Kisah Seorang Anak Bernama Fajar

Td sblm sahur, aku lihat acaranya ust. Yusuf Mansur di televisi..

Menghadirkan seorg anak laki2 yg sggh luar biasa..

Namanya Fajar, beliau lahir preterm, 28 mgg dg BB 1.6 kg. Beliau jg menderita cerebral palsy dan katup jantungnya ada yg bocor..

Fajar baru bisa berbicara di usia 3.5 th. Tahu apa yang pertama kali keluar dari mulutnya? Bukan “ma-ma” atau “pa-pa” seperti anak pd umumnya.. tapi yg pertama kali keluar adalah ayat2 Al Quran :””””

Bgm bs spt itu?

Ayahnya, dg kondisi anak yg dilahirkan spt itu, ia sgt sabar dan terus membacakan Al Quran 1/2 juz pada pagi hari dan 1/2 juz pd malam hari utk anaknya tsb, setiap hari… Ibu dan ayahnya bilang, “kami ingin lingkungan yg terbaik utk anak kami. Kami putarkan murrottal 24 jam sehari.”
Dan maa syaa Allah, sesuatu yg sebetulnya tdk direncanakan, sesuatu yg sepertinya hanya kebetulan, Fajar hafal 30 juz Al Quran di usia 4.5 tahun 😭😭😭😭

Ketika td pagi, scr live, dites oleh ust. YM, Fajar dg lancar melanjutkan ayat demi ayat yg dibacakan oleh ust.. Ust. YM menutup sesi tes tsb dg berkata, “in syaa Allah thn depan Fajar akan saya kirim ke Makkah al mukaramah utk mengikuti musabaqah hifzhil quran internasional.. Krn ia hafal quran di usia 4.5 th, mjd hafizhul quran paling muda sedunia, Al Quran sdh menyatu dg darahnya..”

Ketika ditanya, “apa cita2mu, dik Fajar?” Ia menjawab, “menjadi imam masjidil haram..”

Maa syaa Allah.. kelak jk Allah SWT memperkenankan cita2nya, penerus Imam Sudais adalah Fajar, seorang anak Indonesia :”””)

Smg Allah SWT menjadikan generasi kami dan generasi penerus kami sebagai generasi haamilul quran, generasi pengemban Al Quran, yg hafal dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan..
Smg Allah SWT menjadikan negeri ini sbg negeri qurani, negeri yg baldatun tayyibatun wa Rabbun ghafuur….

So… #WhatIsOurExcuse to stop to always be with Al Quran?

di pagi yang haru sekaligus membuat tertunduk malu, 26 Ramadhan 1436 H,

-@Syayma

Sumber : broadcast wa

Advertisements

Tidak Ada Orang Sibuk..

⏰ “Tidak ada orang yang sibuk di dunia ini, yang ada hanya orang yang tidak bisa mengelola waktu!”

⌚ “Bagaimana pun, setiap dari kita mempunyai modal waktu yang sama dalam satu hari; dua puluh empat jam. Para ulama besar tidak memiliki waktu yang lebih banyak dari kita. Para negarawan, pengusaha sukses nan penderma, dan orang-orang besar yang shalih dan dekat dengan Quran, mereka memiliki waktu yang sama dengan kita, yang tentu aktivitas kita belum sepadat mereka.

💚 Yang membedakan adalah keberadaan Quran di dalam hati. Seberapa luang hati kita untuk Quran.

💬 Mari renungi, Adakah Quran di dalam dada kita? Sudahkah Quran ada bersama langkah-langkah kita? Sudahkah Quran ada dalam tutur kata-kata kita? Sudahkah Quran menghiasi hari-hari kita dalam setiap laku kita? Jikalah ada Quran di dalam hati, kedukaan akan sirna. Quran membuat hati senantiasa bersujud, bersyukur, dan bahagia.”

:):):)

–Abdul Aziz dalam Buku “Mahasiswa Mahasiswa Penghafal Quran”–

Sumber : broadcast line

Istri saya TIDAK BEKERJA !!!

Percakapan antara Suami ( S ) dan Psikolog ( P )

P : Apa yang anda lakukan untuk memenuhi kbutuhan hidup Pak?
S : Saya bekerja sebagai akuntan di sebuah bank

P : Istrimu ?
S : Tidak bekerja hanya seorang ibu rumah tangga

P : Siapa yg membuat sarapan untuk keluargamu di pagi hari?
S : istri saya sebab dia tidak bekerja

P : Jam brapa dia bangun untuk menyiapkan sarapan ?
S : Jam 5 karena dia membersihkan rumah dulu sebelumnya

P : Bagaimana anakmu berangkat sekolah?
S : Istri saya yang antar anak2 karena dia tidak bekerja

P : Setelah mengantar anak apa yang dia lakukan?
S : ke pasar lalu pulang ke rumah masak dan mencuci pakaian, karena yah anda tau kan dia tidak bekerja

P : Siang hari ketika anda bercengkrama dengan rekan kerja sambil makan siang, apa yang dia lakukan?
S : menyambut anak2 pulang sekolah, menggantikan pakaiannya, lalu nyuapin mereka makan siang, dan mengantar mereka tidur siang, lalu nyetrika pakaian..

P : Malam hari sepulang kerja apa yang anda lakukan?
S : saya istirahat. Lelah karena mengerjakan tugas saya seharian di kantor

P : Trus istrimu ngapain donk?
S : dia menyiapkan makan, nyuapin anak2, nyiapin makan saya, nyuci piring, membersihkan rumah, mengantar anak2 tidur

✔Menurut anda siapa yang paling banyak melakukan aktifitas ??

Rutinitas harian istrimu berlangsung dari pagi hingga larut malam. Apakah itu yang disebut TIDAK BEKERJA?

Ya, menjadi seorang ibu rumah tangga tidak membutuhkan sertifikat dan posisi tinggi tapi PENTING SEKALI PERANNYA

Hargai istrimu karena pengorbanan mereka tidak nyaman.

Ini seharusnya menjadi pengingat dan refleksi untuk kita semua utk mengerti dan menghargai setiap peran.

Semua tentang WANITA….
Ketika dia terdiam berjuta ide bergulir dalam pikirannya

Ketika dia menatapmu, dia berpikir kenapa dia sangat mencintaimu bukannya merasa dimanfaatkan.

Ketika dia berkata dia akan bertahan untukmu dia bertahan sekuat batu

Jangan sakiti dia atau salah memahami atau memanfaatkannya

↪Forward kepada semua wanita untuk membuat mereka tersenyum dan betapa berharganya wanita sbg Seorang ibu.

Sumber: broadcast wa

THE BLIND SPOT

Semua petinju profesional memiliki pelatih. Bahkan, petinju legendaris  sehebat Moh. Ali sekalipun juga memiliki pelatih. Yaitu Angelo Dundee yang membantu Ali menjadi Juara dunia 3 kali. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding, sangat jelas Angelo Dundee tidak akan pernah menang.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Moh. Ali butuh pelatih kalau jelas dia pasti menang melawan pelatihnya? 

Ketahuilah bahwa Moh. Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, tapi karena ia membutuhkan seseorang untuk melihat hal-hal yang “TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI”

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itu yang disebut: “BLIND SPOT” atau “TITIK BUTA”. Kita hanya bisa melihat “BLIND SPOT” dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.

Kita butuh orang lain YANG:
¤ Menasihati,
¤ Mengingatkan, bahkan…..
¤ Menegur jika kita mulai melakukan sesuatu hal yang keliru, yang mungkin tidak kita sadari.

Kita butuh KERENDAHAN HATI untuk:
¤ Menerima kritikan,
¤ Menerima nasihat, dan 
¤ Menerima teguran…….
itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna.
Jadi, biarkan orang lain menjadi “mata” kita di area ‘Blind Spot’ kita, sehingga KITA BISA MELIHAT apa yang TIDAK BISA KITA LIHAT dengan ‘pandangan’ kita sendiri…

Mari kita saling nasehat menasehati dalam kebaikan …

Sumber : broadcast wa

Hati yang Jernih

Kiriman Dr. Hidayat Nur Wahid:

Alangkah bahagianya diriku…Saya mendapatkan kiriman dari seorang sahabat nun jauh di sana..
Seorang sahabat yang sekarang sedang sibuk menjadi Menteri Urusan Islam di negaranya.
Namun kesibukannya tidak menjadikannya lupa kepada diriku yang jauh darinya di sini.
Tidak lupa untuk memberi nasihat yang sangat luar biasa ini.
Saya pun meneruskan nasihatnya agar diri yang lemah ini pun mendapatkan bagian dari kebaikan meneruskan nasihat kebaikan
Semoga bermanfaat…
Selamat menyimak

عِبَادَةٌ غَالِيَةٌ عِنْدَ اللهِ، قَلِيْلَةُ الْوُجُوْدِ بَيْنَ النَّاسِ ..
Ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah SWT, sayangnya, keberadaannya di tengah manusia sangat sedikit

(هِيَ صَفَاءُ الْقَلْبِ)
Yaitu: Hati yang Jernih

– قَالَ بَعْضُهُمْ: كُلَّمَا مَرَرْتُ عَلَى بَيْتِ مُسْلِمٍ مَشِيْدٍ دَعَوْتُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ !؟
Sebagian mereka berkata, “Setiap kali melewati rumah megah milik seorang Muslim, saya berdo’a semoga Allah SWT memberkahinya.”

– وَقَالَ بَعْضُهُمْ: كُلَّمَا رَأَيْتُ نِعْمَةً عَلَى مُسْلِمٍ (سَيَّارَةً، مَشْرُوْعًا، مَصْنَعًا، زَوْجَةً صَالِحَةً، ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً …) قُلْتُ: اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مُعِيْنًا لَهُ عَلَى طَاعَتِكَ وَبَارَكَ لَهُ فِيْهَا !
Sebagiannya lagi berkata, “Setiap kali melihat satu kenikmatan pada seorang Muslim (mobil, proyek, pabrik, istri shalihah, anak keturunan yang baik), saya berkata: ‘Ya Allah..Jadikanlah kenikmatan itu penolong baginya untuk taat kepada-Mu dan berikanlah keberkahan kepadanya’”!

– وَقَالَ آخَرُ: كُلَّمَا رَأَيْتُ مُسْلِمًا يَمْشِيْ مَعَ زَوْجَتِهِ، دَعَوْتُ اللهَ أَنْ يُؤَلِّفَ بَيْنَ قَلْبَيْهِمَا عَلَى طَاعَتِهِ.
Ada juga yang berkata, “Setiap kali melihat seorang Muslim berjalan bersama istrinya, saya berdo’a kepada Allah semoga Allah SWT menyatukan hati keduanya dalam rangka taat kepada Allah SWT”.

وَقَالَ بَعْضُهُمْ: كُلَّمَا مَرَرْتُ عَلَى عَاصِيْ، دَعَوْتُ لَهُ بِالْهِدَايَةِ.
Ada lagi yang berkata, “Setiap kali bertemu pelaku maksiat, saya berdo’a semoga Allah SWT memberikan hidayah kepadanya”.

وَآخَرُ يَقُوْلُ: أَنَا أَدْعُو اللهَ أَنْ يَهْدِيَ قُلُوْبَ النَّاسِ أَجْمَعِيْنَ، فَتُعْتَقُ رِقَابُهُمْ، وَتُحْرَمُ وُجُوْهُهُمْ عَلَى النَّارِ.
Yang satu ini berkata, “Saya selalu berdo’a semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada hati manusia seluruhnya, lalu leher mereka terbebas dari belenggu dan wajah mereka terhindar dari neraka”.

وَقَالَ آخَرُ: عِنْدَ نَوْمِيْ أَقُوْلُ: يَا رَبِّ، مَنْ ظَلَمَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ فَقَدْ عَفَوْتُ عَنْهُ، فَاعْفُ عَنْهُ، فَأَنَا أَقَلُّ مِنْ أَنْ يُعَذَّبَ مُسْلِمٌ بِسَبَبِيْ فِي النَّارِ ..
Yang ini lain lagi perkataannya: “Setiap kali mau tidur, saya berkata: ‘Ya Allah Rabb-ku, siapa pun kaum Muslimin yang men-zhalimi diriku, sesungguhnya aku telah memaafkannya. Oleh karena itu, maafkanlah dia karena diriku terlalu hina untuk menjadi penyebab seorang Muslim tersiksa di neraka gara-gara aku’”.

قُلُوْبٌ صَافِيَةٌ مَا أَحْوَجَنَا إِلَى مِثْلِهَا !!
Semua itu adalah hati-hati yang jernih. Alangkah perlunya kita kepada hati-hati semisal ini.

اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا مِنْهَا، فَإِنَّ الْقُلُوْبَ الصَّافِيَةَ سَبَبٌ فِيْ دُخُوْلِنَا الْجَنَّةَ ..
Ya Allah..Jangan halangi kami untuk memiliki hati seperti ini karena hati yang jernih adalah penyebab kami masuk surga.

ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦُ ﺍﻟْﺒَﺼْﺮِﻱُّ ﻳَﺪْﻋُﻮْ ﺫَﺍﺕَ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ وَيَقُوْلُ: ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ اﻋْﻒُ عَمَّنْ ﻇَﻠَﻤَﻨِﻲْ .. ﻓَﺄَﻛْﺜَﺮَ ﻓِﻲْ ﺫَﻟِﻚَ!
Pada suatu malam, al-Hasan al-Bashri berdo’a, “Ya Allah, berikanlah maaf kepada siapa saja yang men-zhalimi diriku”… dan ia terus-menerus berdo’a demikian!

ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺭَﺟُﻞٌ: ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﺳَﻌِﻴْﺪٍ … ﻟَﻘَﺪْ ﺳَﻤِﻌْﺘُﻚَ اللَّيْلَةَ ﺗَﺪْﻋُﻮْ ﻟِﻤَﻦْ ﻇَﻠَﻤَﻚَ، ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻤَﻨَّﻴْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃَﻛُﻮْﻥَ ﻓِﻴْﻤَﻦْ ﻇَﻠَﻤَﻚَ. فَمَا ﺩَﻋَﺎﻙَ ﺇِﻟَﻰ ﺫَﻟِﻚَ؟
Maka seorang lelaki berkata, “Wahai Abu Sai’d .. Sungguh, tadi malam aku telah mendengar engkau mendo’akan baik orang yang men-zhalimimu, sehingga aku berangan-angan kalau saja aku termasuk yang men-zhalimi dirimu. Apa sih yang membuat engkau berbuat demikian?

ﻗَﺎﻝَ: ﻗَﻮْﻟُﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ : {ﻓَﻤَﻦْ ﻋَﻔَﺎ ﻭَﺃَﺻْﻠَﺢَ ﻓَﺄَﺟْﺮُﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ} [الشورى: 40]
Al-Hasan menjawab: “Allah SWT berfirman: “… Barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada yang berbuat jahat kepadanya), maka pahalanya dari Allah’”. (Q.S. Asy-Syura: 40).

ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﻗُﻠُﻮْﺏٌ ﺃَﺻْﻠَﺤَﻬَﺎ ﻭَﺭَﺑَّﺎﻫَﺎ الْمُرَبُّوْنَ وَالْمُرْشِدُوْنَ بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، فَهَنِيْئًا لَهَا الْجَنَّةَ.
Sungguh, itu semua adalah hati yang menjadi shalih dan telah dibina oleh para murabbi dan para mursyid dengan berlandaskan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Maka.. selamat atas surga yang didapatkannya

لَا تَحْزَنْ عَلَى طِيْبَتِكَ؛ فَإِنْ لَمْ يُوْجَدْ فِي الْأَرْضِ مَنْ يُقَدِّرُهَا؛ فَفِي السَّمَاءِ مَنْ يُبَارِكُهَا.
Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu. Sebab jika di dunia ini tidak ada yang menghargainya, yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

حَيَاتُنَا كَالْوُرُوْدِ، فِيْهَا مِنَ الْجَمَالِ مَا يُسْعِدُنَا، وَفِيْهَا مِنَ الشَّوْكِ مَا يُؤْلِمُنَا.
Hidup kita ini bagai bunga mawar. Padanya terdapat keindahan yang membuat kita berbahagia, namun padanya pula terdapat duri yang menyakiti kita.

مَا كَانَ لَكَ سَيَأْتِيْكَ رَغْمَ ضَعْفِكَ!! وَمَا لَيْسَ لَكَ لَنْ تَنَالَهُ بِقُوَّتِكَ!!
Apa saja yang telah (ditakdirkan) menjadi milikmu akan datang kepadamu meskipun engkau begitu lemah!!
Dan apa saja yang telah (ditakdirkan) bukan menjadi milikmu, engkau tidak akan mendapatkannya dengan kekuatanmu!!

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى نِعَمِهِ وَفَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ..
Segala puji bagi Allah atas segala limpahan nikmat, karunia dan kebaikan-Nya..

أَسْعَدَ اللهُ أَيَّامَكُمْ بِكُلِّ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ
Semoga Allah SWT menjadikan hari-harimu penuh bahagian dengan segala kebaikan dan keberkahan.

Sumber : broadcast wa

Mahasiswa Pantang Meminta-Minta

Dikutip dari status fb mas Saptuary

Kemarin (4/9/15) seru sekali! Ada 950 mahasiswa baru di Fakultas Ekonomi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang harus saya provokasi,

Bag big bug!! Dueerrrr!! Haakdissk!! Ngakak… Ngikik… Menggelepar… lalu Terkapar! Yess siapa yang mau bertanya?!

Satu! Yes kamu..
“Mas bagaimana cara melihat peluang?”

Jawab: peluang apa? Kalo jomblo mencari peluang biar gak membujang? Hehe Kalo peluang usaha bisa kamu mulai dari menjual apa yang dibutuhkan oleh kawan-kawanmu! Bisnis itu penawaran, tawarkan apa yang kamu punya dan mereka gak punya. jadi direbutin sama teman-temanmu. Cari aja supliyernya di internet. Jangan remehkan bisnis
kecil-kecilan, karena semua yang besar dulu dari yang kecil. Dapatkan 100 ribu pertamamu, kamu bakal ketagihan mendapatkan 100 ribumu
lanjutnya..

Dua! Olrait kamu..
“Bagaimana mas caranya jualan kalo saya gak punya bakat?”

Jawab: hayoooo.. Dulu gak bisa jalan kamu belajar jalan, gak bisa naik sepeda kamu belajar naik sepeda, gak bisa jualan ya ayoo belajar jualan! Bagaimana mungkin kamu mau
jago berenang kalo nyemplung ke kolam aja kamu gak mau! Mau bisnis online ya kamu harus belajar cara jualan barang lewat online. Bagaimana cara menampilkan jualan, bagaimana menentukan harga jual, bagaimana
cara mengirimkan barang, bagaimana cara transfer uang, belajarlah.. Yakin deh! Semua bisa dilakukan sambil kamu kuliah, dimulai dari kos-kosan..

Tiga! Kamu disana:
“Mas saya dari Palembang, bagaimana caranya supaya saya boleh bisnis lagi oleh orang tua, dulu sejak SMA saya sudah jualan online, tapi sekarang saya diminta fokus kuliah saja, dilain
sisi saya ingin mandiri dapat uang sendiri..”

Jawab: ooohooi.. Wong kito galo! Di Jogja gak boleh galau! Hehe.. Orang tua itu gak butuh janji, tapi mereka butuh bukti. Kamu harus bikin komitmen buat dirimu sendiri, kuliah jalan terusss.. Jualan tetep muluss! Caranya? Atur waktumu secara maksimal.. 7-8 jam di kampus, 6 jam tidur kamu masih punya 10 jam free!
Buat apa? Cuman mau nongkrong saja? Mending kamu ambil barang lagi kayak dulu, mulai tawarkan lagi, dapetin duitnya lagi. Tabung hasilnya, pas pulang kampung kasih kejutan buat orangtuamu.. Tunjukan, nilaimu
tetap aman, jualan juga tetep jalan. Sudahlah tunda kesenangan.. Jadi mahasiswa itu bukan untuk manja! Kuliah di Jogja sambil berleha-leha.. Nunggu kiriman bulanan sadja…

Oke! Empat yang diujung sana..
“Mas, bagaimana kalo mau usaha join sama teman?”

Jawab: boleh gak masalah, tapi inget semua komitmen di awal harus ditegaskan. Teman adalah teman, bisnis adalah bisnis. Bikin perjanjian sederhana kamu dan dia. Misal modal 10 juta, kalian patungan masing-masing 5 juta, prosentase saham jadi 50:50 kan. Naaah kamu yang ngurusin bisnis ini berhak dapat gaji tentukan lah misal 1 juta sebulan, temanmu
yang hanya urun uang dia gak ikut ngurusin. Misal dalam sebulan hasil jualan untung 4 juta. Maka kamu sebagai pengelola berhak dapat
gaji 1 juta, sisanya 3 juta dibagi dua 50:50. Adil kan? Awas hati-hati gara-gara duit kawan bisa jadi lawan karena godaan setan, makanya harus diperjelas di awal, tandatangan bareng, salaman bareng, berdoa bareng. Bisnis itu adalah KESEPAKATAN bukan keterpaksaan.

Yap terkahir, kamuuuu!!
“Mas, gimana caranya supaya bisa terus semangat kalo jadi pengusaha?”

Jawab: yess! Orientasimu jangan hanya dunia.. Kalo jadi pengusaha rezeki kebuka dari 9 pintu, naah kamu ngejar materi gak bakal ada puasnya, gak ada bakal ada ujungnya.. Tapi kalo niatmu akherat enak nih, punya usaha
supaya jadi jalan rejeki buat orang banyak, rejekinya bisa buat berjuang di jalan Allah, bisa sedekah banyak, bisa membangun masjid, rumah tahfidz dan pesantren, bisa menyantuni orang-orang yang membutuhkan. Kan rejekinya unlimited, Allah yang bakal ngasih 9 pintu rejekinya. Tinggal bagaimana ikhtiar kita. Kalo hanya mengandalkan gajian ya rejeki kita hanya bulanan. Kalo punya banyak usaha, tiap hari
rejeki kita dialiri.. Inget ya adik2 semua, semua yang diruangan ini bakal mati, dan gak bakal kembali ke dunia lagi, punya bekalnya belum?
Kalo belum yuk dari sekarang kita siapin.. Jangan santai-santai, karena yang mati gak harus yang tua duluan, banyak yang masih muda malah lebih dulu berangkatnya…
Semua terdiam… Ahaaaa!

“Siapa yang mau jadi pengusahaa?”
Tiba-tiba tangan terangkat bersama dan berteriak sayaaaaa!!!

Aaah takdir dan nasib akan menggiring kemana mereka nantinya, tugas saya hanya menunjukan jalan awalnya..
Yang jelas mereka adalah MAHA-Siswa, Siswa yang MAHA, tak pantas lagi merengek-rengek dan terus merepotkan orang tua..
Waktunya memasang rasa malu untuk terus jadi peminta-minta..

Sumber : @Saptuari

KEARIFAN KIAI MENGATASI SANTRI NAKAL PART I

Seperti Ini Cara Kyai /Ustadz/Guru Mendidik Santri Yang Mbeling /Nakal Part1

Suatu saat K.H. Ahmad Umar Abdul Manan (1916 – 1980), pengasuh Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan Solo, memanggil lurah pondok. “Aku minta dicatatkan nama-nama santri yang nakal ya! Dirangking ya. Paling atas ditulis nama santri ternakal, nakal sekali, nakal dan terakhir agak nakal.”

Lurah pondoknya girang bukan main. Karena sudah beragam cara diupayakan untuk mengingatkan santri-santri nakal itu. Tapi hasilnya nihil. Sepertinya mereka sudah beku hatinya.

Dengan penuh semangat, dijalankanlah perintah Kiai Umar tersebut. Nama-nama santri itu ditulis besar-besar dengan spidol. Ternakal fulan bin fulan asal dari daerah A. Nakal sekali fulan bin fulan dari daerah B sampai santri yang agak nakal. Setelah catatan selesai dibuat, kemudian diserahkan kepada Kiai.

Lurah pondok itu menanti seminggu, dua minggu, kok tidak ada tindakan apa-apa. Pikirnya dalam hati, “Kok santri-santri yang nakal masih tetap nakal ya. Kok tidak diusir atau dipanggil Kiai.”

Akhirnya lurah pondok itu memberanikan diri matur kepada Kiai Umar. “Maaf Kiai, santri-santri kok belum ada yang dihukum, ditakzir atau diusir?”

“Lho, santri yang mana?”

“Santri yang nakal-nakal. Kemarin anda minta daftarnya.”

“Siapa yang mau mengusir? Karena mereka nakal itu dipondokkan, biar tidak nakal. Kalau disini nakal terus diusir, ya tetap nakal terus. Dimasukkan ke pesantren itu biar tidak nakal.”

“Kok anda memerintahkan mencatat santri-santri yang nakal itu?”

“Begini, kamu kan tahu tiap malam aku setelah sholat tahajud kan mendoakan santri-santri. Catatan itu saya bawa, kalau saya berdoa mereka itu saya khususkan. Tanya dululah kalau belum paham.”

* * *

Cerita ini pernah saya sampaikan di sebuah daerah di Jawa Tengah. Ada Kiai muda mengundang saya untuk mengisi ceramah di acara khataman quran di pesantrennya. Ada puluhan ribu orang yang hadir. Dalam kesempatan itu saya ceritakan kisah di atas. Saya suka menceritakan kisah ini, karena apa yang dilakukan Kiai Umar sesuai dengan yang dipesankan ayah saya, bahwa mengajar harus lahir batin. Saat saya sampaikan cerita ini, para hadirin tertawa semua. Hanya satu orang yang tidak tertawa. Kiai muda itu terlihat menunduk diam. Pikir saya, “Apa Kiai ini tidak paham yg saya sampaikan atau bagaimana? Kok tidak ada ekspresi apa-apa saat dengar cerita saya.”

Pada saat turun dari podium, saya dirangkul oleh kiai itu. Dia membisikkan sesuatu, “Masya Allah, alhamdulillah Gus, jenengan tidak menyebut nama. Sayalah daftar ternakalnya Kiai Umar.”

Kaget, heran dan kagum saya, dengan statusnya dulu sebagai santri ternakal, dia sekarang jadi kiai dengan ribuan santri.

Kisah di atas disampaikan oleh KH. Musthofa Bisri dalam haul KH. Umar Abdul Manan di Pondok Pesantren Al Muayyad Solo.

*Luar biasa. Kiai-kiai jaman dulu mendidik tidak hanya mengajar secara lisan saja. Tetapi juga dibarengi dengan laku tirakat dan doa. Bahkan, saat santrinya sudah pulang ke rumahpun masih diperhatikan dan didoakan. Dikunjungi, dipantau dan ditanyakan perkembangannya. Itulah rahasia keberkahan ilmu para alumnus pesantren. Doa guru.

* *

Tidak ada kata putus asa dalam berupaya. Saat usaha kita mendidik tidak menghasilkan perubahan. Jangan menyerah. Serahkan hal ini kepada Yang Maha Kuasa. Kiai Umar memberikan keteladanan itu.

Sumber : broadcast wa