Idul Fitri 1435 H

Quote

Terkadang yang kecil itu lebih indah, yang sedikit itu lebih menentramkan, dan yang sederhana itu lebih membahagiakan.

– Today ‘Idl Fitri 1435H

Advertisements

Kisah Ilmiah Sebagai Bukti Allah Maha Pemberi Rezeki

Seorang ulama menceritakan kepadaku tentang do’a yg selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do’a seperti ini:

( اللهم ارزقنا كما ترزق البغاث)
“Ya Alloh, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kepada bughats”.

Apakah “bughats” itu & bagaimana kisahnya?

“Bughats” adalah anak burung gagak yg baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg  disebut “bughats”. Ketika sdh besar dia mjadi gagak (guraB). Apa perbedaan antara bughats & gurab?

Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih. Di saat induknya menyaksikannya,  ia tdk terima itu anaknya, hingga ia tdk mau memberi makan dan minum, lalu mengintainya dari kejauhan saja.

Anak burung kecil malang yg baru keluar dari telur itu tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang. Lalu bagaimana ia makan & minum?

Alloh Yang Maha Kuasa & Maha Pemberi Rezeki yg menanggung rezekinya, karena Dialah yang telah menciptakannya. Alloh menciptakan AROMA tertentu yg keluar dari tubuh anak gagak yg dapat mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dgn kebutuhan anak gagak & ia pun memakannya, subhannalloh…

Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sudah tumbuh.

Ketika itu barulah gagak mengetahui itu adalah anaknya & ia pun mau memberi makannya sampai tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri. Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga2 tdk berdatangan lagi ke sarangnya.

Dia-lah Alloh, Yang Maha Pemberi Rezeki..

“Kamilah yg membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehidupan di dunia ini”. (QS.az-Zukhruf:32).

Sumber : broadcast wa

Tak Seperti yang Terlihat

Malam itu nyanyian jangkrik sahut-menyahut menciptakan not-not nada yang tak pernah keliru.

Menggiring instrumen angin malam yang perlahan syahdu. Temaram rembulan membuat ia semakin istimewa, saat ia mampu menyelinap tembus dedaunan.

Tapi bukan begitu dengan Sultan Murad IV, jiwanya gelisah, detak jantungnya berpacu dengan waktu, dan malam yang indah itu layaknya kerangkeng sempit hampa udara.

Sesak itu tak kunjung nyenyak, denyut itu makin berpacu, sang penasehat yang baru dipanggilnya tak juga memberikan solusi, akan apa gerangan dan apa yang harus dilakukan.

Sesak itu menggiring kakinya melangkah keluar, berusaha menatap temaram rembulan, semoga saja ia menyusupkan ketenangan. Kebiasaan para Khalifah Islam.

Bangun disaat yang lain mulai larut. Hanya sekedar ingin tahu, apakah rakyat yang dipimpinnya malam ini bisa tidur nyenyak.

Kakinya terhenti, dadanya semakin sesak, jantungnya memompa darah semakin kencang. Ada mayat tergelatak. Namun tak satupun peduli.

“Hei… Hei… Apakah kalian muslim??? Lantas kenapa kalian membiarkan mayat ini??” Sultan Murad IV geram pada yang lalu lalang.

Kenapa tak satupun peduli? Apa kesalahan si mayat?

“Ah percuma menyelenggarakan mayat seorang pemabuk dan pezina” oceh seseorang yang lewat.

Pemimpin Khilafah Utsmaniyah itu kembali tak habis pikir. Sedih?? Tentu saja, karena mayat ini adalah rakyatnya.

Bersama sang penasehat, beliau mengangkat mayat ini dan membawanya ke rumah si mayat.

Sang istri yang mendapati suaminya sudah tak bernyawa langsung menangis terisak. Tersungkur memeluknya.

Sang Khalifah lantas bertanya “Apa yang membuatmu begitu sedih, disaat orang-orang tidak ada yang mau mengurus jenazahnya?”

“Tahukah engkau bahwa aku selalu melarangnya? Dan mewanti-wanti bahwa nanti jika ia mati tidak akan ada yang akan menyolatkannya.

Dengan penuh keyakinan ia selalu berkata bahwa sang khalifah yang nanti akan menyolatkan dan menyelenggarakan mayatnya.

Setiap pagi ia berjalan ke toko minuman keras. Memborong semua yang ada. Dan iapun membopongnya ke rumah serta membuang semua isinya. Setelah itu ia akan mendatangi rumah bordil. Menemui semua pelacur yang ada disana. Ia bayar dan meminta agar para wanita itu tidak menerima seorang laki-lakipun pada hari itu.

Namun yang diketahui oleh semua orang adalah, dia seorang pemabuk berat dan pezina kelas kakap.
Hingga hal inipun terjadi. Ia meninggal dan tak ada satupun yang peduli.

Si Khalifah bersama penasehatnya tergugu.

“Allah telah mengabulkan doanya, aku adalah Khalifah, dan aku bersama keluargaku serta semua yang ada di istana yang akan menyelenggarakan mayatnya”.

Allah itu ternyata Maha Adil, Allah akan selalu memperlihatkan akhir bagaimana seorang itu sebenarnya.

Betapa banyak orang yang melakukan amalan ahli surga, tapi hanya dimata manusia, dan diakhirnya Allah akan beritahu kita kalau ternyata dia selalu mengerjakan amalan ahli neraka.

Dan begitupun sebaliknya, ada mungkin orang yang melakukan amalan ahli neraka di mata manusia, tapi disisi Allah dia melakukan amalan ahli surga. Dan
diakhirnyapun Allah akan beritahu kita bahwa dia adalah ahli surga.

Ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka.

Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga. (HR. Bukhari)

Written by : Muhammad Azam

Sumber : broadcast wa

Menuai Tanaman Dunia

Seorang yang dikenal amat kikir, suatu hari sedang duduk di pintu kedainya sambil menikmati secangkir kopi. Seorang gila menghampirinya dan meminta sedikit uang untuk membeli yoghurt. Pedagang kikir itu berusaha mengacuhkannya tetapi si gila tetap tak mau pergi dan malah membuat keramaian.

Orang-orang yang lewat dan melihat hal itu lalu menawarinya uang. Tapi si gila bersikeras bahwa ia hanya menginginkan uang dari si kikir. Akhirnya, si kikir memberinya sedikit uang receh untuk membeli yoghurt. Si gila kemudian meminta tambahan uang untuk membeli roti yang akan dimakannya bersama yoghurt itu. Pedagang kikir itu tentu saja sudah tak bisa membiarkan hal ini, dan ia tegas-tegas menolaknya.

Malamnya, orang kikir itu bermimpi. Dalam mimpinya, ia telah berjalan di dalam surga. Tempatnya sangatlah indah, penuh dengan sungai, pepohonan, dan bunga-bungaan. Setelah beberapa saat di sana, ia merasa lapar. Ia keheranan, di tengah semua keindahan surga, ia tak melihat sedikit pun makanan.

Ketika itu, muncul-lah seorang pemuda berwajah tampan bercahaya. Si kikir bertanya kepadanya, ”Apakah ini benar-benar surga?” Pemuda itu mengiyakan. ”Lalu, di mana gerangan segala makanan dan hidangan surga yang telah sering aku dengar itu?” tanya orang kikir itu lagi.

Pemuda tampan itu permisi sebentar. Tak lama kemudian ia kembali dengan membawa semangkuk yoghurt. Pedagang kikir lalu meminta roti untuk dimakan bersama yoghurt tapi pemuda itu menjawab, ”Yang engkau kirimkan kemari hanyalah yoghurt ini saja. Seandainya engkau mengirimkan roti, tentu sekarang aku dapat menyuguhkanmu roti juga. Yang engkau tuai di sini adalah apa yang engkau tanam sewaktu di dunia.”

Si kikir terbangun dari mimpinya. Peluh membasahi seluruh tubuhnya. Sejak saat itu iamenjadi salah seorang yang paling pemurah di kotanya. Diberikannya makanan kepada setiap pengemis dan orang miskin yang dijumpainya.

Sumber :

Jibril Menyembah Tuhan

Syahdan, Tuhan bertanya kepada Jibril, ”Wahai Jibril, seandainya Aku menciptakan engkau sebagai manusia,  bagaimana caranya engkau akan beribadah kepada-Ku?”

”Tuhanku,” jawab Jibril, ”Engkau mengetahui segalanya — segala sesuatu yang pernah terjadi, akan terjadi, atau mungkin terjadi. Tak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang tersembunyi dari-Mu. Engkau pun tahu bagaimana aku akan menyembah-Mu.”

Allah bersabda, ”Benar. Aku tentu mengetahui hal itu. Tetapi hamba-hamba-Ku tidak mengetahuinya. Jadi, katakanlah sehingga hamba-hamba-Ku dapat mendengar dan mengambil pelajaran darinya.”

Lalu Jibril pun berkata, ”Tuhanku, seandainya aku diciptakan sebagai manusia, aku akan menyembah-Mu dalam tiga cara.
Pertama, aku akan beri minum mereka yang kehausan.
Kedua, aku akan menutupi kesalahan-kesalahan orang lain ketimbang membicarakannya.
Ketiga, aku akan menolong mereka yang miskin.”
Allah kemudia berfirman, ”Karena Aku tahu bahwa engkau akan melakukan hal-hal tersebut, maka Aku telah memilihmu sebagai pembawa wahyu dan menyampaikan kepada para nabi-Ku.”

Tutupilah aib orang lain, sehingga aibmu pun disembunyikan. Maafkanlah dosa orang lain, agar dosamu juga diampuni. Jangan singkapkan kesalahan orang lain, agar hal yang sama tidak terjadi padamu.

Sumber :

Hatinya Tergerak Untuk Berbuat…

”Seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, ‘Kafirlah kamu’, maka tatkal manusia itu telah kafir, ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.’ Maka akibat keduanya, bahwasanya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hasyr : 16)

Diceritakan dalam salah satu riwayat bahwa pada masa Bani Israil ada seorang ahli ibadah yang bernama Birshish. Ia sangat tekun beribadah, selalu berada di tempat ibadahnya, dan doanya mustajab, sehingga banyak orang datang kepadanya agar ia mau mendoakan untuk kesembuhan penyakit mereka. Iblis lalu memanggil setan-setan dan berkata, ”Siapakah di antara kamu yang bisa menggoda orang ini karena ia telah merepotkan kamu sekalian.” Setan yang bernama ifrit berkata, ”Aku yang akan menggodanya, bila aku tidak berhasil mak janganlah kamu menghormati aku juga.” Iblis lalu berkata, ”Pergilah sekarang juga.” Maka setan itu pergi mendatangi rumah salah seorang raja dari Bani Israil yang mempunyai anak gadis yang sangat cantik. Waktu itu, gadis tersebut sedang duduk bersama-sama dengan ayah, ibu, dan saudara-saudaranya, tiba-tiba ia berubah akalnya seperti orang gila. Setelah beberapa hari tidak sembuh-sembuh, lalu setan dengan menyamar sebagai manusia datang kepada sang raja dan berkata, ”Jika kamu ingin menyembuhkan anakmu yang sedang sakit ingatan itu maka datanglah kepada Pendeta Birshish supaya didoakan dan disembuhkan olehnya.”

Kemudian keluarga raja itu mengantarkan puteri itu ke rumah Birshish, dan setelah didoakan olehnya maka penyakitnya itu hilang. Akan tetapi sewaktu sampai di istana, penyakitnya itu kambuh lagi, lalu setan datang lagi dan berkata, ”Jika kamu menginginkan anakmu sembuh benar, maka biarkanlah ia menginap di rumah pendeta itu beberapa hari.” Maka keluarga pun mengantarkan ke sana untuk menitipkan pada Birshish, akan tetapi Birshish menolaknya. Namun, setelah raja tersebut memaksanya maka dengan terpaksa Birshish mau menerimanya. Pendeta itu selalu berpuasa di siang hari dan shalat sunnah di malam hari. Setan berusaha menjerumuskan Birshish melalui puteri tadi.

Suatu saat ketika si pendeta itu sedang duduk untuk makan, setan membukakan aurat puteri tadi lalu pandangan Birshish terpana melihatnya sehingga hari-hari berikutnya Birshish benar-benar mengakui kecantikan puteri itu, dan hatinya tergerak untuk berbuat mesum dengannya. Maka akhirnya Birshish melakukan perbuatan terkutuk itu sampai si puteri hamil.

Kemudian setan membisiki hati Birshish, ”Kamu sudah menghamilinya, dan kamu pasti tidak bisa terlepas dari hukuman sang Raja kecuali kamu membunuhnya dan mengubur puteri itu di bawah tempat ibadahmu. Dan jika keluarga raja menanyakan kepadamu maka katakanlah bahwa puteri itu telah mati. Tentu mereka akan percaya.” Lalu si pendeta itu menyembelih dan mengubur puteri itu seperti bisikan setan tadi. Kemudia keluarga raja menanyakan keadaan puterinya kepada Birshish dan dijawab bahwa ia telah mati, maka mereka pun percaya dan langsung pulang. Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Birshish memberitahukan kepada mereka bahwa puteri itu telah sembuh dan pulang sendiri, maka mereka pun percaya dan pulang. Akan tetapi setelah sampai di istana, puteri itu tidak ada, maka mereka mencari ke sana kemari.

Kemudia setan memberitahu kepada mereka bahwa puteri itu diperkosa oleh Birshish lalu hamil, dan karena ia takut maka puteri itu disembelih lantas dikuburkannya di tempat ibadahnya. Maka sang raja mengajak pasukan ke rumah pendeta itu lalu menggali kubur itu dan ternyata puterinya memang disembelih. Mereka lantas menggantung Birshish, dan di saat itu setan datang kepadanya dan berkata, ”Akulah yang mendalangi semua ini, dan aku masih bisa menyelamatkan kamu dengan memberitahukan kepada mereka dan mereka pasti percaya kepadaku, akan tetapi ada satu syarat yang harus kamu penuhi, yaitu kamu sujud kepadaku satu kali saja.” Birshish lalu bertanya, ”Bagaimana aku bisa sujud dalam keadaan yang seperti ini?” Setan menjawab, ” Kamu cukup menganggukan kepala.” Maka Birshish pun menganggukan kepala tanda sujud kepada setan, akan tetapi setelah itu setan berkata, ”Aku berlepas diri dari apa yang telah kamu lakukan.”

Sumber : Tanbihul Ghafilin 2