PUBER KE 2

​RESUME KULWAP RKI KOTA BEKASI , ahad 14 MEI 2017
Tema : PUBER KE 2, Bagaimana Pandangan syariah Islam dan cara mengatasinya untuk ketahanan keluarga
Bersama ; Ustadzah Dra Herlini Amran MA
Pengantar : 
Islam tidak mengenal puber kedua, yg ada adalah konsep Baligh. Sebagaimana tujuan penciptaan manusia adalah Beribadah kepada Allah swt, maka usia dimulainya perhitungan setiap amal, dimana manusia sudah diberikan beban syariat untuk di amalkan dalam kehidupan (mukallaf) adalah pada usia Baligh.

Selain konsep Baligh, Islam juga memberikan perhatian secara khusus usia 40 tahun (apakah diusia ini yang disebut masa puber kedua menurut konsep psikologi, wallohu a’lam) , yang jelas sebagai umat Islam cukuplah konsep Islam yg telah memberikan panduan dan arahan komplit dalam kehidupan di dunia ini wa bilkhusus kehidupan didalam rumah tangga.
Berbicara tentang ketahanan keluarga, tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja, ketika ada permasalahan yang terjadi antara suami istri kemudian langsung di vonis sebagai ‘mengalami puber kedua’ apalagi kebetulan pasangan tsb saat itu  berusia sekitar 40 tahunan.
Disini sy memisahkan pembahasan tentang ketahanan keluarga disatu sisi dan adakah puber kedua didalam Islam. Tema ketahanan keluarga tidak kita bahas detail, hanya sekedar bahan evaluasi saja bagi pasangan yang akan dan telah menikah untuk melihat sejauh mana kekokohan keluarga mereka dapat dipertahankan dalam kehidupan berumahtangga didunia ini, apakah pasangan mereka hanya berkeluarga di dunia saja, tidak bersama-sama di akhirat, atau mereka menginginkan pasangannya juga berkumpul bersama-sama juga di akhirat nanti.
Oleh karena itu mari di cek keluarga masing2,  apa tujuan kita berkeluarga? Keluarga seperti apa yg kita harapkan?, lantas pola hubungan seperti apa yg ingin kita lakukan, keluarga ini mau dibawa kemana?, apa hal2 yg penting bg kita sebagai sebuah keluarga, bagaimana pola komunikasi yg akan kita jalankan dlm kehidupan berkeluarga ini? Apa sebenar nya prioritas tinggi dari tujuan berkeluarga kita?
Ringkasnya klg akan kokoh bila memiliki visi dan misi hidup yg benar. Keluarga tsb memiliki komitmen keislaman yg kokoh dan persepsi yg utuh ttg rumah tangga(bhw rmh tangga punya tugas kolektif untuk merealisasikan nilai2 Islam dlm rmh tg unt kemudian di transfer kan  kepd masyarakat.   

 Secara spesifik usia 40 th disebutkan dlm al Qur’an yaitu pd QS. 46:15.

Itulah sebabnya para ulama memberikan perhatian yg besar terhadap usia 40 th.
Asy Syaukani mengatakan jika sdh masuk usia 40 th maka harus banyak berdoa seperti  dalam QS 46:15.
Dlm ‘Bahrul Maurud’ Abd Wahab bin Ahmad Asy Sya’ban menjelaskan : bila umur sdh 40 th, siap2 melipat kasur yang dan selalu ingat setiap tarik nafas, bahwa kita sedang menuju akhirat. 

Jadi usia 40 th adalah usia matang, usia dimana seseorang meningkatkan rasa syukurnya pd Allah dan ortunya, meningkatkan amal sholih nya agar dpt menjadi teladan yg baik pd anak2nya, usia yg menjadi titik tolak dan memperbarui taubat pd Allah atas dosa  kesalahan atas kufur nikmat selama ini..
*PERTANYAAN 1 :*
Bagaimana jika ada terjadi, ada seorang suami justru (seperti memanfaatkan istilah puber 40th), dgn  berprilaku atau berbicara kearah polygami.

bagaimana menyikapi nya,& menghadapi kondisi psikologi suami jg,( yg sprti nya usia 40 ada yg semakin kekanak2an, gayanya.)

kbtln ada teman akhwat suaminya yg usianya sdh 40th lbh, skrg srg membahas polygami.
_Jawab :_
di usia 40 th biasanya manusia telah mencapai puncak kehidupannya baik dr segi fisik, intelektual,  emosi dll nya, itu disatu sisi, disisi lainnya, rumah tangga yg sdh dibina bertahun2 tentu mengalami titik jenuh …Maka para ulama salafi sholih menganjurkan mereka yg berusia 40 th kurang atau lebih untuk membaca doa 46:15
رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

  “Ya Rabbku , tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”(QS Al-Ahqaf: 15)
Do’a tersebut perlu dibahas bersama. Sehingga konsep syukur itu lebih didahulukan penyebutannya. Ketika orientasi bergeser, maka terbukalah pintu dunia, bukan berarti dilarang poligami. Memang ada Yg mengatakan life began at forty,

Tapi perlu diingat kematian memanggil kita kapan saja tanpa perlu tanda-tanda, Itu tergantung bagaimana menterjemahkannya, benar jika kehidupan yg dimaksud adalah upaya untuk mendekatkan diri pad Allah dengan sebenar-benarnya. Tapi bagaimana memberikan  konsep pemahaman itu kepada suami..jika suami nya lebih pandai berdalil.

Apakah yg hrs dilakukan istri..sikap atau pelayanan apa? untuk menguatkan hubungan suami istri. Biasanya suami gengsi jika diberi tahu oleh istri…

Bukan masing-masing sibuk dengan urusan nya masing-masing karena anak-anak sudah pada besar. Ketika anak-anak sudah besar, sebagai istri kita upayakan Kebersamaan dengan suami semakin ditingkatkan.

Artinya, pola komunikasi semakin intensif menjaga Ruhiyah suami sangat penting munculnya keinginan tsb krn pergaulan yang heterogen.
*PERTANYAAN 2:*
“Assalaamu’alaykum…Ustadzah saya mau nanya….

Ada seorang wanita yg bercerita bhw ia sangat mencintai suaminya tetapi di saat yg sama dia msh menyimpan rasa kpd pria di masa lalunya..

Bagaimana Islam memandang hal ini? Batasan seperti apa yg dibolehkan / dilarang?
_Jawab :_

Menyimpan rasa kepada pria diluar suaminya tsb spt apa?

Biasanya ini adalah Godaan syetan, yg tdk suka manusia harmonis dlm berubah tangga

Ada istilah tulul amal. Bahkan yg parah, saat jimak dengan suami, yg dibayangkan adalah pria masa lalunya tsb panjang angan2, maksudnya syetan membuatnya msh teringat dg masa lalu nya. Na’u zubillah. Dalam kaca mata Islam, selain krn godaan syaitan, ini bisa jg msk dlm kategori kurang beriman kepd Taqdir (salah satu dr rukun iman).

Jika iman kepada Taqdir yg telah Allah tentukan pd dirinya, maka tdk ada ruang untuk pria lain di hatinya. Jika dia teringat dg pria tersebut, cepat2 ta’awwuz
*PERTANYAAN 3 :*
“Assalamu’alaykum bu Herlini, apakah masa kecil yg kurang mendapat perhatian dan kasih sayang yg semestinya dari orang tua akan mempengaruhi kematangan seseorang di kemudian hari?seperti org yg harusnya tambah umur tambah dewasa, ini malah  kekanak2an…cuek, semaunya sndiri dan egois
_Jawab :_
Tidak selalu.

Memang pola asuh berperan sgt penting pada pertumbuhan anak. Nilai-nilai keislaman dan keimanan dpt membuat seseorang tsb menjdi matang, lebih memahami hakikat kehidupan, bahkan bertekad untuk tdk mengulangi kembali masa lalunya yg krg mendptkan kasih sayang, dia tdk ingin anaknya mengalami hal yg serupa dg dirinya. Nah pendamping hidup berperan penting dalam hal ini.
Lihatlah bagaimana sorang Muhammad saw, yatim sejak kecil, mendptkan kasih sayang istri tercinta. Mestinya hasil dari proses Tarbiyah, dpt membuat ssorg memiliki kepribadian yg matang
Peran orang terdekat (selain ortu) sgt membantu perubahan pd diri seseorang. Jd sikap krg dewasa, kekanak2an tdk bisa dijadikan pembenaran, dikarenakan kurang perhatian dr  kedua ortu.
Proses tarbiyah mampu merubah seseorang. Jika Rasulullah saw sedemikian Subhanalloh kepribadiannya dan akhlaknya, sbb Allah lgs yg mentarbiyah dirinya saw (addabani Rabbi fa ahsana ta’dibi)
*PERTANYAAN 4 :*
“Assalaamu’alaykum Ustadzah,
Dalam Islam memang tidak ada puber kedua.

Namun ada kecenderungan manusia yg enggan disebut tua yg relevan dg ketidak berdayaan.

Barangkali itu yg menyebabkan seseorang, khususnya laki2 memunculkan perilaku atau sikap tertentu dengan harapan masih dianggap “muda / mampu dan masih cukup “menarik.”
Bagaimana cara meyakinkan orang lain atau pasangan bahwa itu bukan cara yg tepat;  utk menunjukkan bahwa tua itu bukan sesuatu yg horor scr fisik maupun psikis.?
Atau menjadi tua itu sesuatu yg harus dikhawatiri sehingga harus melakukan ini dan itu yg sifatnya utk menyangkal ke *tua* an?”
Syukron….

Jazakumullah ahsanal jaza
_Jawab:_
Kembali lagi kepada masalah orientasi hidup, menarik apa yg dikatakan oleh Ibnu Abbas ra : “Barangsiapa mencapai usia 40 th dan Amal kebaikan nya tdk mantap dan tdk dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap siap ke neraka
Masalahnya kita hdp di era skrg ini banyak godaan, coba cek amaliyah yaumiyah kita masih jalan kah?
Alwajibat aktsar minal auqot,  .. kewajiban lebih banyak dari waktu yg tersedia
Namun bukan berarti tidak bisa mendaptkan hidayah kan ustadzah? Atau seseorang masih mungkin berubah setelah 40 th kan?
Suami istri perlu duduk bersama dlm merumuskannya
Masalah terbesar kita adalah sulit duduk rapat bersama suami untuk merumuskan dan mengevaluasi visi misi keluarga, tapi sangat antusias rapat-rapat untuk acara yg bersifat temporer. Lebih Banyak kewajiban drpd waktu yg dimiliki .
Dan apakah mungkin itu terjadi krn menomor duakan keluarga?
Bisa saja seorang  menjadi baik setelah 40 th. Keluarga juga menjadi yang salah satu kewajiban yg harus diutamakan
*Penutup*
Bagi yg akan berusia 40 th atau sdh melewatinya , maka perbyk lah berdoa dg doa tsb 46:15, dipahami bersama dengan pasangan hidup kita, shg hari hari yg kita lewati bersama penuh dg rasa syukur pd Allah dan pd ortu, bisa mendidik anak shg menjdi solih dan muslih, berorientasi memperbanyak amal ibadah yg di ridhoi Allah, senantiasa memperbaharui tobat pd Allah atas segala dosa dan kelalaian yg pernah dilakukan, smg ketika mengakhiri hidup dpt diakhiri dg keindahan, yaitu husnul khotimah wallohu a’lam Wassalaamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Sumber : broadcast wa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s