Surat Perpisahan

| Surat Perpisahan |

Sahabat,
Aku akan pulang…
Sudah hampir sebulan bertamu namun seringkali aku ditinggal sendirian.

Walau sering dikatakan istimewa namun perlakuanmu tak luar biasa.

Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh…

Alquran hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonan.

Shalat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.

Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan.

Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.

Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Sahabat, aku seperti tamu yang tak diharapkan. Hingga, sepertinya tak kan menyesal kau kutinggalkan.

Padahal aku datang dengan kemuliaan, seharusnya tak pulang dengan kesiaan.
Percayalah,
Aku pulang belum tentu kan kembali datang, sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkan.

Masih ada 5  hari kita bersama,
Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pulang…
“Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang akan dipertanggungjawabkan dengan panjang”.

Bumi Allah, 25 Ramadhan 1436H
Sahabatmu,

Ramadhan

#Rabbana semoga kemuliaan Ramadhan kali ini masih bisa kami dapatkan….
Aamiin.

Sumber : broadcast line

Advertisements

KINI…… RAMADHANKU DIPENGHUJUNG SENJA

KINI…… RAMADHANKU DIPENGHUJUNG SENJA

Bismillah…
Sahabat….

Tak lama lagi kita akan berpisah dengan bulan ramadhan..

Laksana bahtera,
kini ia perlahan mulai mengangkat jangkarnya dan bersiap untuk berlayar..

11 bulan lamanya dia akan meninggalkan kita..

Untuk kemudian berlabuh di hati-hati orang-orang yang beriman..

Ibarat sang surya, perlahan ia mulai tenggelam bersama mega merah di ujung ufuk..

Yang jelas ia masih disini..
Dia belum berlayar ataupun tenggelam..

Untukmu yang selama ini telah mengisi hari-harinya dengan beragam kebaikan, maka sempurnakan amal ibadahmu disisa waktu yang ada.

Namun bila sebaliknya, maka perbaikilah amalanmu sebelum ia pergi berlalu…

Ingat sahabatku…
amalan itu dinilai pada akhirnya.

DI dalam kitab Jâmi’u Al ulum wal hikam Ibnu Rajab menukilkan sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Abu Nuaim -rahimahullah-. Beliau mengisahkan:

Suatu kali Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seseorang.

Beliau lantas bertanya kepadanya: “Berapa umur anda?”.

“Enam puluh tahun”, jawab laki-laki itu.

“Kalau begitu sejak enam puluh tahun yang lalu anda sudah berjalan menuju Allah, dan perjalananmu hampir saja tiba.”

“Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn”, ujar lelaki itu.
“Apakah anda tahu maknanya?”
Tanya Fudhail.
Lelaki itu menjawab: “ya, saya tahu.

Saya adalah hamba Allah dan hanya kepada-Nya saya akan kembali.”
Fudhail lalu menasehatinya:

ﻳﺎ ﺃﺧﻲ، ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﺃﻧﻪ ﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪ، ﻭأنه ﺇﻟﻴﻪ ﺭﺍﺟﻊ، ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻣﻮﻗﻮﻑ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻳﻪ، ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺍﻧﻪ ﻣﺴﺌﻮﻝ، وﻣﻦ ﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ مسئول ﻓﻠﻴﻌﺪ ﻟﻠﺴﺆﺍﻝ ﺟﻮﺍﺑﺎ”

“Wahai saudaraku…

Barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah dan hanya kepada-Nya ia kembali,

hendaknya dia juga menyadari bahwa dia akan berdiri di hadapan-Nya dan akan ditanya (oleh-Nya).

Dan barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya akan ditanya maka hendaknya ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut.”

Laki-laki itu pun menangis lantas bertanya kepada Fudhail:
“lalu apa yang harus aku perbuat?”
“Mudah”, jawab Fudhail. “Apa? Semoga Allah merahmatimu.
” Tanya laki-laki itu lagi.
Fudhail menasehatinya lagi:

ﺗُﺤﺴﻦ ﻓﻴﻤﺎ بقي، ﻳﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻚ ﻣﺎﻗﺪ ﻣﻀﻰ ﻭﻣﺎ بقي، ﻓﺈﻧﻚ ﺇﻥ ﺃﺳﺄﺕ ﻓﻴﻤﺎ بقي ﺃُﺧﺬﺕ ﺑﻤﺎ ﻣﻀﻰ ﻭﻣﺎ بقي

“Berbuat baiklah disisa umurmu, niscaya Allah akan mengampuni apa yang telah lalu dan yang masih tersisa dari umurmu Namun bila engkau berbuat keburukan pada apa yang masih tersisa niscaya engkau akan dihukum atas apa-apa yang telah lalu dan yang masih tersisa darimu.

Sekali lagi….
Senja belum berlalu…
Jangkar bahtera juga belum lagi terangkat…

Apa yang kau tunggu…
Bergegaslah…

Lepaskanlah kepergian tamu yang mulia ini dengan amalan terbaik..

Agar imanmu bersemi sepanjang tahun…

Hingga ia kembali dan melabuhkan hikmahnya pada hatimu ditahun yang akan datang…

Sungguh kerugian yang besar bila ramadhan berlalu dan kita tidak termasuk hamba yang diampuni.

Rasulullaah shallallahu alaihi wasallam bersabda
:
رغم أنف رجل ذكرت عنده فلم يصلّ عليّ , ورغم أنف رجل دخل عليه رمضان ثـمّ انسلخ قبل أن يغفرله , ورغم أنف رجل أدرك عنده أبواه الكبر فلم يدخل الجنّة

“Celakalah seseorang yang bila namaku disebut disisinya namun ia tidak membaca shalawat untukku,

Celakalah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan kemudian ia berlalu sebelum ia diampuni.

Dan celakalah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya telah menginjak usia lanjut lalu tidak menyebabkannya masuk surga.”
(HR. at-Tirmidzi & Ahmad)

Ketahuilah sahabat… ramadhan pasti bertamu, namun kita belum tentu akan bertemu.

Semoga Allah mengaruniakan “Akhir yang baik ” untuk Ramadhan dan usia kita…

||Gorontalo 23 Ramadhan 1436 H
||ACT El-Gharantaly

Sumber : broadcast wa

10 Hari Terakhir

😭😭😭😭😭😭😭

Surat Perpisahan.

Saudaraku,
Aku akan pulang…
Sudah 22 hr bertamu namun seringkali aku ditinggal sendirian.

Walau sering dikatakan istimewa namun perlakuanmu tak luar biasa.

Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh…

Alquran hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonan.

Shalat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.

Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan.

Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.

Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Saudaraku, aku seperti tamu yang tak diharapkan. Hingga, sepertinya tak kan menyesal kau kutinggalkan.

Padahal aku datang dengan kemuliaan, seharusnya tak pulang dengan kesia-siaan.
Percayalah, Aku pulang belum tentu kan kembali datang, sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkanku.

Masih ada 6 hari kita bersama,
Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pulang…
“Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang akan dipertanggungjawabkan dengan panjang. Saudaramu,
Ramadhan 1437 H

Sumber : broadcast wa

KUALITAS KITA ADA DI ‘SESI PENUTUP’

قال ابن رجب رحمه الله تعالى :
يا عباد الله  إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل ولم يبق منه إِلّا قليل  فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام ومن فرط فليختمه بالحسنى
                                    
Berkata Ibnu Rajab rahimahullah : “Wahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan ini akan segera pergi dan tidaklah tersisa waktunya kecuali sedikit, maka siapa saja yang sudah berbuat baik di dalamnya hendaklah ia sempurnakannya dan siapa saja yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia menyudahinya dengan yang  terbaik”                                                                                              
قال ابن الجوزي رحمه الله :
إن الخيل إذا شارفت نهاية المضمار بذلت قصارى جهدها لتفوز بالسباق، فلا تكن الخيل أفطن منك! فإن الأعمال بالخواتيم، فإنك إذا لم تحسن الاستقبال لعلك تحسن الوداع…
                                    
Al-Imam Ibnu Al-Jauziy rahimahullah berkata :                    
“Seekor kuda pacu jika sudah berada mendekati garis finish ia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan, maka jangan sampai kuda lebih cerdas darimu..  Karena sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya.. Untuk itu,  jika  kamu termasuk dari yang tidak baik dalam penyambutan, maka semoga  kamu bisa melakukan yang terbaik saat perpisahan”             

وقال ابن تيمية رحمه الله :
العبرة بكمال النهايات لا بنقص البدايات.
                                    
Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :                    
“Yang akan menjadi ukuran adalah kesempurnaan akhir dari sebuah amal, dan bukan buruknya permulaan…”            

وقال الحسن البصري رحمه الله :
أحسن فيما بقي يغفر لك ما مضى، فاغتنم ما بقي فلا تدري متى تدرك رحمة الله…
                                                                         Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :                    
“Perbaiki apa yang tersisa bagimu,  maka Allah akan mengampuni atas apa yang telah lalu, maka manfaatkan sebaik-baiknya apa yang masih tersisa, karena kamu tidak tahu kapan rahmat Allah itu akan dapat diraih”      

Yaa Allah jadikanlah sebaik-baik amalanku adalah pada penutupannya.
                                       
  بارك اللّٰه فيكم وتقبل الله منا ومنكم

Selamat menikmati hidangan Allah Swt yg terbaik di “Malam 10 hari trakhir” semoga Allah takdirkan  keberuntungan di akhir perjalanan”
Taqobbalallaahu minna waninkum taqobbal yaa kariim”

Referensi Target Harian Di Bulan Romadhon

QUOTES OF THE NIGHT

Ust. DR. Amir Faisol Fath

1. Tahajud
2. Akhirkan saur
3. Sholat sunah fajar sblm subuh
4. Subuh jamaah di masjid
5. Dzikir pagi
6. Tilawah 1juz
7. Sholat Dhuha
8. Nafkah halal
9. Hindari bohong (meski bercanda),ghibah,khurafat(porno)
10. Sedekah/sedekah buka puasa
11. Silaturahim (minimal sms saudara/teman)
12. Mengajak kawan/saudara kebaikan
13. Istigfar 100x
14. Tasbih 100x
15. Dhuhur jamaah di masjid (laki2)
16. Asar jamaah di masjid (laki2)
17. Dzikir sore
18. Doa sblm buka(waktu yg mustajab)
19. Segera berbuka(sunah dg kurma/air putih)
20. Maghrib berjamaah(laki2)
21. Tilawah 1juz
22. Isya jamaah di masjid(laki2)
23. Tarawih
24. Hadiri majlis ilmu
25. Itikaf
26. Baca hadist (minimal 5 hdist)
27. Baca Al Quran terjemahan
Semoga bermanfaat menambah semangat beribadah di bulan Ramadhan.

❗❗Awas Pencuri Bulan Ramadhan❗❗

🐾  TV.
Ini merupakan pencuri yang berbahaya, yang bisa merusak puasa orang orang dan mengurangi pahala, seperti film sinetron dan iklan murahan.

🐾 Pasar.
Ini juga merupakan pencuri spesial dalam menghabiskan uang dan waktu tanpa batas. Oleh karena itu tentukan belanjaanmu begitu pergi ke pasar.

🐾 Begadang.
Pencuri yang mengambil waktu yang palimg berharga. Pencuri yang mengambil sholat tahajud dari seoramg hamba di sepertiga malam terakhir, dan mencuri kesempatan untuk istighfar serta taubat.

🐾 Dapur.
Pencuri yang banyak mengambil waktu yang panjang untuk membuat beragam jenis masakan, berupa makanan dan minuman. Hampir-hampir semuanya tidaklah lewat di mulut, kecuali sejenak saja.

🐾 Handphone.
Sebagian orang hanya sekedar menjawab panggilan masuk. Bisa diserang dengan dosa berupa ghibah, namimah, dusta, memuji diri atau orang lain, membeberkan rahasai, berdebat tanpa ilmu, ikut campur urusan orang, dan sebagainya dari kesalahan-kesalaham mulut yang banyak yang juga merupakan majlis yang kosong dari dzikir.

🐾 Kikir.
Sedekah akan melindungimu dari neraka, dan sebaik-baik sedekah adalah di bulan Ramadhon; maka bersedekahlah secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.

🐾 Majelis yang kosong dari mengingat Allah. Pencuri ini adalah yang mempersiapkan bagimu penyesalan di hari kiamat. Nabi shallaalhu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah suatu kaum bermajelis, tidak mengingat Allah dan tidak juga bersholawat kepada Nabi mereka kecuali mereka meninggalkan penyesalan. Bila Allah mau maka Allah akan menyiksa mereka, kalau hendah Allah mengampuninya.”

Adapun pencuri besar adalah FACEBOOK atau WHATSAPP apabila tidak digunakan dengan benar dalam kebaikan dalam menyambut tamu yang berharga ini (Ramadhon)
Aku wasiatkan diriku dan kelalaian untuk bersiap siap menyambut bulan mulai ini; kalaulah Anda mendapatinya pada tahun ini, maka belum tentu Anda dapatkan pada tahun yg akan datang.

Ust. Zainal Abidin,  L.C.
والله أعلم بالصواب

Sumber : broadcast wa

Kunci Kesuksesan Umat Islam

Di zaman yan modern ini di media massa sering timbul berita-berita yang negatif baik nasional maupun internasional. Oleh karena itu, pentinglah kita melapangkan empat pokok. Empat pokok kesuksesan umat Islam, yaitu :
– Subhanallah
– Alhamdulillah
– Laa illaha ilallah
– Allahu Akbar

Artinya :

1. Orang Islam yang sibuk mengotak-atik kekurangannya sendiri sehingga apabila ada orang yang lebih baik atau maju maka kita tidak akan iri. Introspeksi diri merupakan kunci keberhasilan.

2. Kita bisa menerima kritikan-kritikan dan saran sehingga kita mengetahui kekurangan diri kita sendiri tetapi apabila sebaliknya (arogansi) berarti ia ingin dipuji, ingin lebih baik.

3. Senantiasa sering memuji Allah, mengaggungkan Allah, keyakinannya selalu bertambah apabila ia mendengar 4 pokok itu. Seperti padi makin berisi makin merunduk, makin banyak ilmu makin rendah hati.

Apabila kita sering mengamalkan 4 pokok itu insya Allah tidak akan terjadi tauran, mencuri, dll. Sering-seringlah kita berbaik sangka janganlah berburuk sangka sehingga membuat dosa kita lebih banyak karena berburuk sangka itu adalah dosa. Sibuklah dengan mengintrospeksi diri sendiri sebelum mengkritik atau melihat orang lain.

Bpk. Zaenal
Masjid Al Musyawarah

Menghafal Al-Qur’an

Yang mendorong agar kita bisa menghafal Al-Qur’an :
1. Niat menginginkan menghafal Al-Qur’an
2. Usaha

Cara mempertahankan hafalan Al-Qur’an :
1. Selalu diulang-ulang
2. Selalu di tes

Apabila kita malas untuk menghafal Al-Qur’an, yaitu dengan membaca bacaan agar kita terdorong. Tempat yang baik untuk menghafal Al-Qur’an adalah di masjid.

Cara menghafal ada dua bagian :
1. Deduktif : membaca satu ayat dulu lalu diulang-ulang
2. Induktif : beberapa baris dibaca diulang-ulang

Oleh K’Ia Mufti
Di Masjid At-Taqwa