Metode TES

​Bismillah walhamdulillah. Washalatu ‘alannabiyyina Muhammad ibn Abdillah

Laa haula walaa quwwata illa billah
Alhamdulillah Bapak/Ibu sekalian. Allah pertemukan kita di grup ini. Grup Metode TES

Semoga pertemuan ini mengingatkan kita akan surga

Dan menjadikan kita penghuninya. Aamiin
Bapak/Ibu yg Allah Muliakan

Metode TES merupakan metode yg memperbaiki interaksi kita dg Al Quran

Kalau ada yg diperbaiki, berarti ada yg rusak
Yg rusak adalah, interaksi kita dg Al Quran

Cirinya ada 2 : 

1. Tilawah jarang khatam tiap bulan

2. Tidak hafal Al Quran
Sebabnya juga dua :

1. Merasa Al Quran penting, tapi ada yang lebih penting

2. Merasa Al Quran bermanfaat, tapi menghabiskan waktu
Lalu, Metode TES hadir dg memperbaiki dua hal :

1. Pola fikir

2. Pola Interaksi
Sampai hari ini, Metode TES sudah digunakan oleh ± 3.000 orang dalam dan Luar Negeri

Metode TES hadir dg rangkaian Tilawah dan Tahfizh. 
Waktunya sbb :

2013 : Quantum Tilawah Metode TES

Peserta yg mengikuti training ini, bisa tilawah 2-10 Juz/ hari TANPA mengganggu aktivitas

2014 : Materi training Quantum Tilawah Metode TES kemudian dibukukan, setelah diaplikasikan pada 1.000 orang dalam dan luar negeri

2014 : lahir Rumah Tahfizh TES, hafal 30 Juz dalam 5-6 tahun TANPA PR menghafal

Saat ini sudah ada 111 Rumah Tahfizh TES tersebar di Bandung, Cimahi, Jakarta, Bogor dan Riau. Total ada 2007 peserta
Mengenai ini bisa japri langsung
Lalu bagaimana Metode TES mampu mengingatkan tilawah 2-10 Juz per hari?

Ada 3 rumus :

PD – AM2 – 10/120
Ketiga rumus ini berkaitan, tidak boleh ditinggalkan

Bobotnya :

PD : 50%

AM2 : 30%

10/120 : 20%

Perhatikan bobotnya
Yg lebih besar itu adalah PD

Sedangkan yg kemarin sy sampaikan 10/120 hanya 20%

Karena PD kaitan dg pola fikir, dan memperbaiki nya bisa berbulan-bulan
Rumus ini sederhana, tapi harus nurut

PD itu percaya diri

AM2 : Anti Malu dan Menunda

10/120 : tilawah 10 menit per 120 menit
Jadi, untuk memperbaiki tilawah kita perlu ketiga rumus ini 

*PD – AM2 dan 10/120*
Memperbaiki PD, adalah dengan memperbaiki pemahaman kita tentang Al Quran

PD, adalah merasa yakin bahwa kita bisa tilawah 2-10 Juz per hari TANPA ganggu aktivitas sehari-hari

Bisakah? Kenyataannya bisa
Sy udah aplikasikan rumus ini ke 3.000 orang, dan berhasil

Apa sih masalah kita selama ini dg tilawah? Sibuk? Masih ada yg lebih sibuk

Utsman bin Affan RA, seorang sahabat yg juga ulama, pengusaha dan khalifah, Khatam Al Quran setiap pekan

Imam Syafii, ulama dunia yg jamaahnya banyak, KHATAM setiap hari, sehari sekali khatam

Sedangkan kita, belum jadi pemimpin negara, tilawah udah belepotan
Sedangkan kita, baru punya jamaah 100 orang saja, tilawahnya ga khatam-khatam
Kenapa demikian, karena kita lupa Al Quran itu apa

Karena tidak paham, Al Quran kita anggap penting, tapi ada yg lebih penting

Saat harus tilawah dan melakukan hal lain pada waktu bersamaan, kita pilih meninggalkan Al Quran
Pemahaman itu adalah :

1. Al Quran sebagai Huda (petunjuk)

2. Furqan (pembeda)

3. Syifa (Obat)
Kenapa butuh petunjuk? Karena ga tau jalan

Jalan kemana? Jalan ke surga

Lalu dimana petunjuknya ? Al Quran

Lalu, bagaimana memperbaiki PD?
Ada 3 rumus memperbaiki PD :

1. Perbaiki niat

2. Perbanyak istighfar

3. Perkuat doa
Perbaiki niat, bahwa tilawah ini untuk kita, agar tidak tersesat

Nanti sudah cape hidup di dunia, dengan segala beban yg ada, ternyata salah jalam

Maka perbaiki niatnya
Perbanyak istighfar, karena ketidakmampuan kita tilawah bisa jadi sebab dosa yg kita lakukan

La yamassuhuu illa muthahharuun (Tiada yg menyentuhnya kecuali orang yg suci)

Itu Firman Allah di surat Al Waqiah
Perkuat doa, karena kita belum pernah berdoa sungguh-sungguh agar bisa khatam tiap bulan atau tiap pekan

Kalau ga didoakan, berarti tidak penting

Maka kuatkan doa, kalau kita anggap Al Quran penting
Oke itu PD
Sekarang rumus kedua, AM2 (Anti Malu dan Menunda)

Dimana tempat yg tidak boleh tilawah?

Dimana tempat yg tidak boleh tilawah?
Banyak mana, tempat yg tidak boleh tilawah dg tempat yg boleh tilawah
Bolehkah tilawah di kendaraan umum, angkot, bus, kereta, pesawat?

Bolehkah tilawah do restoran, sambil menunggu makanan datang?

Bolehkah tilawah di tempat menunggu teman?

Bolehkah tilawah dikelas?
Banyak tempat yang boleh, lalu kenapa tidak dilakukan, karena malu

Padahal malu dalam kebaikan itu salah
Atau menunda, nanti juga bisa tilawah, padahal tidak juga

Lalu apakah rugi tilawah cuma 10 menit atau 1 menit?
Saya pernah hitung, bahwa tilawah 10 menit itu berarti :

4 halaman

10 menit : 4 halaman

1 halaman : 15 baris

10 menit : 60 baris

1 baris : 40 huruf

10 menit : 60 x 40 : 2.400 huruf yg kita baca

10 menit berarti 24.000 kebaikan yg kita dapat
Jumlah yg cukup besar

Kalau faham ini, kita takkan tinggalkan tilawah meski 10 menit

Atau bahkan cuma 1 menit, berarti 2.400 kebaikan kita dapat
*Maka segera tilawah dg AM2*
*Rumus ketiga adalah 10/120*

Tilawah 10 menit tiap 120 menit (2 jam)

Jaga tilawah 10 menit tiap 2 jam yg kita punya

Jaga tilawah 10 menit tiap 2 jam yg kita punya
Rubah pola interaksinya

Rubah pola tilawah hanya bada maghrib atau bada subuh

Jadikan tiap 2 jam kita tilawah 10 menit

Jadikan tiap 2 jam kita tilawah 10 menit
Mulai jam 6 terus sampai jam 6 kembali

Rencanakan agenda tilawah setiap 2 jam
Rencanakan agenda tilawah :

06-08

08-10

10-12

12-14

14-16

16-18

18-20

20-22

22-24

24-02

02-04

04-06
Inilah ketiga rumus Tilawah Metode TES

PD-AM2-10/120

Semoga bermanfaat.

*-BANG JEMMI-*

Founder metode TES
Sumber : broadcast wa

Bayi Tertukar. Sungguh Al Quran Sudah Punya Jawaban

Dua orang ibu di Amerika sama-sama melahirkan di waktu yang sama, yang satu melahirkan anak laki laki dan yang lain melahirkan anak perempuan.
Disebabkan kesalahan para perawat, mereka tidak tahu siapa yang melahirkan bayi laki laki, dan siapa yang melahirkan bayi perempuan.
Maka dilakukanlah cek darah untuk menentukan DNA, ternyata hasilnya begitu mirip (antara kedua ibu tadi). Hal ini membuat para dokter semakin bingung, sedang kedua ibu tadi terus ngotot masing-masing mengaku dialah yang melahirkan bayi laki laki, yang jelas para dokter memberi tahukan hal ini ke pihak yang bertanggung jawab di rumah sakit itu.
Sesampainya kabar itu pada pihak yang bertanggung jawab di RS itu, mereka langsung mengatakan: 

*”Tidak ada yang bisa memecahkan masalah ini kecuali hanya orang-orang Islam”*, akhirnya mereka menghubungi salah satu ikhwah (saudara muslim) di Saudi, maka terjadilah dialog seperti ini :
Orang Amerika : _*”Bukankah Anda mengatakan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya (di dalam Al Quran)?”*_
Muslim : _*”Benar”*_

Maka dikisahlanlah kepada Muslim tersebut tentang apa yang terjadi.

 Kemudian Muslim tadi berkata, 

*”Jalan keluarnya sangat mudah….”*

*Ambilah beberapa tetes air susu dari masing-masing ibu tersebut. Maka susu yang paling banyak mengandung nutrisi, itulah ibu yang melahirkan bayi laki-laki. Sedang susu yang mengandung lebih sedikit nutrisi, maka dialah ibu yg melahirkan bayi perempuan”*
Maka para dokter pun mengambil sampel susu dari kedua ibu tersebut, mereka pun melakukan pengecekan. Dan benarlah ternyata mereka dapatkan perbedaan, dan akhirnya tahulah mereka siapakah ibu yang melahirkan bayi laki-laki, dan yang melahirkan bayi perempuan.

Hal ini sesuai dengan firman Allah

 

للذكر مثل حظ الأنثيين

_*”..Bagi seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan..”*_ 

(QS An Nisaa: 11).
SubhanAllah
Peristiwa ini juga memastikan bahwa sejak dlm kandungan laki2 dan perempuan itu berbeda dlm substansi nutrisinya, karena jumlahnya di dalam air susu ibu saja jumlahnya 1 banding 2.

========
_*Inilah Bukti kebenaran Al Quran*_
Selama ini pengertian kita hanya soal warisan.. Ternyata lebih dr sekedar warisan.. 
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya…..
Sumber : copas fb bun Nurul Hidayati

​MENGAPA KITA SERING “CAPEK” DI DUNIA INI…?

Beginilah al-Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya……
(1). URUSAN Berdzikir (Sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”
“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah : 9)
(2). URUSAN Melakukan Kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”
“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS. Al-Baqarah : 148)
(3). URUSAN Meraih Ampunan, perintahnya adalah “Bersegeralah!”
“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…” (QS. Ali Imron : 133)
(4). URUSAN Menuju Allah, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”
“Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada ALLAH.” (QS. Adz-Dzaariyat : 50)
(5). TAPI… URUSAN Menjemput Rizki (Duniawi), perintahnya HANYALAH “Berjalanlah!”
“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.” (QS. Al-Mulk : 15)
Semestinya kita memahami, kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan CUKUP BERJALAN saja.
Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena MALAH berlari mengejar dunia yang seharusnya CUKUP DENGAN BERJALAN..
Ya Allah, bimbinglah kami…!
Wallaahu a’lam bish shawwab..

Sumber : broadcast wa

Wahai Anakku…

By KIKI BARKIAH 

Ketika ummi membaca berita tetang wajah-wajah anak negeri yang begitu memilukan, hati ummi masih tetap optimis menatap masa depan saat mengingat dan melihat ada segelintir pemuda yang hari ini sedang menyibukkan diri untuk menghafal Al-Quran. 
Ketika ummi membaca tentang bencana pornografi di negeri ini dimana 92 dari 100 anak kelas 4, 5 dan 6 di negeri ini telah terpapar pornografi bahkan sebagian diantara mereka mengalami kerusakan otak, hati ummi masih tetap optimis menatap masa depan saat mengingat para penghafal Al-quran yang menyibukkan pandangan mereka dengan ayat-ayat Allah dan menjaga mata mereka dari kemaksiatan pandangan. 
Ketika ummi membaca berita tetang semakin banyaknya pemuda-pemudi yang terjerumus dalam pergaulan bebas, bahkan anak-anak seusia sd mengalami musibah hamil di luar nikah, hati ummi masih optimis menatap masa depan karena ada segolongan kecil pemuda penghafal Al-quran yang sedang menyibukkan diri untuk mempelajari agama Allah. 
Ketika ummi melihat semakin maraknya anak-anak yang menghabiskan waktu senggang mereka dengan bermain games online, bahkan sebagian diantara mereka membolos dan duduk di warnet sepanjang hari, hati ummi masih optimis menatap masa depan karena ada segelintir pemuda penghafal Al-quran yang senantiasa menjaga diri mereka dari kesia-siaan. 
Ketika ummi melihat semakin marak pemuda-pemudi dengan gaya hidup hedonisme yang bersenang-senang dengan menghamburkan harta orang tua mereka, hati ummi masih optimis menatap masa depan karena ada segolongan pemuda yang hidup dalam kesederhanaan tengah menyibukkan diri menghafal Al-Quran demi mempersembahkan jubah keagungan bagi para orang tua mereka kelak di surga.
Ya…. harapan itu masih ada, sebagaimana Rasulullah SAW menjanjikan bahwa pada akhirnya dunia ini akan kembali damai dan sejahtera saat islam kelak memimpin dunia. Harapan itu masih ada karena ada kalian yang hari ini tetap berada dalam jalan kebaikan meski dunia pada umumnya bergelimpangan kemaksiatan.
Namun anakku…..

Ummi ingin menyampaikan bahwa jumlah kalian sangat sedikit. Kalian adalah orang asing yang tetap baik di tengah lingkungan yang buruk. 

Maka kelak akan ada sebuah generasi yang penuh kerapuhan dan kebobrokan menjadi tanggung jawab yang dipikul diatas bahu-bahu kalian.
Wahai anakku….

Maka menghafal Al-Quran saja tidak cukup. Ini hanyalah sebuah bekal dasar yang akan menguatkan kalian berjuang memimpin dunia ini menuju kebaikan.
Wahai anakku para penghafal Al-Quran….

Negeri kita, negeri Indonesia tengah berada dalam kondisi yang sangat buruk. Kekayaan kita habis dikeruk dan digali tetapi tak banyak memberikan kesejahteraan bagi para penduduknya. 

Ketidakmampuan kita untuk mengolah secara mandiri menyebabkan harta kekayaan kita dikelola oleh campur tangan asing. 

Namun sayangnya, kekayaan alam itu lebih banyak mensejahterakan pengelolanya dibanding mensejahterakan negeri ini secara lebih merata. Gunung emas kita di papua dikeruk, tetapi hasilnya tak mampu menghilangkan bencana kelaparan di setiap penjuru negeri ini. Gas bumi di negeri kita mengalir keluar, namun tak sepenuhnya membuat rakyat semua sejahtera dan mudah membeli sumber energi. Minyak bumi dan sumber energi lainnya hampir habis, tapi hasilnya tak juga mampu membuat semua anak negeri ini mengenyam pendidikan yang baik. Laut kita begitu luas namun ikan-ikan di negeri kita banyak dicuri, bahkan kekayaan ikan kita tak mampu membuat negeri ini terbebas dari becana gizi buruk.
Wahai anakku para penghafal Al-Quran.

Kepada siapa lagi kami menitipkan negeri ini di masa depan? Kepada mereka yang hari ini sibuk nongkrong di warnet? Atau kepada mereka yang hari ini sibuk bercengkrama di warung kopi sambil mengisap rokok atau shabu-shabu? Kepada siapa lagi kami menitipkan negeri ini di masa depan wahai anakku para penghafal Al Quran? Kepada mereka yang memenuhi klub malam? Atau kepada mereka yang menyibukkan diri menonton sinetron? Kepada siapa lagi kami menitipkan negeri ini? Kepada mereka yang otaknya telah rusak karena pornografi? Atau kepada mereka yang hari ini tengah sibuk berpacaran? Kepada siapa lagi wahai anakku, kami menitipkan negeri ini? Kepada mereka yang belajar demi nilai-nilai indah dalam rapot mereka? Atau kepada mereka yang hanya sibuk mementingkan kesuksesan diri?
Wahai anakku….. negeri ini kehilangan banyak generasi peduli. Ghirah mereka mati, dengan kesibukan sekolah dari pagi hingga sore hari. Kepedulian mereka hilang, karena asiknya bermain games online perang-perangan. Jangankan mereka sempat berfikir tentang nasib umat muslim di sebagian belahan bumi, atau rusaknya bangsa ini karena budaya korupsi. Bahkan untuk peduli tentang kebutuhan diri mereka harus selalu dinasihati. Lalu kepada siapa lagi kami titipkan masa depan negeri ini? Sementara jiwa pejuang “merdeka atau mati” yang membuat negeri ini memerdekakan diri semakin hilang di hati para santri. Kepekaan para santri dalam beberapa dekade ini dikebiri sebagai bagian dari rencana konspirasi. Mereka begitu takut!!! Mereka begitu terancam jika jiwa para santri bergelora seperti jaman perang kemerdekaan dulu. Mereka berencana sedemikian rupa agar santri berada dalam zona aman saja. Mengajar mengaji, menghafal Al-quran dan mengajar agama saja. Sementara mereka berjaya dengan penuh kuasa, mengatur ekonomi dengan semena-semena.
Wahai anakku para penghafal Al-Quran!!!!!

Keluarlah dari masjid, mushola dan mihrab kalian saat Al-Quran telah tersimpan dalam dada. Pergilah engkau mencari ilmu diseluruh penjuru dunia dan jadilah engkau para ulama. Seagaimana ulama-ulama di masa dulu mengerti agama dan pemahamannya berbuah menjadi karya nyata yang bermanfaat untuk umat manusia. 

Wahai anakku para penghafal Al-Quran, masalah ummat ini tak mampu di bayar dengan Al-Quran yang hanya disimpan dalam dada sendiri saja. Pergilah engkau dan masuklah dalam setiap peran kekhalifahan di muka bumi ini. Jadilah sngkau penguasa adil dan pemutar roda perekonomian dunia. Bila tidak engkau yang memainkan peran dalam panggung dunia, maka mereka yang tak paham agama yang akan memainkannya. 

Relahkah engkau membiarkan Al-Quran yang tersimpaan dalam dada sekedar menonton panggung dunia?
Wahai anakku… para penghafal Al-Quran!!!

Keluarlah!!! Keluarlah dari masjid, mushola dan mihrob kalian saat Al-Quran telah tersipan dalam dada. Agar dunia ini dipimpin oleh segolongan kecil pemuda yang luar biasa. Lipatgandakan kekuatan kalian hari ini sebelum engkau memimpin dunia. Karena pemuda-pemuda kebanyakan di masa kini adalah PR-PR mu di masa depan nantinya. Keluarlah anakku… setelah Al-Quran tersimpan dalam dada. Jadilah engkau pejuang yang merealisasikan nubuwat Rasul-Mu bahwa kelak islam akan memimpin dengan manhaj ala Rasulullah sebelum kiamat tiba. Anakku… jadilah engkau salah satu pejuangnya!
ALLAHU AKBAR!!!!!
Parung Bogor 7 Okt 2016
Sumber : broadcast wa

​MUHASABAH TAHFIZH 

1. DULU, ayat bertemu dengan hati yang gelisah, maka hati yang gelisah menjadi tenang. KINI, ketika ayat bertemu dengam hati yang gelisah, maka ayatnya yang ikut gelisah.
2. DULU, kesungguhan penghafal Al-Qur’an tumpah pada murajaah hafalan. KINI, kesungguhannya tumpah pada menambah hafalan.
3. DULU, menghafal Al-Qur’an mengalir bersama istiqmah. KINI, menghafal Al-Qur’an mengalir bersama ketergesaan.
4. DULU, kerendahan hati penghafal Al-Qur’an dibuktikan dengan mutqinnya hafalan dan pengamalan. KINI, cukup dicitrakan..
5. DULU, menghafal Al-Qur’an menyingkirkan perasaan malas dan bosan. KINI, menghafal Al-Qur’an menyebabkan datangnya perasaan malas dan bosan.
6. DULU, menghafal cepat dianggap susah dan menghafal lama dianggap mudah. KINI, menghafal cepat dianggap mudah dan menghafal lama dianggap susah.
7. DULU, semangat penghafal Al-Qur’an ada di akhir, semakin ke sini semakin bersemangat. KINI, semangatnya menggebu di awal, semakin ke sini semakin kurang bersemangat.

8. Dulu, lebih suka kehilangan nyawa dari pada kehilangan ayat. KINI, lebih takut kehilangan uang dari pada kehilangan ayat.
9. DULU, para penghafal Al-Qur’an takut kalau hafalannya yang bagus  diketahui orang. KINI, penghafal Al-Qur’an takut kalau hafalannya yang buruk diketahui orang.
10. DULU, tak ragu habiskan harta untuk Al-Qur’an. KINI,…
Allah, maafkan kami…  😭
Sumber : broadcast wa

​KERANJANG AIR & BACA ALQUR’AN

Ada seorang remaja bertanya kepada kakeknya:  

“ Kakek, apa gunanya aku membaca Al-Qu‎r’an, sementara aku tidak mengerti arti dan maksud dari Al-Qur’an yg kubaca “.

Lalu si kakek menjawabnya dg ‎tenang:

“ Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku ‎sekeranjang air. “

Anak itu mengerjakan seperti yg diperintahkan kakeknya, tapi semua air yg dibawanya habis sebelum ia sampai di rumah.‎

Kakeknya berkata :

“Kamu harus berusaha lebih cepat “

Kakek meminta cucunya kembali ke ‎sungai. Kali ini anak itu berlari lebih ‎cepat, tapi lagi2 keranjangnya ‎kosong (tanpa air)sebelum sampai di ‎rumah.‎

Dia berkata kepada kakeknya:

“Tidak mungkin bisa membawa ‎sekeranjang air. Aku ingin ‎menggantinya dg ember ya?“‎

“ Aku ingin sekeranjang air, bukan ‎dg ember “ Jawab kakek.

Si anak kembali mencoba, dan berlari l‎ebih cepat lagi. Namun tetap gagal ‎juga. Air tetap habis sebelum ia sampai ‎di rumah. Keranjang itu tetap kosong.‎

“Kakek…ini tidak ada gunanya. Sia2‎ saja. Air pasti akan habis di jalan ‎sebelum sampai di rumah “

Kakek menjawab, “‎Mengapa kamu berpikir ini tidak ada ‎gunanya? Coba lihat dan perhatikan ‎baik2 apa yg terjadi dg keranjang itu “

Anak itu memperhatikan keranjangnya, ‎dan ia baru menyadari bahwa ‎keranjangnya yg tadinya kotor berubah menjadi sebuah keranjang yg‎ BERSIH, luar dan dalam.

 Cucuku, apa yg terjadi ketika kamu ‎membaca Al Qur’an? Boleh jadi kamu ‎tidak mengerti sama sekali. Tapi ketika ‎kamu membacanya, tanpa kamu sadari kamu akan berubah, luar dan dalam.

Itulah kasih sayang Allah dlm mengubah ‎kehidupanmu..

Saudaraku…

Tidak ada yg sia2‎ ketika kita membaca Al Qur’an.

Mari kita lebih sering lagi membacanya.

Meski tanpa tahu artinya, namun tentu  tetap ‎berusaha untuk memahami artinya.

“ALLAHUMMA Ya Allah rahmatilah hidup kami dg Al-Qur’an, dan jadikanlah ‎Al-Qur’an itu imam, cahaya, hidayah dan rahmat untuk kami dan keluarga kami..

Aamiin..
Sumber : broadcast wa

​TODAY IS THE DAY

Pada hari dimana Sahabat Umar bin Khattab masuk ke rumah adiknya dan mendengar lantunan ayat Al-Quran surat Toha, beliau tidak pernah menyangka pada hari tersebut Allah merubah hidupnya dan dia akhirnya menjadi seorang muslim.
Begitu pula pada hari dimana Imam Fudhail bin Iyad mau merampok rumah orang lalu mendengar lantunan ayat Al-Quran surat Al-Hadid, beliau pun tidak pernah menyangka pada hari tersebut Allah merubah hidupnya.
Bahkan kisah yang sangat terkenal, pada hari dimana serombongan jin melewati Mekkah lalu mendengar lantunan ayat Al-Quran yang dibaca Rasulullah, mereka tidak pernah menyangka pada hari tersebut Allah merubah hidup mereka.
Kita ini katanya punya niat merubah hidup, punya niat merubah kebiasaan, punya niat menjadi orang sukses. Lihat polanya. Selalu datang pertolongan Allah melalui Al-Quran.
Jadi, mulai hari ini wajibkan diri kita sendiri membaca Al-Quran setiap hari. Benar-benar setiap hari. Mengapa ? Karena kita tidak pernah menyangka pada hari yang mana Allah akan merubah nasib kita.
Sumber : broadcast wa