IBU BEKERJA Vs. IBU RUMAH TANGGA

​Share Rangkuman Kajian Ahad Pagi
Oleh: Ustadz Bendri Jaisyurrahman
_Masjid Ukhuwah Islamiyah_

_Universitas Indonesia, Depok_

Ahad, 23 Juli 2017 
Rangkuman:
🌸 *Kita tidak bisa menghakimi sembarangan ibu yang bekerja,* karena terdapat beberapa situasi yang tidak bisa dipungkiri membuat seorang ibu harus bekerja. 

1. Seorang janda, yang harus menafkahi anak-anaknya. Apalagi di negara kita tidak ada santunan untuk janda.

2. Pos-pos profesi yang tidak bisa diisi lelaki demi kemaslahatan umat, seperti: dokter kandungan, perawat, atau (juga) guru. 
🌸 *Tidak ada satupun ulama melarang wanita untuk bekerja.* 

Perbedaan pendapat hanya terjadi pada lapangan pekerjaan apa saja yang boleh dirambah para wanita. (Syaikh Bin Baz fatwa 4167)
🌸 *Tiga syarat (minimal) pekerjaan untuk wanita:*
1. Pekerjaan itu pekerjaan yang disyariatkan

– jelas, tidak ada riba, tidak ada maksiat

– tidak “melayani” laki-laki 

– tidak melenggak-lenggok

– di tempat yang tidak bercampur baur dengan lelaki

– dsb
2. Memenuhi adab wanita muslimah

– pakaian syari

– cara bicara (tidak menggoda)

– tidak bersama laki-laki berdua dalam ruangan 

– tidak safar dengan bukan mahram

– dsb
3. Tidak mengabaikan kewajiban pokok sebagai isteri dan ibu

_ibu itu profesi utama, *bukan sambilan*_
🌸 *Wanita itu utamanya di rumah* 

Terdapat dalam Al-Ahzab ayat 33:

_”Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”_

_”Seorang wanita datang menemui Rasulullah SAW kemudian berkata: Wahai Rasulullah, laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad di jalan Allah. Apakah bagi kami kaum wanita bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah? Rasulullah menjawab: Barangsiapa yang tetap tinggal di rumah maka pahalanya sama dengan berjuang di jalan Allah.”_ (Ibnu Musayyab)
🌸 *Dalam hukum islam:*

Wanita bekerja itu boleh.

Tetapi kalau mau ambil peran utama, utamanya di rumah.

Wanita itu idealnya di rumah.

Tempat terbaiknya di rumah.
🌸 *Lalu yang bekerja, apakah buruk di hadapan Allah?*

Wanita, utamanya memang di rumah. Tidak di rumah, berarti tidak utama. *_Tidak utama bukan berarti (atau tidak sama dengan) hina._*

Yang utama, ibu di rumah.

Ibu yang bekerja, hina? Tidak.

Sebagiamana sabda Rasulullah:

_Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah dan pada keduanya ada kebaikan._ (HR. Muslim)

Jadi,

Orang yang kuat lebih utama daripada yang lemah.

Tetapi dua-duanya tetap baik hanya beda derajatnya. 
🌸 *Keutamaan dalam Islam ada syaratnya. Syaratnya gugur atau tidak dipenuhi, gugurlah keutamaannya.*

Ibu sudah di rumah? Penuhi syaratnya. Supaya dapat keutamaan.

Ibu di rumah, tetapi tidak dipenuhi syaratnya, ya tidak dapat keutamaan. 

Kita sering menemui Ibu yang di rumah tetapi malah sibuk dengan gadgetnya, bisnis onlinenya, sehingga sama saja tidak mengurus anaknya.
Jadi apa syaratnya?

🌸 *_”Nikahilah olehmu wanita yang wadud dan walud._* (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

*Walud: subur, bisa hamil/memiliki anak*

Wanita dapat keutamaan utamanya ketika memiliki anak, ketika bisa memberikan anak pada suaminya. 

Tetapi sebelum punya anak, ada sifat yang harus dimiliki wanita, 

*_Al-Wadud_*.

*Wadud = Mawaddah*

Berasal dari kata *Al-Wud*.

Wadud = untuk perannya sebagai ibu

Mawaddah = untuk perannya sebagai isteri

Sebagaimana kita tahu pengertian mawaddah adalah kecenderungan suami dan isteri untuk terus berdekatan. 

*Wadud adalah kasih sayang yang membuat anak mendekat.*

Jadi kata Ustadz Bendri:

_*Silakan bekerja, silakan berumah tangga, asalkan tetap buat anakmu terikat hati denganmu.*_
🌸 Jangan bangga ketika anakmu mampu melakukan sesuatu sebelum waktunya. Karena setiap amal ada waktunya, setiap waktu ada amalnya. Bisa jadi hal itu karena ibu gagal mengikat hati anaknya.

Pada usia 0 — 2 tahun, idealnya anak ingin selalu dekat dengan ibunya. Oleh karena itu, jangan sampai orang lain lebih sering dilihat oleh anak daripada ibunya.
🌸 *Indikator Ibu yang Al-Wadud:*

– Anak merasa bahagia ibunya di rumah, tidak suka keluyuran saat ibunya di rumah 

– Anak mampu bercerita pengalamannya apa saja (anak dan ibu tidak ada rahasia)
🌸 *MISI PERTAMA IBU: Mengikat hati anak.*

_”Sesungguhnya hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya.”_ (Majmu’ Al-Fatwa)
🌸 *KESIMPULAN*

_*Sebelum keutamaan dikejar, kejar dulu syaratnya, Al-Wadud. Asah terus itu Al-Wadud. Jauhi hal-hal atau pekerjaan yang mematikan Al-Wadud.*_
Demikian, mohon maaf jika banyak kekurangan. 

Semoga bermanfaat. 
Video kajian bisa diakses di Facebook Masjid Ukhuwah Islamiyyah UI.

👇🏻

fb.me/masjidui
Sumber : WAG

Advertisements

​Umar: Yang Cerdas, Yang Kuat, dan Yang Bijak

Rasulullah dan Umar bin Khattab. Kalau boleh dibilang, Umar banyak betul jasanya pada agama ini. Tak sekadar ikut-ikutan atau klaim.
Bahkan, ketika dirinya masuk islam, kondisi umat ini berubah; mereka yang tadinya disiksa kini merasa aman. “Kami menjadi kuat karena islamnya Umar,” kenang Ibnu Mas’ud suatu hari.
Sebagai orang yang digelari Al-Faruq: pembeda, karena ketegasannya menjalankan agama. Ia keras dan galak pada kebatilan. Ya! Setan saja, kata Rasulullah, “menyingkir dari jalanan yang kau lalui…”
Ia adalah sahabat yang puitis. Ash-Shallabi dalam Biografi Umar bin Khattab bahkan memberi bab khusus berjudul “Umar dan Puisi”, yang salah satu kalimatnya berbunyi:
“Ia menghadapi banyak situasi. Tetapi hebatnya, ia mampu membuat puisi dalam situasi-situasi sulit….”
Beberapa kali, Allah membenarkan Umar dalam interaksinya bersama Nabi. Suatu hari, gembong Munafik Madinah, Abdullah bin Ubay bin Salul, meninggal.
Rasul hendak menshalatkannya tapi dicegah Umar. Umar datang kepada Rasul dengan membacakan ayat 80 dari surat at-Taubah:
“Engkau memohonkan ampun untuk mereka atau tidak, sampai tujuh puluh kalipun Allah tidak akan mengampuni…”
Tetapi, Rasul tetap menshalatkan Abdullah bin Ubay bin Salul, hingga ternyata Allah membenarkan Umar, dan turun ayat 84 dari surat At-Taubah:
“Sekali-kali jangamlah kau menyembahnyangkan siapapun dari mereka yang mati….”
Tak cukup sampai di sini. Bahkan pemikiran Umar. Suatu hari, Umar resah mengenai dampak Khamr yang membuat perpecahan. 
“Ya Rasulullah, terangkanlah mengenai Khamr kepada kami!”
Kemudian, turunlah ayat, “wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat dalam keadaan mabuk!”
Setelah itu, orang tak lagi mabuk ketika shalat. Tetapi, di luar shalat, ada yang mabuk hingga bertengkar membawa kesukuan, lalu Umar kembali berkata “ya Allah jelaskan tentang khamar kepada kami tegas!”

Maka secara mutlak turun ayat pengharaman Khamr secara mutlak: Al-Maidah 90-91. 
Dan dalam kitab biografi Umar-nya, Husain Haikal secara khusus memaparkan kejadian wahyu yang bertepatan dengan request Umar, atau dengan perilaku Umar, atau karena sebab Umar tidak hanya sekali-dua kali tetapi berkali-kali!
Pada peristiwa wahyu larangan menshalatkan jenazah orang munafik, Umar tidak mengatakan:
“Lihatlah, Rasulullah sudah ketinggalan zaman dan mengabaikan saran orang kritis yang melampauinya…”
Umar juga tidak bikin gerbong atau capek-capek bikin broadcast untuk mengumumkan bahwa wahyu turun karena requestnya. 
Karena, kecintaan pada Nabi-nya tidak terkatakan. Ia cukup membenarkan Nabi: “tidak, wahai Umar, cintai aku lebih dari dirimu sendiri…”
“Baik, ya Rasul, mulai saat ini kucintai dirimu lebih dari diriku sendiri….”
Umar kritis tetapi taat pada jamaah itu. Jamaah yang, belum genap 20 tahun sejak periode dakwah jahriyah dideklarasikan Rasul di bukit Shafa. 
Umar dengan sisi puitisnya tidak bikin puisi untuk menertawakan Rasul yang sempat keliru menshalatkan, atau mendapat wahyu karena “request” Umar.
Tidak! Bahkan Umar juga tidak bikin kultweet puitis lalu disebarkannya pada pemuda-pemuda islam di sekitar Rasul yang melihat betapa kecerdasan Umar dibenarkan dengan beberapa wahyu Allah. 
Peristiwa wafatnya gembong munafik. Disyariatkannya perlakuan pada tawanan perang Badar. Ayat hijab dan ayat hijab istri Nabi. Sumpahnya berkaitan dengan Hafsah, anaknya yang istri Nabi. Dijadikannya Maqam Ibrahim tempat shalat. 
Semuanya tak menjadikannya jumawa dan menantang Rasulullah: Hai Rasul! Akomodirlah orang kritis dan muda seperti saya yang dibenarkan wahyu ini!
Itulah Umar. Dan itulah bagaimana si kritis yang kuat ini, tetap mencintai Rasulullah, lebih dari dirinya…

Amar Ar-Risalah
Sumber : WAG

 Permintaan Anak

​Ada 13 permintaan anak yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan:..*
1. Cintailah aku sepenuh hatimu.
2. Jangan marahi aku di depan orang banyak.:evil:
3. Jangan bandingkan aku dengan Kakak atau adikku atau orang lain.👐
4. Ayah Bunda jangan lupa, aku adalah fotocopy-mu.
5. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.🙇
6.  Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.
7. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku.🙈

8. Aku adalah Ladang Pahala bagimu.🎁
9. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu sbgai orang tua adalah doa bagiku?:|
10. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan “JANGAN” tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.😇
11. Tolong ayah ibu, jangan rusak mentalku dan pemikiranku dengan selalu kau bentak-bentak aku setiap hari.
12. Jangan ikutkan aku dalam masalahmu yang tidak ada kaitannya denganku. Kau marah sama yang lain, aku imbasnya.
13. Aku ingin kau sayangi cintai karena engkaulah yang ada dikehidupanku dan masa depanku.
“SEMOGA BERMANFAAT, BAGI PARA ORANG TUA”
Sumber : WAG

​Rezeki Itu Ada di Langit, Bukan di Bumi!

Saya punya sate langganan , Ini sate paling enak di surabaya menurut saya. Susah cari lawannya!

Yang aneh, sate ini bukanya suka-suka. Jadi kita harus telpon dulu kalau mau ke sana. Beberapa kali saya nekad datang ke sana tanpa telepon dulu eeehhh tutup.

Saya tanya: “Kenapa cara jualannya seperti itu?

Pak haji Ramli penjual satenya menjawab: “Rejeki sudah ada yang ngatur, kenapa harus ngoyo?”

“Bukan ngoyo Pak”, jawab saya. “Bapak bisa kehilangan pelanggan kalo jualannya begitu!” “Ah, kayak situ yg ngatur rejeki aja”, katanya.”

Saya kasih dia saran, “Sebaiknya Bapak buka tiap hari! Kalau bisa malam juga buka karena banyak orang suka makan sate malam juga Pak!”, kata saya meyakinkan dia.

Pak Haji Ramli menghela napasnya agak dalam. “Hai anak muda, rezeki itu ada di langit bukan di bumi! Anda muslim kan?” tanya Pak haji sambil natap wajah saya. “Suka ngaji gak? Coba baca Quran: “Cari nafkah itu siang, malam itu untuk istirahat!”, kata Pak haji lagi meyakinkan.

“Saya cuma mau jualan siang, kalau malam biarlah itu rejekinya tukang sate yang jualannya malam. Dari jualan sate siang saja saya sudah merasa cukup dan bersyukur, kenapa harus buka sampe malam?”, Pak Haji nyerocos sambil membakar sate.

“Coba liat orang-orang yang kelihatanya kaya itu. Pake mobil mewah, rumahnya mewah. Tanya mereka, emang hidupnya enak?” “Pasti lebih enak saya karena saya gak dikejar target, gak dikejar hutang! Saya 2 minggu sekali pulang ke madura, mancing, naik sepeda lewat sawah-sawah, lewat kampung-kampung, bergaul dengan manusia-manusia yang menyapa dengan tulus. Bukan nyapa kalau ada maunya!

Biarpun naik sepeda tapi jauh lebih enak daripada naik Jaguar! Anginnya asli gak pake AC. Denger kodok, jangkrik lebih nyaman di kuping daripada dengerin musik dari alat musik bikinan! Coba Anda pikir, buat apa kita ngoyo bekerja siang-malam?

Jangan-jangan kita muda kerja keras ngumpulin uang, sudah tua uangnya dipake ngobatin penyakit kita sendiri karena terlalu kerja keras waktu muda! Itu banyak terjadi kan?

Dan… jangan lupa, Tuhan sudah menakar rejeki kita! Jadi buat apa kita nguber rejeki sampe malam? Rejeki gak bakal ketuker!! Yang kerja siang ada bagiannya, begitu juga yang kerja malam!”

“Kalau kata peribahasa, waktu itu adalah uang. Tapi jangan diterjemahkan tiap waktu untuk cari uang! Waktu itu adalah uang, artinya kita harus bisa memanfaatkan sebaik-baiknya karena waktu tidak bisa diulang, uang bisa dicari lagi! Waktu lebih berharga dari uang. Makanya saya lebih memilih waktu daripada uang!”

“Waktu saya ngobrol dengan Anda ini jauh lebih berharga daripada saya bikin sate. Kalau saya cuma bikin sate, di mata Anda, saya hanya akan dikenang sebagai tukang sate. Tapi dengan ngobrol begini semoga saya bisa dikenang bukan cuma tukang sate, mungkin saya bisa dikenang sebagai orang yang punya arti dalam hidup Anda sebagai pelanggan saya. Kita bisa bersahabat!

Waktu saya jadi berguna juga buat saya. Begitu juga buat Anda. Kalau Anda merasa ngobrol dengan saya ini sia-sia, jangan lupa ya: “Rejeki bukan ada di kantor, tapi di langit!” Begitu kata Pak Haji Ramli menutup pembicaraan.


Sumber : FB

IBU

Kisah nyata seorang dokter…
Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usia ke ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit.
Wanita itu ditemani seorang pemuda yg usianya sekitar 30 tahun.
Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yg lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya…
Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tidak sesuai dengan pertanyaan yang saya ajukan (ngga nyambung).
Pemuda itu menjawab :

“Dia Ibuku, dan memiliki keterbelakangan mental sejak aku lahir”
Keingintahuanku mendorongku untuk bertanya lagi : “Siapa yg merawatnya?”
Ia menjawab : “Aku”
Aku bertanya lagi : “Lalu siapa yg memandikan dan mencuci pakaiannya?”
Ia menjawab : “Aku suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai.

Aku yang melipat dan menyusun bajunya di lemari.

Aku masukkan pakaiannya yg kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yg dibutuhkannya”
Aku bertanya : “Mengapa engkau tak mencarikan untuknya pembantu?”
Ia menjawab : “Karena Ibuku tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, aku khawatir pembantu tidak memperhatikannya dengan baik dan tak dapat memahaminya, sementara aku sangat paham dengan Ibuku”
Aku terperangah dengan jawabannya dan baktinya yg begitu besar..
Aku pun bertanya : “Apakah engkau sudah beristri?”
Ia menjawab : “Alhamdulillah, aku sudah beristri dan punya beberapa anak”
Aku berkomentar : “Kalau begitu berarti istrimu juga ikut merawat ibumu?”
Ia menjawab : “Istriku membantu semampunya, dia yg memasak dan menyuguhkannya kepada Ibuku.

Aku telah mendatangkan pembantu untuk istriku agar dapat membantu pekerjaannya.

Akan tetapi aku berusaha selalu untuk makan bersama Ibuku supaya dapat mengontrol kadar gulanya”
Aku Tanya : “Memangnya Ibumu juga terkena penyakit Gula?”
Ia menjawab : “Ya, (tapi tetap saja) Alhamdulillah atas segalanya”
Aku semakin takjub dengan pemuda ini dan aku berusaha menahan air mataku…
Aku mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan aku dapati kukunya pendek dan bersih.
Aku bertanya lagi : “Siapa yg memotong kukunya?”
Ia menjawab : “Aku. Dokter, Ibuku tak dapat melakukan apa-apa”
Tiba-tiba sang Ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang?”
Ia menjawab : “Tenanglah Ibu, sebentar lagi kita akan pergi ke kedai”
Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang…sekarang!”
Pemuda itu menoleh kepadaku dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaanku melihat ibuku gembira lebih besar dari kebahagiaanku melihat anak-anakku gembira…”
سبحان الله العظيم
Aku sangat tersentuh dengan kata-katanya…dan aku pun pura-pura melihat ke lembaran data Ibunya.
Lalu aku bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara?”
Ia menjawab : “Aku putranya semata wayang, karena Ayahku menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka”
Aku bertanya : “Jadi anda dirawat Ayah?”
Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yg merawatku dan Ibuku.

Nenek telah meninggal – semoga Allah SWT merahmatinya – saat aku berusia 10 tahun”
Aku bertanya : “Apakah Ibumu merawatmu saat anda sakit, atau ingatkah anda bahwa Ibu pernah memperhatikan anda?

Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan anda, atau sedih karena kesedihan anda?”
Ia menjawab : “Dokter…sejak aku lahir ibu sudah tak mengerti apa-apa…kasihan dia…dan aku sudah merawatnya sejak usiaku 10 tahun”

Aku pun menuliskan resep serta menjelaskannya…
Ia memegang tangan Ibunya dan berkata : “Mari kita ke kedai..”
Ibunya menjawab : “Tidak, aku sekarang mau ke Makkah saja!”
Aku heran mendengar ucapan Ibu tersebut…
Maka aku bertanya padanya : “Mengapa Ibu ingin pergi ke Makkah?”
Ibu itu menjawab dengan girang : “Agar aku bisa naik pesawat!”
Aku pun bertanya pada putranya : “Apakah Anda akan benar-benar membawanya ke Makkah?”
Ia menjawab : “Tentu…aku akan mengusahakan berangkat kesana akhir pekan ini”
Aku katakan pada pemuda itu : “Tidak ada kewajiban umrah bagi Ibu Anda…lalu mengapa anda membawanya ke Makkah?”
Ia menjawab : “Mungkin saja kebahagiaan yg ia rasakan saat aku membawanya ke Makkah akan membuat pahalaku lebih besar daripada aku pergi umrah tanpa membawanya”.
Lalu pemuda dan Ibunya itu meninggalkan tempat praktekku.

Aku pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruanganku dengan alasan aku ingin istirahat…

Padahal sebenarnya aku tak tahan lagi menahan tangis haru…
Aku pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yg ada dlm hatiku…
Aku berkata dalam diriku : “Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal Ibunya tak pernah menjadi Ibu sepenuhnya…

Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu…
Ibunya tak pernah merawatnya…

Tak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang…

Tak pernah menyuapinya ketika masih kecil…

Tak pernah begadang malam…

Tak pernah mengajarinya…

Tak pernah sedih karenanya…

Tak pernah menangis untuknya…

Tak pernah tertawa melihat kelucuannya…

Tak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya…

Tak pernah….dan tak pernah…!
Walaupun demikian…pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang Ibu”.
Apakah kita akan berbakti pada Ibu-Ibu kita yg kondisinya sehat….

seperti bakti pemuda itu pada Ibunya yg memiliki keterbelakangan mental???.
Ya Allah, ampuni kami, maafkan kesalahan dan kekhilafan kami yg telah meninggalkan bakti kami kepada orang tua kami terutama kepada Ibu yg telah mengandung, merawat dan membelai kami.
Dialah yg membelikan kami baju baru, memandikan kami dan memakaikan baju baru setiap Iedul Fitri.
Tapi disaat kami sudah dewasa, kami tak pernah ingat lagi dengan jasa beliau dan tak pernah berupaya untuk membelikannya baju baru.
رب اغفر لي و لوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Selamat merenung

Semoga bermanfaat

Salam cinta…..❤

By Nisdhan bin Rasyib-Aceh. 

STID Mohammad Natsir Jakarta.
Sumber : WAG

DARI MANA DATANGNYA PEMIMPIN ZHALIM?

​Shahabat Taushiyyah:
1. Saudaraku, berkuasanya Pemimpin yang zhalim adalah musibah bagi umat. Dia datang, karena ada sebab yang membuat dia datang …
2. Hendaklah kita mengenali sebab kedatangannya, agar kita bisa mengobatinya dan agar kita tidak salah menentukan obatnya …
Seorang dokter akan mendiagnosa penyakit sebelum ia memberi obat dan menentukan kadarnya, karena salah memberi obat bisa  membunuh orang yang sakit dan tak menyembuhkannya.
3. Lalu dari mana datangnya pemimpin yang zhalim?
Biarlah Allah pemilik kerajaan langit dan bumi menjelaskan kepada kita dari mana datangnya …
a. Allah ta’ala berfirman :
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
✅ “Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi wali (pemimpin, penolong, teman setia) bagi sebahagian yang lain disebabkan (dosa) yang mereka usahakan” [QS. Al-An’am: 129]
b. Seorang tabi’in yang bernama al-A’masy ditanya tentang ayat di atas, maka beliau berkata:
“Aku mendengar mereka (para sahabat) berkata, ‘Jika manusia sudah rusak maka mereka akan dipimpin oleh orang-orang yang jahat di antara mereka” (Abu Nu’aim, al-Hilyah vol. 5 hal 51 dan Siraj al-Muluk, vol.2, hal: 467).
c. Bukankah Di antara doa yang sering kita panjatkan adalah:
اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا
“Yaa Allah dikarenakan dosa-dosa kami janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami.”
Lihat.. bukankah dosa yang kita lakukan telah mengundang datangnya petaka ini?
d- Hasan al-Bashri didatangi oleh orang-orang yang hendak menghunuskan pedang-pedang mereka ke arah pemimpin yang zhalim, pemimpin yang membunuh sahabat nabi… mereka datang ingin mendapatkan legitimasi dari sang imam dan fatwanya bisa disebar ke seluruh penjuru negeri islam, akan tetapi beliau menjawab:
لا تفعل إنكم من أنفسكم أتيتم.
🌱 Jangan kalian lakukan, sesungguhnya dari diri-diri kalian sendiri pemimpin pemimpin itu didatangkan kepada kalian…
sebagaimana perkataan yang masyhur:
كما تكونوا يولى عليكم …
Sebagaimana keadaanmu maka begitulah kepemimpinan diberikan kepadamu.
Amal-amal kalian adalah pemimpin kalian (Imam Al-Thurthusyi, Siraj al-Muluk hal. 197).
f- Riwayat riwayat di atas berkesimpulan bahwa musibah berupa penguasa dan pemimpin yang zhalim bermula dari diri kita.

4. LALU APA SOLUSINYA:
Solusi selalu dilihat setelah kita melihat sebab, maka jika sebab datangnya pemimpin zhalim adalah dosa dan kezhaliman yang kita lakukan maka hendaklah kita bertaubat dan beristighfar kepada Allah.. memperbaiki diri kita,.. memperbaiki aqidah dan ibadah kita.. agar dengan keshaliahn kita Allah menshalihkan pemimpin kita..
a- Allah ta’ala berfirman :
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ 
✅ “Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri” (QS. As-Syura: 30)
b- Hasan al-Bashri berkata:
انَّ الرَّجُلَ كَانَ يُشَاكُ الشَّوْكَةَ يَقُولُ : إِنِّي لأَعْلَمُ أَنَّكِ بِذَنْبٍ وَمَا ظَلَمَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ.
🌱 Sesungguhnya dahulu seorang laki-laki dari salaf tertusuk duri di kakinya, maka ia berkata: sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau menusukku karena dosa yang aku perbuat, karena tuhanku tidak berlaku zhalim kepadaku… (Imam Ahmad, az-Zuhd, hal: 282)
Beristighfarlah kawan.. dan mari kita perbaiki diri.. agar musibah ini diangkat oleh Allah
SAUDARAKU …
maka dari itulah mengapa para ulama selalu mewanti-wanti kita agar berlindung dengan ilmu ketika terjadi fitnah, huru-hara dan petaka.
Karena dengan ilmu dan bashirah, para ulama rabbani melihat apa sebenarnya akar petaka dan bagaimana cara mengangkatnya.
Kita selalu sibuk melihat pucuk daun yang mengering… tapi para ulama sejati selalu melihat akar yang rusak…
Semoga bermanfaat.
🖎 Akhukum fillah Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah

@STaushiyyah

Telegram | Twitter

———————————

Diposting dan disebarkan kembali oleh WA *Cahaya Sunnah*

———————————
Sumber : WAG

​6 KESALAHAN SAAT MENGHADAPI MASA GTM ANAK

By : Amalia Sinta
Dear Mak Emak Sayang,

Berkaitan dengan masalah GTM (Gerakan Tutup Mulut) alias sulit makan pada anak, maaf yang japri belum semuanya sempat saya jawab. Saya coba jelasin di tulisan ini ajah ya, semoga bisa membantu.
FYI, anak saya bukannya gak pernah GTM lowh. Tera pernah males makan selama hampir 2 bulan waktu umur 1,5 tahun. Tapi saya tanamkan di pikiran bahwa dia gak GTM, tapi lagi bosen ajah sama masakan saya yang itu-itu ajah hahaha..
Meski sebetulnya saya gak terlalu bisa masak, tapi terpaksa putar otak cari kreatifitas dalam mengolah makanan. Setelah berjuang di dapur dengan aneka resep baru, apa anaknya mau makan?
Tetep gak mauu! 😅😅
Dan setelah trial n error menu, tau gak dia mau makannya apa?
Nasi putih hangat dikasih parutan keju! Wkwkwk..
Dia makan itu doank selama sebulan.Tapi selama itu, buah tetep masuk.
Saya gak pernah memaksa secara berlebihan agar anak mau makan. Cuma masuk beberapa suap, ya udah gpp. Tapi tetap dicoba dan saya kasih contoh makan di depannya. 
Pelan-pelan, nafsu makan Tera pulih. Dia mulai mau makan sop ayam, ikan goreng, dan menu lainnya.
Saya seringkali menemukan orang tua yang melakukan hal yang kurang tepat untuk mengatasi GTM pada anak, malah berujung trauma dan anak makin sulit makan.
Berikut saya ulas ya :
6 KESALAHAN DALAM MENGHADAPI MASA GTM ANAK :

1. Memaksa Anak Makan Dengan Cara Tidak Wajar

Gak sekali dua kali saya temui di grup emak-emak, ada yang memakai cara berlebihan untuk memaksa anak makan. Seperti mencekoki paksa makanan ke mulut anak, nangis tetep disuapi, bahkan sampai mengikat badan anak 😰
Hal-hal semacam ini berbahaya ya Mak. Anak bisa tersedak. Makanan dan minuman bisa masuk ke saluran nafas dan bisa fatal sampai meninggal.
Selain itu, jelas akan menimbulkan trauma. Anak butuh makan 3x sehari. Kebanyang gak stress nya anak kalo selalu dipaksa. Jangan sampai dia merasa kegiatan makan adalah penyiksaan. Kasian kaan..

2. Memberi Label “Susah Makan” Pada Anak

Saya sering sekali bertemu orangtua yang menyebut : “anak saya susah makan”, bahkan di depan anaknya.

Tau gak, kalo label yang sering diucapakan ke anak, akan mengendap ke bawah sadarnya?
Itu membuat anak terus menerus menolak makan, karena dia menganggap bahwa memang benar, dirinya adalah anak yang susah makan, gak suka makan sayur, dsb.
Mulai sekarang, yuk coba berhenti mengucapkannya Mak.
Ganti dengan bilang :

“adek anak yang pintar makannya”.

“adek suka makan, ini enak, adek suka makan ini (sebut nama makanannya).
Konsistenlah merubah label negatif menjadi positif. Biarkan meresap ke bawah sadar anak, termasuk emaknya, pengasuhnya ataupun neneknya. Amati hasilnya, akan ada perubahan perilaku anak soal makanan.

3. Menyuruh Tanpa Memberi Contoh Nyata

Menyuruh anak makan sayur, sedangkan ortunya engga. Ya kebanyang donk, mana mau anaknya hehe..
Gak perlu langsung suka semua sayur, mulailah satu dua jenis sayur ajah, dengan porsi sedikit. Makan di depan anak. Anakpun akan mengekor. Lama-lama bisa ditambah porsinya.

4. Jadwal Makan Tidak Teratur

Anak yang jam makannya berantakan, akan sulit mengenal “rasa lapar”. Jadi gak jelas kapan alarm lapar dalam tubuhnya berbunyi. Itu sebabnya anak susah makan.
Apalagi jika terbiasa ngemil apapun, kapanpun. Perut anak itu belum muat banyak, sayang kalau hanya diisi jajan tanpa gizi. Giliran tiba waktu makan besar, perut dah penuh.
Oya terlalu banyak minun susu juga bikin males makan ya Mak. Karena susu itu mengenyangkan. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), untuk anak usia diatas 1 tahun, konsumsi susu maksimal 500 ml perhari ajah.
Dan jangan pula terlalu sering menawarkan makan pada anak. Dikit-dikit disuruh makan, bentar-bentar disuapin. Bosen kali Mak hehe.. Kecuali anak yang emang lagi program penggemukan, emang dijadwalkan makan besar sampai 6x sehari dalam porsi kecil.
Aturlah jam makan besar dan jam makan cemilan. Kalau saya, makan besar pukul 8,12 dan 19.00. Makan cemilan pukul 10 dan 16.00.
Diluar jam itu, anak-anak gak makan apapun. Saya gak sedia cemilan kemasan di rumah, cukup buah potong segar, roti, jus atau susu sebagai selingan.

5. Memaksa Anak Makan Dengan Rapi

Ya kali ada anak yang langsung bisa makan dengan rapi hehe..

Ga ada, Mak. Setiap anak perlu diberi kesempatan untuk berantakan saat belajar makan. Usia setahun dua tahun motoriknya belum sempurna, gerakan memasukkan makanan ke mulut sering meleset. Kalo dimarahi pas ada yang tumpah, anak malah males makan.
Nanti semakin besar anak, dia akan mampu makan dengan rapi dan jadi mandiri makan sendiri.
Sekarang emaknya tinggal memperbanyak stok tenaga, stok sabar dan stok lap pel hehe..

6. Membandingkan Dengan Anak Lain

Tiap anak itu berbeda. Jadi gak perlu baper liat anak tetangga yang ginuk-ginuk, sementara anak kita sendiri tampak kurus.
Ingat Mak, anak yang sehat tidak selalu yang gemuk. Anak kuruspun tak masalah. Karena besar kecilnya anak tergantung dari gen orang tuanya juga. Masa mamanya imut, maksa pengen anaknya tinggi besar? Hehe…
Tapi bukan berarti kita adem ayem ajah kalo anak terlalu lama gak nambah berat badannya ya Mak. Karena anak juga perlu tumbuh, artinya berat badan perlu naik. Pantau grow chart untuk memastikan anak tidak gagal tumbuh.
Jika dirasa stuck, saya menyarankan untuk konsultasi dengan dokter spesialis anak atau dokter tumbuh kembang. Agar didapat permasalahan sekaligus solusinya.
Mungkin saja anak kita terkena ADB (Anemia Defisiensi Besi), mungkin ada gangguan pencernaan yang bikin nutrisi sulit terserap, mungkin tidak nambah beratnya karena sering sakit, atau karena sebab lainnya.
Nah segini dulu ulasan tentang GTM ya Mak. Besok saya sambung lagi dengan tips agar anak mau makan. 
Oya tabel yang saya upload ini adalah Standar Antropometri dari Kementrian Kesehatan tentang berat badan ideal balita. Silahkan di cek n ricek BB anak kita masing-masing ya Mak.

Ada juga tabel tinggi badan, silahkan bisa download sendiri di : http://www.gizi.depkes.go.id
Semangat ya Mak

Semoga masa GTM segera berlalu..
#SharingnyaSinta
*SHARE gak perlu izin
Sumber : FB