Hati-hati menjaga lisanmu wahai ibu… !!!

😭😭😭😭😭
كنت في يوم من الايام انظف بيتي وجاء ابني وهو طفل واسقط تحفة من الزجاح فانكسرت
Suatu hari, saya sedang membersihkan rumah. Tiba-tiba anak lelaki saya datang, ia masih kecil waktu itu, ia menjatuhkan satu hiasan yang terbuat dari kaca, dan pecah.
فغضبت عليه اشد الغضب لانها غالية جداً واهدتني اياها امي فأحبها ، واحب ان احافظ عليها …
Saya benar-benar marah ketika itu. Karena hiasan itu amat mahal harganya. Ibu saya telah menghadiahkannya dan saya amat menyukainya, maka saya menjaganya dengan amat baik…
ومن شدة الغضب دعوت عليه قلت : 
( عسى ربي يطيح عليك جدار يكسر عظامك )
Karena terlalu marah, saya melontarkan kata-kata: “semoga kamu tertimpa dinding bangunan dan tulang-belulangmu hancur!”
مرت السنين ونسيت تلك الدعوة ولم اهتم لها ولم اعلم انها قد ارتفعت الى السماء … 
Beberapa tahun berlalu, saya lupa akan doa itu, saya pun tak menganggapnya penting, dan saya tidak tau bahwa ternyata doa itu telah naik ke atas langit…
كبر ابني مع اخوانه واخواته ..
وكان هو احب ابنائي الى قلبي ؛ 
اخاف عليه من نسمة الهواء …
ويبر فيَّ اكثر من اخوانه واخواته …
درس وتخرج وتوظف واصبحت ابحث له عن زوجة
Anakku lelakiku itu dan saudara-saudarinya yang lain semakin besar. Rasanya, dialah yang paling saya cintai dari anak2ku yang lain. Dialah yang paling saya khawatirkan. Ia pula yang paling berbakti kepadaku dibandingkan saudara/i nya yang lain. Dia telah tamat belajar, bekerja, dan sudah waktunya untuk saya mencarikannya pasangan…
. . . 
وكان عند والده عمارة قديمة ويريدون هدمها وبناءها من جديد
Ayahnya memiliki sebuah gedung tua yang hendak direnovasi.
.
ذهب ابني مع والده للعمارة وكان العمال يستعدون للهدم
Maka pergilah anakku bersama ayahnya ke gedung itu. Para pekerja sudah siap-siap untuk merenovasinya..
وفي منتصف عملهم ذهب ابني بعيداً عن والده ولم ينتبه له العامل فسقط الجدار عليه ..
Ditengah-tengah aktivitas mereka, anakku pergi agak jauh dari ayahnya, para pekerja tidak mengetahui bahwa ada ia disana, bangunan yang sengaja dirobohkan untuk direnovasi itu jatuh menimpanya…
وصرخ ابني … ثم اختفى صوته … 
توقف العمال ، واصبح الجميع في قلق وخوف … 
Anakku berteriak hingga suaranya tak terdengar lagi. Semua pekerja berhenti. Mereka ketakutan! Mereka khawatir!
ازالوا الجدار عنه بصعووووبة وحضر الاسعاف 
ولم يستطيعوا حمله لانه اصبح كالزجاح اذا سقط وتكسر …
Mereka menyingkirkan dinding yang menghimpit anakku itu dengan susah payah dan segera memanggil ambulans. Mereka tidak bisa mengangkan badan anakku. Ia remuk. Seperti kaca yang jatuh, pecah berkeping-keping…
حملوه بصعوبة ونقلوه للعناية …
وعندما اتصل والده ليخبرني
كأن الله اعاد امام عيني تلك الساعة التي دعوت فيها على ابني وهو طفل … وتذكرت تلك الدعوة …
Mereka membawanya dengan amat sulit dan segera memindahkannya untuk pertolongan lebih lanjut.. . Ketika ayahnya menghubungi saya untuk mengabarkan hal itu, seakan Allah menghadirkan kembali apa yang telah saya doakan untuknya dahulu ketika ia kecil…
بكيت حتى فقدت وعيي ..
واستيقظت في المستشفى … وطلبت رؤية ابني …
Saya menangis hingga jatuh pingsan. Ketika sadar, saya berada di rumah sakit.. Dan saya meminta untuk melihat anak saya…
رأيته ، وليتني لم اره في تلك الحالة ..!
رأيته وكأن الله يقول : 
هذه دعوتك … استجبتها لك بعد سنين طويلة ؛لأن دعوة الوالدين مستجابة … والان سأخذه من الدنيا 
Ketika melihatnya, ah! Andaikan aku tidak melihatnya dalam keadaan sebegitu… Saya melihatnya, seakan-akan Allah berkata “nih, ini doamu kan? Sudah saya kabulkan setelah sekian lama; doa orang tua itu mustajab, dan sekarang Aku akan mengambilnya…”
وفي تلك اللحظات توقف جهاز القلب … 
Ketika itu, jantung aaya seakan berhenti berdetak…
ولفظ ابني انفاسه الاخيرة ..
Anak saya menghembuskan nafas terakhirnya…
صرخت وبكيت وانا اقول : 
Sembari berteriak dan menangis saya berkata:
ليته يعود للحياة .. ويكسر تحف البيت جميعها …
Andaikan ia hidup lagi! Tidak mengapa jika dia hancurkan semua perabot rumah…
ولا افقده ..
Asalkan saya tidak kehilangan ia…
ليت لساني انقطع ولا دعوت عليه تلك الدعوة ..!
Andaikan saja lidah saya ini terpotong dan tidak mendoakannya sebegitu!
ليت وليت وليت ولكن ………. ليتها تنفع كلمة •• ليت ••
Andaikan… Andaikan… Andaikan… Tetapi, andaikan kalimat ‘andaikan’ ini berguna…
رسالتي لكل ام : 
لاتتسرعين في وقت غضبك بدعائك على ابنك …،
Risalah kepada para ibu: jangan terburu-buru mendoakan anakmu ketika sedang marah…
استعيذي بالله من الشيطان … وان اررتي
ولكن لاتدعين عليه …
فتندمين كما ندمت “”
Berlindunglah kepada Allah dari godaan setan,… Jika kamu ingin memukulny, pukul aaja, tapi jangan mendoakannya macam-macam, sehingga kalian akan menyesal seperti saya…
اكتب لكم هذه الكلمات ودمعاتي تسبق كلماتي … 
Saya menuliskan ini dengan airmata yang membanjir…
ليت روحي تلحق روحك يابني واستريح من هذا الالم الذي اعيشه بعد وفاتك …
“”””””””””
Andaikan ruhku pun turut bersamamu, nak. Hingga saya bisa beristirahat dari kepedihan yang saya rasakan sepeninggalmu…
قصة مؤثرة ..
“”””””””””””
ارجو نشرها لجميع النساء
الدعوة مقبولة .. ولو بعد حين
Kisah yang menginspirasi. Tolong sebarkan keseluruh wanita, doa itu akan terjawab, walau setelah beberapa lama…
#copas#

Sumber : broadcast wa

Menangis Saat Jibril As Mengungkap Penghuni Neraka yg ke-7

Kala itu Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang tak biasa. Namun, Jibril terlihat berbeda. Raut wajah yang tak biasa.

Maka Rasulullah SAW bertanya:

“Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya”.

Lalu Rasullulah Saw bersabda:

“Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam”.

Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahanam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar semua penduduk dunia karena panasnya. Demi Allah, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.

Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke 7.

Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya. Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan-potongan api.

Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu yg lain”.

Dikatakan dalam Hadist Qudsi:

“Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahariKu. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu: mempunyai 7 tingkat.

Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung. Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah. Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak. Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum.

Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat”.

“Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam” (HR. Bukhari-Muslim). “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”. (QS. Al-Furqan: 11).

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah”. (QS. Al-Mulk: 7).

Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas) (QS. Al-Waqi’ah: 41-44).

Rasulullah Saw meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut.

“Pintu pertama dinamakan Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir. Pintu ke 2 dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrikin; Pintu ke 3 dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api; Pintu ke 4 dinamakan Ladha, diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya; Pintu ke 5 dinamakan Huthomah (artinya: menghancurkan hingga berkeping-keping), diperuntukkan bagi kaum Yahudi; Pintu ke 6 dinamakan Sa’ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), diperuntukkan bagi kaum kafir.

Rasulullah bertanya: “Bagaimana dengan pintu ke 7?”

Sejenak malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh. Akan tetapi Rasulullah Saw mendesaknya sehingga akhirnya Malaikat Jibril mengatakan, “Pintu ke 7 diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka mengucapkan kata taubat

Mendengar penjelasan yang mengagetkan itu, Rasulullah Saw pun langsung pingsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rasulullah Saw di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar beliau bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?” Jawabnya: “Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari umatmu.”

Nabi Muhammad SAW lalu menangis, Jibril pun ikut menangis. Kemudian Nabi langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk Sholat. Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat Beliau pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan.
Semoga bermanfaat. Barakallohu fikum.

Sumber : broadcast wa

Mari jadi kunci: K L I K  

      
Sebuah gembok dengan kokoh mengunci pintu pagar.

Sebatang tongkat besi yang gagah perkasa mengerahkan seluruh tenaganya, n a m u n tetap saja tak mampu membuka gembok itu.

Datanglah sebuah kunci yang kecil.
Dengan ringan kunci kecil itu
berputar, h a n y a dengan 1 suara ‘klik’ saja , m a k a terbukalah gembok itu…

Batang besi tak habis pikir bertanya,  “Mengapa aku yang setengah mati mengerahkan tenaga tak bisa membukanya, tapi kamu yang kecil dengan mudahnya bisa ?”

Kunci menjawab, “Itu karena aku memahami isi didalamnya ”

Hati setiap manusia ibaratnya pintu yang tergembok, batangan besi yang paling kokoh sekalipun tidak bisa membukanya…

Perhatian & Kasih Sayang akan merubah kita menjadi sebuah kunci kecil yang akan dapat memahami & membuka pintu hati orang lain..

Jadikanlah diri kita sebagai Agen Dakwah yang memahami medannya sehingga perkara yang bagaimanapun rumitnya akan bisa diatasi dengan baik…

Have a Nice Day !

Sumber : broadcast wa

ADAB MENASEHATI

Kisah ulama besar ahli hadits ini bisa kita jadikan teladan dalam perkara saling memberi nasehat.

Karena saling menasehati, betapapun ia adalah salah satu sendi dalam agama Islam,  tetap memerlukan adab dan tata caranya sendiri.

Sebab, seringkali, orang bukannya tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan, tetapi ia tidak menerima cara kebenaran itu disampaikan.

Maka, nasehat yang baik tetap harus menjaga perasaan juga kehormatan saudara kita; karena itu adalah hak persaudaraan kita.

Adalah Harun ibn ‘Abdillah, seorang ulama ahli hadits yang juga pedagang kain di kota Baghdad, menceritakan betapa ihsannya seorang Ahmad ibn Hanbal dalam mengkritik dan memberi nasehat.

“Suatu hari,” Harun ibn ‘Abdillah berkisah, “Saat malam beranjak larut, pintu rumahku di ketuk”.
“Siapa..?”, tanyaku.
“Ahmad”, jawab orang diluar pelan.
“Ahmad yang mana..?” tanyaku makin penasaran.
“Ibn Hanbal”, jawabnya pelan.

Subhanallah, itu guruku..!, kataku dalam hati.

Maka kubuka pintu. Kupersilakan beliau masuk, dan kulihat beliau berjalan berjingkat, seolah tak ingin terdengar langkahnya.
Saat kupersilakan untuk duduk, beliau menjaga agar kursinya tidak berderit mengeluarkan suara.

“Wahai guru, ada urusan yang penting apakah sehingga dirimu mendatangiku selarut ini..?”

“Maafkan aku ya Harun… Aku tahu biasanya engkau masih terjaga meneliti hadits selarut ini, maka akupun memberanikan diri mendatangimu.
Ada hal yang mengusik hatiku sedari siang tadi.”

Aku terkejut. Sejak siang..? “Apakah itu wahai guru?”

“Mmmm begini…” suara Ahmad ibn Hanbal sangat pelan, nyaris berbisik.

“Siang tadi aku lewat disamping majelismu, saat engkau sedang mengajar murid-muridmu. Aku saksikan murid-muridmu terkena terik sinar mentari saat mencatat hadits-hadits, sementara dirimu bernaung dibawah bayangan pepohonan.
Lain kali, janganlah seperti itu wahai Harun. Duduklah dalam keadaan yang sama sebagaimana murid-muridmu duduk..!”

Aku tercekat, tak mampu berkata…

Maka beliau berbisik lagi, mohon pamit, melangkah berjingkat dan menutup pintu hati-hati.

Masya Allah… Inilah guruku Ahmad ibn Hanbal, begitu mulianya akhlak beliau dalam menyampaikan nasehat.

Beliau bisa saja meluruskanku langsung saat melintasi majelisku.

Tapi itu tidak dilakukannya demi menjaga wibawaku dihadapan murid-muridku. Beliau juga rela menunggu hingga larut malam agar tidak ada orang lain yang mengetahui kesalahanku. Bahkan beliau berbicara dengan suara yang sangat pelan dan berjingkat saat berjalan, agar tidak ada anggota keluargaku yang terjaga.

Lagi-lagi demi menjaga wibawaku sebagai imam dan teladan bagi keluargaku.

Teringat perkataan Imam Asy Syafi’i:

“Nasehati aku saat sendiri, jangan di saat ramai dan banyak saksi. Sebab nasehat ditengah khalayak, terasa hinaan yang membuat hatiku pedih dan koyak, maka maafkan jika hatiku berontak…”

*******

Sumber : broadcast wa

Pelajaran Dari Uang 100rb

Seorang guru mengangkat uang 100 ribu rupiah di depan murid-muridnya. Lalu ia bertanya:
“Siapa yang mau uang ini?” Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda ingin.

Kemudian guru itu meremas uang 100 ribu itu dengan tangannya, dan kembali bertanya :
“Sekarang siapa yang mau uang ini?” Kembali semua murid mengangkat tangannya.

Selanjutnya ia melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya, sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul-betul kotor oleh debu ia berkata:
“Sekarang siapa yang mau?” Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.

Saat itulah sang guru memasukkan
pelajarannya:
“Inilah pelajaran kalian hari ini. Betapapun kalian berusaha merubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya.
Bagaimanapun kalian dihinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan
pernah tersentuh. Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh. Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga
dirimu. Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya”.

KIND WORD GREAT MOTHER

————-                 
Suatu hari seorang anak laki-laki pulang sekolah memberikan Sepucuk Surat tertutup kpd mamanya dari Kepala Sekolah.

Anak : Mama, Kepala Sekolah memberi surat ini kpd saya, dg pesan agar tdk membuka dan hanya Mama yg boleh buka atau membacanya.

Sang Mama membuka dan membaca surat dimaksud dg airmata berlinang, namun dng bijak selesai membaca sang Mama membacakan utk anaknya :

“Anak kamu terlalu jenius. Sekolah ini terlalu sederhana. Tdk cukup guru yg baik dan hebat di sekolah kami, utk melatih dia. Ajari dan latih sendiri anak anda secara langsung.”

Tahun demi tahun berlalu. Sang anak terus tumbuh dan berkembang. Seiring waktu, sang Mama/Ibu sdh pula meninggal/tiada.

Suatu ketika, anak laki-laki yg sudah dewasa itu, menemukan kembali surat yg dulu dibacakan sang Mama kpdnya.

Diambilnya surat dari dalam laci meja Mamanya, diapun membuka dan membaca surat itu dng tangan bergetar. Berbeda dng apa yg didengar dari Mamanya saat dia masih kecil dulu :

“Anak kamu punya masalah kejiwaan. Kami tidak mengizinkan lagi dia datang ke sekolah ini selamanya”.

Anak itu, adalah sang Penemu Hebat Sepanjang Masa, dia adalah Thomas Alva Edison.

Dia menangis berjam-jam usai membaca surat itu, lalu nenulis dlm buku hariannya : “Thomas Alva Edison, adalah anak gila, hanya oleh krn seorang pahlawan, krn Mama, saya diubahnya menjadi Sang Jenius Sepanjang Masa”.

Pesan Moral :

(1) Sejarah membuktikan ttg kesaktian, kehebatan dan peranan/pengaruh seorang Ibu terhadap anaknya.
Ibu adalah guru terbaik utk anaknya.

(2) Sejarah juga membuktikan kesaktian dari sebuah kata atau ucapan terhadap psikologi dan mental anak-anak.

(3) Perkataan yg buruk, sangat ampuh merusak Moral & Mental seseorang, apalagi diucapkan oleh Ibu yg buruk pula.

(4) Perkataan yg baik dapat memotivasi dan menginspirasi (merubah) seseorang untuk menjadi yg terbaik, apalagi oleh Ibu yg tulus, penuh kasih sayang dan bertangan dingin mengelola keluarga….

Semoga bermanfaat…, menambah semangat kita dlm mendidik anak2 titipan dr Sang Maha Pencipta.

Sumber : broadcast wa

Sahabat Yang Baik

=== Hadits ===
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu-anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu-alaihi Wasallam telah bersabda: Seorang hamba tanpa berfikir panjang mengatakan satu perkara yang karenanya dia akan terhumban ke neraka Jahanam lebih jauh dari jarak bumi dan langit. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim)

=== nasihat ===
Bakar bin Abdillah al-Muzani berkata: “Jika kamu melihat orang yang lebih tua, katakanlah: ‘Orang ini lebih dulu mendahuluiku dalam beriman dan beramal soleh, maka ia lebih baik dariku-. Apabila kamu melihat orang yang lebih muda, katakanlah: ‘Aku telah mendahuluinya dalam berbuat dosa dan maksiat, maka dia lebih baik dariku-. Dan jika engkau melihat sahabat-sahabatmu menghormati dan memuliakanmu, maka katakanlah: ‘Ini adalah keutamaan yang akan dihisab nantinya-. Sedangkan apabila engkau melihat sahabat-sahabatmu tidak menghormatimu, maka katakanlah: ‘Ini akibat dosa yang telah aku lakukan-.” (Shifatush Shafwah: 3/248)

BIAR GAK NYESEL KALO KONGKOW

Brothers & Sisters…

Sebagai anak muda tentunya kita selalu identik dengan ngumpul, kongkow dan nongkrong.

Dari cuma buat ngelepas stres sambil saling lempar joke-joke segar dan ngobrol ngalur ngidul bareng temen, atau mungkin emang untuk khusus bangun network dan ngomongin bisnis dan project..

Inilah aktualisasi diri anak muda, berusaha diterima di komunitasnya. Kalo ngga, nanti dicap kuper dan cupu. Namanya juga anak muda…

Tapi sebelum meluncur ke TKP ada baiknya kita membaca hadits berikut ini:

لا يجلس قوم مجلسا لا يذكرون الله عز وجل فيه ولا يصلون على النبي إلا كان عليهم حسرة يوم القيامة. رواه أحمد بسند صحيح

“Tidaklah sebuah kaum duduk di sebuah majelis dan mereka tidak berdzikir atau mengingat ALLAH dan tidak bersalawat kepada Nabi disana kecuali majelis tersebut akan mendatangkan penyesalan di hari kiamat untuk mereka” (HR. Ahmad dengan sanad yang shahih)

So Brothers & Sisters…jadikan mengingat ALLAH sebagai bagian dari rundown acara yang ada di setiap ngumpulnya kita

✏ Ust Muhammad Nuzul Dzikri

#ntms

Indahnya mempunyai sahabat yang baik….

🍃🍂🌿 Sahabat yang Baik

( Dari Perkumpulan Pelajar Hadits di Madinah,Saudi)

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻔﺎﺭﻭﻕ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ :

“ﻣﺎ ﺃﻋﻄﻲ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺑﻌﺪ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻧﻌﻤﺔ.. ﺧﻴﺮﺍﹰ ﻣﻦ ﺃﺥ ﺻﺎﻟﺢ، ﻓﺈﺫﺍ ﻭﺟﺪ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻭﺩﺍﹰ ﻣﻦ ﺃﺧﻴﻪ ﻓﻠﻴﺘﻤﺴﻚ ﺑﻪ.”

Umar Ibn Khathab radhiyallahu ‘anhu, berkata, “Tidak ada nikmat yg diberikan kepada seorang hamba setelah Islam yg lebih baik dari sahabat yg soleh, maka apabila salah seorang dari kalian telah mendapatkan cinta dari sahabat sholehnya, hendaklah ia menggenggamnya dgn kuat

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ:

” ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻟﻚ ﺻﺪﻳﻖ – ﻳﻌﻴﻨﻚ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ – ﻓﺸﺪ ﻳﺪﻳﻚ

ﺑﻪ؛ ﻓﺈﻥ ﺍﺗﺨﺎﺫ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ ﺻﻌﺐ ﻭﻣﻔﺎﺭﻗﺘﻪ ﺳﻬﻠﺔ ..”

Imam Syafi’i berkata,

“Apabila engkau memiliki sahabat yg mengingatkanmu pd ketaatan, maka genggamkanlah kedua tanganmu erat-erat kepadanya! karena mendapatkan sahabat itu sulit, sedang meninggalkannya mudah

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺼﺮﻱ :

ﺇﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻨﺎ ﻭﺃﻭﻻﺩﻧﺎ، ﻷﻥ ﺃﻫﻠﻨﺎ ﻳﺬﻛﺮﻭﻧﻨﺎ ﺑﺎﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺇﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﻳﺬﻛﺮﻭﻧﻨﺎ ﺑﺎﻵﺧﺮﺓ، ﻭﻣﻦ ﺻﻔﺎﺗﻬﻢ: ﺍﻹﻳﺜﺎﺭ

Hasan Al-Basri berkata,

“Kami lebih mencintai sahabat-sahabat kami dari istri dan anak-anak kami, karena keluarga kami mengingatkan kami akan dunia, sedang sahabat kami mengingatkan akan akhirat, dan diantara sifat mereka adalah itsar (melebihkan orang lain atas dirinya sendiri)

ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻘﻤﺎﻥ ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ ﻻﺑﻨﻪ :

ﻳﺎﺑﻨﻲ؛ ﻟﻴﻜﻦ ﺃﻭﻝ ﺷﻲﺀ ﺗﻜﺴﺒﻪ ﺑﻌﺪ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺃﺧﺎ “ﺻﺎﺩﻗﺎ”

ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻣﺜﻠﻪ ﻛﻤﺜﻞ ” :ﺷﺠﺮﺓ” ، ﺇﻥ ﺟﻠﺴﺖ ﻓﻲ ﻇﻠﻬﺎ ﺃﻇﻠﺘﻚ

ﻭﺇﻥ ﺃﺧﺬﺕ ﻣﻨﻬﺎ ﺃﻃﻌﻤﺘﻚ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﻨﻔﻌﻚ ﻟﻢ ﺗﻀﺮﻙ ..

Luqman yang bijak menasehati anaknya. Dia berkata,

“Wahai putraku..

hendaklah perkara pertama yg engkau cari setelah iman kepada Allah, adalah sahabat yang jujur. Sesungguhnya sahabat yg jujur itu seperti pohon yg rindang. Jika engkau duduk di bawah naungannya, dia akan menaungimu, jika engkau mengambil sesuatu darinya, dia akan mengenyangkanmu dan jika dia tidak bermanfaat bagimu, dia tidak mencelakakanmu

ﻣﺮﺽ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ ﻭﻻﺯﻡ ﺍﻟﻔﺮﺍﺵ، ﻓﺰﺍﺭﻩ ﺻﺪﻳﻘﻪ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﻤﺮﺽ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪ ﺃﺻﺎﺑﻪ

ﺍﻟﺤﺰﻥ … ﻓﻤﺮﺽ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺃﻳﻀﺎ

Satu hari, saat imam Ahmad -rahimahullah- menderita suatu penyakit yg menyebabkannya tdk dapat bangkit dari kasurnya, sahabat baiknya, imam Asy-Syafi’i -rahimahullah- datang menjenguknya. Ketika imam Syafi’i melihat kondisi penyakit yg dialami sahabatnya, beliau sangat bersedih hingga akhirnya beliau pun jatuh sakit.

ﻓﻠﻤﺎ ﻋﻠﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﺬﻟﻚ .

ﺗﻤﺎﺳﻚ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺫﻫﺐ ﻟﺮﺅﻳﺔ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ..

– ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺁﻩ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻗﺎﻝ :

ﻣﺮﺽ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻓﺰﺭﺗﻪ

       ﻓﻤﺮﺿﺖ ﻣﻦ ﺍﺳﻔﻲ ﻋﻠﻴﻪ

ﺷﹹﻔﻲ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻓﺰﺍﺭﻧﻲ

       ﻓﺸﹹﻔﻴﺖ ﻣﻦ ﻧﻈﺮﻱ إليه

Saat imam Ahmad mengetahui berita itu, beliau menguatkan dirinya dan segera pergi menjenguk imam Syafi’i ke rumahnya. Ketika imam Syafi’i melihatnya datang, beliau berkata,

“Saat sahabat baikku sakit, aku datang menjenguknya, hingga aku pun sakit karena kesedihanku akan keadaannya. Kini.. sahabat baikku telah sembuh dan datang menjengukku. Sungguh..saat ini aku pun telah merasa sembuh karena melihat keadaannya

ﺍﻟﻠﻬﻢ.. ﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﺍﻟﺼﺤﺒﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ..!

Ya Allah.. karuniakanlah pd kami sahabat-sahabat yg baik..!

ﺍﻟﻤﺤﺒﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ.. ﻧﻌﻤﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ.. ﻭﺍﻟﺘﻮﺍﺻﻞ ﻣﻊ ﺍﻷﺣﺒﺔ ﺃﻧﺲ ﻭﻣيسرة.. ﻫﻢ ﻟﻠﻌﻴﻦ ﻗﺮﺓ..

Saling mencintai karena Allah adalah karunia-Nya, dan saling menyambung hubungan dgn orang-orang yg dicintai adalah wujud kasih sayang yg memberi kemudahan.

Mereka adalah pelipur lara.. penyejuk pandangan..

ﻓﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺩﺍﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﺫﻛﺮ ﻫﻢ.. ﻭﺇﻥ

ﻏﺎﺑﻮﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻴﻦ ﻗﻠﻨﺎ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﺣﻔﻈﻬﻢ ﻭﺍﺭﻋﺎﻫﻢ

Semoga keselamatanlah.. bagi mereka yg selalu terkenang di hati. Sekalipun mereka jauh dari pandangan, kami akan selalu berkata,

“Wahai Rabb..! Jagalah dan peliharalah mereka

_______________________________

Dari Perkumpulan Pelajar Hadits di Madinah,Saudi

Kota Nabi 12 Shafar 1436H / 4 Des 2014

Sumber : broadcast wa