah berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik sendu “Anakku…ibu bangga punya kamu, seluruh cinta kasih hanya buat kamu, nak… Maafkan ibu, i…ibu sa…yang..padamu!” Sang ibupun meninggal.
Anaknya meraung keras menangis “Ibuu….ibuu…. aku minta ampun buu…. aku durhaka sama ibuu.. ampun…ampuni aku bu. Ibuu…jangan tinggalkan aku bu. Anak macam apa aku ini, ampuni aku buu..”
Sobatku, masih adakah ibu dan ayah disisimu? Syukur ! Nilai apa yg terbersit dari kisah ini? Ingatlah Sobat :

> kegeraman mengantar kita “memeluk dosa”

> tindakan bodoh, membuat kita “merangkul durhaka”

> sikap ego, mendorong kita “mendekap nista”

> sesal yg terlambat, menarik kita “bergelimang keperihan”
Berpikirlah arif, bertindak dengan bijak, berucaplah kasih, hiduplah penuh hikmah.
Sumber : WAG

Akukah ibu yang buruk itu? 

​Bismillaah
Akukah ibu yang buruk itu? 
Jika aku pernah begitu kecewa saat anak dirasa tidak setaat yg diharapkan. 
Jika aku pernah sedemikian marah sehingga tanpa sadar membentak anak yang kesalahannya tidak sebanding dengan marah yang ia terima. 
Jika aku pernah serta merta menuduh mereka berbuat kebohongan tanpa mengecek hanya karena mereka pernah melakukan dusta di waktu sebelumnya.
Jika aku pernah membiarkan bayi menangis karena akupun sedang dalam keadaan menangis kecewa akan satu dan dua hal dalam hidup ini. 
Jika aku pernah tak menanggapi celotehan anak-anak karena lebih sibuk membalas chat seru dengan teman lama di whatsapp. 
Jika aku pernah membiarkan anak-anak menonton di jam yang biasanya dilarang karena aku lebih membutuhkan waktu tidur tambahan.
Jika aku pernah setengah hati menerima maaf anak-anak karena berprasangka buruk bahwa mereka pasti akan mengulanginya. 
Jika aku pernah tanpa sadar mencap buruk sifat anak sehingga mereka demikianlah adanya sesuai apa yang aku ucapkan. 
Jika aku pernah tersinggung saat disebutkan kekurangan anak-anak yang saat itu berlaku kurang adab di depan umum. 
Jika aku pernah merasa begitu galak dan menjaga jarak pada orang sekitar yang pernah berkomentar tak enak pada proses tumbuh kembang anak-anak. 
Bahkan aku merasa akulah ibu yang buruk itu,
Hanya karena aku pernah sedemikian lelah dan malas sehingga memasak nasi pun enggan dan memilih membeli masakan jadi.
Lalu, 
Jika memang aku ibu yang buruk lantas kenapa Allah masih memberi kesempatan?
Apakah itu artinya masih ada waktu untuk bertaubat dan belajar menjadi ibu yang lebih baik lagi?
Amanah ini memang bukan main-main. 

Tapi dalam berproses memang tidak selamanya mulus. 
Beberapa kali kita tersandung,  lalu bangkit. 

Tersandung lagi,  lalu bangkit lagi. 
Berpeganglah hanya pada Pemilik amanah-amanah tersebut. 

Dan meminta petunjuk hanya padaNya. 
Mungkin kita memang perlu sesekali merasa menjadi ibu yang buruk,  agar introspeksi mau terpacu memperbaiki diri, tapi bukan untuk stress dan mengutuki diri.
Bukankah Allah ciptakan manusia sebagai tempat khilaf,  tapi Allah paling mencintai hambaNya yang mau bertaubat dan memperbaiki diri?
Mereka memang kerap membuat kita sangat kelelahan,  Allah jadikan mereka ujian,  tapi besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. 

Mereka pun memang akan terbentuk sesuai dengan apa yang kita tanam,  maka tanamkan yang baik-baik agar menuai aneka kebaikan. 
Jadikanlah selalu sabar dan shalat sebagai penolong.

Janji Allah yang dijamin kebenarannya. 
Semoga Allah senantiasa bimbing kita menjadi ibu yang solehah 😇
Barakallaahu fiik

*Copas Bunda kaska*
Sumber : WAG

SEBAB Emak – Emak Gampang GEMUK

Dulu saat belum menikah banyak perempuan yang hampir tak pernah memikirkan diet. Mau makan sebakul badan tetap segini-gini aja, sampai-sampai aku berfikir mungkin aku terlahir untuk tetap kurus dan nggak bakal bisa gemuk, yess!!
Ternyata kenyataan tak seindah bayangan, setelah menikah dan hamil, berat badanku ternyata bisa mengembang hampir 50%, we O we! Baiklahhh, ternyata gemuk itu adalah potensi yang bisa terjadi pada hampir semua perempuan.
Lalu aku bertanya pada Bapak Presiden dan Bapak Kapolri yang terhormat, kenapa mamak-mamak itu seperti sudah tertulis dalam suratan takdir untuk mengembang laksana adonan kue yang di uleni fermipan?
Dan jawabannya adalah..
Karena menjadi seorang istri berarti harus siap menjadi bantal yang empuk untuk suami dan anak-anak, agar kenyamanan dirumah tak tergantikan dengan apapun diluar sana.
Pun seorang ibu harus tahan banting, banyaknya tugas dan peran yang harus dilakukan menuntut fisik untuk membuat benteng pertahanan berupa lemak-lemak lembut yang akan melindungi tubuh dari berbagai macam benturan benda tajam dan gesekan,  😂😂😂
Banyaknya aktifitas ibu akan membuatnya cepat sekali merasa lapar, mandiin anak, masak, nyuapin, nganter sekolah, belanja sayur, ngegosip mikirin tetangga (eh), mikir uang belanja bulanan yang nggak pas dan harus pas, serta kegiatan lain yang menguras tenaga, emosi jiwa raga, gimana nggak laper cobaaaa? 😅
Belum lagi proses kehamilan yang membuat badan tak lagi seindah iklan WRP *emang pernah? :p

Bayangkan, melewati proses kehamilan 2-3 kali dan berharap badan tetep langsing seperti semula? Helaaaw, balon elastis yang abis ditiup aja ngondoy! Untung badan ini bikinan Allah, coba kalau KW made in China, sudah bocor sana sini kali ya.. Ahahahhah😂
Oh ya, pernah denger istilah “emak nggak boleh sakit? ” nah itu juga alasan kenapa mamak-mamak nggak boleh kurus, kalau kurus nanti gampang sakit (kata emak gue 😆), jadi gampang masuk angin dan kurang tangguh 😎
Juga keharusan untuk memasak yang sudah selevel wajib militer babang-babang artis korea, membuat para istri tau betul bagaimana perjuangan memasak dan kerepotannya. Belum lagi pembagian anggaran memasak yang bikin migren siang malem, bikin nggak bisa tidur karena harus memikirkan besok masak apa. Rencana yang terbayang adalah beef teriyaki tapi apa daya anggaran mengatakan untuk masak orek tempe dan ikan teri 😅

Karena itulah, kami sangat sayang jika ada makanan yang terbuang, “daripada nggak dimakan, mending mamak yang habiskan” 

Ini nih.. Iniiih, apalagi makannya tengah malem menjelang tidur 😂😂😂
Jadi ya gaes, beban hidup itu sudah berat, dan jangan ditambah berat dengan memikirkan badan yang bertambah berat, halahhh mulek 😅
Kalau ada yang nanya berapa berat badanmu? Jawab aja 45 kg, sisanya?? Inner beauty 😆😆😆
Silakan share!
Sumber : WAG

PUBER KE 2

​RESUME KULWAP RKI KOTA BEKASI , ahad 14 MEI 2017
Tema : PUBER KE 2, Bagaimana Pandangan syariah Islam dan cara mengatasinya untuk ketahanan keluarga
Bersama ; Ustadzah Dra Herlini Amran MA
Pengantar : 
Islam tidak mengenal puber kedua, yg ada adalah konsep Baligh. Sebagaimana tujuan penciptaan manusia adalah Beribadah kepada Allah swt, maka usia dimulainya perhitungan setiap amal, dimana manusia sudah diberikan beban syariat untuk di amalkan dalam kehidupan (mukallaf) adalah pada usia Baligh.

Selain konsep Baligh, Islam juga memberikan perhatian secara khusus usia 40 tahun (apakah diusia ini yang disebut masa puber kedua menurut konsep psikologi, wallohu a’lam) , yang jelas sebagai umat Islam cukuplah konsep Islam yg telah memberikan panduan dan arahan komplit dalam kehidupan di dunia ini wa bilkhusus kehidupan didalam rumah tangga.
Berbicara tentang ketahanan keluarga, tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja, ketika ada permasalahan yang terjadi antara suami istri kemudian langsung di vonis sebagai ‘mengalami puber kedua’ apalagi kebetulan pasangan tsb saat itu  berusia sekitar 40 tahunan.
Disini sy memisahkan pembahasan tentang ketahanan keluarga disatu sisi dan adakah puber kedua didalam Islam. Tema ketahanan keluarga tidak kita bahas detail, hanya sekedar bahan evaluasi saja bagi pasangan yang akan dan telah menikah untuk melihat sejauh mana kekokohan keluarga mereka dapat dipertahankan dalam kehidupan berumahtangga didunia ini, apakah pasangan mereka hanya berkeluarga di dunia saja, tidak bersama-sama di akhirat, atau mereka menginginkan pasangannya juga berkumpul bersama-sama juga di akhirat nanti.
Oleh karena itu mari di cek keluarga masing2,  apa tujuan kita berkeluarga? Keluarga seperti apa yg kita harapkan?, lantas pola hubungan seperti apa yg ingin kita lakukan, keluarga ini mau dibawa kemana?, apa hal2 yg penting bg kita sebagai sebuah keluarga, bagaimana pola komunikasi yg akan kita jalankan dlm kehidupan berkeluarga ini? Apa sebenar nya prioritas tinggi dari tujuan berkeluarga kita?
Ringkasnya klg akan kokoh bila memiliki visi dan misi hidup yg benar. Keluarga tsb memiliki komitmen keislaman yg kokoh dan persepsi yg utuh ttg rumah tangga(bhw rmh tangga punya tugas kolektif untuk merealisasikan nilai2 Islam dlm rmh tg unt kemudian di transfer kan  kepd masyarakat.   

 Secara spesifik usia 40 th disebutkan dlm al Qur’an yaitu pd QS. 46:15.

Itulah sebabnya para ulama memberikan perhatian yg besar terhadap usia 40 th.
Asy Syaukani mengatakan jika sdh masuk usia 40 th maka harus banyak berdoa seperti  dalam QS 46:15.
Dlm ‘Bahrul Maurud’ Abd Wahab bin Ahmad Asy Sya’ban menjelaskan : bila umur sdh 40 th, siap2 melipat kasur yang dan selalu ingat setiap tarik nafas, bahwa kita sedang menuju akhirat. 

Jadi usia 40 th adalah usia matang, usia dimana seseorang meningkatkan rasa syukurnya pd Allah dan ortunya, meningkatkan amal sholih nya agar dpt menjadi teladan yg baik pd anak2nya, usia yg menjadi titik tolak dan memperbarui taubat pd Allah atas dosa  kesalahan atas kufur nikmat selama ini..
*PERTANYAAN 1 :*
Bagaimana jika ada terjadi, ada seorang suami justru (seperti memanfaatkan istilah puber 40th), dgn  berprilaku atau berbicara kearah polygami.

bagaimana menyikapi nya,& menghadapi kondisi psikologi suami jg,( yg sprti nya usia 40 ada yg semakin kekanak2an, gayanya.)

kbtln ada teman akhwat suaminya yg usianya sdh 40th lbh, skrg srg membahas polygami.
_Jawab :_
di usia 40 th biasanya manusia telah mencapai puncak kehidupannya baik dr segi fisik, intelektual,  emosi dll nya, itu disatu sisi, disisi lainnya, rumah tangga yg sdh dibina bertahun2 tentu mengalami titik jenuh …Maka para ulama salafi sholih menganjurkan mereka yg berusia 40 th kurang atau lebih untuk membaca doa 46:15
رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

  “Ya Rabbku , tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”(QS Al-Ahqaf: 15)
Do’a tersebut perlu dibahas bersama. Sehingga konsep syukur itu lebih didahulukan penyebutannya. Ketika orientasi bergeser, maka terbukalah pintu dunia, bukan berarti dilarang poligami. Memang ada Yg mengatakan life began at forty,

Tapi perlu diingat kematian memanggil kita kapan saja tanpa perlu tanda-tanda, Itu tergantung bagaimana menterjemahkannya, benar jika kehidupan yg dimaksud adalah upaya untuk mendekatkan diri pad Allah dengan sebenar-benarnya. Tapi bagaimana memberikan  konsep pemahaman itu kepada suami..jika suami nya lebih pandai berdalil.

Apakah yg hrs dilakukan istri..sikap atau pelayanan apa? untuk menguatkan hubungan suami istri. Biasanya suami gengsi jika diberi tahu oleh istri…

Bukan masing-masing sibuk dengan urusan nya masing-masing karena anak-anak sudah pada besar. Ketika anak-anak sudah besar, sebagai istri kita upayakan Kebersamaan dengan suami semakin ditingkatkan.

Artinya, pola komunikasi semakin intensif menjaga Ruhiyah suami sangat penting munculnya keinginan tsb krn pergaulan yang heterogen.
*PERTANYAAN 2:*
“Assalaamu’alaykum…Ustadzah saya mau nanya….

Ada seorang wanita yg bercerita bhw ia sangat mencintai suaminya tetapi di saat yg sama dia msh menyimpan rasa kpd pria di masa lalunya..

Bagaimana Islam memandang hal ini? Batasan seperti apa yg dibolehkan / dilarang?
_Jawab :_

Menyimpan rasa kepada pria diluar suaminya tsb spt apa?

Biasanya ini adalah Godaan syetan, yg tdk suka manusia harmonis dlm berubah tangga

Ada istilah tulul amal. Bahkan yg parah, saat jimak dengan suami, yg dibayangkan adalah pria masa lalunya tsb panjang angan2, maksudnya syetan membuatnya msh teringat dg masa lalu nya. Na’u zubillah. Dalam kaca mata Islam, selain krn godaan syaitan, ini bisa jg msk dlm kategori kurang beriman kepd Taqdir (salah satu dr rukun iman).

Jika iman kepada Taqdir yg telah Allah tentukan pd dirinya, maka tdk ada ruang untuk pria lain di hatinya. Jika dia teringat dg pria tersebut, cepat2 ta’awwuz
*PERTANYAAN 3 :*
“Assalamu’alaykum bu Herlini, apakah masa kecil yg kurang mendapat perhatian dan kasih sayang yg semestinya dari orang tua akan mempengaruhi kematangan seseorang di kemudian hari?seperti org yg harusnya tambah umur tambah dewasa, ini malah  kekanak2an…cuek, semaunya sndiri dan egois
_Jawab :_
Tidak selalu.

Memang pola asuh berperan sgt penting pada pertumbuhan anak. Nilai-nilai keislaman dan keimanan dpt membuat seseorang tsb menjdi matang, lebih memahami hakikat kehidupan, bahkan bertekad untuk tdk mengulangi kembali masa lalunya yg krg mendptkan kasih sayang, dia tdk ingin anaknya mengalami hal yg serupa dg dirinya. Nah pendamping hidup berperan penting dalam hal ini.
Lihatlah bagaimana sorang Muhammad saw, yatim sejak kecil, mendptkan kasih sayang istri tercinta. Mestinya hasil dari proses Tarbiyah, dpt membuat ssorg memiliki kepribadian yg matang
Peran orang terdekat (selain ortu) sgt membantu perubahan pd diri seseorang. Jd sikap krg dewasa, kekanak2an tdk bisa dijadikan pembenaran, dikarenakan kurang perhatian dr  kedua ortu.
Proses tarbiyah mampu merubah seseorang. Jika Rasulullah saw sedemikian Subhanalloh kepribadiannya dan akhlaknya, sbb Allah lgs yg mentarbiyah dirinya saw (addabani Rabbi fa ahsana ta’dibi)
*PERTANYAAN 4 :*
“Assalaamu’alaykum Ustadzah,
Dalam Islam memang tidak ada puber kedua.

Namun ada kecenderungan manusia yg enggan disebut tua yg relevan dg ketidak berdayaan.

Barangkali itu yg menyebabkan seseorang, khususnya laki2 memunculkan perilaku atau sikap tertentu dengan harapan masih dianggap “muda / mampu dan masih cukup “menarik.”
Bagaimana cara meyakinkan orang lain atau pasangan bahwa itu bukan cara yg tepat;  utk menunjukkan bahwa tua itu bukan sesuatu yg horor scr fisik maupun psikis.?
Atau menjadi tua itu sesuatu yg harus dikhawatiri sehingga harus melakukan ini dan itu yg sifatnya utk menyangkal ke *tua* an?”
Syukron….

Jazakumullah ahsanal jaza
_Jawab:_
Kembali lagi kepada masalah orientasi hidup, menarik apa yg dikatakan oleh Ibnu Abbas ra : “Barangsiapa mencapai usia 40 th dan Amal kebaikan nya tdk mantap dan tdk dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap siap ke neraka
Masalahnya kita hdp di era skrg ini banyak godaan, coba cek amaliyah yaumiyah kita masih jalan kah?
Alwajibat aktsar minal auqot,  .. kewajiban lebih banyak dari waktu yg tersedia
Namun bukan berarti tidak bisa mendaptkan hidayah kan ustadzah? Atau seseorang masih mungkin berubah setelah 40 th kan?
Suami istri perlu duduk bersama dlm merumuskannya
Masalah terbesar kita adalah sulit duduk rapat bersama suami untuk merumuskan dan mengevaluasi visi misi keluarga, tapi sangat antusias rapat-rapat untuk acara yg bersifat temporer. Lebih Banyak kewajiban drpd waktu yg dimiliki .
Dan apakah mungkin itu terjadi krn menomor duakan keluarga?
Bisa saja seorang  menjadi baik setelah 40 th. Keluarga juga menjadi yang salah satu kewajiban yg harus diutamakan
*Penutup*
Bagi yg akan berusia 40 th atau sdh melewatinya , maka perbyk lah berdoa dg doa tsb 46:15, dipahami bersama dengan pasangan hidup kita, shg hari hari yg kita lewati bersama penuh dg rasa syukur pd Allah dan pd ortu, bisa mendidik anak shg menjdi solih dan muslih, berorientasi memperbanyak amal ibadah yg di ridhoi Allah, senantiasa memperbaharui tobat pd Allah atas segala dosa dan kelalaian yg pernah dilakukan, smg ketika mengakhiri hidup dpt diakhiri dg keindahan, yaitu husnul khotimah wallohu a’lam Wassalaamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Sumber : broadcast wa

MENGUBAH KONFLIK JADI CINTA

Materi  Seminar Pasutri
Oleh : Cahyadi Takariawan,S.Si Apt

Ahad 24 April 2017 M /27 Rojab 1438 H

Tempat : Mayang Convention Hall
🌹Menikah….tidak cukup hanya berbekal Cinta.

Menikah harus berbekal niat,motivasi yang lurus untuk Beribadah.

Bisa jadi sebelum menikah belum atau tidak ada rasa Cinta dengannya.

Namun ketika engkau sudah menikah…,engkau harus terus belajar menumbuhkan Cinta itu, hingga tidak ada alasan lagi untuk berhenti Mencintainya…

💞SubhanAlloh Indahnya…😘
🌹Ada 5 Tahap Kehidupan Pernikahan…

Tahap 1 Romantic Love

Tahap 2 Dissapointment or Distress

Tahap 3 Knowledge and Awareness

Tahap 4 Transformation

Tahap 5 Real love
🌹Tahap 1 (Darling I Love You Now)

Adalah tahapan pernikahan yg penuh dg Keromantisan Cinta, keindahan,gelora cinta yg menggebu

Semua terasa indah dan bahagia asal selalu berdua…:)😘😘

Kisaran waktunya sekitar 3-5 tahun.

Jadi ketika ada orang yg berpacaran 3 atau sampai 5 thn…begitu mereka menikah…Tahap Romantic Love nya sdh Lewaat..

Yg ada adalah tahap ke 2 dimana saling melihat Realita yg ada..saling kecewa…marah..menyalahkan…

Itulah Hikmahnya mengapa dalam Islam tdk ada Pacaran sebelum nikah…Yg ada adalah Pacaran sesudah nikah…

Supaya bisa benar” melewati tahap Romantic Love secara halal dg puas…

SubhanAlloh…💞
🌹Tahap 2 ( Ko ternyata begitu?)

Pada tahap ini suami istri mulai melihat realitas” hidup yg sesungguhnya,mulai melihat Cela pada pasangan,saling menyalahkan,marah,kecewa.

Ada kekagetan tertentu yg tdk mereka duga atau tidk mereka bayangkan sebelum pernikahan.

Kaget dg kepribadian, karakter, sifat, sikap, prilaku dan kondisi lainnya.

Ini tahapn yg menentukan…

Usahakan jangan berlama lama pada tahapan ini.

Hanya kita yg bisa mengeluarkan diri dari tahapan ini…
Contoh sederhana yg bs jadi konflik/ masalah…(saya dan suami sampai td tahan menahan tawa..lucu… karena itu dialami…)

;):):)
Seorang suami yg mempunyai kebiasaan ngorok/ mendengkur ketika tidur…di tahap 1…itu tdk menjadi masalah…malah mungkin ngoroknya suami terdengar seperti nada” atau irama Cinta…;)

Tapi ketika itu hadir ada pada tahap 2…hal sepele itu bs jd bahan pertengkaran dn jd konflik yg besar….
🌹Tahap 3 (Oh…Kamu seperti itu ya?)

Pada tahap ini mulai saling Memahami karakter dan kepribadian masing”.

Contoh kasusnya ngorok suami…sudh tdk jd masalah lagi..Sdh faham dan menerima…ya itulah keadaan suami saya….;)

Malah mungkin akan merindukan dengkuran itu di saat suami tdk ada di sisi kita…
🌹Tahap 4 (Aku semakin membutuhkanmu)

Pada tahap ini sdh ada kematangan hubungan.

Tumbuh rasa membutuhkan…

Timbul sikap saling menghargai,menghormati..

Berusaha membahagiakan pasangan..

Ada pemahaman yg menyeluruh dlm mensikapi perbedaan atau konflik yg terjadi…
🌹Tahap 5 (Aku mencintaimu seperti apapun dirimu)

 Chemistry kesejiwaan sdh benar” terwujud secara nyata.

Menyatu di kedalaman Cinta yg sejati…yg menyatukan hingga maut menjemput…

SubhanAlloh….

Kehidupan mereka akan dipenuhi keceriaan,kebahagiaan,kemesraan,keintiman dan kebersamaan dg pasangan…

Bahkan akan terasa seperti pengantin baru lagi….

Kembali merasakan Jatuh Cinta lagi…

Masya Alloh…indahnya….😘😘😘
🌹💖🌹 Kata Kunci

💖Nikmati masa Romantic Love seoptimal mungkin.

Upayakan memperlama masa ini agar kalian bisa mendapatkan kebahagiaan dalam waktu yg panjang

💖Lalui tahap ke 2 secepat mungkin…agar terhindar dari keadaan yg tdk menyenangkan..bahkan kegagalan pernikahan

💖Berusaha bersungguh sungguh memahami dan menerima pasangan.

Hal ini membuat tahap 3 dan4 berjalan mulus dan bersambung tidak terputus…

🌹🌹💖💖💖🌹🌹
💔KONFLIK

Konflik tdk datang secara tiba tiba…

Ada proses dan tingkatan…

1.💔Konflik ada di bathin atau perasaan,dipendam dlm hati dan fikiran

Ada ketidakcocokan,ketidaknyamanan, tp tdk muncul dalm ucapan,sikap atau tindakan…
2. 💔Konflik sudah sama” diketahui,sdh tampak di permukaan dan mulai timbul percekcokan,pertengkaran dan perlawanan
3.💔 Konflik sdh berupa tindakn fisik..tamparan,pukulan bahkan mungkin dg senjata tajam.
💞Cara Menghindari dan Menyelesaikan Konflik
💞Deteksi sedini mungkin konflik di tingkt pertama, agar segera mencari jalan keluar

Jangan berlarut larut.

Keluarlah pada level pertama konflik

💞Bila sudah mulai merasakan konflik…jangan menjauh dari pasangan…

Mendekatlah…komunikasi…diskusi…

Jarak fisik anda bisa menandakan jarak psikologis yg sedang terjadi…
💞🌹💞Akhirnya…

🌹Yu berusaha selaraskan perbedaan…

🌹Mengalah…

🌹Masalah?selesaikan…lupakan…
💞Yu Rubah Konflik Jadi Cinta…

💞🌹💞Selamat Jatuh Cinta Kembali…dg pasangan kita…

💞Mencintainya selamanya…sampai maut menjemput….

SubhanAlloh….!

💞🌹🌹💖🌹🌹💞
(Ditulis kembali oleh emmier sutisna 2442017/2771438)
Sumber : broadcast wa