FILOSOFI AKAR

FILOSOFI AKAR.
~~~~~~~~~~~~~~

✽ Jangan pernah malu menjadi akar.. Sekalipun ia berada di dasar tanah paling bawah.

✽ Kerja akar memang tidak terlihat. Namun, bukan berarti kerjanya tiada.. Justru peran akar begitu nyata..

✽ Akar mencari “penghidupan” ke dalam tanah.. Untuk bunga, daun, batang, ranting, dan buah..

✽ Peran akar memang begitu nyata.. Tetapi hebatnya, akar tidak pernah iri, sekalipun tak banyak orang memuji:

✽ Anda Pernah makan buah Durian, buah Apel, buah Anggur, atau Semangka..lalu kemudian anda memuji petapa lezatnya rasa buah tersebut ?? ‪#‎namun‬ pernahkan anda sekali saja memuji peran akar ?

✽ Pernahkah anda berteduh di bawah pohon beringin, atau pohon lain yang rindah, kemudian anda memuji betapa lebatnya dedaunannya, betapa kokoh batang pohonnya, betapa sejuk berada di bawah lindungannya ?? ‪#‎Namuun‬ pernahkah anda memuji sekali saja peran akar ?

✽ Akar memang tidak tampak, kebedaannya tersembunyi di bawah tanah, tapi perannya sangat luar biasa, akarlah yang mencari air dan sumber makanan dari buah buahan, akarlah yang mencari kehidupan buat batang dan dedaunan.

✽ Maka, jangan malu menjadi Akar, walau tak tampak jasanya luar biasa.
Ibroh : Belajarlah menjadi orang Ikhlas, mungkin anda tidak di kenal orang, namun mulia di sisi-Nya

Ambil Pelajaran Berharga

Ustadz fatih karim

Advertisements

Orang & Masalah

Orang konyol buat masalah…

Orang kerdil memperbesar masalah….

Orang biasa membicarakan masalah….

Orang besar mengatasi masalah…..

Orang bijak bersyukur dengan
masalah….

Orang kreatif melihat peluang dari
masalah….

Orang bertaqwa naik derajat karena
masalah….

Jadi, ga ada masalah dengan
“masalah”….

Masalahnya, bagaimana cara kita
menyikapi “masalah”….

Karena hakikatnya, hidup itu
rangkaian “masalah” demi “masalah”.

So, Jadikanlah “MASALAH” sebagai “Masa mengenal Allah”.

Sumber : broadcast WA

Beberapa Nasihat

3 hal yg membawa penyakit :

1) الكلام الكثير
* Banyak bicara
2) النوم الكثير
* Banyak tidur
3) الأكل الكثير
* Banyak makan
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

وأربعة أشياء تهدم البدن :
4 hal yg merusak badan :

1) الهم
* Duka
2) الحزن
* Sedih
3) الجوع
* Lapar
4) السهر
* Tidak Tidur Malam
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

و أربعة تزيد في ماء الوجه وبهجته :
4 hal menambah cerah wajah :

1) التقوى
* Taqwa
2) الوفاء
* Jujur
3) الكرم .
* Pemurah
4) المروءة
* Jaga Kehormatan
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

و أربعة تجلب الرزق :

4 hal yg menarik rezeki :

1) قيام الليل
* Qiyamul Lail
2) كثرة الاستغفار بالأسحار
* Banyak istighfar waktu 2/3 malam
3) تعاهد الصدقة
* Biasa Bersedekah
4) الذكر أول النهار وآخره
* Brdzikr waktu awal pagi & petang
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

وأربعة تمنع الرزق

4 hal yg mnjauhkan rezeki :

1) نوم الصبح
* Tidur waktu pagi
2) قلة الصلاة
* Sedikit sholat
3) الكسل
* Malas
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

كلما هممت بفعل معصية تذكر ثلاث آيات :
Stiap kali ingin brbuat maksiat ingat 3 ayat :

1-“ألم يعلم بأن الله يرى”
“Tidakkah dia mngetahui bahwa Allah sedang melihat”

2-“ولمن خاف مقام ربه جنتان ”
“Siapa yg takut kpd kedudukan Tuhannya baginya dua surga”

3-“ومن يتق الله يجعل له مخرجآ“
“Siapa yg brtaqwa kpd Allah. Dia jadikan baginya jalan keluar/penyelesaian”

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
إذا أعجبتك / هذه الكلمات
لا تبخل bبها على اصحابك واحبابك .. !!

Smoga brmanfaat bagi umat Islam….

Sumber : broadcast WA

Perumpamaan Pohon Kurma

Pernahkah Anda mengisi teka teki silang?

Terkadang teka teki yang ada di koran atau surat kabar tidak memberi pelajaran yang baik.

Dahulu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah memberikan teka teki kepada para shahabat.

Suatu hari Nabi berkumpul dengan para shahabatnya, Beliau bertanya: “Kabarkan kepadaku sebuah pohon yang perumpamaanya seperti seorang mu’min?”

Rupanya para shahabat memikirkan pohon-pohon yang ada di pedesaan.

Lalu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjawab: “Dia adalah pohon kurma.”

Lihatlah…Nabi memberikan teka teki kepada para shahabatnya.

Kenapa pohon kurma mirip dengan seorang mu’min yaa akhii?

Pohon kurma…Dedaunannya tidak pernah jatuh.

Kata para ulama, itu berarti amalan seorang mu’min tidak pernah gugur.

Kenapa? Karena keimanan dan ketaqwaan dia.

Demikianlah, amalan seorang mu’min tidak pernah gugur.

Kata para ulama juga, pohon kurma selalu bermanfaat di semua bagiannya..Daunnya… buahnya.. bijinya… batangnya…

Demikian seorang mu’min, seorang mu’min bermanfaat di semua amalannya.

Dimana dia pergi… dimana dia tinggal… selalu memberikan manfaat kepada manusia. Dia tidak pernah menyusahkan orang.

Lihatlah pohon kurma…

Ketika dia ditanam di sebuah tanah yang tandus di negeri Arab dengan sedikit sekali air… tetapi dia bisa tumbuh.

Luar biasa…

Kurma dapat hidup dalam keadaan yang sangat ekstrim sekalipun.

Begitu juga seorang mu’min, dalam keadaan apapun dia sabar. Saat sulit sabar…kuat…tegar…menghadapi berbagai macam ujian…musibah… malapetaka.

“Mengagumkan seorang mu’min itu, seorang mumin itu semuanya baik…Jika ditimpa kesenangan dia bersyukur…maka itu menjadi kebaikan untuk dia…Kalau dia ditimpa kesusahan, dia sabar…maka itupun kebaikan buat dia.”

Dan itu tidak akan terjadi kecuali pada seorang mu’min.

Pohon kurma terlihat anggun, tumbuh diatas batang yang kokoh…

Begitu juga seorang mu’min…Imannya kokoh… pondasinya kokoh karena dia berdiri diatas keimanan.

Pohon kurma memiliki cabang-cabang…

Demikian juga seorang mu’min… Pondasinya iman dan cabangnya adalah amalan-amalan.

Pohon kurma buah manis…

Seorang mumin yang tidak membaca Alqurān seperti buah kurma.. Tidak ada wanginya tetapi manis…karena seorang mu’min hatinya bercahaya karena keimanan.

Tapi Subhānallāh…

Pohon kurma memiliki duri-duri dimana durinya melindunginya dari siapa yang mengganggunya.

Demikian juga seorang mu’min, dia terlihat lembut, bersahaja dan berakhlaq tetapi kalau agamanya diganggu, maka dia marah karena Allāh dan tidak akan berdiam diri.

Jika pohon kurma ditanam ditanah tandus maka menjadikan tanah disekitarnya menjadi subur…

Demikian seorang mu’min, dimana saja dia tinggal dia selalu mewarnai…selalu menjadikan tempatnya subur dengan keimanan…

Dia dakwahi tetangganya, dia ajak orang sekitarnya untuk beriman kepada Allāh, untuk senantiasa menabur keimanan dalam hati hati manusia.

Mā syā Allāh.. betapa mirip sekali antara seorang mu’min dengan pohon kurma.

Maka jadilah kita seperti pohon kurma.. menjadi mu’min yg bermanfaat untuk manusia, yang sabar menghadapi berbagai macam keadaan dan senantiasa berusaha untuk memperlihatkan keindahan Islam.

Tapi bukan keindahan berdasarkan kelemahan, akan tetapi keindahan atas dasar kekokohan iman dan taqwa kepada Allāh Subhānahu Wa Ta’āla.

✒ Ustadz Badrusalam, LC hafizhahullāh

Sumber: http://youtu.be/85rTmRbS90I

Obsesi Dalam Menikah

KSATRIA BAITUL MAQDIS

ظل نجم الدين أيوب -أمير تكريت-لم يتزوج لفترة طويلة،فسأله أخوه -أسد الدين شيراكوه-قائلًا :ياأخي لما لاتتزوج ؟
Sanya Nazmuddin Ayyub -penguasa Tikrit- belum menikah dalam waktu yg lama, maka bertanyalah saudaranya -Asaduddin Syerkuh- : “saudaraku kenapa kamu belum menikah?”

فقال له نجم الدين :
لا أجد من تصلح لي
Najmuddin menjawab:
“Aku belum mendapatkan yang cocok”

فقال له أسد الدين: ألا أخطب لك؟
Asaduddin berkata: “maukah aku lamarkan seseorang untukmu?”

قال من؟
قال:ابنة ملك شاه -بنت السلطان محمدبن ملك شاه-السلطان السلجوقي،أو ابنة نظام الملك -كان وزيرا من الوزراء العظام-الوزير العباسي-.
Dia berkata: “siapa?”
Ia menjawab: “puteri Malik Syah -anak Sultan Muhammad bin Malik Syah- Raja bani Saljuk, atau puteri Nidzamul Malik -dulu menteri dari para menteri agung zaman Abbasiyah

فيقول له -نجم الدين-قائلًا إنهم لايصلحون لي،فيتعجب منه أسد الدين شيراكوه
فيقول له:ومن يصلح لك؟
Maka Najmuddin berkata: “mereka tidak cocok untukku”, maka heranlah Asaduddin Syerkuh, ia berkata: “lantas siapa yang cocok bagimu?”

فيرد عليه-نجم الدين-قائلًا:إنما أريد زوجة صالحة تأخذ بيدي إلي الجنة وأنجب منها ولدا تحسن تربيته حتي يشب ويكون فارسًا ويعيد للمسلمين بيت المقدس
Najmuddin menjawab: “aku menginginkan istri yang shalihah yg bisa menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yg dia tarbiyah dengan baik hingga jadi pemuda dan ksatria serta mampu mengembalikan baitul maqdis ke tangan kaum muslimin”

في ذلك الوقت كان بيت المقدس محتلًا من قبل الصليبين ،وكان -نجم الدين -وقتها في العراق في تكريت بينه وبين بيت المقدس مسافات شاسعة
Waktu itu baitul maqdis dijajah oleh pasukan salib, dan Najmuddin masa itu tinggal di Tikrit Irak yang berjarak jauh

ولكن قلبه وعقله كانا معلقين في بيت المقدس
Tetapi hati dan pikirannya senantiasa terpaut dengan baitul maqdis

وكان هذا هو حلمه أن يتزوج زوجة صالحة ينجب منها فارسًا يعيد للمسلمين بيت المقدس.
Impiannya adalah menikahi istri yg shalihah dan melahirkan ksatria yg akan mengembalikan baitul maqdis ke pangkuan kaum muslimin

أسد الدين لم يعجبه كلام أخيه فقال له:ومن أين لك بهذه؟
Asaduddin tidak terlalu heran dengan ungkapan saudaranya, ia berkata: dimana kamu bisa mendapatkan yg seperti ini?”

فرد عليه -نجم الدين-:من أخلص لله النية رزقه الله المعين
Najmuddin menjawab: “barangsiapa ikhlas niat karena Allah, akan Allah karuniakan pertolongan”

وفي يوم كان -نجم الدين-يجلس إلي شيخ من الشيوخ في مسجد في تكريت يتحدث معه
Suatu hari Najmuddin duduk bersama seorang Syaikh di masjid Tikrit dan berbincang2

فجاءت فتاه تنادي علي الشيخ من وراء الستار،فاستأذن الشيخ من -نجم الدين-ليكلم الفتاة
فيسمع -نجم الدين-الشيخ وهو يقول لها:
Datanglah seorang gadis memanggil Syaikh dari balik tirai, maka Syaikh tersebut minta izin Najmuddin untuk bicara dengan si gadis
Najmuddin mendengar Syaikh berkata padanya:

لماذا رددت الفتى الذي أرسلته إلي بيتكم ليخطبك؟
“Kenapa kau tolak utusan yg datang ke rumahmu untuk meminangmu?”

فقالت له الفتاة:أيها الشيخ ونعم الفتى هو من الجمال والمكانة،ولكنه لايصلح لي.
Gadis itu menjawab: “wahai Syaikh ia adalah sebaik2 pemuda yg punya ketampanan dan kedudukan, tetapi ia tidak cocok untukku”

فقال لها الشيخ:وماذا تريدين؟
فقالت له :سيدي الشيخ أريد فتىً يأخذ بيدي إلي الجنه وأنجب منه ولدًا يصبح فارسًا يعيد للمسلمين بيت المقدس
Syaikh berkata: “apa yg kau inginkan?”
Gadis menjawab: “aku ingin seorang pemuda yg menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan darinya anak yg menjadi ksatria yg akan mengembalikan baitul maqdis kepada kaum muslimin

الله أكبر نفس الكلمات التي قالها -نجم الدين لأخيه
هي نفس الكلمات التي تقولها -الفتاة-للشيخ.
Allahu Akbar kata2 yg sama yg diucapkan Najmuddin kepada saudaranya, persis kata2 yg diucapkan gadis itu kepada Syaikh

-نجم الدين -رفض بنت السلطان وبنت نظام الملك بما لها من المكانة والجمال،وكذلك-الفتاة- رفضت الفتي الذي له من المكانة والجمال ماله
Najmuddin menolak putri Sultan dan Menteri yg punya kecantikan dan kedudukan, dan begitu juga gadis itu menolak pemuda yg punya kedudukan dan ketampanan

كل هذا من أجل ماذا؟ لأن كلاهما يريد من يأخذ بأيديهما إلي الجنة ومن ينجبان منه فارسًا يعيد للمسلمين بيت المقدس
Apa maksud ini semua? Karena keduanya menginginkan tangan yg bisa menggandeng ke surga dan melahirkan darinya ksatria yg akan mengembalikan baitul maqdis kepada kaum muslimin

فقام -نجم الدين-ونادي علي الشيخ
أيها الشيخ :أريد أن أتزوج من هذه الفتاة
Najmuddin berdiri dan memanggil sang Syaikh : “aku ingin menikah dengan gadis ini”

فقال له الشيخ :إنها من فقراء الحي
Syaikh menjawab: “dia gadis kampung yg miskin”

فقال -نجم الدين-: هذه من أريدها أريد زوجة صالحة تأخذ بيدي إلي الجنة وأنجب منه ولدًا يصبح فارسًا حتي يعيد للمسلمين بيت المقدس
Najmuddin berkata: “ini yg aku inginkan, aku ingin istri shalihah yg menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yg dia didik jadi ksatria yg akan mengembalikan baitul maqdis kepada kaum muslimin

“ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجًا لتسكنوا إليها”
Diantara tanda2 kekuasaan-Nya Dia ciptakan dari jenis kalian sendiri pasangan2 agar kalian merasa tenteram dengannya

تزوج -نجم الدين أيوب -من هذه الفتاة-ست الملك خاتون-وبالفعل من أخلص النية رزقه الله المعين
Menikahlah Najmuddin Ayyub dengan gadis ini, maka barangsiapa berniat ikhlas akan Allah karuniakan pertolongan

فأنجب -نجم الدين -ولدًا أصبح فارسًا أعاد للمسلمين بيت المقدس ألا وهو:
Maka lahirlah putra Najmuddin yg menjadi ksatria yg mengembalikan baitul maqdis ke haribaan kaum muslimin, ia adalah …

~صلاح الدين الأيوبي~
SHALAHUDDIN AL AYYUBI

هذه كانت أمانيهم في زواجهم
فياتري ماهي أمانينا نحن في زواجنا؟
Inilah obsesi mereka dalam menikah, lantas apa obsesi kita dalam pernikahan kita?

Sumber : broadcast WA

Yang Diucapkan Saat Kesulitan

Bersandarlah kepada Allah Ta’ala, seberat apa pun masalah yang kau hadapi. Berlindunglah kepada Allah Ta’ala, sepelik apa pun persolan yang menimpamu. Minta tolonglah kepada Allah Ta’ala, sesukar apa pun cobaan yang kau alami.

Inilah kalimat mulia yang diucapkan Nabi Ibrahim ketika dijebloskan ke dalam lautan api oleh Raja Namrud. Inilah perkataan iman yang dilafalkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam saat mengetahui jumlah orang kafir dalam peristiwa Hamra’ul Asad. Dan, kalimat ini pula yang diucapkan oleh ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq sebelum menaiki unta Sufyan bin al-Mu’aththal, hingga keduanya difitnah oleh kaum munafiq.

NABI IBRAHIM ‘ALAIHIS SALAM
‘Abdullah bin ‘Abbas menyebutkan, inilah kalimat yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ketika ia dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrud. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim sebagaimana dikutip Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya

NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Perang Uhud terjadi pada hari Sabtu pertengahan bulan Syawal. Setelah kaum kafir pulang ke Makkah, di tengah jalan mereka berdebat. Di antara mereka mengatakan, “Alangkah bodohnya? Mengapa kita tidak menghabisi Muhammad dan kaumnya?”

Sedangkan yang lain menukasi, “Rupanya yang terbunuh bukan Muhammad. Yang kuhantam juga bukan tangannya.” Maka mereka berselisih, “Haruskah kembali ke Madinah atau pulang ke Makkah?”

Dengan izin Allah, percakapan perdebatan kegalauan mereka didengar oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Karenanya, tepat sehari setelahnya-Ahad-, beliau berseru kepada kaum muslimin agar mengejar kaum kafir Makkah.

Maka berkumpullah tujuh puluh sahabat pilihan yang bergerak cepat hingga sampai di Hamra’ul Asad yang terletak delapan mil dari kota Madinah. Di tempat itu, Nabi menginap selama tiga hari-Senin, Selasa, dan Rabu.

Oleh seorang dari suku Khuza’ah yang bernama Ma’bad bin Abi Ma’bad al-Khuza’i, ia mengatakan bahwa jumlah kaum Kafir sangat banyak. Namun, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam semakin bersemangat sehingga mengucapkan kalimat iman yang diucapkan juga oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam saat hendak dimasukkan ke dalam lautan api.

Ma’bad sendiri belum masuk Islam, tetapi ia dan kaumnya amat setia dengan perjanjiannya dengan kaum muslimin. Maka ia pun mendatangi Abu Sufyan dan mengatakan bahwa Nabi Muhammad dan kaumnya tengah menuju arah mereka dengan pasukan yang amat banyak untuk membalas dendam.

Karenanya, pasukan kafirin Makkah takut, dan bergegas pulang, meski sebelumya hendak kembali untuk menyerang kaum muslimin.

‘AISYAH BINTI ABU BAKAR
Dalam peristiwa Haditsul Ifki, ‘Aisyah binti Abu Bakar difitnah berzina dengan Shafwan bin al-Mu’aththal. Peristiwa ini cukup dahsyat dan menimbulkan pertentangan di antara kaum muslimin, pun sahabat utama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Kemudian, Allah Ta’ala menurunkan surat an-Nuur yang berisi pembelaan kepada ‘Aisyah dan Shafwan, bahwa keduanya orang baik dan tidak melakukan zina sebagaimana dituduhkan kaum munafiq.

Saat ditanya oleh Ummu Zainab tentang kalimat apa yang dibaca oleh ‘Aisyah sebelum menaiki kendaraan Shafwan, ‘Aisyah menjawab bahwa inilah kalimat yang diucapkan. Lalu, Zainab berkata, “Engkau telah mengucapkan ungkapan orang-orang yang beriman.”

Yang diucapkan oleh ketiga panutan kaum muslimin ini adalah akhir ayat 173 surat Ali ‘Imran,

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Cukuplah Allah Ta’ala menjadi penolong kami, dan Allah Ta’ala adalah sebaik-baik Pelindung.” []

Sumber:
http://kisahikmah.com/yang-diucapkan-nabi-ibrahim-nabi-muhammad-dan-aisyah-saat-kesulitan/