​Yang penting  kita jangan  pernah  ngomongin kejelekan orang…

​Yang penting  kita jangan pernah  ngomongin  kejelekan orang kalo orangnya nggak ada. Kita nggak akan bantu dia, soalnya dia nggak ada di situ, dan emang kalo ada kejelekan orang, langsung aja bilang ke orangnya. Dengan begitu kita bantu dia mengerti akan dirinya.

~ 5 cm

Advertisements

Falsafah Indah : SAWANG SINAWANG

● _Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,_ 

_Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.._
● _Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan,_

_Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri.._
● _Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,_ 

_Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dlm kehidupannya.._
● _Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,_ 

_Ternyata ia hanya berbahagia “menjadi apa adanya”.._
● _Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,_

_Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung.._
● _Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain.._

_Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku.._ 

_Tapi rejekiku tahu dimana diriku.._
● _Dari lautan biru, bumi dan gunung, Tuhan telah memerintahkannya menuju kepadaku…_
● _Tuhan yang Maha pengasih menjamin rejekiku, sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku.._
● _Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja.. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya.._
● _Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda.._
● _Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati.._
● _Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya.._
● _Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh berkat sekehendak-Nya.._

_Ikhtiar itu perbuatan.._

_Rejeki itu kejutan.._
● _Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak.._

_”Darimana dan digunakan untuk apa” Karena rejeki hanyalah “Hak Pakai”, bukan “Hak Milik”…_  
_*Semoga Bermanfaat*_

Menang Tapi Kalah

PESAN PENTING BUAT KITA SEMUA   
1. Kalau berselisih dengan pelanggan… walaupun kita menang… Pelanggan tetap akan lari…  
2. Kalau berselisih dengan rekan sekerja… Walaupun kita menang…  Tiada lagi semangat bekerja dalam tim…  
3. Kalau  berselisih dengan boss…  Walaupun kita menang…  Tiada lagi masa depan di tempat itu…  
4. Kalau berselisih dengan keluarga…  Walaupun kita menang… Hubungan kekeluargaan akan renggang…  
5. Kalau berselisih dengan teman…  Walaupun kita menang…  Yang pasti kita akan kekurangan teman…  
6. Kalau berselisih dengan pasangan…  Walaupun kita menang…  Perasaan sayang pasti akan berkurang…  
7. Kalau berselisih dengan siapapun…  Walaupun kita menang…  Pada prinsipnya kita kalah…  

Yang menang, hanya EGO DIRI SENDIRI  Yang tinggi dan naik adalah EMOSI……  

Yang jatuh adalah CITRA dan JATI DIRI KITA SENDIRI….. 

Tidak ada artinya kita menang dalam perselisihan…  
🍃Apabila menerima teguran, tidak usah terus melenting atau berkelit, bersyukurlah, masih ada yang mau menegur kesalahan kita…  Berarti masih ada orang yang memperhatikan kita…  
🍃Jaga selalu kekompakan dalam kebersamaan… Jaga lisan, perbuatan dan tulisan agar tidak ada hati yang tersakiti.  
🍃Semoga kita semua selalu dapat menjaga Ego dan Emosi, Dan selalu menjadi manusia yang pandai bersyukur… Aamiin……..  
*Semoga bermanfaat…*
Sumber : broadcast wa

Introspeksi

Sepasang suami istri muda menempati rumah di sebuah komplek perumahan. 

 

Suatu pagi sambil sarapan, si istri menatap keluar melalui jendela kaca dan melihat tetangganya sedang menjemur baju. 
Lalu si Istri berkata kepada suaminya : *”lihat Pa … Cuciannya kelihatan kurang bersih ya, Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar, Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus.”*
Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.
Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur baju, selalu saja si istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci bajunya.
Seminggu berlalu…

Dipagi yang sama si istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat bersih cemerlang. 
Lalu si istri berkata kepada suaminya : *”Lihat Pa … sepertinya dia telah belajar bagaimana cara mencuci dengan benar, pagi ini baju cuciannya telah bersih, mungkin dia melihat hasil cucianku yang bersih”.*
Lalu si suami berkata: *”Ma .. Papa bangun lebih pagi hari ini untuk membersihkan jendela kaca kita”.*

 

Si isteri *terkejut* dan sangat malu mendengar jawaban suaminya, dia malu telah mencerca tetangganya selama ini tidak bersih mencuci baju padahal kaca jendelanya yang kotor.
*dan begitulah kehidupan ini…*

Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran kita.

Lewat jendela mana kita memandangnya, 

jika kaca jendela yang kita pakai kotor sudah pasti apa yang kita lihat didepan akan kotor juga. 
Jika HATI kita bersih, maka bersih pula PIKIRAN kita.

Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih pula PERKATAAN kita.

Jika PERKATAAN kita bersih, maka bersih pula PERBUATAN kita.
Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.

Itulah sebabnya orang tua kita selalu berpesan: *”jaga hati, pikiran, perkataan dan perbuatan”.*
Yaahh… Selayaknya kita menjaga itu, sebab seburuk apapun baju yang kita  pakai tidak akan melukai orang lain, tapi lidah dan sudut pandang  yang kotor dapat melukai bahkan menghancurkan orang lain. 
Lalu… Apakah kaca jendela kita sudah bersih? 
Sumber : broadcast wa

​Jangan Jadikan Dia Tersangka..

Kuliah sampai S3 tapi “cuma” jadi ibu rumah tangga? Kita tidak pernah tau pengorbanan seperti apa yang ia berikan, keberanian sebesar apa yang telah ia kumpulkan, hal sebesar apa yang telah ia pertaruhkan yang mungkin tidak setiap perempuan berani melakukannya. Ah ya, barangkali cita-citanya memang ingin mendidik anak-anaknya dengan tangannya sendiri, barangkali ia merasa lebih nyaman bila berada di rumah, barangkali itulah cara ia beribadah pada Allah dan berbakti kepada suaminya.

Menitipkan anak pada orang lain “hanya” demi pekerjaan? Kita tidak pernah tau kesulitan apa yang sedang ia alami, perjuangan seperti apa yang telah ia lalui, situasi yang bagaimana yang sedang ia hadapi. Ah ya, bisa jadi keinginan terbesarnya adalah mendampingi anak-anaknya, barangkali dia sedang menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga, barangkali tak ada pilihan lain untuknya selain tetap bekerja, barangkali itulah cara ia beribadah pada Allah dan berbakti kepada suaminya.

Punya gelar master tapi belum punya pekerjaan tetap? Kita tidak pernah tau, mungkin Allah ingin menaikkan derajatnya melalui ujian yang sedang ia hadapi, mungkin keikhlasannya jauh lebih baik daripada kita, mungkin Allah sedang menyiapkan rezeki yang besar untuknya, mungkin suatu hari nanti ia justru akan menjadi orang hebat dan menginspirasi banyak orang.

Sudah cukup umur tapi belum menikah? Ah, adakah yang tau kapan, dimana, dan dengan cara apa jodoh seseorang akan datang? Mungkin Allah ingin memberinya lebih banyak kesempatan untuk berbakti pada orang tuanya, bisa jadi Allah sedang menguji kesabarannya, ketaatannya, dan menyiapkan jodoh yang sholeh/sholehah untuknya, yang mungkin tidak semua orang bisa mendapatkannya. Mungkin Allah sedang menyiapkan rumah tangga yang harmonis, agamis, dan penuh berkah untuknya, yang kelak justru membuat setiap orang “iri” melihatnya.

Sudah lama menikah tapi belum juga punya anak? Kita tidak pernah tau, upaya seperti apa yang sudah mereka lakukan, kesabaran seperti apa yang mereka miliki. Jangan-jangan ibadahnya justru lebih baik daripada kita, jangan-jangan doanya jauh lebih khusyuk daripada kita, bisa jadi Allah sedang menyiapkan keturunan yang sholeh/sholehah untuknya yang akan membawa mereka menuju Surga.

Sudah puluhan tahun berumah tangga, tapi belum juga punya rumah? Kita tidak pernah tau, bagaimana cara dia dalam memandang kehidupan yang fana ini, boleh jadi hidupnya jauh lebih “bersih” dibandingkan kita, boleh jadi ia justru lebih dulu menginjakkan kaki di tanah suci daripada kita, jangan-jangan sedekahnya justru jauh lebih banyak daripada kita, jangan-jangan sudah ada ratusan anak yatim yang mendapatkan kehidupan yang lebih baik melalui tangannya, dan bisa jadi Allah sudah membangunkan istana untuknya di Surga.

Jangan hakimi, jangan jadikan mereka tersangka. Tapi berprasangka baiklah..

Juga pada banyak hal yang kita temui di dunia ini, kita tidak patut menghakimi, atau sekadar mengomentari. Apalagi jika yang mereka lakukan tidak menyalahi perintah Allah. Jangan-jangan justru kita yang salah, hati kita yang sedang kotor.

Apapun itu..hanya Allah yang berhak menilai, bahkan Allah pun akan menunggu seseorang hingga akhir hidupnya untuk memberi penilaian, bukan seperti kita yang seringkali buru-buru berprasangka. Ah ya, bisa jadi, mereka yang kita anggap “salah” itu, justru lebih mulia di sisi Allah.

Maka.. jika ingin mencari-cari kesalahan, bukankah diri inilah tempatnya?

#ntms #muhasabah
Sumber : broadcast wa

Bayi Tertukar. Sungguh Al Quran Sudah Punya Jawaban

Dua orang ibu di Amerika sama-sama melahirkan di waktu yang sama, yang satu melahirkan anak laki laki dan yang lain melahirkan anak perempuan.
Disebabkan kesalahan para perawat, mereka tidak tahu siapa yang melahirkan bayi laki laki, dan siapa yang melahirkan bayi perempuan.
Maka dilakukanlah cek darah untuk menentukan DNA, ternyata hasilnya begitu mirip (antara kedua ibu tadi). Hal ini membuat para dokter semakin bingung, sedang kedua ibu tadi terus ngotot masing-masing mengaku dialah yang melahirkan bayi laki laki, yang jelas para dokter memberi tahukan hal ini ke pihak yang bertanggung jawab di rumah sakit itu.
Sesampainya kabar itu pada pihak yang bertanggung jawab di RS itu, mereka langsung mengatakan: 

*”Tidak ada yang bisa memecahkan masalah ini kecuali hanya orang-orang Islam”*, akhirnya mereka menghubungi salah satu ikhwah (saudara muslim) di Saudi, maka terjadilah dialog seperti ini :
Orang Amerika : _*”Bukankah Anda mengatakan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya (di dalam Al Quran)?”*_
Muslim : _*”Benar”*_

Maka dikisahlanlah kepada Muslim tersebut tentang apa yang terjadi.

 Kemudian Muslim tadi berkata, 

*”Jalan keluarnya sangat mudah….”*

*Ambilah beberapa tetes air susu dari masing-masing ibu tersebut. Maka susu yang paling banyak mengandung nutrisi, itulah ibu yang melahirkan bayi laki-laki. Sedang susu yang mengandung lebih sedikit nutrisi, maka dialah ibu yg melahirkan bayi perempuan”*
Maka para dokter pun mengambil sampel susu dari kedua ibu tersebut, mereka pun melakukan pengecekan. Dan benarlah ternyata mereka dapatkan perbedaan, dan akhirnya tahulah mereka siapakah ibu yang melahirkan bayi laki-laki, dan yang melahirkan bayi perempuan.

Hal ini sesuai dengan firman Allah

 

للذكر مثل حظ الأنثيين

_*”..Bagi seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan..”*_ 

(QS An Nisaa: 11).
SubhanAllah
Peristiwa ini juga memastikan bahwa sejak dlm kandungan laki2 dan perempuan itu berbeda dlm substansi nutrisinya, karena jumlahnya di dalam air susu ibu saja jumlahnya 1 banding 2.

========
_*Inilah Bukti kebenaran Al Quran*_
Selama ini pengertian kita hanya soal warisan.. Ternyata lebih dr sekedar warisan.. 
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya…..
Sumber : copas fb bun Nurul Hidayati

Bahaya Tempe

​TEMPE LEBIH BAHAYA DIBANDING DAGING KAMBING… SO, KURANGI MAKAN TEMPE SEKARANG JUGA.. BERBAHAYA…
Mau tau apa penyebabnya ??

Baca sampai selesai yaa…

.

.

.
Menurut penelitian terbaru, mengkonsumsi tempe bisa memicu darah tinggi, dibandingkan makan daging kambing…
Tempe yang selama ini dicitrakan sebagai makanan sehat, ternyata lebih memicu darah tinggi dibanding daging kambing.
Percobaan oleh Calon Ahli Gizi pada 2 orang kembar ( Budi 25 th dan Amir 25 th ).
Setiap makan malam selama 3 hari diberikan perlakuan sbb :
*Hari 1* :

√ Budi diberi makan sop kambing,

√ Amir diberi tempe goreng.. 

• _Reaksi Budi dan Amir normal._
*Hari 2* :

√ Budi diberi gulai kambing,

√ Amir diberi tempe bacem..

• _Reaksi Budi normal, & Amir melirik-lirik makanan Budi._
*Hari 3* :

√ Budi diberi Sate Kambing,

√ Amir diberi lodeh tempe..
• _Reaksi Budi normal walau sdh 3 hari makan kambing, tetapi reaksi Amir sangat emosional. Dia membanting piring dan merampas sebagian sate kambing Budi sambil berteriak: “Tempe lagi…!!! Tempe lagi…!!!”_
_*Kesimpulan*_ :
Makan tempe ternyata memicu darah tinggi dan membuat emosi tidak terkendali, sedangkan makan daging kambing tidak demikian..😜😜😜
Sumber : broadcast wa