Pembelajaran Wanita yang Sombong

“Kebodohan merupakan gabungan dari kesombongan dan ego yang selalu menyertaimu” (Chris Lowe)

Seorang pemuda miskin mencintai seorang gadis kaya. Suatu hari pemuda itu menyatakan cintanya kepada sang gadis.
Gadis itu berkata, “Dengar ya, gaji bulanan anda sama dengan pengeluaran harianku..! Haruskah aku pacaran dengan anda? Aku tidak akan pernah mencintai anda. Jadi, lupakan diriku dan pacaran dengan orang lain yang setingkat dengan anda.”
Tapi entah kenapa si pemuda tidak bisa melupakannya begitu saja.
Sepuluh tahun kemudian, mereka bertemu disebuah pusat perbelanjaan. Wanita itu berkata, “Hei kamu!! Apa kabar? Sekarang aku sudah menikah. Apakah kamu tahu berapa gaji suamiku? Rp.20 juta perbulan! Dapatkah kamu bayangkan ? Dia juga sangat cerdas”

Mata pemuda itu berlinang air mata mendengar kata-kata wanita itu, beberapa menit kemudian suami wanita itu datang. Sebelum wanita itu bisa mengatakan sesuatu, suaminya berkata,”Pak…?! Saya terkejut melihat anda disini. Kenalkan istri saya.”

Lalu dia berkata kepada istrinya, “Kenalkan bossku, boss masih lajang lho.. Dia mencintai seorang gadis tapi gadis itu menolaknya. Itu sebabnya dia masih belum menikah. Sial sekali gadis itu.. Bukankah sekarang tidak ada lagi orang yang mencintai seperti itu? ”
Wanita itu merasa terkejut dan malu sehingga tidak berani melihat kedalam mata si pemuda.

Value Lesson

Kadang orang yang selalu disakiti dan dihina bisa menjadi jauh lebih sukses daripada yang menyakiti atau menghina. Kadang orang yang di hina akan memakai hinaannya untuk mengapai sebuah kesuksesan.

Cerita diatas adalah sebagian cerita dari kehidupan nyata. Bukan harta yang akan membuat kita bahagia. Tetapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia.
Banyak perspektif yang bisa kita pakai untuk belajar dari cerita diatas.
Antara lain, coba jadikanlah ejekan orang lain sebagai pemecut usaha kita untuk menggapai kesuksesan dan jangan heran apabila selama ini anda yang justru mengejek orang lain namun orang tersebut lebih melejit dibanding anda.

Sumber : broadcast wa

Anak anak yang dididik…

By Anies Baswedan

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama, sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi, dan disegani banyak orang…

Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah. Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima…

Mereka sanggup beli barang-barang mewah. Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan…

Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota. Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana…

Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan. Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan…

Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja. Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah…

Mereka tidak norak saat bertemu orang kaya. Tapi juga tidak merendahkan orang yg lebih miskin darinya…

Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi. Tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas, kapasitas
dirinya, bukan dari barang yang dikenakan…

Mereka punya.. Tapi tidak teriak kemana -mana. Kerendahan hati yang membuat orang lain menghargai dan menghormati dirinya…

Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan, etika tata krama…

Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti :
🔹Pamit saat pergi dari rumah
🔹Permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang orang yang ada di rumah itu),
🔹Saat masuk atau pulang kerja memberi salam kepada rekan, terlebih pimpinan
🔹Kembalikan pinjaman uang sekecil apapun,
🔹Berani minta maaf saat ada kesalahan
🔹Tahu berterima kasih jika dibantu sekecil apapun…

Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu tidak akan mampu melakukannya…

Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup…

Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika, tata krama dan kesederhanaan…..

Sumber : broadcast wa

PETANI JAGUNG

Di satu desa di Osaka, Jepang, terdapat petani yg menanam jagung unggulan & seringkali memenangkan penghargaan petani dg jagung terbaik sepanjang musim.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara utk menggali rahasia kesuksesan petani tsb.

Wartawan itu menemukan bahwa ternyata petani itu selalu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

_”Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dg tetangga Anda, lalu bersaing dgnya dlm kompetisi yg sama setiap tahunnya?”_ tanya wartawan, dg penuh rasa heran & takjub.

_”Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yg akan berbuah & membawanya dari satu ladang ke ladang yg lain._

_Jika tetangga saya menanam jagung yg jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang._

_Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, maka saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yg bagus pula”,_ jawab si Petani itu.

Petani ini sangat menyadari hukum _*”keterhubungan” ( law of attraction)*_ dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya utk melakukan hal yg sama.

*****
Saudara-riku tercinta…

Dalam kehidupan ini, jika kita ingin menikmati kebaikan, kita harus memulai dg  menabur kebaikan kpd orang2 di sekitar kita.
Jika kita ingin bahagia, maka kita harus menabur kebahagiaan untuk orang lain.

Jika kita ingin hidup dg kemakmuran, maka kita harus berupaya pula untuk meningkatkan taraf hidup orang2 di sekitar kita.

Sebaliknya, jika kita menebar keburukan dan kejelekan kepada orang2 di sekitar kita, maka percayalah, keburukan dan kejelekan itu niscaya akan menyelimuti hidup kita.

Anda tidak akan mungkin menjadi pribadi yg sukses, jika Anda tidak berhasil menabur dan menebar kebaikan pada orang2 di sekitar Anda.

*Kualitas Anda Ditentukan Oleh Orang-Orang di Sekitar Anda.*

Orang yg cerdas itu sejatinya adalah orang yg mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yg baik adalah orang yg mau membaikkan orang lain.

*Menjadi orang penting itu baik, tapi menjadi orang baik itu lebih penting.*

Semoga Allah selalu membimbing kita agar berhati bersih, berpikiran jernih, berkata baik, dan berperilaku positif.

Dan dihindarkan dari gangguan setan yg menyebabkan hati kotor, pikiran keruh, perkataan buruk, dan sikap negatif

🙂 Semoga bermanfaat

Sumber : broadcast wa

Kisah Unik Seorang Pengajar Al-Qur’an

✏…✏,..✏

Kisah ini disampaikan oleh salah seorang pengajar al-Quran al-Karim di salah satu masjid di Makkah al Mukarramah. Ia berkata: “Telah datang kepadaku seorang anak kecil berusia tidak lebih dari sepuluh tahun yang ingin mendaftarkan diri dalam halaqah. Maka aku bertanya kepadanya: ‘Apakah engkau hafal sebagian dari al Quran?’

Ia berkata: ‘Ya.’ Aku bertanya kepadanya: ‘Bacakan dari juz ‘amma!’ Maka kemudian ia membacanya. Aku bertanya lagi: ‘Apakah kamu hafal surat tabaarak (al Mulk)?’ Ia menjawab: ‘Ya.’ Aku pun takjub dengan hafalannya dalam usia yang masih dini.”

Aku bertanya kepadanya tentang surat an Nahl. Ternyata ia hafal juga, maka semakin bertambah kekagumanku atasnya.

Kemudian aku ingin mengujinya dengan surat-surat yang panjang, aku bertanya: “Apakah engkau hafal surat al-Baqarah?” Ia menjawab: “Ya.” Dan ia membaca surat itu tanpa salah sedikit pun. Kemudian aku berkata: “Wahai anakku apakah engkau hafal al Quran?” Ia menjawab: “Ya.”

Subhanallah, dan apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi! Aku memintanya untuk datang esok hari bersama dengan orang tuanya, sedangkan aku sungguh benar-benar takjub. Bagaimana mungkin bapaknya melakukan hal tersebut?!

Suatu kejutan besar ketika bapak anak tersebut hadir. Aku melihat penampilannya tidak menunjukkan orang yang komitmen kepada as-sunnah. Segera ia berkata kepadaku: “Saya tahu Anda heran kalau saya adalah ayahnya, tapi saya akan menghilangkan rasa keheranan Anda. Sesungguhnya di belakang anak ini ada seorang wanita yang setara dengan seribu laki-laki. Aku beritahukan kepada Anda, bahwa aku di rumah memiliki tiga anak yang semuanya hafal al-Quran.

Dan anakku yang paling kecil, gadis berusia 4 tahun, sudah hafal juz ‘amma.”

Aku kaget dan bertanya: “Bagaimana bisa seperti itu?!”

ia mengatakan bahwa ibu mereka ketika mereka mulai bisa berbicara pada usia bayi, maka ia memulainya dengan menghafalkan al Quran dan memotivasi mereka untuk itu.

Siapa yang hafal pertama kali, maka dialah yang berhak memilih menu untuk makan malam hari itu. Siapa yang melakukan muraja’ah (setor hafalan) pertama kali, dialah yang berhak memilih kemana kami akan pergi mengisi liburan mingguan. Dan siapa yang mengkhatamkan pertama kali, maka dialah yang berhak menentukan kemana kami harus mengisi liburan.

Seperti inilah, istriku menciptakan suasana kompetisi (persaingan) dalam menghafal dan melakukan muraja’ah.

Ketika merenungkan dan memikirkan kisah yang penuh pelajaran ini, kami mendapati bahwa seorang wanita shalihah yang senantiasa memperhatikan kebaikan rumah tangganya, maka dialah wanita yang Nabi telah berwasiat pada kaum laki-laki untuk memilihnya sebagai pasangan hidup. Meninggalkan orientasi harta, kecantikan dan kedudukan.

Maka benarlah ketika Rasulullah bersabda:

“Seorang wanita dinikahi karena empat hal, karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Maka dapatkan wanita yang memiliki agama (niscaya kamu beruntung) jika tidak maka kamu akan merugi (hina) .”

(HR. Bukhari)

Nabi bersabda:

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

Selamat atasnya (ibu anak tersebut) yang telah menjamin masa depan anak-anaknya dengan menjadikan al Quran sebagai pemberi syafaat kepada mereka kelak di hari kiamat.

Nabi bersabda:

“Akan dikatakan kepada orang yang hafal al-Quran pada hari kiamat, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dalam kehidupan dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu (derajat tingkatanmu) adalah pada ayat terakhir yang engkau baca.” (HR. Ibnu Hibban)

Maka bayangkanlah sekarang datangnya hari-hari itu, ketika ibu itu berdiri di padang mahsyar. Ia akan melihat anak-anaknya terus naik dan naik di hadapannya, dan tiba-tiba mereka berada di tempat yang paling tinggi. Kemudian dibawakan kepadanya mahkota al waqaar (kemuliaan) yang diletakkan di atas kepalanya.

Apa yang akan dilakukan anak-anak kita jika dikatakan kepada mereka: “Bacalah!”

Maka kemanakah (hafalan) mereka akan sampai?

Apakah akan diletakkan di atas kepala kita sebuah mahkota?

Jika didatangkan timbangan amal, maka:

Berapa banyak lagu-lagu yang mereka hafalkan?!!

Berapa banyak lagu-lagu Korea dan lagu Barat yg lagi disenangi anak2 remaja skrg yg ada di HP dan Tablet anak2 kita serta dihafalkan mereka?!!

Berapa banyak film2 Korea dan film Barat yg merupakan tontonan yg akan mejauhkan agidah dan mengurangi keimanan seseorang yg ditonton oleh anak2 kita yg ada di HP dan Tablet mereka?!!

Berapa banyak gambar-gambar porno yang ada dalam HP mereka?

Berapa banyak bluetooth dengan materi menjijikkan?

Semua ini akan menjadi modal dalam timbangan amal kedua orang tua mereka!!.

Rasulullah bersabda :

“Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang pemimpin atas manusia adalah pemimpin dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan anaknya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Dan seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhori)

Tidaklah Allah mengaruniakan kepada kita keturunan agar kita memperbanyak orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya. Akan tetapi agar mereka bersyukur dan ingat, apakah anak kita termasuk dari kalangan mereka?

Wahai setiap ibu, wahai saudariku semua!

Mulailah dengan mendidik dan memperbaiki anak-anak kalian. Jadikanlah huruf dan ayat-ayat al-Quran sebagai pemberat timbangan amal kalian dan saksi bagi kalian pada hari perhitungan. Hari dimana al-Quran akan memberikan syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat. Hari dimana para penghafal al-Quran menempati tempat yang tinggi. Dan akan bersama mereka (orang tua mereka) menempati tempat yang tinggi.

Tentunya risalah ini juga untuk para bapak.

Bayangkan wahai para bapak, jika Anda menjadikan anak Anda hafal al-Quran. Setiap kali ia membaca satu huruf, Anda akan mendapatkan pahala setiap huruf yang ia baca dari al-Quran dalam hidupnya. Maka jadilah Anda dengan menjaga anak Anda untuk menghafalnya dengan pertolongan dari Allah Ta’ala.

Saya memohon kepada Allah agar menjaga putra putri kita, dan menjadikan mereka orang-orang yang memberi hidayah dan mendapatkan hidayah.

(Syaikh Mamduh Farhan Al Buhairi)

Oleh : Pusat Buku Sunnah

Sumber : broadcast wa

IBU OPTIMIS

Suatu hari di dalam sebuah obrolan ringan, saya sempat bertanya pada suami, “Ibunya Pak Habibie itu kayak gimana sih ya? Pingin deh tahu tentang apa yg sudah beliau lakukan sampai anaknya ‘jadi orang’ begitu?”. Saya mencoba mencari buku “BJ Habibie, Mutiara Dari Timur” yg pernah saya baca 20 tahun lalu dari rak buku Papa, mencoba menemukan jawabannya, tapi tak ketemu juga buku itu.

Lama waktu berselang, sekitar setahun sejak ngobrol santai itu, suamiku mengirimkan pesan lewat Whatsapp sambil menyertakan secuplik rekaman suara. Rupanya rekaman suara Pak Habibie di acara Mata Najwa edisi Ulang Tahun Pak Habibie ke-80. “Itu jawaban yang dari dulu kamu cari-cari”, katanya saat mengirimkan saya rekaman suara itu.

Benar saja, di acara Mata Najwa, Pak Habibie bercerita tentang ibunya yang sangat optimis, tegar dan hebat. Pak Habibie mengenang situasi saat ayahnya meninggal dunia, ibunya bersumpah di hadapan halayak yg hadir saat itu bahwa akan membesarkan anak-anak termasuk yg di dalam kandungan dengan tangannya sendiri, serta berjanji akan mengantarkan semua anaknya menjadi orang yg berguna bagi bangsa dan agama. Doa dan tekad seorang ibu optimis.

Pak Habibie juga bercerita tentang pengalaman pertamanya merantau. Saat usia 14 tahun, Rudy Habibie remaja diantar ke pelabuhan untuk merantau ke Jakarta. Saat menyaksikan Rudy Habibie yg menangis tak mau berpisah dengan ibunya, ibu RA Tuti Marni Puspowardojo itu bilang, “Rudy sedih? Mami lebih sedih lagi, tapi Mami harus lakukan ini demi masa depanmu”. Lagi-lagi, bu Tuti rupanya bukan tipe ibu-ibu galau seperti saya, yg anak masuk sekolah pertama saja cemasnya minta ampun. Betapa dari certia Pak Habibie itu, tergambar sangat keberanian dan kebesaran hati seorang ibu optimis. Ditinggalkan suami dengan 8 anak yg masih kecil-kecil, tetapi masih bisa berpikir jernih, tegar, dan visioner. Luar biasa!

Selesai dari Mata Najwa, kehebatan ibu Tuti muncul lagi dalam beberapa scene yg saya saksikan di film Rudy Habibie (Habibie Ainun 2). Bagaimana ia dengan sangat bijaksana membangkitkan semangat Rudy muda saat di titik terendah dalam perjalanan studinya dan kehidupannya di negeri seberang. “Mami yakin Rudy pasti bisa, tunjukkan kamu sebenernya”, ucapan sang ibu itu hanya berbalas tangisan pilu sang anak di rantau. Pun ketika ditanya orang tentang Rudy yg akan membuat pesawat terbang, sang ibu dengan gagah dan optimis mengoreksinya “Rudy bukan mau bikin pesawat terbang, tapi INDUSTRI pesawat terbang”, katanya mantap.

Sekarang, kita jadi tahu, betapa ada ibu yg luar biasa yg membesarkan seorang Habibie kecil itu menjadi orang yg besar. Doa, optimisme, dan tekad membaja dalam membesarkan anak untuk menjadi orang yg berguna bagi bangsa dan agama, kiranya terkabul sudah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin banyak menjumpai peristiwa serupa Ibu Tuti dan Rudy Habibie tadi. Tak jarang kita dengar kisah dari kawan, saudara, atau orang yg baru kita kenal sekalipun, tentang doa-doa dan harapan seorang ibu pada anaknya yg kemudian menjadi kenyataan. Bahkan kadang, tak perlu jauh-jauh, bisa jadi hal serupa terjadi pada perkataan orang tua kita sendiri.

Saya ingat, ketika dulu berada di kebingungan menjelang lulus SMA, saya bertanya pada Mama tentang kemana saya kelak akan berkuliah. Rupanya Mama dengan penuh percaya diri bilang, “Kata Mama mah teteh nanti masuk UI, jadi alumni UI, pokoknya berprestasi di UI”.  Lha.. Saya cuma nyengir saja. Sebagai anak SMA di Bandung, UI tidak pernah ada dalam pikiran, cita-cita saya waktu itu kalau tidak ITB ya Unpad. Apa daya ternyata pada akhirnya saya harus akui ternyata Allah lebih ridho pada doa Mama.

Hal yg sama dialami pula oleh suami saya. Dulu, jauh hari sebelum suamiku itu lulus kuliah sarjana, Ibu yg saat itu di Melbourne menemani Bapa di tengah studi doktoral, pernah bekerja sampingan sebagai cleaner di KJRI Melbourne. Waktu itu ibu bilang, “suatu hari Aa akan duduk di sini”, sambil menunjuk kursi Konjen Melbourne yg ia bersihkan. Sidqi, suamiku itu rupanya tak pernah bercita-cita jadi diplomat meski ia berkuliah di jurusan hubungan internasional. Menjadi dosen di kota adem ayem sepeti Jogja sepertinya lebih ia senangi, ketimbang menjadi Diplomat –  PNS Kementrian Luar Negeri –  dan tinggal di kota macet dan padat sepeti Jakarta dan Depok. Lagi-lagi, rupanya Allah mengabulkan doa Ibu untuknya, bukan jadi konjen Melbourne sih, tapi betul terkabul jadi diplomat. Hehe.

Saya jadi berpikir, saya punya doa apa untuk anak-anak saya? Saya punya keyakinan sebesar apa pada masa depan anak-anak saya? Seberapa besar rasa percaya diri saya akan keberhasilan anak-anak saya kelak? Ketika anak saya belum bisa baca sementara anak tetangga sudah bisa, saya galau. Ketika anak saya masih malu-malu tampil di atas panggung sementara anak lain tampil penuh percaya diri, saya cemas. Ketika anak-anak lain seusia anak saya bertubuh lebih tinggi dan besar, saya khawatir. Ketika anak saya bertingkah tak menyenangkan sementara anak lain tampak sangat manis, saya iri. Aaaaah… Dan masih banyak lagi rupanya hal lain yg saya khawatirkan. Sampai-sampai di tengah kesal, sempatnya batin terpikir, “mau jadi apa kau nanti, Nak?”. astaghfirullah…

Memang, adalah manusiawi rasanya ketika kita sedih, khawatir, dan mencemaskan masa depan anak-anak kita. Akan tetapi, dari siapa lagi keyakinan itu muncul jika tidak dimulai dari kita sendiri, ibunya, bukan? Seseorang yg telah mengandungnya, melahirkannya, menyusuinya, mendidiknya, menemani hari-harinya, dan seterusnya. Jika kita saja pesimis, pada siapa lagi anak-anak berharap optimisme itu? Padahal, optimisme Ibu kiranya semacam doa tanpa penghalang pada Sang Maha Pengabul Doa. Karena itu, ditengah segala cemas takut dan ragu, tidak kah kita yg seharusnya menjadi orang pertama yg harus yakin akan kesuksesan dan keselamatan ananda untuk dunia dan akhiratnya?

Ibunda Pak Habibie, Mama, dan Ibu, mungkin hanya sedikit contoh kecil saja dari para ibu optimis itu. Optimisme dan doa dari Ibu yg seperti apa? Mungkin tak pada semua Ibu, tetapi ada pada ibu yg syurga tak hanya ada di telapak kakinya, tetapi senantiaa menjaga kebaikan dalam ucapan, perbuatan, dan teladan tingkah lakunya. Kiranya Allah ada bersamanya.

Serang,
19 Juli 2016
Mia Saadah

Sumber : broadcast wa

TIPS KEREN URUSAN DAPUR YANG HARUS ANDA BACA

1. Agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan kedalam air es saat telur tersebut baru matang/masih panas.

2. Agar cabe tidak meletup-letup ketika digoreng, jangan lupa tusuk atau lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum digoreng.

3. Saat mencuci kangkung, arnong/selada air atau genjer serta tanaman air lainnya jangan lupa dibilasan pertama bubuhkan sesendok garam lalu diamkan sejenak agar binatang-binatan kecil yang mungkin hidup dibatang dan daunnya mati. Biasanya yang hobi nongkrong disitu lintah, keong, ulat dan cacing air (brokoli dan kembang kol juga sering ada ulatnya, jadi jangan lupa pula gunakan cara ini).

4. Agar tahu lebih awet ketika disimpan, cuci bersih dengan air, kemudian siram dengan air panas, setelah itu lap dengan tisu dapur, simpan didalam tupperware, tutup rapat, kemudian letakkan didalam kulkas. Insyaa Allah bisa tahan hingga 1 minggu.

5. Untuk mengetahui telur busuk atau tidak bisa gunakan tes apung air, jika mengapung diatas air itu tandanya telur sudah busuk.

6. Ketika akan mengocok telur untuk berbagai macam kue, pastikan telur dalam keadaan suhu ruang (bukan dingin karena baru keluar dari kulkas, hal ini bisa membuat adonan tidak mengembang).

7. Jika menyimpan sayuran di dalam kulkas, jangan pakai tas plastik kresek, tapi gunakan koran dan atau majalah bekas. Sebab dengan cara ini bisa mencegah air embun sayuran menggenang yang bisa mengakibatkan sayur cepat busuk

8. Untuk menetralisir bau dalam kulkas, belah kentang dan letakkan di rak kulkas, kentang bisa menghilangkan bau tak sedap dalam kulkas.

9. Agar ikan tidak lengket dipenggorengan, gunakan wajan yang khusus untuk menggoreng, jangan sekali-kali menggoreng ikan diwajan yang pernah atau sering dipakai untuk menumis, sebab sudah pasti ikan goreng akan lengket dan hancur ketika dibalik, bisa juga olesi sedikit garam ke wajan sebelum dituangi minyak goreng.

10. Untuk menghilangkan rasa panas ditangan akibat terlalu lama berkontak dengan cabe atau sambal (kata orang jawa tangan wedhangen), bisa dilakukan dengan cara cuci bersih tangan dengan sabun sampai 2 atau 3 kali, kemudian di lap, dan masukkan tangan kedalam beras, benam dan remas-remas beras sebentar. Fiuuhhhf, dijamin rasa panas ditangan akan hilang.
smile emotikon

11. Agar mata tidak pedih ketika mengiris bawang merah, letakkan wadah berisi garam disamping talenan, dengan cara ini Insyaa Allah ampuh menghindarkan mata dari rasa pedih.

12. Agar beras tidak dikunjungi kutu beras, letakkan sebungkus plastik yang berisi beberapa sendok kopi bubuk, kemudian beri sedikit lubang pada plastiknya. Kutu beras tidak suka aroma kopi. Jadi Insyaa Allah dia tidak akan berani datang ke beras.

13. Jika peralatan masak kusam akibat noda dari bumbu yang berwarna seperti kunir/kunyit, atau panci yang terlalu sering dibuat merebus air jadi kekuningan. Segera ambil sesendok baking soda, beri sedikit air, gosok-gosokkan ke panci, diamkan sebentar, lalu bilas. Jika masih ada noda bisa diulang lagi.

14. Agar kembang kates, daun kates/pepaya dan pare tidak terlalu pahit ketika dimasak, baiknya sebelum ditumis di rebus sebentar di air rebusan
daun jambu biji (caranya, rebus air, ambil beberapa lembar daun jambu biji, tunggu hingga mendidih, masukkan daun jambu, tunggu +- 5 menit, masukkan kembang/daun pepaya/pare) diamkan sebentar, matikan api. Baru setelah itu tiriskan dan siap untuk dimasak sesuai selera (kalau daun pepayanya untuk kulupan, bisa direbus hingga matang bersama daun jambu biji).

15. Agar tempe tidak mudah busuk, jangan simpan didekat garam.

16. Jika menyimpan daging di freezer, pastikan daging tidak keluar masuk freezer berulangkali, karena hal ini bisa membuat bakteri berkembangbiak. Sebaiknya potong-potong dulu dagingnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan per tiapkali masak dan simpan di plastik kecil-kecil secara terpisah, sehingga ketika akan mengambil, bisa ambil seperlunya saja.

Sumber : broadcast wa

Daun Karet Kebo

Selamat pagi teman2 semua.. Saya hanya ingin sedikit sharing. Imlek kemaren seorang teman datang ke rumah dan mengabarkan bahwa ia telah sembuh dari stroke yg sdh diderita bbrp wkt. Dengan penuh semangat dia bercerita bahwa dia skrg sudah bisa lari, padahal sebelumnya jalan aja susah dan mesti diseret. Juga tangan kirinya tdk bisa digerakan. Namun setelah minum rebusan daun “Karet kebo” selama dua hari, dia sudah bisa berlari. Akhirnya saya menberikan cerita sekaligus memberikan daun tsb kepada langganan saya yg juga kena stroke….

image

Setelah minum 2 atau 3 hari (saya lupa), dia nelepon saya dan bertanya beli di mana daun tersebut.  Saya bilang petik aja di jalan. Tanaman spt itu banyak di pinggir tol.. ga usah beli. Karena setelah minum 3 hari dia sudah bisa berjalan dan badan terasa enteng, padahal sebelumnya jalan aja nyeret.

Begitu juga dgn teman adiknya yg di seberang rumahnya, ternyata juga membaik dgn minum air rebusan tsb. Mungkin dikarenakan bisa melancarkan peredaran darah, saya sendiri juga sudah mencoba minum ternyata badan memang lebih segar. Rasa rebusan daun tsb tidak pahit, enak saja diminum….

BTE ketika saya mengantar komuni utk orang sakit di Camar dan Walet, saya menjumpai 1 pohon Karet Kebo di pinggir jalan menuju komplek rmh tsb. Pohon gede seperti pohon beringin dan daunnya lebar2….

Dinamakan Karet Kebo mungkin karena banyak getah seperti pohon karet dan daunnya lebar kayak kebo….

Tidak ada salahnya silahkan mencoba.
Semoga sharing ini bisa bermanfaat.

•••••••••

*Cara memasak daun Karet Kebo*:

■ 1. Ambil 5 lembar daun dicuci bersih, dibuang sedikit pangkal dan ujung daun karena bergetah.

■ 2. Tiap helai daun digunting menjadi 3-5 bagian.

■ 3. Masukkan potongan daun tsb ke tempat biasa kalo kita biasa merebus obat (biasanya dari bahan keramik). *Tidak boleh memakai panci stainles ataupun aluminium*, karena akan menjadi racun. Untuk merebus dgn takaran air 5 aqua gelas.

■ 4. Rebus dgn api yg kecil. Tunggu sampai 5 gelas air tsb menyusut menjadi 1 gelas (direbus sekitar 2-3 jam). Biasanya air berubah jadi warna coklat kemerahan. Panci tempat memasak obat jangan ditutup.

■ 5. Minumlah air rebusan tsb, pagi 1 gelas dan sore 1 gelas.

■ 6. Semoga uraian ini cukup jelas dan bisa dimengerti. Semoga bisa bermanfaat dan cocok bisa segera sembuh.

■ 7. Jangan lupa tetap berdoa memohon kesembuhan dari yg di Atas. *Saya yakin kesembuhan saya ini jelas2 berasal dari padaNya*. Rebusan daun Karet Kebo hanya sbg perantara yg dipilihNya….

■ 8. Kalo memang ada hasilnya boleh di share ya…

■ 9. Terimakasih

Sumber : broadcast wa