Usaha dan Batas

Quote

Usaha manusia tidak ada batasnya. Hasilnya akan terlihat kalau sudah berusaha.

~Kung Fu Boy Vol. 7

Yang diperlukan untuk meningkatkan ilmu kung fu adalah JANGAN MEMBUAT BATASANMU SENDIRI!!!

Kalau kau berpikir latihan segini sudah cukup, kau sudah tamat.

Kalau sudah puas dengan kepandaian sendiri dan malas untuk meningkatkannya, akan menimbulkan bencana.

Jangan lupa masih ada yang lebih unggul dari kita.

Tidak membuat batasan sendiri dan berusaha setiap hari.

5 Jangan

Hidup kita akan selalu diwarnai dengan kejadian yang tidak terduga, kadang-kadang berbalik dengan yang kita inginkan.

Ada rumus 5 JANGAN mudah-mudahan bisa jadi manfaat.
1. Jangan Mudah Panik.
Tenang tapi tidak santai, karena panik tidak menyelesaikan masalah.

2. Jangan Suka Mendramatisir Masalah.
Sehingga keadaan menjadi tegang karena pikiran kita sendiri, tetap berfikir positif.

3. Jangan Bersikap Emosional.
Karena kemarahan sikap penuh nafsu cenderung mendangkalkan akal sehat. Orang pemarah kata-katanya tidak bermutu, keputusan tidak adil, perilakunya juga rendah.

4. Jangan Pernah Putus Asa dari Pertolongan Allah.
Karena tidak ada yang mustahil bagi Allah, walaupun kita tidak bisa mendetksi dari mana arah pertolongan Allah.

5. Jangan Merasa Berjasa.
Sudah tugas kita untuk berbuat amal soleh. apabila ada hasil yang baik, semuanya karena kemurahan Allah, Apabila belum berhasil, maksimalkan ikhtair dan serahkan semua ke Allah.

-Aa Gym

Tentang Apresiasi

Seorang anak muda mendaftar untuk posisi di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir. Direktur mengetahui bahwa dari cvnya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya” apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?”

Kemudian si pemuda menjawab tidak. “Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?” “Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya”

“Dimana ibumu bekerja ?”

“Ibuku bekerja sebagai tukang cuci.”

Si direktur meminta si pemuda untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus. “Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?”

“Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku.”

Si direktur mengatakan “aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari.”

Si pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya. Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka. Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia menyentuhnya. Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya. Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam2 mencuci semua pakain tersisa untuk ibunya, Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.

Pagi berikutnya, si pemuda pergi ke kantor direktur. Si direktur menyadari ada air mata di mata sang pemuda. Kemudian dia bertanya, ” dapatkah kamu ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu ?”

Si pemuda menjawab,” saya membersihkan tangan ibu saya dan juga menyelesaikan cuciannya” “Saya sekarang mengetahui apa itu “apresiasi”. Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu saya, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu dengan sendirinya. Dan saya mulai mengapresiasi betapa pentingnya dan berharganya  bantuan dari keluarga”.

Si direktur menjawab, “inilah yg saya cari di dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorng yg dapat mengapresiasi bantuan dari orng lain, seseorang yg mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya” “Kamu diterima”

Seorang anak yang selalu dilindungi dan dibiasakan diberikan apapun yg mereka inginkan akan mengembangkan ” mental ke’aku’an” dan selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas. Dia akan tidak peduli dengan jerih payah orangtuanya. Apabila kita tipe orang tua seperti ini, apakah kita menunjukkan rasa cinta kita atau menghancurkan anak2 kita ??? Kamu dapat membiarkan anak2mu tinggal di rumah besar, makan makanan enak, les piano, menonton dari TV layar besar. Tetapi ketika kamu memotong rumput, biarkan mereka mengalaminya juga. Setelah makan, biarkan mereka mencuci piring mereka dengan saudara2 mereka. Ini bukan masalah apakah kamu dapat memperkerjakan pembantu, tetapi ini karena kamu ingin mencintai mereka dengan benar. Kamu ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kayanya orangtua mereka, suatu hari nanti mereka akan menua, seperti ibu si pemuda.

Yang terpenting, anak2mu mempelajari bagaimana mengapresiasi usaha dan pengalaman mengalami kesulitan dan belajar kemampuan untuk bekerja dengan orang lain agar segala sesuatu terselesaikan.

Sumber : broadcast wa

Kalau Kamu

Kalau Kamu
Oleh : Ust Cahyadi Takariawan

Kalau kamu lelah, cobalah tilawah.

Kalau kamu resah, segeralah tilawah.

Kalau kamu gelisah, hilangkan dengan tilawah.

Kalau kamu susah, mulailah tilawah.

Kalau kamu gundah, jangan lupa tilawah.

Kalau badanmu lemah, kuatkan dengan tilawah.

Kalau imanmu tergugah, lakukan tilawah.

Kalau jiwamu gerah, perbanyak tilawah.

Kalau matamu basah, segera tilawah.

Kalau pikiranmu cerah, cepatlah tilawah.

Kalau hatimu patah, teruslah tilawah.

Kalau kamu marah, redakan dengan tilawah.

Kalau kamu merasa gagal, jangan lupakan tilawah.

Kalau kamu kalah, harus banyak tilawah.

Kalau kamu tidak mau kalah, harus makin banyak tilawah.

Kalau kamu tabah, seringlah tilawah.

Kalau tanganmu tengadah, mulailah tilawah.

Kalau kakimu melangkah, lantunkan tilawah.

Kalau hatimu berseri bak bunga merekah, seringlah tilawah.

Kalau perasaanmu begitu indah, segeralah tilawah.

Kalau ingin keluarga sakinah, ajak mereka tilawah.

Kalau ingin anak-anak salih dan salihah, ajari tilawah.

Kalau ingin rejeki melimpah, rajinlah tilawah.

Kalau ingin hidup penuh berkah, rutinkan tilawah.

Kalau ingin mengunjungi Ka’bah, lantunkan tilawah.

Kalau anganmu tengah membuncah, perbanyak tilawah.

Kalau kamu malas tilawah, paksalah untuk tilawah.

Kalau kamu rajin tilawah, lanjutkan terus tilawah.

Kalau kamu tilawah, itulah jalan menuju jannah.

………………………………

Kehalalan Sebutir Kurma

USAI menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham rahimahullah berniat ziarah ke Masjid Al Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat masjidil
Haram.

Setelah kurma ditimbang dan
dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. Empat Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al
Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan Allah SWT,” kata malaikat yang satu.

“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena empat bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat
yang satu lagi.

Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama empat bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak
diterima oleh Allah SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. “Astaghfirullahal adzhim,” Ibrahim beristighfar. Ia langsung
berkemas untuk berangkat lagi ke
Mekkah menemui pedagang tua
penjual kurma.Untuk meminta
dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda.
“Empat bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?” tanya ibrahim. “Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan
pekerjaannya berdagang kurma” jawab anak muda itu.
“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?”. Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. “Nah, begitulah” kata ibrahim
setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?”

“Bagi saya tidak masalah. Insya Allah saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama
dengan saya.”

Ibrahim bertanya, “Dimana alamat saudara-saudaramu? biar saya temui mereka satu persatu.” Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui saudara- saudaranya yang lain. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.

Empat bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. “Itulah Ibrahim bin
Adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.”
“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia
sudah bebas.”Subhanallah…

(Sumber: Adakah Allah Selalu di
Hatimu, Karangan Ust. Miftah Farid)

Biodata Lengkap Iblis

BIODATA LENGKAP IBLIS
  (Baca & Renungkanlah)
         
°Nama : Iblis         

°Gelar : Laknatullah ‘Alaihi (semoga Allah melaknatnya)       
  
°Lahir : Sebelum diciptakan manusia         

°Tempat tinggal : Toilet dan rumah yang tidak disebut nama Allah ketika memasukinya

°Singgasana : Di atas air         

°Rumah masa depan : Neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal         

°Agama : Kafir         

°Jabatan : Pimpinan Umum orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat         

°Masa Jabatan : Hingga hari Kiamat         

°Karyawan : Setan jin dan setan manusia         

°Partner dalam bekerja : Orang yang diam dari kebenaran         

°Agen : Dukun dan paranormal         

°Musuh : kaum muslimin         

°Kekasih di dunia : Wanita yang hobi telanjang dan pamer aurat         

°Keluarga : Para thaghut         

°Cita-cita : Ingin membuat semua manusia kafir         

°Motto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama         

°Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan ke dalam dosa         

°Lukisan kesayangan : Tatoo       
  
°Mata pencarian : Mencari harta yang haram         

°Makanan favourite : Bangkai manusia (ghibah)         

°Tempat favourite : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat         

°Tempat yang dibenci : Majlis ilmu dan temat-tempat ketaatan         

°Alat komunikasi : ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dan dusta        

°Jurus Handalan :
1. Memoles kebathilan         
2. Menamakan maksiat dengan nama yang indah         
3. Menamakan ketaatan dengan nama yang tidak disukai         
4. Masuk melalui pintu yang disukai manusia         
5. Menyesatkan manusia secara bertahap         
6. Menghalang-halangi manusia dari kebenaran         
7. Berlagak sebagai penasihat         

°Kelemahan :
1. Tidak berkutik di hadapan orang yang ikhlas         
2. kewalahan menghadapi orang yang berilmu         
3. Lari dari suara adzan         
4. Lari dari rumah yang dibacakan Al-Baqarah         
5. Menyingkir dari orang yang berdzikir kepada Allah         
6. Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah.         
Ya Allah… Aku berlindung padamu dari Bisikan – Bisikan Godaan Syaitan yang terkutuk. Aamiin

Sumber : broadcast wa

Hedonic Treadmill

Waspadai… jebakan:
” Hedonic Treadmill ”

Pertanyaannya : kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan?

Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yang kemudian dikenal dengan nama “hedonic treadmill”.

Gampangnya hedonic treadmill ini adalah seperti ini : saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh semua habis juga.

Kenapa begitu? Karena ekspektasi dan gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dengan kenaikan penghasilanmu.

Dengan kata lain, nafsmu untuk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan income-me. Itulah kenapa disebut hedonic treadmill : seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaanmu tidak maju-maju. Sebab nafsu-mu akan materi tidak akan pernah terpuaskan.

Saat income 10 juta/bulan, naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan naik Alphard. Ini mungkin salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.

Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi. Sebab harapanmu akan penguasaan materi juga terus meningkat sejalan kenaikan income-mu.

Ada eksperimen menarik : seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp 5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.

Apa yang terjadi ? Enam bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.

Itulah efek hedonic treadmill : karena nafsumu terus meningkat, kebahagiaanmu seolah berjalan di tempat, meski income melompat 10 kali lipat. Atau bahkan dapat hadiah 5 milyar.

Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill? Lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah berhenti?

Disinilah relevan untuk terus mempraktekan gaya hidup yang minimalis yang bersahaja ( qona’ah ) : sekeping gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.

Prinsip hedonic treadmill adalah : more is better. Makin banyak materi yang kamu miliki makin bagus. Jebakan nafsu yang terus membuai. Makin banyak mobil yang kamu miliki, makin bagus. Makin banyak properti yang kamu beli makin tajir. Godaan nafsu kemewahan yang terus berkibar-kibar.

Gaya hidup minimalis punya prinsip yang berkebalikan : less is more. Makin sedikit kemewahan materi yang kamu miliki, makin indah dunia ini. Gaya hidup minimalis yang bersahaja punya prinsip : hidup akan lebih bermakna jika kita hidup secukupnya. When enough is enough.

Prinsip hidup bersahaja, yang tidak silau dengan kemewahan materi, mungkin justru akan membawa kita pada kebahagiaan hakiki.

Dalam istilah islam kita kenal dengan ” juhud ” letakan materi duniawi pada tempatnya, sedikit atau banyaknya materi yg dimiliki tidak mengganggu ketaatan kepada Allah dan tidak merubah sikap sederhana dlm prinsip hidup bersahaja (harusnya boleh saja income dan materi terus bertambah, tp sikap dan gaya hidup tdk berubah)

Sebab pada akhirnya, bahagia itu sederhana : misal masih bisa menikmati secangkir Kopi atau teh di pagi hari dgn goreng pisang atau nasi uduk… setelah sebelumnya menyelesaikan sholat subuh berjamaah, tilawah dan sedekah… adalah kebahagiaan yg memuaskan dahaga jiwa.

Selamat menemukan kebahagiaan yang bersahaja.

#indahnyaberbagi

Sumber : broadcast wa