KOMITMEN DENGAN AL-QURAN

​🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁

InsyaAllah  sangat bermanfaat..

.
Oleh: Ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc., Al Hafizh.

 

1. Sebaik-baik pengajian adalah ketika kita hadir kemudian *bertambah* keimanan, *bertambah* rindunya kepada Allah dan *bertambah* prestasinya

.
2. Jangan sampai *sekedar hadir di pengajian* kemudian merasa sudah mendapatkan prestasi amal yang banyak.

.
3. Mukmin sejati adalah jika Al Quran selalu *akrab* dengan mereka

.
4. *Jangan ada* dalam pikiran kita bahwa Al Quran adalah penghalang aktivitas kita

.
5. *Jangan malas* menghafal Al Quran karena usia

.
6. Lihat Surah Az-Zumar:23 tentang *tata cara interaksi* dengan Al Quran yang benar

.
7. *Luaskanlah hati* kita untuk menerima Al Quran , yaitu senang ketika membacanya , bahkan baru membayangkan membaca Al Quran, ia sudah merasa senang.

القران مأدوبة اللّٰه

_*”Al Quran adalah hidangan Allah “*_

.
8. Tidak akan bisa berinteraksi dengan Al Quran *kecuali mereka yang berusaha membersihkan hatinya*

.
9. *Jangan duakan Al Quran*, yaitu membaca Al Quran sambil melihat gadget

.
10. Berinteraksi dengan Al Quran yang benar adalah *meyakininya* bahwa membacanya mendatangkan keutamaan

.
11. Manusia yang bersama Al Quran hampir hampir *menandingi kenabian*, hanya wahyu tidak diturunkan kepada nya (Alhadist)

.
12. Berinteraksi dengan Al Quran adalah *terus membacanya* setiap hari

.
13. Jangan karena sudah membaca Al Quran 10 juz hari itu, lalu tidak membaca di hari yang lain, karena 10 juz itu jatah hari tersebut dan hari yang lain mempunyai jatah juga

.

14. Waktu membaca Al Quran itu *harus definitif*, jika kita menunggu waktu kosong untuk membaca Al Quran, maka kita tidak akan mendapatkannya

.
15. *Adukanlah* surat surat yang sulit kita hafal, kepada Allah, maka *Allah akan memudahkannya*

.
16. Al Quran adalah ahsanal hadist ( *perkataan terbaik* ), hadist nabi _shallallahu’alayhi wasallam_ tingkatannya hanya hasan, sedangkan perkataan yang lainnya di bawah itu

.
17. Kita sering takjub dengan ciptaanNya, namun kita _*jarang takjub*_ dengan perkataan-Nya

.
18. Siapa yang *sering berhubungan* dengan perkataan yang terbaik, maka ia akan menjadi manusia yang terbaik

.
19. Al Quran itu *mudah dihafal* karena banyak kata yang sama dan diulang. Kalau kita sudah hafal “fa bi ayyi ala i rabbikuma tukadziban” dalam surah arrahhman, maka ayat yang lain dimana redaksinya sama itu sudah hafal secara otomatis. Berinteraksi dengan Al Quran itu harus *berulang ulang*

.

20. Orang yang membaca seratus kali sebuah surah, dan ia belum hafal, maka ia *tetap mulia*, dibandingkan orang yang hanya membaca tiga kali lalu langsung hafal , karena tujuannya adalah *berulang ulang bersama Al Quran* bukan hanya sekedar mendemostrasikan kekuatan hafalannya

.
21. Siapa yang sudah hafal juz 30, maka ia sudah *punya hidayah* untuk menghafal juz 29, dan seterusnya

.
22. *Jangan remehkan ketidak ada interaksian* kita dengan orang2 yang beriman dan beramal sholih.

.
23. *Mungkinkah* rizqi kita berkurang, karir kita menurun ketika bersama Allah dengan berinteraksi melalui firmanNya ?

.
24. Tidaklah kita jauh dengan Al Quran *kecuali* ketika itu kita jauh dengan Allah

.
25. Jangan *menolak kebaikan* untuk mempertahankan kebaikan yang lain

.
26. Jangan *membenturkan satu amalan* dengan amalan yang lain, karena manusia itu *mampu* melakukan berbagai macam aktivitas dalam satu waktu

.
27. Siapa yang *lelah untuk Allah* di dunia ini maka Allah akan *mencukupkan lelahnya* di akhirat

.
28. Siapa yang tidak mau *lelah di dunia untuk taat kepada Allah*, maka ia *akan merasakan lelah* di akhirat.

.

Semoga Allah SWT menganugerahkan kemudahan dan keridloan dalam berinteraksi dgn Al-Qur’an..

#SelaluBersamaAlQuran 

#BahagiaBersamaQuran 

#Bersamakitabisa
🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁🍃🍁
Sumber : WA

Advertisements

KOMITMEN DENGAN ALQURAN

​🍀🍀🍀🍀🍀🍀

📖📖🍁🍁📖📖

Oleh : Ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc., Al Hafizh.

1. Sebaik baiknya mengaji adalah ketika hadir *bertambah* keimanan, *bertambah* rindunya kepada Allah dan *bertambah* prestasinya 
2. Jangan sampai *sekedar hadir ngaji* menjadi prestasi 
3. Kader dakwah bisa menjadi *ruhul jadid* bagi dakwah jika Al Quran *akrab* dengan mereka 
4. *Jangan ada* dalam pikiran kita bahwa Al Quran adalah penghalang aktifitas kita 
5. *Jangan malas* menghafal Quran karena usia 
6. Lihat Surah Az-Zumar:23  tentang *manhaj interaksi* dengan Al Quran yang benar 
7. *Luaskanlah hati* kita untuk menerima Al Quran , yaitu senang ketika membacanya , bahkan baru membayangkan membaca Al Quran, ia sudah merasa senang.
القران مأدوبة اللّٰه
_*”Al Quran adalah hidangan Allah “*_
8. Tidak akan bisa berinteraksi dengan Al Quran *kecuali mereka yang berusaha membersihkan hatinya* 
9. *Jangan duakan Al Quran*, yaitu membaca Al Quran sambil melihat gadget 
10. Berinteraksi dengan Al Quran yang benar adalah *meyakininya* bahwa membacanya mendatangkan keutamaan 
11. Manusia yang bersama Al Quran hampir hampir *menandingi kenabian*, hanya wahyu tidak diturunkan kepada nya (Alhadist)
12. Berinteraksi dengan Al Quran adalah *terus membacanya* setiap hari 
13. Jangan karena sudah membaca Al Quran 10 juz hari itu, lalu tidak membaca di hari yang lain, karena 10 juz itu jatah hari tersebut dan hari yang lain mempunyai jatah juga 

14. Waktu membaca Al Quran itu *harus definitif*, jika kita menunggu waktu kosong untuk membaca Al Quran, maka kita tidak akan mendapatkannya 
15. *Adukanlah* surat surat yang sulit kita hafal, kepada Allah, maka *Allah akan memudahkannya*  
16. Al Quran adalah ahsanal hadist ( *perkataan terbaik* ), hadist nabi _shallallahu’alayhi wasallam_ tingkatannya hanya hasan, sedangkan perkataan yang lainnya di bawah itu 
17. Kita sering takjub dengan ciptaanNya, namun kita _*jarang takjub*_ dengan perkataan-Nya 
18. Siapa yang *sering berhubungan* dengan perkataan yang terbaik, maka ia akan menjadi manusia yang terbaik 
 19. Al Quran itu *mudah di hafal* karena banyak kata yang sama dan di ulang  Kalau kita sudah hafal “fa bi ayyi ala i rabbikuma tukadziban” dalam surah arrahhman, maka ayat yang lain dimana redaksinya sama itu sudah hafal secara otomatis Berinteraksi dengan Al Quran itu harus *berulang ulang* 

20. Orang yang membaca seratus kali sebuah surah, dan ia belum hafal, maka ia *tetap mulia*, dibandingkan orang yang hanya membaca tiga kali lalu langsung hafal , karena tujuannya adalah *berulang ulang bersama Al Quran* bukan hanya sekedar mendemostrasikan kekuatan hafalannya 

21. Siapa yang sudah hafal juz 30, maka ia sudah *punya hidayah* untuk menghafal juz 29, dan seterusnya 
22. *Jangan remehkan ketidakhadiran* kita bersama ikhwah
23. *Mungkinkah* rizqi kita berkurang, karir kita menurun ketika bersama Allah dengan berinteraksi melalui firmanNya ? 
24. Tidaklah kita jauh dengan Al Quran *kecuali* ketika itu kita jauh dengan Allah 
25. Jangan *menolak kebaikan* untuk mempertahankan kebaikan yang lain 
26. Jangan *membenturkan satu amalan* dengan amalan yang lain, karena manusia itu *mampu* melakukan berbagai macam aktivitas dalam satu waktu 
27. Siapa yang *lelah untuk Allah* di dunia ini maka Allah akan *mencukupkan lelahnya* di akhirat 
Siapa yang tidak mau *lelah di dunia untuk taat kepada Allah*, maka ia *akan merasakan lelah* di akhirat.
MasyaAllah..semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga komitmen kita dengan Al Qur’an. InsyaAllah
*Membumikan Al qur’an melangitkan manusia*….BAROKALLAHU FIIK

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Sumber : WA

Hafalkan Al Quran Meski Tidak Hafal-hafal


Tetap “ISTIQAMAH” menghafal, meskipun TAK HAFAL-HAFAL, barangkali lewat pintu itu, Allah Ingin memberikan banyak karunia-Nya… 
Satu huruf Al-Qur’an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan anda.
Al-Qur’an, seluruhnya, adalah kebaikan. *Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan*. Semakin lama semakin baik. Bukankah anda menghafal untuk mencari kebaikan.
Ketika Anda menghafal Al-Qur’an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam menyebut 70 syuhada’ dalam tragedi sumur Ma’unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat?
*Menghafal Al-Qur’an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan anda menikmati taman itu*. _Tersenyumlah._ ☺
Ketika anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, **selama menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat**. Semakin lama durasinya, semakin bersih.
*Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal*.
Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.
*Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat cinta kepada kita*. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. *Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai*. Ini yang disebut: _Dikangenin ayat._
Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. 

*Semakin lelah semakin sholeh*.
Menghafal tak hafal-hafal, *tandanya anda di pintu hidayah*. Tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.                                                        

Istiqamah… Istiqamah dan terus ISTIQAMAH… Itulah jalan kemuliaan.
Barakallahu’alaykum
Sumber : Line

LIMA AYAT MOTIVATOR

​Bismillahirrahmanirrahim. 

Assalamualaikum wr wb.
*LIMA AYAT MOTIVATOR* 
*1. Anda dapat berubah, jika Anda mau mengubah diri Anda:*
*ِإِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ*  (11) 
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).
*2. Ada kebaikan di balik yang tidak kita sukai:*
*وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ* (216)
“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216). 
*3. Anda pasti sanggup:*
*لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا* ۚ َ (286)

 

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286) 
*4. Ada kemudahan bersama kesulitan:*
*فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا* (6)
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6) 
*5. Takwa dan tawakallah:*
ِ *وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا* (2) *وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا*  (3)

 

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3). 

*Semoga Bermanfaat*

Selamat pagi.

Selamat bertilawah Al-Qur’an.

Barokallohu fiikum.

Aamiin.
Sumber : WA

Metode TES

​Bismillah walhamdulillah. Washalatu ‘alannabiyyina Muhammad ibn Abdillah

Laa haula walaa quwwata illa billah
Alhamdulillah Bapak/Ibu sekalian. Allah pertemukan kita di grup ini. Grup Metode TES

Semoga pertemuan ini mengingatkan kita akan surga

Dan menjadikan kita penghuninya. Aamiin
Bapak/Ibu yg Allah Muliakan

Metode TES merupakan metode yg memperbaiki interaksi kita dg Al Quran

Kalau ada yg diperbaiki, berarti ada yg rusak
Yg rusak adalah, interaksi kita dg Al Quran

Cirinya ada 2 : 

1. Tilawah jarang khatam tiap bulan

2. Tidak hafal Al Quran
Sebabnya juga dua :

1. Merasa Al Quran penting, tapi ada yang lebih penting

2. Merasa Al Quran bermanfaat, tapi menghabiskan waktu
Lalu, Metode TES hadir dg memperbaiki dua hal :

1. Pola fikir

2. Pola Interaksi
Sampai hari ini, Metode TES sudah digunakan oleh ± 3.000 orang dalam dan Luar Negeri

Metode TES hadir dg rangkaian Tilawah dan Tahfizh. 
Waktunya sbb :

2013 : Quantum Tilawah Metode TES

Peserta yg mengikuti training ini, bisa tilawah 2-10 Juz/ hari TANPA mengganggu aktivitas

2014 : Materi training Quantum Tilawah Metode TES kemudian dibukukan, setelah diaplikasikan pada 1.000 orang dalam dan luar negeri

2014 : lahir Rumah Tahfizh TES, hafal 30 Juz dalam 5-6 tahun TANPA PR menghafal

Saat ini sudah ada 111 Rumah Tahfizh TES tersebar di Bandung, Cimahi, Jakarta, Bogor dan Riau. Total ada 2007 peserta
Mengenai ini bisa japri langsung
Lalu bagaimana Metode TES mampu mengingatkan tilawah 2-10 Juz per hari?

Ada 3 rumus :

PD – AM2 – 10/120
Ketiga rumus ini berkaitan, tidak boleh ditinggalkan

Bobotnya :

PD : 50%

AM2 : 30%

10/120 : 20%

Perhatikan bobotnya
Yg lebih besar itu adalah PD

Sedangkan yg kemarin sy sampaikan 10/120 hanya 20%

Karena PD kaitan dg pola fikir, dan memperbaiki nya bisa berbulan-bulan
Rumus ini sederhana, tapi harus nurut

PD itu percaya diri

AM2 : Anti Malu dan Menunda

10/120 : tilawah 10 menit per 120 menit
Jadi, untuk memperbaiki tilawah kita perlu ketiga rumus ini 

*PD – AM2 dan 10/120*
Memperbaiki PD, adalah dengan memperbaiki pemahaman kita tentang Al Quran

PD, adalah merasa yakin bahwa kita bisa tilawah 2-10 Juz per hari TANPA ganggu aktivitas sehari-hari

Bisakah? Kenyataannya bisa
Sy udah aplikasikan rumus ini ke 3.000 orang, dan berhasil

Apa sih masalah kita selama ini dg tilawah? Sibuk? Masih ada yg lebih sibuk

Utsman bin Affan RA, seorang sahabat yg juga ulama, pengusaha dan khalifah, Khatam Al Quran setiap pekan

Imam Syafii, ulama dunia yg jamaahnya banyak, KHATAM setiap hari, sehari sekali khatam

Sedangkan kita, belum jadi pemimpin negara, tilawah udah belepotan
Sedangkan kita, baru punya jamaah 100 orang saja, tilawahnya ga khatam-khatam
Kenapa demikian, karena kita lupa Al Quran itu apa

Karena tidak paham, Al Quran kita anggap penting, tapi ada yg lebih penting

Saat harus tilawah dan melakukan hal lain pada waktu bersamaan, kita pilih meninggalkan Al Quran
Pemahaman itu adalah :

1. Al Quran sebagai Huda (petunjuk)

2. Furqan (pembeda)

3. Syifa (Obat)
Kenapa butuh petunjuk? Karena ga tau jalan

Jalan kemana? Jalan ke surga

Lalu dimana petunjuknya ? Al Quran

Lalu, bagaimana memperbaiki PD?
Ada 3 rumus memperbaiki PD :

1. Perbaiki niat

2. Perbanyak istighfar

3. Perkuat doa
Perbaiki niat, bahwa tilawah ini untuk kita, agar tidak tersesat

Nanti sudah cape hidup di dunia, dengan segala beban yg ada, ternyata salah jalam

Maka perbaiki niatnya
Perbanyak istighfar, karena ketidakmampuan kita tilawah bisa jadi sebab dosa yg kita lakukan

La yamassuhuu illa muthahharuun (Tiada yg menyentuhnya kecuali orang yg suci)

Itu Firman Allah di surat Al Waqiah
Perkuat doa, karena kita belum pernah berdoa sungguh-sungguh agar bisa khatam tiap bulan atau tiap pekan

Kalau ga didoakan, berarti tidak penting

Maka kuatkan doa, kalau kita anggap Al Quran penting
Oke itu PD
Sekarang rumus kedua, AM2 (Anti Malu dan Menunda)

Dimana tempat yg tidak boleh tilawah?

Dimana tempat yg tidak boleh tilawah?
Banyak mana, tempat yg tidak boleh tilawah dg tempat yg boleh tilawah
Bolehkah tilawah di kendaraan umum, angkot, bus, kereta, pesawat?

Bolehkah tilawah do restoran, sambil menunggu makanan datang?

Bolehkah tilawah di tempat menunggu teman?

Bolehkah tilawah dikelas?
Banyak tempat yang boleh, lalu kenapa tidak dilakukan, karena malu

Padahal malu dalam kebaikan itu salah
Atau menunda, nanti juga bisa tilawah, padahal tidak juga

Lalu apakah rugi tilawah cuma 10 menit atau 1 menit?
Saya pernah hitung, bahwa tilawah 10 menit itu berarti :

4 halaman

10 menit : 4 halaman

1 halaman : 15 baris

10 menit : 60 baris

1 baris : 40 huruf

10 menit : 60 x 40 : 2.400 huruf yg kita baca

10 menit berarti 24.000 kebaikan yg kita dapat
Jumlah yg cukup besar

Kalau faham ini, kita takkan tinggalkan tilawah meski 10 menit

Atau bahkan cuma 1 menit, berarti 2.400 kebaikan kita dapat
*Maka segera tilawah dg AM2*
*Rumus ketiga adalah 10/120*

Tilawah 10 menit tiap 120 menit (2 jam)

Jaga tilawah 10 menit tiap 2 jam yg kita punya

Jaga tilawah 10 menit tiap 2 jam yg kita punya
Rubah pola interaksinya

Rubah pola tilawah hanya bada maghrib atau bada subuh

Jadikan tiap 2 jam kita tilawah 10 menit

Jadikan tiap 2 jam kita tilawah 10 menit
Mulai jam 6 terus sampai jam 6 kembali

Rencanakan agenda tilawah setiap 2 jam
Rencanakan agenda tilawah :

06-08

08-10

10-12

12-14

14-16

16-18

18-20

20-22

22-24

24-02

02-04

04-06
Inilah ketiga rumus Tilawah Metode TES

PD-AM2-10/120

Semoga bermanfaat.

*-BANG JEMMI-*

Founder metode TES
Sumber : broadcast wa

Bayi Tertukar. Sungguh Al Quran Sudah Punya Jawaban

Dua orang ibu di Amerika sama-sama melahirkan di waktu yang sama, yang satu melahirkan anak laki laki dan yang lain melahirkan anak perempuan.
Disebabkan kesalahan para perawat, mereka tidak tahu siapa yang melahirkan bayi laki laki, dan siapa yang melahirkan bayi perempuan.
Maka dilakukanlah cek darah untuk menentukan DNA, ternyata hasilnya begitu mirip (antara kedua ibu tadi). Hal ini membuat para dokter semakin bingung, sedang kedua ibu tadi terus ngotot masing-masing mengaku dialah yang melahirkan bayi laki laki, yang jelas para dokter memberi tahukan hal ini ke pihak yang bertanggung jawab di rumah sakit itu.
Sesampainya kabar itu pada pihak yang bertanggung jawab di RS itu, mereka langsung mengatakan: 

*”Tidak ada yang bisa memecahkan masalah ini kecuali hanya orang-orang Islam”*, akhirnya mereka menghubungi salah satu ikhwah (saudara muslim) di Saudi, maka terjadilah dialog seperti ini :
Orang Amerika : _*”Bukankah Anda mengatakan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya (di dalam Al Quran)?”*_
Muslim : _*”Benar”*_

Maka dikisahlanlah kepada Muslim tersebut tentang apa yang terjadi.

 Kemudian Muslim tadi berkata, 

*”Jalan keluarnya sangat mudah….”*

*Ambilah beberapa tetes air susu dari masing-masing ibu tersebut. Maka susu yang paling banyak mengandung nutrisi, itulah ibu yang melahirkan bayi laki-laki. Sedang susu yang mengandung lebih sedikit nutrisi, maka dialah ibu yg melahirkan bayi perempuan”*
Maka para dokter pun mengambil sampel susu dari kedua ibu tersebut, mereka pun melakukan pengecekan. Dan benarlah ternyata mereka dapatkan perbedaan, dan akhirnya tahulah mereka siapakah ibu yang melahirkan bayi laki-laki, dan yang melahirkan bayi perempuan.

Hal ini sesuai dengan firman Allah

 

للذكر مثل حظ الأنثيين

_*”..Bagi seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan..”*_ 

(QS An Nisaa: 11).
SubhanAllah
Peristiwa ini juga memastikan bahwa sejak dlm kandungan laki2 dan perempuan itu berbeda dlm substansi nutrisinya, karena jumlahnya di dalam air susu ibu saja jumlahnya 1 banding 2.

========
_*Inilah Bukti kebenaran Al Quran*_
Selama ini pengertian kita hanya soal warisan.. Ternyata lebih dr sekedar warisan.. 
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya…..
Sumber : copas fb bun Nurul Hidayati

​MENGAPA KITA SERING “CAPEK” DI DUNIA INI…?

Beginilah al-Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya……
(1). URUSAN Berdzikir (Sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”
“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah : 9)
(2). URUSAN Melakukan Kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”
“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS. Al-Baqarah : 148)
(3). URUSAN Meraih Ampunan, perintahnya adalah “Bersegeralah!”
“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…” (QS. Ali Imron : 133)
(4). URUSAN Menuju Allah, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”
“Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada ALLAH.” (QS. Adz-Dzaariyat : 50)
(5). TAPI… URUSAN Menjemput Rizki (Duniawi), perintahnya HANYALAH “Berjalanlah!”
“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.” (QS. Al-Mulk : 15)
Semestinya kita memahami, kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan CUKUP BERJALAN saja.
Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena MALAH berlari mengejar dunia yang seharusnya CUKUP DENGAN BERJALAN..
Ya Allah, bimbinglah kami…!
Wallaahu a’lam bish shawwab..

Sumber : broadcast wa