Mengenali Speech Delay Pada Anak

​*Resume Kulwap Internal Sabumi-HSMN Bandung*
Tema: *Mengenali Speech Delay Pada Anak*
Pemateri: Dra. Yosrika, A.Md.TW
Hari: Senin, 24 April 2017

Jam: 19.00 – 20.30 WIB

Moderator: Astri Pratiwi

Notulis: Rika 
🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀
*Curriculum Vitae*
✏ Nama: Dra.Yosrika, A.Md.TW
✏ Tanggal lahir:  15 Desember 1967
✏ Alamat: Perumahan Permata Biru Blok T 19
✏ Pendidikan: D3 Poltekkes Ali Islam, S1 IKIP Bandung. Saat ini sedang melanjutkan program S2
✏ Status: Menikah, 2 putra
✏ Aktivitas: Terapis bicara Yayasan Suryakanti Bandung,Terapis bicara klinik Precious Kids, Koordinator terapis wicara  Yayasan Suryakanti, pengurus Litbang IKATWI Bandung, Fasilitator deteksi dini tumbuh kembang anak
✏ No telp.: 08122120808
🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸
Pada kesempatan ini saya ingin share dengan bunda mengenai keterlambatan bicara. 
Bunda biasanya suka bingung dan bertanya kenapa anaknya tidak mau berbicara? 

Kapan dia bicara? Normalkah jika anak terlambat bicara? 

Dan berbagai pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan buah hatinya. 
Keterlambatan bicara bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa disebabkan karena pengasuhan yang kurang tepat. Misalnya anak kurang mendapatkan stimulasi bicara karena jarang diajak bicara, banyak main game, atau menonton TV.
Tetapi keterlambatan bicara juga bisa disebabkan karena faktor patologis. Seperti, anak dengan keterlambatan perkembangan (contoh: anak down syndrom,nak mental retarded.), anak dengan gangguan pendengaran, gangguan celah bibir dan langit-langit, gangguan konsentrasi, gangguan sensori, atau gangguan syaraf (misalnya anak Cerebral Palsy). 
Bagaimanakah cara penanggulangannya? Penyebabnya harus diketahui dulu. Untuk perkembangan anak normal, biasanya usia satu tahun sudah bisa mengucapkan minimal 1 sampai 3 kata tetapi bermakna. 
Contoh: mama… Bertujuan untuk mamanya. Dua tahun minimal bisa mengucapkan dua kata. Misalnya mama bobo. 
Semakin tinggi usianya, bahasa reseptif dan ekspresifnya semakin berkembang. Karena kosa kata semakin berkembang dan sebagainya. 
Keterlambatan bicara akan memengaruhi kemampuan sosialisasinya juga.
Ayo bunda, kita diskusi masalah keterlambatan bicara. Semakin dini dan cepat ditangani, maka kemungkinan untuk berkembang lebih cepat.
Mungkin bisa saya informasikan juga tentang keterampilan anak makan dan minum juga biasanya ada pengaruh ke motorik mulut anak. Dan tahukah bunda, ada banyak sekali aktivitas di sekitar kita yang bisa kita lakukan untuk menstimulasi oral motornya.

Anak dengan keterlambatan bicara tanpa gangguan yang lain akan lebih mudah mengejar kekurangannya. Tetapi, anak dengan keterlambatan bicara dan dicurigai ada faktor penyertanya harus ditangani dengan benar dan lebih cepat lebih baik.
Lihat juga pola anak makan. Apakah anak bisa mengunyah dengan gerakan yang benar. Lalu permainan meniup dan menyedot (dengan menggunakan sedotan). Itu bisa menstimulasi gerakan bibir lebih kuat dan respirasi lebih kuat juga.

Saat kita meniup, banyak sekali syaraf cranial yang bekerja di sekitar mulut kita. Klo terapis bicara melihatnya dari kekuatannya bu, jadi bukan hanya sekadar dia bisa meniup saja.

Saat anak minum dari sedotan, bibir harus menutup. Dan ada kekuatan napas juga di proses itu. Saat bibir tutup secara tidak langsung anak belajar refleks bunyi bilabial untuk konsonan b, m, dan p.

Tapi perhatikan juga apakah anak sering menggigit-gigit sedotan atau tidak.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋

*Sesi Tanya Jawab*
*Pertanyaan Teh Riska:*
Bismillaah.. 

Bu, sebaiknya bahasa apa dulu yang kita perkenalkan ke anak? 

Karena ada keinginan kami sebagai orang tua agar anak kami menguasai bahasa asing.
Yang kami lakukan saat ini, anak kami perkenalkan bahasa Indonesia, jadi kata-kata pertama yang dikenalkan adalah “Ayah”,, “Bunda”, “Eyang”, dan lain-lain.
Nah, jika anak diperkenalkan bahasa campuran sejak kecil ada pengaruhnyakah ke speech delay?
*Jawaban:*

Terima kasih banyak ibu untuk pertanyaannya. Setahu saya, memang lebih baik memperkenalkan bahasa ibu terlebih dahulu. Terutama untuk anak-anak yang ada indikasi keterlambatan bicara yang serius. Tetapi untuk banyak anak yang pemahaman bahasanya bagus, tidak tertutup kemungkinan anak ini diperkenalkan bahasa yang lain juga.

Jadi, jika putra ibu cepat menangkap dan ibu mulai mengenalkan bahasa asing, Disarankan untuk konsisten juga, Bu. Biar anaknya tidak bingung. Misal untuk kucing, ibu bilangnya cat tapi eyang bilang kucing. Tapi anak akan belajar kalau ibu selalu bilang cat untuk kucing (jadi dalam hal ini ibu yang jadi model).

Untuk beberapa kasus, bisa terjadi keterlambatan bicara juga karena bingung bahasa.

Demikian Ibu penjelasan saya.

*Pertanyaan teh Rintan*
Sampai batas usia berapakah anak dikatakan speech delay dan harus diperiksakan ke dokter?

Apakah penggunaan bahasa lebih dari satu berpengaruh?
*Jawaban:*

Anak dikatakan terlambat bicara tentunya jika perkembangan bicara dan bahasanya tidak sesuai dengan usia kalendernya, Bu. Sekarang ada banyak info mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai informasi untuk Ibu, jika anak usia 1 tahun belum keluar suara, dipanggil tidak menoleh, atau sampai usia 2 tahun belum keluar kata-kata sama sekali, ini juga harus dicurigai. Apalagi jika disertai dengan aktivitas yang berlebihan dibandingkan anak seusianya. Seperti dijelaskan di atas, Bu. Untuk beberapa anak yang ada indikasi keterlambatan bicara, biasanya penggunaan lebih dari satu akan memengaruhi perkembangannya. 
*Pertanyaan Teh Prita:*
Assalamu’alaikum Bu  Yosrika. 

Saya Pritta. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan, Bu.

1. Adakah perbedaan antara anak yang speech delay dan autis? Saya melihat ada anak teman saya, usianya 2 tahun, belum bisa berbicara sepatah kata pun. Saya perhatikan memang anak tersebut kurang stimulus. TV dan gadget selalu menemaninya. Sering saking asyiknya, bisa tertawa terpingkal-pingkal dan kalau dipanggil nama bahkan sampai ditoel-toel pipinya, tidak ada respons sama sekali, tetap asyik dengan tontonannya. Apakah anak teman saya itu speech delay atau sudah autis juga?

Bagaimana sebaiknya penanganannya?
2. Jika anak sudah positif speech delay, Adakah kurikulum buat ibunya di rumah  untuk terapi perilaku agar siap untuk terapi bicara? Dan bagaimana cara melatih kemandirian anak yang speech delay?
3. Anak saya, usia sudah 3 tahun. Alhamdulillah sejak usia 1 tahun sudah bisa mengucapkan kata-kata yang agak sulit, misalnya tumpah.

Nah, yang menjadi ganjalannya, masih ada beberapa huruf yang masih cadel. R jika ada di akhir berubah jd W. Misal menyebut nama Bisyir: Bisyiw. Huruf K jadi T. Misal Kuning jadi Tuning.

Masih tahap normal ga ya Bu? Latihan seperti apa yang tepat agar pelafalannya bisa benar, karena berulang kali saya latih, masih cadel pada huruf tertentu itu.
4. Kalau anak sering menggigit sedotan, artinya apa? Bisyir kalau habis minum susu kotak, sedotannya suka digigit-gigit juga. 😬
5. Kalau gangguan bahasa ekspresif termasuk ke dalam speech delay ga ya Bu? 
Jazakillah khoiron.
*Jawaban :*

Baik Bu. Saya jawab satu per satu pertanyaan Ibu ya.

1. Anak yg speech delay belum tentu dia autis, Bu. Tetapi anak yang autis biasanya disertai dengan keterlambatan bicara. Untuk membedakan apakah anak ini speech delay atau autis, kita lihat ciri-ciri dari autis itu sendiri. Biasanya anak autis disertai dengan gangguan perilaku, gangguan interaksi, dan gangguan komunikasi.
2. Biasanya kalau terapis itu membuat home program untuk anaknya di rumah dan tentunya home program dibuat berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan anaknya, Bu. Jadi program akan berbeda antara satu anak dengan anak lainnya walaupun dia sama-sama speech delay.
3. Setahu saya untuk perkembangan konsonan anak sampai usia 3 tahun yang harus dikuasai adalah konsonan: b.m.p.w.n.d.t.d.k.f.

Klo konsonan R mah untuk usia 3 tahun tidak apa-apa dulu, Bu karena memang belum usianya. Konsonan R biasanya di sekitar usia 5 tahun harus sudah terbentuk. Asal konsonan tadi yang saya sebut di awal sudah dia kuasai. Kalau anak mengucap konsonan K jadi T, jika ibu sudah koreksi dan tidak membaik, mungkin Ibu harus melatih refleks lidahnya. Dicoba dengan memberikan minuman juice yang agak kental dengan sedotan supaya refleks lidahnya lebih ke belakang. Coba ibu rasakan bagaimana mengucapkan bunyi K. Terasa lidah lebih ke belakang. Kalau konsonan T terasa lidah datar.
4. Kalau dari sudut pandang terapis bicara, mungkin dia masih belum bisa membedakan fungsi bibir dan gigi atau dia masih banyak mencari sensasi di oral motornya. Ibu bisa coba agak dipendekkan sedikit sedotan yang masuk ke mulutnya supaya bibirnya lebih kuat. Dan akibatnya menstimulasi refleks lidahnya ke bekakang juga.
5. Betul Bu. Gangguan bahasa ekspresif termasuk speech delay juga. Jadi anaknya terlihat mengerti dan berespons bagus tetapi tidak mau bicara verbal. Ada banyak juga kasus seperti ini.
*Tanggapan:*

Punten Bu. Saya baru keingetan juga, Bisyir belum bisa meniup balon. Ini apakah berpengaruh juga ke pelafalan konsonannya yang delay?
*Jawaban :*

Kalau kita melihat dari teori, memang ada urutannya untuk produksi suara. Pertama kita lihat Respirasi, Resonansi, Fonasi. Baru ke produksi suara. Jadi memang respirasi itu seperti motornya untuk bicara. Nah, untuk anak-anak biasanya memang kita melihat dari keterampilan anak meniup. Karena untuk meniup dia perlu mengatur napasnya, posisi mulutnya, dan sebagainya. Jadi beberapa anak mungkin meniupnya gerakan mulutnya tidak halus atau seperti menyembur. Kalau anaknya tertarik dengan permainan tiup-tiup, mungkin Ibu bisa beli tiupan peluit yang ringan berbentuk kincir dan bermain bersama. Jadi jangan langsung meminta anaknya meniup. Kita dulu yang memberi contoh. Intinya, meniup bisa membantu melatih pernapasan yang dipakai untuk bicara dan melenturkan otot-otot di area mulut.
*Pertanyaan Teh Asni Sundarini:*
Ponakan saya 4 tahun speech delay. Sudah terapi wicara kurang lebih 6 bulan. Alhamdulillah sudah ada kemajuan, tapi sekarang terapinya sedang berhenti karena terkendala waktu. Apakah dengan menyekolahkannya akan efektif untuk mengganti terapi wicaranya? Kondisi di rumah memang tidak ada teman main.
*Jawaban :*

Sekolah memang membantu untuk perkembangan sosialisasi, emosi, dan juga bicara. Saya tidak tahu kasus keponakan ibu, jadi bergantung kasusnya juga. Mungkin saya bisa menjawab pertanyaan ibu dengan tepat jika saya tahu diagnosis dari  terapi bicaranya.
*Pertanyaan Teh Silmi:* 
1. Sebesar apa pengaruhnya jika ada tahapan perkembangan yang tidak dilalui, misal tidak tengkurap dan merangkak? Apa yang harus dilakukan jika bagian itu terlewat atau tidak optimal? Dan selain meniup, aktivitas sehari-hari apa lagi yang bisa menstimulasi anak yang speech delay?
2. Satu lagi, ga bisa mengucap huruf S, L, R dalam satu kalimat.
*Jawaban:*
1. Tahapan perkembangan dimulai dari motorik kasar, motorik halus, pengamatan, berbicara, dan sosialisasi (menurut DDTK). Jika seorang anak tidak melewatinya, misal tahapan merangkak, tetapi tampaknya baik-baik saja di aspek perkembangan yang lainnya. Biasanya kesulitan akan muncul di usia sekolah. Misalnya cepat cape bila menulis, posisi duduk tidak bisa lama-lama untuk tegap jika menulis, dan sebagainya. Dengan merangkak, banyak sekali stimulasi alami yang anak dapatkan. Di antaranya belajar keseimbangan, gerakan lateralisasi kiri-kanan, belajar penguatan otot tangan, koordinasi mata dan tangan, dan sebagainya. Jika terlewati, memberi stimulasinya tentu bergantung usianya juga dan tahapan mana yang anak lewati.
Menstimulasi anak merangkak bisa dengan memberikan mainan di depan anak tapi agak jauh sedikit. Usahakan mainan yang anak suka biar anak ada ketertarikan mengambil mainan. Perhatikan juga apakah anak “ngesod” atau tidak.
2. Melatih S.L.R dalam satu kalimat? Terapis bicara biasanya akan melihat dulu berapa umur klien? Kalau putra ibu  masih 2 tahunan, tidak perlu khawatir yang berlebihan. Cuma biasanya terapis bicara akan memeriksa dulu bagaimana gerakan lidahnya, kekuatan juga koordinasinya. Jadi kita lihat dulu anatominya.
Setelah itu baru ada latihannya. Jadi istilahnya kita lihat oral motornya dulu baru bisa menentukan latihan apa yang tepat.
*Pertanyaan teh Puspa:*
Assalamu’alaikum

Teh mau nanya, indikasi speech delay pada anak 2 tahun apa saja ya?
*Jawaban:*

Indikasi anak speech delay usia 2 tahun di antaranya adalah dipanggil tidak menoleh, tidak bisa bermain sesuai dengan fungsinya (tentunya yang sesuai dengan perkembangan bermain ank 2 tahun), belum bisa mengeluarkan sepatah kata pun, dan bisa merangkai dua kata sederhana.
*Pertanyaan teh Nuraeni:*
Anak saya akhir-akhir ini sedang sering (bukan durasi setiap harinya, karena setiap hari meski cuma kurang dari sejam) nonton sitkom di HP.

Sampai hafal semua dialognya. Kira-kira itu berdampak negatif ga terhadap tumbuh kembangnya?
*Jawaban:*

Berapa tahun anak Ibu? Memang ada fase anak lagi senang meniru. Menonton TV atau HP sesekali tidak apa-apa sepanjang kita mendampinginya. Tetapi jauh lebih baik jika banyak bermain dan berinteraksi dengan ayah bundanya karena selain akan mempererat hubungan ibu dan anak, juga akan banyak lagi stimulasi yang bisa diberikan secara tidak langsung saat bermain bersama ayah bundanya. Di antaranya stimulasi bahasa, gerakan, dan lain-lain.

🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🔆 *Sabumi-HSMN bandung* 🔆

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Grup: Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)

📷 Instagram: @sabumibdg

🌏 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s