Stigma Terhadap Orang Saudi Arabia

​Tulisan seorang teman, tentang pengalaman pribadinya selama di KSA (KINGDOM SAUDI ARABIA), panjang, tapi menambah wawasan dan sangat inspiratif, ditulis atas permintaan teman jg 😄
Dear Bu Wigati, Pak Benny, sesuai janji saya, saya buat tulisan tentang pengalaman saya tinggal di Saudi Arabia, beberapa hal yang membuat saya jadi tahu islam yang sunnah. Tentunya ini hanya pengalaman pribadi dan sangat mungkin subjective, dan ini hanyalah sebagian kecil contoh saja. Jangan terlalu digeneralisai dan diperdebatkan.
Assalamu Alaikum warohmatullohi Wabarokatuh.

Tulisan ini saya buat bukan karena euforia kedatangan Raja Salman ke Indonesia, tapi mungkin sebagai renungan dan pengingat untuk saya, sebenarnya islam seperti apakah yang rahmatan lil Alamin itu..
Saya hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya selama hidup di KSA (Kingdom Saudi Arabia) kurun waktu 2008 – 2012. Semoga menjadi bahan pencerahan buat yang membacanya, seperti apakah sebenarnya KSA itu.
Sebenarnya sama sekali tidak ada pikiran atau niatan saya, untuk tinggal di KSA, sampai pada suatu saat saya mendapat tawaran kerja di Jeddah, KSA, sebagai seorang IT Manager di sebuah perusahaan FCMG, perusahaan yg cukup besar dan memiliki banyak kantor cabang di KSA. Waktu itu perasaaan saya biasa2 aja, seperti seorang yang mendapat pekerjaan di LN, gaji gede, bebas pajak, dll. Hanya untuk perbaikan kehidupan, itu saja. Tidak lebih.
Saya sendiri bukanlah seorang yang sangat agamis, malah lebih cenderung moderat. Waktu itu saya tidak tau apa itu Wahabi, apa itu Sunnah, Syiah.. saya bener2 buta soal itu, karena selama bekerja di Indonesia tidak ada pikiran tentang itu, yang saya tau, sebagai muslim, ya sholat, puasa, zakat, haji..pengajian, zikir akbar dsb.
Dalam segala kebutaan soal-soal islami itu, saya berangkat ke KSA untuk bekerja, saya berangkat terlebih dahulu, keluarga menyusul setelah saya merasa settle di sana.
Selama tinggal di KSA, saya mulai merasakan ada sesuatu, ada sesuatu yang saya sendiri ga tau itu apa, yang kadang membuat saya terheran2, terpana, merenung tentang kehidupan Islami orang2 arab saudi ini.., untuk lebih singkatnya saya akan buat menjadi beberapa point, di mana setiap point itu yang membuat saya berusaha menjadi seorang yang menjalankan sunnah. Walaupun prosesnya tidak serta merta, tetapi melalui pemahaman yang panjang, hidayah yang turun naik, saya menganalisa dari point2 pengalaman saya dihubungkan dengan dalil dalil sunnah yang baru saya pelajari dikemudian hari.
Semoga cerita menjadi petunjuk untuk yang mengerti, seperti inilah kalau mau jadi kaya, baik dalam lingkup individu dan lingkup negara. Negara tandus yang diberkahi Allah Subhana Wata Ala, sudah sukup menjadi contoh dan bukti kebenaran akan janji Allah.
1. Orang Arab bodoh2 dan malas

Stigma ini sudah saya dengar sejak lama, itu juga yang jadi pegangan saya waktu berangkat, makanya kenapa banyak tenaga kerja asing, karena mereka malas2.. katanya, geblek, ngeyel, susah dll…. sampai saya melihat sendiri betapa santai dan malas nya mereka, jam 9 masuk kerja, jam 10 sudah keluar kantor, ngopi2 dulu, kerjaan bisa berhari hari selesai, dan lain lain. 

Tapi.. 

Yang saya heran didalam kemalasan dan santai nya hidup mereka, tapi saat Dhuha dan adzan sholat berkumandang, mereka bergegas untuk pergi ke Masjid, tidak ada kompromi, walaupan sedang rapat/meeting, mengerjakan sesuatu, pokoknya tidak ada tawar menawar, saat waktu sholat, orang2 arab sudah menghilang, hanya 1 -2 pekerja yang tinggal di kantor dan kebanyakan mereka bukan orang Arab, seperti India, Pakistan, Philipine..
Dari renungan saya, ternyata..

Al Qur’an surat At-Thalaaq: 2-3: “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga…”
Pekerjaan bukanlah sesuatu yang utama buat mereka, mereka sangat meyakini sekali rezeki itu dari Allah, kadang bekerja itu buat mereka hanyalah sesuatu yang dilakukan untuk menunggu waktu sholat, sangat kental sekali bagaimana mereka itu benar2 mengutamakan sholat. 
Kenapa Arab Saudi, negeri gurun tandus, kering, tetapi penduduknya kaya2 semua? Hidup mereka sangat terjamin, walaupun mereka tidak memiliki skill yang tinggi, pekerjaan yang biasa2 saja, tapi tetap saja hidup mereka lebih baik. Bicara soal kekayaan Alam, seperti minyak bumi, Negri (indonesia) kita juga ada minyak, ada emas, ada batubara, ada hutan, ada kayu, ada hujan, ada pertanian, tetapi kenapa orang2 arab saudi ini tetap lebih kaya, hidup lebih santai, dari mana mereka dapat uang? Aneh kan?

bandingkan dengan kita di Indonesia, semua orang bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang, berangkat kerja pagi2 buta, malah ada yang baru azan subuh sudah berangkat, semata2 hanya untuk mengejar rezeki.

Orang2 arab ini, tidak harus berangkat kerja subuh, subuh waktunya sholat, jadi kadang mereka tertawa kalo saya cerita di jakarta, banyak orang yang sudah jalan kerja lepas subuh…
Di sini saya semakin penasaran, apa sih sebenarnya rahasia hidup mereka?
Di balik santai nya mereka, yang kita sebut malas, ternyata mereka adalah orang2 bertaqwa, pemerintahnya juga pemerintah yang bertaqwa, mejalankan hukum2 syariah, bayangkan orang yang bertqwa saja akan mendapatkan rezeki yang tak terduga, bagaimana kalau pemerintahan yang bertaqwa? rezeki bangsa lebih banyak dan tak terduga, siapa yang menduga, Arab Saudi bisa punya banyak minyak? yang menemukan minyak juga orang Amerika di sana, bukan arab, yang susah payah cari minyak itu orang2 kafir, si Muslim bertaqwa ini hanya menikmati hasil nya…, hebat bukan? saya rasa ini janji Allah sesuai surat di atas,
Nah, kalo ada minyak pasti ada uang, uang yang sangat banyak, uang nya untuk siapa? ya untuk penguasa Arab ya? Tapi alhamdulillah, karena penguasa Arab ini (Keluarga Saud) adalah orang2 yang sangat menghormati Ulama, pengelolaan uang di atur sesuai hukum syariah, ada Zakat, tidak ada pajak, ada tunjangan untuk rakyat miskin, pembangunan Masjid Haram, dan semakin mudahlah rakyat mereka mendapatkan uang. Dari uang ini juga, ummat islam memiliki tempat ibadah suci yang paling moderen di dunia, bandingkan dengan tempat suci agama2 lain..
Arab saudi sangat melindungi warga aslinya, gaji pegawai negri, minimal 8000 riyal untuk tingkatan paling rendah, gaji standard guru biasa, bisa 2x nya, saya pernah tanya petugas telkom yang benerin kabel di depan apartemen saya, orang Saudi, saya tanya gajinya..,dia bilang gaji saya kecil, cuma 8000 riyal…, weleh…, untuk seorang pengangguran warga Saudi Asli, akan mendapat tunjangan 3000-4000 riyal tergantung kondisi mereka, punya anak atau tidak. Asal tau saja satndard gaji pembantu indonesia, itu 800 riyal (sebenarnya 1500, tapi dipotong asuransi dll) .., jadi bisa bayangkan tidak, seorang pengangguran di saudi bisa dan mampu membayar pembantu.
Kembali ke masalah kerja, saya merasa ada yang salah dengan kehidupan kita, berangkat pagi2 subuh tapi rezeki ko cuma segitu2 aja.., kenapa?
Saya membaca buku Satanic Finance, Tulisan A Riawan Amin, mantan direktur bank Muammalat, mungkin bisa membuka pikiran kita, dari buku ini saya baru menyadari “Riba/interest/Bunga” akan mengakibatkan “orang2 akan bekerja lebih keras, lebih giat, karena mereka harus mendapatkan uang lebih untuk membayar bunga hutang-hutang mereka”. 

Bisa kita bayangkan, di Indonesa, Suami kerja, Istri kerja, berangkat pagi2, bermacet macet dimotor, berjejal jejal di KRL dan Busway, untuk apa? hanya untuk mendapatkan uang untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, asuransi, kartu kredit, dan hutang-hutang lainnya. Bertahun2 mereka melakukan itu supaya lunas, tapi apakah seperti itu tujuan hidup kita, setelah hutang lunas, kita terkena sakit, tua dan akhirnya di wariskan, syukur kalo sudah lunas, kalo belum, kasihan anak2 kita…

Itulah jahatnya riba, saya baru mengerti kenapa Allah sangat mengharamkan riba, dosa besar.
Di Arab Saudi, praktik Riba sangat dilarang, baik di bank2 maupun di tempat lain, mereka memang menawarkan juga kredit2 untuk rumah dan lain2, tapi tetap dalam koridor syariah yang murni. Saya pernah mendengar berita ada sebuah bank Asing, ketahuan melakukan praktik riba, oleh pemerintah Saudi bank tersebut ditutup selama 2 bulan, untuk dilakukan audit dan pemeriksaan, dan mereka memberikan denda sebagi sanksi. begitulah cara Pemerintah Saudi melindungi rakyatnya agar tetap Syarii.
Di Indonesia? ga usah warganya, pemerintahnya saja sudah banyak hutang dan ribanya harus di bayar bertahun tahun.., gimana mau jadi thoyibatun marobun gofur..?
Surga di telapak Kaki ibu.

Orang Arab itu bodoh…, itu stigma yang saya dapat sebelumnya, point ini juga yang membuat saya terbuka hati dan iman saya mengenal rahasia hidup sunnah. Sebagai seorang manajer, saya tentunya mempunyai beberapa orang staff, ada orang Yaman, Ada India, ada Arab. Tentunya yang saya ceritakan adalah staf yang orang Arab ini, masih muda, tinggal bersama orang tua nya. Suatu hari dia tidak masuk, tanpa kabar yang jelas, padahal saya perlu dia. Kemudian saya telpon dia untuk menanyakan kenapa dia tidak masuk hari ini. Dia bilang badan nya agak kurang sehat, tapi di menjelaskan walaupun kurang sehat sebenarnya masih kuat untuk ke kantor. So saya bilang kenapa ga ke kantor saja?, saya perlu kamu. Agak kesal juga saya mendengarnya (dasar Arab males..). Dengan sangat sopan tapi yakin dia menjawab, tidak di izinkan oleh “ibunya”. WOW.. makin kesel saya, agak sedikit mengancam saya memaksa dia untuk masuk.., Dan ini jawaban anak Arab itu yang membuat saya terpana… ” Malis Mudir” (Maaf Boss), saya lebih baik dipecat sama anda, daripada saya melawan keinginan ibu saya, beliau memaksa saya untuk istirahat dan tidak berangkat, buat apa kerja kalau tidak didoakan ibu saya… PLAK.. serasa ditampar muka saya.  Ummi is everything, ummi is the boss.. Hanya orang yang beriman tinggi yang meyakini sunnah dan hukum Allah yang berani bicara seperti ini, dia masih jauh lebih muda dari saya. Allahu akbar, saya jadi ingat sama ibu saya, kalau kita di Indonesa, permintaan ibu seperti itu tidak akan kita anggap, malah kita akan memarahi ibu kita, atau protes atau menentang nya, “Kalo ibu larang, saya pasti dipecat dong bu…” atau semacam nya… , Masya Allah. 
Anak muda Arab ini sangat yakin, bahwa ibunya lah, doa ibunya lah yang akan bisa menyelamatkan dia, bukan si Boss dikantor. 

Kadang dari sudut pandang orang sekuler, menuruti keinginan ibu yang ga jelas itu, adalah suatu kebodohan, ya kebodohan, spt bayangan saya terhadap anak Arab itu, bego banget sih?. Setelah sekian tahun saya menyadari, ternyata kebodohan yang fatal sebenarnya adalah melawan dan menyakiti ibu. 

Banyak anak2 zaman sekarang yang hidupnya hancur, berantakan, karena melawan dan menyakiti ibunya, atau ibunya tidak mampu mendoakan anak2 nya, karena buta agama.
Di Arab, saya bisa melihat begitu besar bakti anak kepada ibunya, pada saat umroh, saya pernah melihat seorang laki2 yang mendorong ibunya dengan kursi roda melawan arus jalan orang yang ramai, laki2 itu di marahi oleh orang2 yang lewat, tapi dia tetap tidak peduli, dia hanya ingin menuruti keinginan ibunya untuk didorong ke arah yang berlawanan. Demi seorang ibu dia ikhlas dimarahi orang2, yang penting keinginan ibunya terpenuhi… Masya Allah.
Kotak Amal..?

Di Indonesia, kalo kita sholat jum’at, atau ada majelis dll, pasti didedarkan sebuah kotak, kotak yang ada lubang nya seperti celengan, itulah kotak amal. Pertama kali saya jumatan di sebuah mesjid di Jeddah, saya juga berpikir akan mengalami hal yang sama, saya sudah menyiapkan beberapa lembar uang riyal untuk saya masukkan nantinya kekotak amal. Setelah sholat jumat, saya baru sadar ternyata tidak ada kotak amal, padahal saya sudah niat sedekah. Saya clingak clinguk mencari kotak, tapi sama sekali tidak ada. Alhasil, saya bertanya kepada seorang jemaah Arab, saya mau sedekah ke mesjid, dia sambil tersenyum menjelaskan, ga perlu, masjid2 di sini sudah ditanggung operasionalnya oleh orang2 kaya arab, mereka tidak perlu lagi meminta uang ke jemaah. Kalaupun ada malah masjid yang memberi uang kepada jemaah yang membutuhkan, jadi mesjid di sana biasanya menjadi tempat mengadu dan tempat memohoh bantuan. Dan menurut mereka, untuk ukuran pekerja asing spt kita, kita tidak diwajibkan bayar zakat, malah harusnya diberi infaq dan sedekah. Bayangkan, kita ini orang2 asing yang harus diberi sedekah, karena yang “berhak” memberi sedekah dan zakat adalah orang Arab si tuan rumah. WOW..

Ulama-ulama pun, kehidupannya dijamin oleh pemerintah, tidak harus menerima dari jemaah, jadi tugas mereka penuh hanya untuk mendidik rakyat dan ummat untuk menjadi muslim yang sunnah dan syarii..
=Alhamdulillah ke banjiran..dan kecopetan.

Orang Arab yang Aneh.. mungkin kita berpikir seperti itu.

Salah satu ke-Ihsanan yang tinggi adalah menyikapi musibah dengan bersyukur (ini saya dapat dari salah satu Ustadz Sunnah di Jakarta baru2 ini).

Saya benar2 mengalami hal di atas saat dulu waktu di Arab, dan belum menyadari ilmu ini.

Saat itu saya ingat banjir besar di Jeddah, tahun 2011 awal, beberapa rumah dan apartement terendam banjir, mobil2 terbawa arus, buat mereka ini sesuatu yang luar biasa. 

Salah satu orang Arab kenalan saya, rumahnya juga hancur terendam banjir, sebagai teman saya ingin menyampaikan keprihatinan saya. Yang saya heran dia hanya mengucapkan ‘Alhamdulillah, Alhamdulillah’, berulang ulang. Waktu saya berpikir apa mungkin dia menjadi stress ya?.. aneh juga …
Kejadian ke dua, saat istri saya mengalami musibah kecopetan.

Karena yang hilang adalah surat2 penting, seperti ID-Card maka kami harus melaporkan ke Polisi.

Setelah membuat laporan dihadapan Kepala Polisi tersebut hanya mengatakan, ‘Alhamdulillah, Alhamdulillah’. Saya masih belum mengerti apa maksudnya, istri saya juga, dia menjadi kesal karena kita mendapat musibah ko dia malah bilang Alhamdulillah…
Ya begitulah, cara2 islami orang Arab dalam mensikapi musibah. Mereka selalu menunjukan dengan rasa syukur bukan minta dikasihani dan berlarut larut dalam kesedihan.
=Doa untuk jenazah.

Beberapa kali saya mendatangi kerabat yng meninggal di Arab, pernah orang indonesia, pernah juga orang Arab. Jarang sekali saya dapati, ada jenazah disemayamkan di rumah, prosesi pemandian, pengkafanan tidak dilakukan dirumah/ apartemen. Tapi ditempat khusus. kemudian langsung di bawa ke masjid untuk di sholatkan, lalu dimakamkan. Untuk beberapa orang Arab yg khusus, ada yang sengaja dibawa ke Masjidil Haram untuk disholatkan di sana. Kebetulan ada orang tua pemilik perusahaan tempat saya bekerja meninggal dan kami turut pergi ke Mekkah untuk mensholatkan orang tua beliau di Masjidil Haram. Pada waktu sholat, ternyata ada beberapa jenazah lain yang akan disholatkan juga didepan ka’bah. Yang menarik pada waktu jenazah akau diletakkan di depan Ka’bah, ratusan jemaah berebutan untuk mengusung jenazah2 tersebut, kita tidak mengenal siapa mereka, dan merekapun tidak mengenal siapa jenazah yang mereka usung. Saya merasa agak aneh, saya pikir mereka bagian dari keluarga, ternyata tidak. Mereka berebutan satu sama lain untuk memegang tandu jenazah untuk dibawa ke depan Ka’bah. Setelah saya tanyakan kenapa seperti itu, teman saya menjelaskan, pahala mengusung jenazah itu sangat besar apalagi kalau jenazah orang mulia dan ini kita berada di Masjid Haram, pahala nya akan dilipatkan lebih besar lagi. (ini yang tidak ada di indonesia, kalau perlu kita bayar orang untuk mengusung jenazah keluarga kita, soalnya berat)

Satu hal lagi yang menarik pada prosesi pemakaman, setelah jenazah dikuburkan, jemaah diperkenankan berdoa, tetapi mereka menekankan dengan tegas, berdoa menghadap kiblat, tidak menghadap ke kuburan.

jadi semua orang yang ada dikuburkan, berdiri ditempat masing2, berdoa menghadap kiblat, tidak seperti di Indonesia, kita berdoa disekeliling kuburan mayit. Mereka sangat mengingatkan hal ini, terkait dengan kemungkinan ada nya unsur syirik, kalau berdoa menghadap kuburan. Subhanallah..
=Kesetaraan jender, family country…

Hak-hak perempuan sangat rendah di Saudi Arabia, itu yang sering kita dengar. Termasuk pemahaman saya juga saat itu, karena di Saudi, wanita tidak boleh menyetir, tidak boleh ke kuburan, dan lain-lain.

Hal itulah yang dibesar-besarkan oleh media barat dan pembela HAM. 

Padahal kalau mau dipahami lebih dalam, kenapa mereka memperlakukan seperti itu? Karena perempuan adalah mahluk “Mulia”, yang harus dilindungi, dilayani, didahulukan, dihormati. Sebagaiman perempuan sebenarnya. Mereka tidak perlu bekerja mencari nafkah (Janda2 disantuni pemerintah), tidak perlu antri, kalau ada perempuan mereka didulukan, yang laki2 harus ngalah.
=Beberapa pengalaman terkait masalah ini:
1. Pintu Mall yang utama hanya boleh dimasuki oleh perempuan dan keluarga, untuk single laki2 tidak boleh lewat pintu utama, harus lewat pintu samping yang jauuh.
2. Dalam urusan antri, golongan yang paling sial adalah para lelaki, mereka harus mengalah dan mundur kebelakang kalo ada perempuan, dalam beberapa situasi biasanya ada antrian khusus perempuan, dan biasanya mereka dilayani lebih cepat di bandingkan antrian laki-laki. Makanya kalo di Macdonald, Al baik, saya biasanya ajak istri saya, biar dia saja yang antri….
3. Dalam situasi apapun, perempuan selalu dibenarkan, walaupun mungkin membuat kesalahan, kalau ada masalah atau apapun, yang akan diminta tanggung jawab adalah laki-laki. Saya pernah melihat, seorang perempuan menyebrang sembarangan dan mendadak, menyebabkan mobil yang lewat menginjak rem sekuat2 nya, sehingga hampir terjadi kecelakaan, tetap polisi tidak akan menyalahkan perempuan.
4. Perempuan dan keluarga adalah segalanya. Kalau kita bepergian, kalo di indonesia, perempuan dan lelaki dalam satu mobil tidak akan menjadi masalah, beda di Saudi Arabia. Kalian akan dituduh zina, kecuali bisa membuktikan anda suami istri. Beda ceritanya kalo anda berdua dimobil dan didalamnya ada anak2, berarti anda adalah keluarga, untuk keluarga siapapun tidak bisa/berani menganggu, baik polisi, keamanan, keluarga selalu diutamakan. Mereka didahulukan di mana saja, di restoran ada tempat untuk Family/Women dan Man (mereka dipisah antara Bujangan, family/women). Buat yang masih bujangan, harus siap mental untuk dikebelangkangkan, dipinggirkan, dan dicurigai. Makanya cepat nikah..
=Tingkat keamanan yang tinggi.

Saudi Arabia, walaupun terdapat jutaan pekerja Asing, dari tukang sampah sampai direktur. Pemerintah nya sangat melindungi dan mendahulukan rakyat nya daripada kita para pendatang ini.

Dalam beberapa urusan administrasi kependudukan, antrian akan selalu dibedakan antara orang asing dan warga negara Arab dan antrian penduduk Arab asli akan didahulukan. (Beda dengan indonesia, china2 dan bule kaya diduluin, pribumi ngalah).

Belum lagi mengenai ktp untuk orang Asing (Iqomah), Saudi Arabia memiliki system online yang canggih untuk membuat orang asing tidak berkutik dan macam2, karena data iqomah kita langsung online ke data biometrik di imigrasi(Sidik Jari, kornea mata) dan apabila kita bikin SIM, data akan terhubung langsung.  
Saya ada contoh, teman saya orang India, dia pernah melakukan pelanggaran lalu lintas dan kena tilang, tapi tilangnya dia tidak bayar2. Pada saat dia ingin cuti pulang ke negaranya, di imigrasi tidak dikasih keluar, dia harus bayar denda 2000 riyal, karena data tilang nya muncul di imigrasi. Itu baru data pelanggaran lalu-lintas, lalu bagaimana dengan data pelanggaran hukum lainnya, spt berkelahi, mencuri, dll.. pasti tercatat secara online. Kalau sudah berat, biasanya orang asing sudah tidak bisa masuk lagi ke Saudi, dan data orang ini juga bisa dicek di seluruh negara2 teluk, karena sistem informasi mereka saling terhubung. Walaupun mengganti nama di passport, tetap bisa dilacak dari sidik jarinya.
Contoh berikutnya adalah saya sendiri, waktu proses pembuatan SIM mobil di Saudi Arabia, setelah mengikut testing, pada waktu pembuatan SIM tidak ada proses foto, jadi saya berpikir di SIM itu tidak ada fotonya. Setelah SIM nya jadi, saya liat ada foto saya, saya heran kapan saya fotonya?..setelah saya amati dengan seksama, foto itu adalah foto saya waktu masuk pertama kali ke Arab Saudi, foto itu dibuat di imigrasi, jadi saya berkesimpulan data imgrasi saya langsung terhubung ke data SIM saya.
Bandingkan dengan indonesia, orang asing bisa bebas melakukan apasaja, menipu, mabok, buka warung, jualan narkoba, tanpa ada catatan di imigrasi, mereka bisa bebas kabur begitu saja, dan masuk lagi tanpa hambatan, apalagi sekarang banyak juga yang bisa bikin ktp palsu….
=Tidak ada gading yang retak.

Sebaik2nya sesuatu pasti ada kurangnya juga, di sana juga ada Abu Lahab dan Abu jahal, disamping ada orang2 baik hati. Ada polisi korup, ada tukang tipu, samalah dengan Indonesia atau negara lainnya. Jadi saya anggap, kalau suatu kejelekan atau aib itu bisa terjadi dimana saja. 

Cerita ini saya tulis bukan untuk menjadi ajang perdebatan, tetapi saya berharap menjadi sumber inspirasi betapa negara yang berdasarkan Syariat Islam murni adalah tempat terbaik sesuai janji Allah. Tentunya tidak lepas dari keterbatasan ilmu dan wawasan, semua ini murni pengalaman pribadi dan tidak untuk merendahkan atau menjelek2an siapapun.

Saya mohon maaf sebesar2 nya kalau ada kesalahan kata2.
Wassalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh.

Ridwan
Proses hidayah menjadi sunah tidak sebentar.
Sumber : broadcast wa

Advertisements

PUBER KE 2

​RESUME KULWAP RKI KOTA BEKASI , ahad 14 MEI 2017
Tema : PUBER KE 2, Bagaimana Pandangan syariah Islam dan cara mengatasinya untuk ketahanan keluarga
Bersama ; Ustadzah Dra Herlini Amran MA
Pengantar : 
Islam tidak mengenal puber kedua, yg ada adalah konsep Baligh. Sebagaimana tujuan penciptaan manusia adalah Beribadah kepada Allah swt, maka usia dimulainya perhitungan setiap amal, dimana manusia sudah diberikan beban syariat untuk di amalkan dalam kehidupan (mukallaf) adalah pada usia Baligh.

Selain konsep Baligh, Islam juga memberikan perhatian secara khusus usia 40 tahun (apakah diusia ini yang disebut masa puber kedua menurut konsep psikologi, wallohu a’lam) , yang jelas sebagai umat Islam cukuplah konsep Islam yg telah memberikan panduan dan arahan komplit dalam kehidupan di dunia ini wa bilkhusus kehidupan didalam rumah tangga.
Berbicara tentang ketahanan keluarga, tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja, ketika ada permasalahan yang terjadi antara suami istri kemudian langsung di vonis sebagai ‘mengalami puber kedua’ apalagi kebetulan pasangan tsb saat itu  berusia sekitar 40 tahunan.
Disini sy memisahkan pembahasan tentang ketahanan keluarga disatu sisi dan adakah puber kedua didalam Islam. Tema ketahanan keluarga tidak kita bahas detail, hanya sekedar bahan evaluasi saja bagi pasangan yang akan dan telah menikah untuk melihat sejauh mana kekokohan keluarga mereka dapat dipertahankan dalam kehidupan berumahtangga didunia ini, apakah pasangan mereka hanya berkeluarga di dunia saja, tidak bersama-sama di akhirat, atau mereka menginginkan pasangannya juga berkumpul bersama-sama juga di akhirat nanti.
Oleh karena itu mari di cek keluarga masing2,  apa tujuan kita berkeluarga? Keluarga seperti apa yg kita harapkan?, lantas pola hubungan seperti apa yg ingin kita lakukan, keluarga ini mau dibawa kemana?, apa hal2 yg penting bg kita sebagai sebuah keluarga, bagaimana pola komunikasi yg akan kita jalankan dlm kehidupan berkeluarga ini? Apa sebenar nya prioritas tinggi dari tujuan berkeluarga kita?
Ringkasnya klg akan kokoh bila memiliki visi dan misi hidup yg benar. Keluarga tsb memiliki komitmen keislaman yg kokoh dan persepsi yg utuh ttg rumah tangga(bhw rmh tangga punya tugas kolektif untuk merealisasikan nilai2 Islam dlm rmh tg unt kemudian di transfer kan  kepd masyarakat.   

 Secara spesifik usia 40 th disebutkan dlm al Qur’an yaitu pd QS. 46:15.

Itulah sebabnya para ulama memberikan perhatian yg besar terhadap usia 40 th.
Asy Syaukani mengatakan jika sdh masuk usia 40 th maka harus banyak berdoa seperti  dalam QS 46:15.
Dlm ‘Bahrul Maurud’ Abd Wahab bin Ahmad Asy Sya’ban menjelaskan : bila umur sdh 40 th, siap2 melipat kasur yang dan selalu ingat setiap tarik nafas, bahwa kita sedang menuju akhirat. 

Jadi usia 40 th adalah usia matang, usia dimana seseorang meningkatkan rasa syukurnya pd Allah dan ortunya, meningkatkan amal sholih nya agar dpt menjadi teladan yg baik pd anak2nya, usia yg menjadi titik tolak dan memperbarui taubat pd Allah atas dosa  kesalahan atas kufur nikmat selama ini..
*PERTANYAAN 1 :*
Bagaimana jika ada terjadi, ada seorang suami justru (seperti memanfaatkan istilah puber 40th), dgn  berprilaku atau berbicara kearah polygami.

bagaimana menyikapi nya,& menghadapi kondisi psikologi suami jg,( yg sprti nya usia 40 ada yg semakin kekanak2an, gayanya.)

kbtln ada teman akhwat suaminya yg usianya sdh 40th lbh, skrg srg membahas polygami.
_Jawab :_
di usia 40 th biasanya manusia telah mencapai puncak kehidupannya baik dr segi fisik, intelektual,  emosi dll nya, itu disatu sisi, disisi lainnya, rumah tangga yg sdh dibina bertahun2 tentu mengalami titik jenuh …Maka para ulama salafi sholih menganjurkan mereka yg berusia 40 th kurang atau lebih untuk membaca doa 46:15
رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

  “Ya Rabbku , tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”(QS Al-Ahqaf: 15)
Do’a tersebut perlu dibahas bersama. Sehingga konsep syukur itu lebih didahulukan penyebutannya. Ketika orientasi bergeser, maka terbukalah pintu dunia, bukan berarti dilarang poligami. Memang ada Yg mengatakan life began at forty,

Tapi perlu diingat kematian memanggil kita kapan saja tanpa perlu tanda-tanda, Itu tergantung bagaimana menterjemahkannya, benar jika kehidupan yg dimaksud adalah upaya untuk mendekatkan diri pad Allah dengan sebenar-benarnya. Tapi bagaimana memberikan  konsep pemahaman itu kepada suami..jika suami nya lebih pandai berdalil.

Apakah yg hrs dilakukan istri..sikap atau pelayanan apa? untuk menguatkan hubungan suami istri. Biasanya suami gengsi jika diberi tahu oleh istri…

Bukan masing-masing sibuk dengan urusan nya masing-masing karena anak-anak sudah pada besar. Ketika anak-anak sudah besar, sebagai istri kita upayakan Kebersamaan dengan suami semakin ditingkatkan.

Artinya, pola komunikasi semakin intensif menjaga Ruhiyah suami sangat penting munculnya keinginan tsb krn pergaulan yang heterogen.
*PERTANYAAN 2:*
“Assalaamu’alaykum…Ustadzah saya mau nanya….

Ada seorang wanita yg bercerita bhw ia sangat mencintai suaminya tetapi di saat yg sama dia msh menyimpan rasa kpd pria di masa lalunya..

Bagaimana Islam memandang hal ini? Batasan seperti apa yg dibolehkan / dilarang?
_Jawab :_

Menyimpan rasa kepada pria diluar suaminya tsb spt apa?

Biasanya ini adalah Godaan syetan, yg tdk suka manusia harmonis dlm berubah tangga

Ada istilah tulul amal. Bahkan yg parah, saat jimak dengan suami, yg dibayangkan adalah pria masa lalunya tsb panjang angan2, maksudnya syetan membuatnya msh teringat dg masa lalu nya. Na’u zubillah. Dalam kaca mata Islam, selain krn godaan syaitan, ini bisa jg msk dlm kategori kurang beriman kepd Taqdir (salah satu dr rukun iman).

Jika iman kepada Taqdir yg telah Allah tentukan pd dirinya, maka tdk ada ruang untuk pria lain di hatinya. Jika dia teringat dg pria tersebut, cepat2 ta’awwuz
*PERTANYAAN 3 :*
“Assalamu’alaykum bu Herlini, apakah masa kecil yg kurang mendapat perhatian dan kasih sayang yg semestinya dari orang tua akan mempengaruhi kematangan seseorang di kemudian hari?seperti org yg harusnya tambah umur tambah dewasa, ini malah  kekanak2an…cuek, semaunya sndiri dan egois
_Jawab :_
Tidak selalu.

Memang pola asuh berperan sgt penting pada pertumbuhan anak. Nilai-nilai keislaman dan keimanan dpt membuat seseorang tsb menjdi matang, lebih memahami hakikat kehidupan, bahkan bertekad untuk tdk mengulangi kembali masa lalunya yg krg mendptkan kasih sayang, dia tdk ingin anaknya mengalami hal yg serupa dg dirinya. Nah pendamping hidup berperan penting dalam hal ini.
Lihatlah bagaimana sorang Muhammad saw, yatim sejak kecil, mendptkan kasih sayang istri tercinta. Mestinya hasil dari proses Tarbiyah, dpt membuat ssorg memiliki kepribadian yg matang
Peran orang terdekat (selain ortu) sgt membantu perubahan pd diri seseorang. Jd sikap krg dewasa, kekanak2an tdk bisa dijadikan pembenaran, dikarenakan kurang perhatian dr  kedua ortu.
Proses tarbiyah mampu merubah seseorang. Jika Rasulullah saw sedemikian Subhanalloh kepribadiannya dan akhlaknya, sbb Allah lgs yg mentarbiyah dirinya saw (addabani Rabbi fa ahsana ta’dibi)
*PERTANYAAN 4 :*
“Assalaamu’alaykum Ustadzah,
Dalam Islam memang tidak ada puber kedua.

Namun ada kecenderungan manusia yg enggan disebut tua yg relevan dg ketidak berdayaan.

Barangkali itu yg menyebabkan seseorang, khususnya laki2 memunculkan perilaku atau sikap tertentu dengan harapan masih dianggap “muda / mampu dan masih cukup “menarik.”
Bagaimana cara meyakinkan orang lain atau pasangan bahwa itu bukan cara yg tepat;  utk menunjukkan bahwa tua itu bukan sesuatu yg horor scr fisik maupun psikis.?
Atau menjadi tua itu sesuatu yg harus dikhawatiri sehingga harus melakukan ini dan itu yg sifatnya utk menyangkal ke *tua* an?”
Syukron….

Jazakumullah ahsanal jaza
_Jawab:_
Kembali lagi kepada masalah orientasi hidup, menarik apa yg dikatakan oleh Ibnu Abbas ra : “Barangsiapa mencapai usia 40 th dan Amal kebaikan nya tdk mantap dan tdk dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap siap ke neraka
Masalahnya kita hdp di era skrg ini banyak godaan, coba cek amaliyah yaumiyah kita masih jalan kah?
Alwajibat aktsar minal auqot,  .. kewajiban lebih banyak dari waktu yg tersedia
Namun bukan berarti tidak bisa mendaptkan hidayah kan ustadzah? Atau seseorang masih mungkin berubah setelah 40 th kan?
Suami istri perlu duduk bersama dlm merumuskannya
Masalah terbesar kita adalah sulit duduk rapat bersama suami untuk merumuskan dan mengevaluasi visi misi keluarga, tapi sangat antusias rapat-rapat untuk acara yg bersifat temporer. Lebih Banyak kewajiban drpd waktu yg dimiliki .
Dan apakah mungkin itu terjadi krn menomor duakan keluarga?
Bisa saja seorang  menjadi baik setelah 40 th. Keluarga juga menjadi yang salah satu kewajiban yg harus diutamakan
*Penutup*
Bagi yg akan berusia 40 th atau sdh melewatinya , maka perbyk lah berdoa dg doa tsb 46:15, dipahami bersama dengan pasangan hidup kita, shg hari hari yg kita lewati bersama penuh dg rasa syukur pd Allah dan pd ortu, bisa mendidik anak shg menjdi solih dan muslih, berorientasi memperbanyak amal ibadah yg di ridhoi Allah, senantiasa memperbaharui tobat pd Allah atas segala dosa dan kelalaian yg pernah dilakukan, smg ketika mengakhiri hidup dpt diakhiri dg keindahan, yaitu husnul khotimah wallohu a’lam Wassalaamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Sumber : broadcast wa

MAAFMU, MENJADI SEBAB AKU & KAMU MASUK SURGA

Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Di tengah para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah SAW. tertawa ringan sampai-sampai terlihat gigi depannya. ‘Umar r.a. yang berada di di situ, berkata, _‘Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?’_
Rasulullah SAW menjawab, _’Aku diberitahu bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala mereka di hadapan Allah. Salah satunya mengadu kepada Allah sambil berkata, ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’._

Allah SWT berkata, _’Bagaimana mungkin saudaramu ini bisa melakukan itu, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya?’_
Orang itu berkata, _‘Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya’._

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Beliau –Rasulullah SAW– tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis. Lalu, beliau –Rasulullah SAW– berkata, _’Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, dimana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosanya’._

Rasulullah SAW  melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi, _‘Angkat kepalamu..!’_ Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata, _‘Ya Rabb, aku melihat di depanku ada tempat yang terbuat dari emas dan istana-istana yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan intan permata. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb? Untuk orang jujur yang mana, ya Rabb? Untuk syahid yang mana, ya Rabb?’_

Allah berkata, _‘Istana-istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya’._
Orang itu berkata, _‘Siapakah yang bakal mampu membayar harganya, ya Rabb?’_

Allah berkata, _‘Engkau mampu membayar harganya’_

Orang itu terheran-heran, sambil berkata, _‘Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?’_
Allah berkata…

 _’Caranya engkau maafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku’._
Orang itu berkata, _‘Ya Rabb, kini aku memaafkannya’_
Allah berkata..

_’Kalau begitu, ambil tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu’._ 
Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah saw. berkata, _’Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin’._
Kisah di atas terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan _sanad_ yang _shahih_.
*Pekerjaan hati yg nilainya tinggi di hadapan Allah adalah minta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan.*
Semoga lelah kita semua menjadi manfaat di hari perhitungan… aamiin.

Sumber : broadcast wa

Mengenali Speech Delay Pada Anak

​*Resume Kulwap Internal Sabumi-HSMN Bandung*
Tema: *Mengenali Speech Delay Pada Anak*
Pemateri: Dra. Yosrika, A.Md.TW
Hari: Senin, 24 April 2017

Jam: 19.00 – 20.30 WIB

Moderator: Astri Pratiwi

Notulis: Rika 
🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀
*Curriculum Vitae*
✏ Nama: Dra.Yosrika, A.Md.TW
✏ Tanggal lahir:  15 Desember 1967
✏ Alamat: Perumahan Permata Biru Blok T 19
✏ Pendidikan: D3 Poltekkes Ali Islam, S1 IKIP Bandung. Saat ini sedang melanjutkan program S2
✏ Status: Menikah, 2 putra
✏ Aktivitas: Terapis bicara Yayasan Suryakanti Bandung,Terapis bicara klinik Precious Kids, Koordinator terapis wicara  Yayasan Suryakanti, pengurus Litbang IKATWI Bandung, Fasilitator deteksi dini tumbuh kembang anak
✏ No telp.: 08122120808
🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸
Pada kesempatan ini saya ingin share dengan bunda mengenai keterlambatan bicara. 
Bunda biasanya suka bingung dan bertanya kenapa anaknya tidak mau berbicara? 

Kapan dia bicara? Normalkah jika anak terlambat bicara? 

Dan berbagai pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan buah hatinya. 
Keterlambatan bicara bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa disebabkan karena pengasuhan yang kurang tepat. Misalnya anak kurang mendapatkan stimulasi bicara karena jarang diajak bicara, banyak main game, atau menonton TV.
Tetapi keterlambatan bicara juga bisa disebabkan karena faktor patologis. Seperti, anak dengan keterlambatan perkembangan (contoh: anak down syndrom,nak mental retarded.), anak dengan gangguan pendengaran, gangguan celah bibir dan langit-langit, gangguan konsentrasi, gangguan sensori, atau gangguan syaraf (misalnya anak Cerebral Palsy). 
Bagaimanakah cara penanggulangannya? Penyebabnya harus diketahui dulu. Untuk perkembangan anak normal, biasanya usia satu tahun sudah bisa mengucapkan minimal 1 sampai 3 kata tetapi bermakna. 
Contoh: mama… Bertujuan untuk mamanya. Dua tahun minimal bisa mengucapkan dua kata. Misalnya mama bobo. 
Semakin tinggi usianya, bahasa reseptif dan ekspresifnya semakin berkembang. Karena kosa kata semakin berkembang dan sebagainya. 
Keterlambatan bicara akan memengaruhi kemampuan sosialisasinya juga.
Ayo bunda, kita diskusi masalah keterlambatan bicara. Semakin dini dan cepat ditangani, maka kemungkinan untuk berkembang lebih cepat.
Mungkin bisa saya informasikan juga tentang keterampilan anak makan dan minum juga biasanya ada pengaruh ke motorik mulut anak. Dan tahukah bunda, ada banyak sekali aktivitas di sekitar kita yang bisa kita lakukan untuk menstimulasi oral motornya.

Anak dengan keterlambatan bicara tanpa gangguan yang lain akan lebih mudah mengejar kekurangannya. Tetapi, anak dengan keterlambatan bicara dan dicurigai ada faktor penyertanya harus ditangani dengan benar dan lebih cepat lebih baik.
Lihat juga pola anak makan. Apakah anak bisa mengunyah dengan gerakan yang benar. Lalu permainan meniup dan menyedot (dengan menggunakan sedotan). Itu bisa menstimulasi gerakan bibir lebih kuat dan respirasi lebih kuat juga.

Saat kita meniup, banyak sekali syaraf cranial yang bekerja di sekitar mulut kita. Klo terapis bicara melihatnya dari kekuatannya bu, jadi bukan hanya sekadar dia bisa meniup saja.

Saat anak minum dari sedotan, bibir harus menutup. Dan ada kekuatan napas juga di proses itu. Saat bibir tutup secara tidak langsung anak belajar refleks bunyi bilabial untuk konsonan b, m, dan p.

Tapi perhatikan juga apakah anak sering menggigit-gigit sedotan atau tidak.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋

*Sesi Tanya Jawab*
*Pertanyaan Teh Riska:*
Bismillaah.. 

Bu, sebaiknya bahasa apa dulu yang kita perkenalkan ke anak? 

Karena ada keinginan kami sebagai orang tua agar anak kami menguasai bahasa asing.
Yang kami lakukan saat ini, anak kami perkenalkan bahasa Indonesia, jadi kata-kata pertama yang dikenalkan adalah “Ayah”,, “Bunda”, “Eyang”, dan lain-lain.
Nah, jika anak diperkenalkan bahasa campuran sejak kecil ada pengaruhnyakah ke speech delay?
*Jawaban:*

Terima kasih banyak ibu untuk pertanyaannya. Setahu saya, memang lebih baik memperkenalkan bahasa ibu terlebih dahulu. Terutama untuk anak-anak yang ada indikasi keterlambatan bicara yang serius. Tetapi untuk banyak anak yang pemahaman bahasanya bagus, tidak tertutup kemungkinan anak ini diperkenalkan bahasa yang lain juga.

Jadi, jika putra ibu cepat menangkap dan ibu mulai mengenalkan bahasa asing, Disarankan untuk konsisten juga, Bu. Biar anaknya tidak bingung. Misal untuk kucing, ibu bilangnya cat tapi eyang bilang kucing. Tapi anak akan belajar kalau ibu selalu bilang cat untuk kucing (jadi dalam hal ini ibu yang jadi model).

Untuk beberapa kasus, bisa terjadi keterlambatan bicara juga karena bingung bahasa.

Demikian Ibu penjelasan saya.

*Pertanyaan teh Rintan*
Sampai batas usia berapakah anak dikatakan speech delay dan harus diperiksakan ke dokter?

Apakah penggunaan bahasa lebih dari satu berpengaruh?
*Jawaban:*

Anak dikatakan terlambat bicara tentunya jika perkembangan bicara dan bahasanya tidak sesuai dengan usia kalendernya, Bu. Sekarang ada banyak info mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai informasi untuk Ibu, jika anak usia 1 tahun belum keluar suara, dipanggil tidak menoleh, atau sampai usia 2 tahun belum keluar kata-kata sama sekali, ini juga harus dicurigai. Apalagi jika disertai dengan aktivitas yang berlebihan dibandingkan anak seusianya. Seperti dijelaskan di atas, Bu. Untuk beberapa anak yang ada indikasi keterlambatan bicara, biasanya penggunaan lebih dari satu akan memengaruhi perkembangannya. 
*Pertanyaan Teh Prita:*
Assalamu’alaikum Bu  Yosrika. 

Saya Pritta. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan, Bu.

1. Adakah perbedaan antara anak yang speech delay dan autis? Saya melihat ada anak teman saya, usianya 2 tahun, belum bisa berbicara sepatah kata pun. Saya perhatikan memang anak tersebut kurang stimulus. TV dan gadget selalu menemaninya. Sering saking asyiknya, bisa tertawa terpingkal-pingkal dan kalau dipanggil nama bahkan sampai ditoel-toel pipinya, tidak ada respons sama sekali, tetap asyik dengan tontonannya. Apakah anak teman saya itu speech delay atau sudah autis juga?

Bagaimana sebaiknya penanganannya?
2. Jika anak sudah positif speech delay, Adakah kurikulum buat ibunya di rumah  untuk terapi perilaku agar siap untuk terapi bicara? Dan bagaimana cara melatih kemandirian anak yang speech delay?
3. Anak saya, usia sudah 3 tahun. Alhamdulillah sejak usia 1 tahun sudah bisa mengucapkan kata-kata yang agak sulit, misalnya tumpah.

Nah, yang menjadi ganjalannya, masih ada beberapa huruf yang masih cadel. R jika ada di akhir berubah jd W. Misal menyebut nama Bisyir: Bisyiw. Huruf K jadi T. Misal Kuning jadi Tuning.

Masih tahap normal ga ya Bu? Latihan seperti apa yang tepat agar pelafalannya bisa benar, karena berulang kali saya latih, masih cadel pada huruf tertentu itu.
4. Kalau anak sering menggigit sedotan, artinya apa? Bisyir kalau habis minum susu kotak, sedotannya suka digigit-gigit juga. 😬
5. Kalau gangguan bahasa ekspresif termasuk ke dalam speech delay ga ya Bu? 
Jazakillah khoiron.
*Jawaban :*

Baik Bu. Saya jawab satu per satu pertanyaan Ibu ya.

1. Anak yg speech delay belum tentu dia autis, Bu. Tetapi anak yang autis biasanya disertai dengan keterlambatan bicara. Untuk membedakan apakah anak ini speech delay atau autis, kita lihat ciri-ciri dari autis itu sendiri. Biasanya anak autis disertai dengan gangguan perilaku, gangguan interaksi, dan gangguan komunikasi.
2. Biasanya kalau terapis itu membuat home program untuk anaknya di rumah dan tentunya home program dibuat berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan anaknya, Bu. Jadi program akan berbeda antara satu anak dengan anak lainnya walaupun dia sama-sama speech delay.
3. Setahu saya untuk perkembangan konsonan anak sampai usia 3 tahun yang harus dikuasai adalah konsonan: b.m.p.w.n.d.t.d.k.f.

Klo konsonan R mah untuk usia 3 tahun tidak apa-apa dulu, Bu karena memang belum usianya. Konsonan R biasanya di sekitar usia 5 tahun harus sudah terbentuk. Asal konsonan tadi yang saya sebut di awal sudah dia kuasai. Kalau anak mengucap konsonan K jadi T, jika ibu sudah koreksi dan tidak membaik, mungkin Ibu harus melatih refleks lidahnya. Dicoba dengan memberikan minuman juice yang agak kental dengan sedotan supaya refleks lidahnya lebih ke belakang. Coba ibu rasakan bagaimana mengucapkan bunyi K. Terasa lidah lebih ke belakang. Kalau konsonan T terasa lidah datar.
4. Kalau dari sudut pandang terapis bicara, mungkin dia masih belum bisa membedakan fungsi bibir dan gigi atau dia masih banyak mencari sensasi di oral motornya. Ibu bisa coba agak dipendekkan sedikit sedotan yang masuk ke mulutnya supaya bibirnya lebih kuat. Dan akibatnya menstimulasi refleks lidahnya ke bekakang juga.
5. Betul Bu. Gangguan bahasa ekspresif termasuk speech delay juga. Jadi anaknya terlihat mengerti dan berespons bagus tetapi tidak mau bicara verbal. Ada banyak juga kasus seperti ini.
*Tanggapan:*

Punten Bu. Saya baru keingetan juga, Bisyir belum bisa meniup balon. Ini apakah berpengaruh juga ke pelafalan konsonannya yang delay?
*Jawaban :*

Kalau kita melihat dari teori, memang ada urutannya untuk produksi suara. Pertama kita lihat Respirasi, Resonansi, Fonasi. Baru ke produksi suara. Jadi memang respirasi itu seperti motornya untuk bicara. Nah, untuk anak-anak biasanya memang kita melihat dari keterampilan anak meniup. Karena untuk meniup dia perlu mengatur napasnya, posisi mulutnya, dan sebagainya. Jadi beberapa anak mungkin meniupnya gerakan mulutnya tidak halus atau seperti menyembur. Kalau anaknya tertarik dengan permainan tiup-tiup, mungkin Ibu bisa beli tiupan peluit yang ringan berbentuk kincir dan bermain bersama. Jadi jangan langsung meminta anaknya meniup. Kita dulu yang memberi contoh. Intinya, meniup bisa membantu melatih pernapasan yang dipakai untuk bicara dan melenturkan otot-otot di area mulut.
*Pertanyaan Teh Asni Sundarini:*
Ponakan saya 4 tahun speech delay. Sudah terapi wicara kurang lebih 6 bulan. Alhamdulillah sudah ada kemajuan, tapi sekarang terapinya sedang berhenti karena terkendala waktu. Apakah dengan menyekolahkannya akan efektif untuk mengganti terapi wicaranya? Kondisi di rumah memang tidak ada teman main.
*Jawaban :*

Sekolah memang membantu untuk perkembangan sosialisasi, emosi, dan juga bicara. Saya tidak tahu kasus keponakan ibu, jadi bergantung kasusnya juga. Mungkin saya bisa menjawab pertanyaan ibu dengan tepat jika saya tahu diagnosis dari  terapi bicaranya.
*Pertanyaan Teh Silmi:* 
1. Sebesar apa pengaruhnya jika ada tahapan perkembangan yang tidak dilalui, misal tidak tengkurap dan merangkak? Apa yang harus dilakukan jika bagian itu terlewat atau tidak optimal? Dan selain meniup, aktivitas sehari-hari apa lagi yang bisa menstimulasi anak yang speech delay?
2. Satu lagi, ga bisa mengucap huruf S, L, R dalam satu kalimat.
*Jawaban:*
1. Tahapan perkembangan dimulai dari motorik kasar, motorik halus, pengamatan, berbicara, dan sosialisasi (menurut DDTK). Jika seorang anak tidak melewatinya, misal tahapan merangkak, tetapi tampaknya baik-baik saja di aspek perkembangan yang lainnya. Biasanya kesulitan akan muncul di usia sekolah. Misalnya cepat cape bila menulis, posisi duduk tidak bisa lama-lama untuk tegap jika menulis, dan sebagainya. Dengan merangkak, banyak sekali stimulasi alami yang anak dapatkan. Di antaranya belajar keseimbangan, gerakan lateralisasi kiri-kanan, belajar penguatan otot tangan, koordinasi mata dan tangan, dan sebagainya. Jika terlewati, memberi stimulasinya tentu bergantung usianya juga dan tahapan mana yang anak lewati.
Menstimulasi anak merangkak bisa dengan memberikan mainan di depan anak tapi agak jauh sedikit. Usahakan mainan yang anak suka biar anak ada ketertarikan mengambil mainan. Perhatikan juga apakah anak “ngesod” atau tidak.
2. Melatih S.L.R dalam satu kalimat? Terapis bicara biasanya akan melihat dulu berapa umur klien? Kalau putra ibu  masih 2 tahunan, tidak perlu khawatir yang berlebihan. Cuma biasanya terapis bicara akan memeriksa dulu bagaimana gerakan lidahnya, kekuatan juga koordinasinya. Jadi kita lihat dulu anatominya.
Setelah itu baru ada latihannya. Jadi istilahnya kita lihat oral motornya dulu baru bisa menentukan latihan apa yang tepat.
*Pertanyaan teh Puspa:*
Assalamu’alaikum

Teh mau nanya, indikasi speech delay pada anak 2 tahun apa saja ya?
*Jawaban:*

Indikasi anak speech delay usia 2 tahun di antaranya adalah dipanggil tidak menoleh, tidak bisa bermain sesuai dengan fungsinya (tentunya yang sesuai dengan perkembangan bermain ank 2 tahun), belum bisa mengeluarkan sepatah kata pun, dan bisa merangkai dua kata sederhana.
*Pertanyaan teh Nuraeni:*
Anak saya akhir-akhir ini sedang sering (bukan durasi setiap harinya, karena setiap hari meski cuma kurang dari sejam) nonton sitkom di HP.

Sampai hafal semua dialognya. Kira-kira itu berdampak negatif ga terhadap tumbuh kembangnya?
*Jawaban:*

Berapa tahun anak Ibu? Memang ada fase anak lagi senang meniru. Menonton TV atau HP sesekali tidak apa-apa sepanjang kita mendampinginya. Tetapi jauh lebih baik jika banyak bermain dan berinteraksi dengan ayah bundanya karena selain akan mempererat hubungan ibu dan anak, juga akan banyak lagi stimulasi yang bisa diberikan secara tidak langsung saat bermain bersama ayah bundanya. Di antaranya stimulasi bahasa, gerakan, dan lain-lain.

🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸🍀🌸
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🔆 *Sabumi-HSMN bandung* 🔆

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Grup: Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)

📷 Instagram: @sabumibdg

🌏 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Tawar Menawar

​Renungan bagus, sempatkan untuk membaca…
_Copas dari fanspage Bob Sadino._

————————————-
Tadi pagi, diantara beceknya pasar tradisional, aku mengantri untuk dilayani, di tukang ikan.
“mahal amat, kurangi deh, ikan kayak gini, udah nggak segar,”tawar ibu berambut hasil rebonding itu.
“25ribu itu udah pas Bu, karna udah siang, kalo pagi, nggak kurang dari 30ribu,”jawab ibu penjual ikan.
“Ahhh 20ribu kalo mau, udah sisa-sisa jelek begini kok,” tawar si ibu rebonding.
Mata tua penjual ikan mengerjap pelan, mata tua yang selalu mengundang iba, menatap dagangannya. Masih bertumpuk. Hari mulai beranjak siang. Sebuah anggukan ia berikan. Menyerah pada keadaan. Hidup, tak memberinya banyak pilihan.
Dan tangan tua keriput itu mulai menyisik ikan. Ujung jari melepuh terlalu lama terkena air. Beberapa luka di jari tertusuk tajamnya duri ikan, cukuplah sebagai bukti, bahwa kehidupannya bukanlah kehidupan manis bertabur mawar melati.
Dunia,
Kenapa kita sedemikian kejam pada orang yang lemah? Mengapa di sebagian semesta diri, kita begitu puas jika berhasil memenangkan penawaran pada orang orang yang sudah terseok-seok mencari makan?
Apa yang kita dapat dari hasil menawar ? 3 atau 5 ribu?
Akan kaya kah kita dgn uang segitu?
TIDAK !
Uang mungkin terkumpul, tapi keberkahan hidup nggak akan didapat. Bisa jadi, saat memasak, lupa, lalu gosong dan terbuang, kerugiannya lebih dari 5 ribu. Atau bisa jadi, saat masakan udah matang, anak anak malah kehilangan selera makan, dan minta dibelikan ketoprak atau apalah, sehingga uang yg 5 ribu tadi abis juga, capek memasak nggak dihargai oleh anggota keluarga.
Apalagi menawar dengan bahasa yg tidak baik. “ikan kayak gini, udah nggak segar, ikan kayak gini, sisa-sisa udah jelek begini,”
Omongan adalah doa. Setelah deal membeli, bisa jadi ikan itu memang membawa pemakannya menjadi tidak segar, atau ikan itu membawa kejelekan bagi pemakannya. Hati hati dengan lisanmu, doa seseorang menggetarkan langit, kalimat yg burukpun bisa menggetarkan langit.
Aku belakangan ini mencoba konsisten menerapkan untuk tidak pernah menawar pedagang kecil. Dengan menulis ini, saya bukannya tidak paham dengan konsekuensi, akan banyak yg menilai “ahh amal baik kok di publikasikan, riya’, nggak dapat pahala,”
Baik, soal pahala atau tidak, biarlah menjadi urusan Allaah. kalau karena menuliskan hal ini, aku dianggap riya, lantas kehilangan pahala atas hal itu, aku ikhlas. Hanya berharap, semoga tulisan ini mampu membelai banyak hati yang lain, kemudian menjadi konsisten untuk tidak pernah lagi menawar ke pedagang kecil.
Mari kita mulai, membangun perekonomian pedagang kecil.
Saat kita masih meringkuk di kamar ber AC, jam 3 dini hari, kala tubuh masih dibalut oleh selimut wangi dan jiwa dibuai mimpi, ibu tua pedagang ikan itu sudah berkubang dengan aroma ikan, mengangkat ikan berbaskom baskom, menyentuh es batu, mengeluarkan isi perut ikan, dll. Sungguh bukan kehidupan yang gampang.
Apa ruginya kalau kita melebihkan bayaran, atau minimal, tidak menawar atas harga yg telah dia tetapkan.
Dalam hidup, aku merasakan, selalu di beri kejutan kejutan oleh Allaah, Sang Pemilik seluruh kerajaan.
Dalam 3 hari ini, Karena sibuk kerja, menulis, menjaga anak –anak, aku nggak sempat upload foto gamis jualanku, namun seseorang tetap membeli 3 potong gamis yg dulu pernah aku upload, transaksi 1.620.000. Aku dapat untung 120ribu. Alhamdulillaah. Tapi Allaah melimpahkan cintaNya dengan menggerakkan hati si pembeli gamis untuk mentransfer lebih. yg dia transfer 2.2 juta. Untung 120ribu berubah menjadi 700 ribu.
Tadi pagi, pembeli buku dari banjar masin, mentransfer 300ribu, seharusnya hanya 121ribu. Lagi lagi, Allaah mengirim sayang-Nya dengan cara tak terduga.
Apakah rejeki hebat ini buah dari doa-doaku?
Belum tentu.
Ini bisa jadi, adalah doa dari ibu si tukang ikan, atau bapak penjual tahu, atau ibu tukang giling bumbu, atau bapak tua penjual pisang,dll yang pernah bertransaksi jual beli dengan ku.

Saat kita tak menawar, mereka ikhlas bilang “terima kasih”.
“terima” dan “kasih”. Mereka menerima. Lalu malaikat menerbangkan doa mereka, mengetuk pintu langit, dan kita kelimpahan “kasih-Nya”.
Bukankah sudah jelas, tak ada sekat antara dhuafa dengan Rabb-nya, bahwa doa kaum dhuafa, doa orang yg papa, adalah doa yang mampu mengetuk pintu langit.
Lantas kenapa kita mampu memberi kado pada teman yg melahirkan seharga ratusan ribu, atau membelikan kado ulang taun ratusan ribu pada anak teman yg merayakan ulang taun di mall , bukankah mereka sudah kaya, kado kado ratusan ribu itu mereka bisa membeli sendiri.
Sementara kita begitu berhitung pada mereka yg telah menggadaikan jam tidur dan tenaga, mereka yang terseret seret oleh arus nasib kejamnya jaman untuk sekedar mencari uang sebagai bekal pelanjut hidup.
Aku sangat yakin pada seluruh ajaran dalam nilai yang aku imani. Ketika kita memudahkan urusan orang, Allaah akan memudahkan urusan kita. Ketika kita memberi satu, Allaah akan membalas ratusan kali lipat. Balasan rejeki tak hanya dalam bentuk materi yg terukur. Bisa dalam bentuk hati yg selalu gembira. Meski sederhana, tapi hati nggak pernah gundah. Nggak pernah grasak grusuk cemas panik sampai menyerobot rejeki orang. Meski pas pasan, tapi makan enak, tidur sealu nyenyak, itu adalah rejeki yang tak terbilang harganya.
Buktikan saja. Jangan sesekali menawar pedagang kecil. Selalu mudahkan urusan orang lain. Jangan abiskan waktu untuk tawar menawar sampai alot, simpan waktu dan tenagamu untuk hal-hal yg lebih bermanfaat. Waktu buat tawar menawar dipangkas, jadikan itu waktu untuk bersujud di kala dhuha, atau untuk membaca alquran agar tentram jiwa dan raga.
Soal rejeki, kejarlah dengan cara yg baik. Serahkan hasilnya hanya pada Allaah semata.
Soal menghemat, bukan dengan cara menawar keras pedagang kecil, jangan ditawar, maka Allaah akan aktif mengisi ‘tabungan’ kita.
Dan kita akan dibuat takjub oleh cara ‘tangan’ Allaah bekerja.

Akan banyak kejutan cinta dari Yang Kuasa.
Yakin seyakin yakinnya, karena Allah, tak pernah sekalipun ingkar janji..( tp berusaha luruskan niat ya. Urusan reward dan pahala biar jd urusan Allah )
Sumber : Fitria willis

LIFE  GUIDE

​*Tulisan Rektor ITS, Prof Joni Hermana di wall FB nya*

Selamat pagi…
Sering saya ditanya mengapa ITS sekarang lebih mengutamakan kehidupan  spiritual kepada mahasiswanya. Saya sering menjawab, bukankah itu merupakan pengejawantahan dari sila pertama Pancasila yang menjadi ideologi negara kita, Indonesia. 
Maka sangat wajar kalau saya memfasilitasi penuh kehidupan keberagamaan seluruh mahasiswanya. Yang muslim ya didorong jadi muslim yang baik, yang nasrani juga jadi kristen yang baik, yang hindu juga jadi hindu yang baik dan yang budha juga jagu budha yang baik.
Ini penting, sebab hidup kita akan lebih bermakna bila kita paham bahwa capaian dunia ini hanyalah sebagian kecil saja dari perjalanan panjang kehidupan kita sesungguhnya yang lebih abadi.
Coba simak kutipan inspiratif di bawah ini yang menggugah…
Kutipan Inspiratif:
🍃 _*LIFE  GUIDE*_

(Inspiration story)
Dulu dikala aku kecil, aku selalu mendapat peringkat 1 baik di tingkat SD, SMP, SMA. Semua merasa senang, ibu & ayah pun sll memelukku dg bangga.  Klrg  sgt senang melihat anaknya pintar & berprestasi.
Aku masuk perguruan tinggi ternama pun, tnp  embel2 test.
Org tua & teman2 ku merasa bangga thd diriku.
Tatkala aku kuliah IPK ku sll 4 & lulus  dg predikat cum laude.
Semua bahagia, para rektor menyalami ku &  merasa bangga memiliki mahasiswa spt diriku, jgn ditanya ttg org tua ku, tentunya mrk org yg paling bangga, bangga melihat anaknya lulus dg predikat cum laude. Teman2  seperjuangan ku pun gembira. Semua wajah memancarkan kebahagiaan.
Lulus dr perguruan tinggi aku bekerja disbh perusahan bonafit. Karirku sgt melejit & gajiku sgt besar.
Semua pun merasa bangga dg  diriku, semua rekan bisnisku sll menjabat tgn-ku, semua hormat &  mnghargai diriku, teman2 lama pun sll menyebut namaku sbg slh satu org sukses. 
Namun ada sesuatu yg tak prnh kudptkan dlm perjalamnan hifupku slm ini. Hatiku sll kosomg & risau. Perasaan sepi sll memghantui hari2ku. Ya..aku terlalu mengejar dumiaku & mengabaikan akhiratku. Aku sedih…
Ketika aku berikrar utk berjuang bersama barisan pembela Rasulullah saw &  ku buang sgl title keduniaanku, kutinggalkan dunia ku utk mengejar akhirat & ridhaNya. Seketika itu pula dunia terasa berbalik. Yaa… Dunia spt berbalik. Ku putuskan utk mrantau &  memilih mempelajari ilmu Al-Qur’an & hadist & kuhafalkan Al-Qur’an 30 juz.
Semua org mencemooh &  memaki diriku. Tak ada lg pujian,  senyum kebanggan, peluk hangat dll. Yg ada hanyalah cacian. 
Terkadang org memaki diriku, _”buat apa sekolah tinggi2 kalau akhirnya masuk pesantren._

_Dia itu org bodoh..! Udh punya pekerjaan enak ditinggalin…_
Berbagai caci & maki tertuju pd diriku, bahkan dr  klrg yg tak jarang membuat diriku sedih….
_”Apa ada lulusan perguruan tinggi terkenal masuk pondok tahfidz..?  Ga sayang apa udh dpt kerja enak, mau makan apa & dr mana lg..?_
Kata mereka..
Ya, pertanyaan2 itu trs menyerang & menyudutkan diriku.
Hingga suatu ketika..
Ketika fajar mulai menyingsing ku ajak ibu utk shalat berjamaah di masjid, masjid tmpt dimn aku biasa mnjd imam.
Ini adalah shalat subuh yg akan sll ku kenang. 
Ku angkat tangan seraya mengucapkan takbir. _” Allaaahuu akbaar”_ 

ku agungkan Allah dg seagung2nya.
Ku baca doa iftitah dlm hati ku, berdesir hati ini rasanya…. 

Kulanjutkan membaca Al-Fatihah, 

_Bismillahirrahmaanirrahiiim,_ (smp disini hati ku begetar), ku sebut namaNya yg maha pengasih & maha penyayang..
_Alhamdulillahirabbil alamiin…_

 Ku panjatkan puji2an utk Rabb semesta alam..
Kulanjutkan bacaan lamat2, ku hayati surah al-fatihah dg seindah2nya tadabur, tnp terasa air mata jatuh membasahi wajahku….
Berat lidah ku utk melanjutkan ayat, _Arrahmaanirrahiim_, 

ku lanjutkan ayat dg nada yg mulai bergetar….
_Malikiyaumiddin,_ kali ini aku sdh tak kuasa menahan tangisku. 
_Iyyaka na’budu wa iyyaka nastaiin,_   “yaa Allah hanya kpdMu lah kami menyembah & hanya kpdMu lah kami meminta pertolongan.”

 Hati ku terasa tercabik2,  sering kali diri ini menuntut kpd  Allah utk memenuhi kebutuhanku, tp  aku lalai melaksanakan kewajibanku kpd-Mu.
Smp lah aku pd  akhir ayat dlm surah Al-Fatihah. Ku seka air mata &  ku tenangkan sejenak diriku.
Selanjutnya aku putuskan utk  membaca surah _Abasa’_. Ku hanyut dlm bacaan ku, terasa syahdu, hingga terdengar isak tangis jamaah sesekali. Bacaan trs mengalun, hingga smp lah pd ayat 34. Tangisku memecah sejadi2nya.
_Yauma yafirrul mar’u min akhii, wa ummihii wa abiih, wa shaahibatihi wa baniih, likullimriim minhum yauma idzin sya’nuy yughniih…_
Tangisku pun memecah, tak mampu ku lanjutkan ayat tsb, tubuhku terasa lemas….
Stlh shalat subuh selesai, dlm perjlnan plg, ibu bertanya : _”mengapa kamu menangis saat membaca ayat tadi, apa artinya..?”_
Aku hentikan langkahku & aku jelaskan pd ibu. Kutatap wajahnya dlm2 & aku berkata : 
_”wahai ibu.._

_Ayat itu mnjelaskan ttg huru hara padang mahsyar saat kiamat nanti, semua akan lari meninggalkan sudaranya…_
_Ibunya…_

_Bapaknya.._

_Istri & anak2nya.._
_Semuanya sibuk dg urusannya masing2._
_Bila kita kaya org akan memuji dg  sebutan org yg berjaya…,_
_Namun ketika kiamat trjd apalah gunanya sgl puji2an manusia itu…._
_Semua akan meninggalkan kita. Bahkan ibupun akan meninggalkan aku.._
Ibu pun meneteskan air mata, ku seka air matanya…
Ku lanjutkan, _”Aku pun takut bu bila dimahsyar bekal yg ku bawa sedikit..”_
 Pujian org yg ramai slm bertahun2 pun kini tak berguna lg…
Lalu knp org beramai2 menginginkan pujian & takut mendpt celaan. Apakah mrk tak menghiraukan kehidupan akhiratnya kelak…?
Ibu kembali memelukku &  tersenyum. Ibu mengatakan, _”betapa bahagianya punya anak spt dirimu…”_

Baru kali ini aku merasa bahagia, krn ibuku bangga thd diriku.
Brbagai pencapaian yg aku dpt dulu, walaupun ibu sama memeluk ku namun baru kali ini pelukan itu sgt membekas dlm jiwaku.
Wahai manusia sebenarnya apa yg kalian kejar..?

Dan apa pula yg mngejar kalian..?

Bukankah maut semakin hari semakin mndekat…?
Dunia yg menipu jgn smp menipu & membuat diri lupa pd negeri akhirat kelak…
Wahai saudaraku,

 apakah kalian sadar nafas kalian hanya bbrp saat lagi..?
Seblm lubang kubur kalian akan digali..

Apa yg aku & kalian banggakan dihadapan Allah &  RasulNya kelak…?
Wallahua’lam…

PERBAIKILAH ANAKMU DENGAN IBADAH

Orang yang selalu menjaga Allah ketika masih muda dan kuat, Allah akan selalu menjaganya ketika sudah tua dan lemah. Allah akan menjaga pendengarannya, penglihatannya, kekuatannya dan akalnya.
Dahulu ada sebagian ulama yang usianya melebihi 100 tahun tapi ia masih kuat badannya dan sehat akalnya. Ketika ditanya rahasianya ia menjawab, “Badan ini aku selalu menjaganya dari perbuatan maksiat dulu ketika aku masih muda. Maka sekarang Allah menjaganya ketika aku sudah tua.”
Sebaliknya, dulu ada orang yang ketika muda mengabaikan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah, maka Allah pun menjadikannya lemah di usia tua dan akhirnya ia menjadi pengemis.
Adakalanya Allah menjaga orang yang shalih sampai keturunannya, sebagaimana firman Allah, “Dahulu ayah kedua anak ini adalah seorang lelaki yang shalih.” Maksudnya, kedua anak itu dijaga oleh Allah karena keshalihan ayah mereka dahulu.
Dulu, Said bin Al Musayyib mengatakan kepada anaknya, “Nak, aku akan menambah jumlah rakaat shalat sunnahku dengan harapan agar Allah menjagamu.”
Umar bin Abdul Aziz mengatakan, “Setiap orang beriman yang meninggal dunia, pasti Allah selalu menjaga keturunannya.”
Ibnul Munkadir mengatakan, “Sungguh Allah akan menjaga orang yang shalih sampai kepada anaknya, cucunya dan lingkungan sekitarnya. Mereka selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah.”
Semoga Allah selalu menjaga kita dan menjadikan kita serta keturunan kita orang-orang yang shalih. Aamiin.
📚”Jamiul Ulum wal Hikam” karya Ibnu Rojab Al Hambali.

Sumber : broadcast wa