Hidup itu…

Quote

​Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang kamu harus terus bergerak. 

~ Albert Einstein 

Advertisements

Jika kau telah berada di jalan Allah…

Quote

Jika kau telah di jalan Allah, melesatlah kencang. Jika sulit, maka tetaplah berlari meski langkahmu kecil berselang. Bila engkau lelah, maka berjalanlah menghela lapang. Dan bila semua itu tak mampu kau lakukan, tetaplah maju meski harus merangkak nyalang, dan jangan pernah sekalipun berbalik ke belakang.

~ Imam Asy-Syafi’i

Jika kau telah di jalan Allah, melesatlah kencang. Jika sulit, maka tetaplah berlari meski langkahmu kecil berselang. Bila engkau lelah, maka berjalanlah menghela lapang. Dan bila semua itu tak mampu kau lakukan, tetaplah maju meski harus merangkak nyalang, dan jangan pernah sekalipun berbalik ke belakang.

Mati anak ada kuburnya…

Quote

Maté aneuk meupat jirat, reulé adat hana pat ta mita!

Mati anak ada kuburnya. Rusak hukum tiada gantinya.

~ Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam ( bertakhta di Kesultanan Aceh Darussalam 1607-1636)
Maté aneuk meupat jirat, reulé adat hana pat ta mita!

Mati anak ada kuburnya. Rusak hukum tiada gantinya.

~ Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam ( bertakhta di Kesultanan Aceh Darussalam 1607-1636)

Maté aneuk meupat jirat, reulé adat hana pat ta mita!

Mati anak ada kuburnya. Rusak hukum tiada gantinya.

~ Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam ( bertakhta di Kesultanan Aceh Darussalam 1607-1636)

Maté aneuk meupat jirat, reulé adat hana pat ta mita!

Mati anak ada kuburnya. Rusak hukum tiada gantinya.

~ Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam ( bertakhta di Kesultanan Aceh Darussalam 1607-1636)

Maté aneuk meupat jirat, reulé adat hana pat ta mita!

Mati anak ada kuburnya. Rusak hukum tiada gantinya.

~ Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam ( bertakhta di Kesultanan Aceh Darussalam 1607-1636)

Kalimat ini diucapkan sultan saat menghukum rajam putra tercintanya, Meurah Pupok, yang berzina. Diabadikan sebagai peribahasa.

Orang Sukses vs Orang Gagal

​Dapet ceramah bagus dari Pak Antonio Syafi’i.

.
Pernah ngerasa kalau misalkan banyak tugas ga dikerjain karena ga ada waktu?  Pernah berandai-andai waktu bisa lebih dari 24 jam? Pernah ngerasa banyak resolusi di awal tahun tapi taunya belum tercapai udah tahun baru lagi aja? Mungkin banyak dari kita yang merasa seperti itu,  termasuk saya sendiri. 

.
Nah sekarang, apakah kita-kita aja yang dikasih 24 jam sehari? Ngga kan, semua manusia diberikan waktu 24 jam sehari. Terus kenapa, banyak orang yang bisa sukses di usia 20 tahunan, dan banyak orang juga yang udah kepala 4 tapi karirnya stuck disitu2 aja? Padahal waktu yang diberikan sama-sama 24 jam juga? 

.
Pertama kita bahas dulu pembagian kasar dari 24 jam yang kita punya dalam sehari tersebut. Anggap kita gunakan 8 jam untuk tidur,  kita gunakan 8 jam untuk bekerja atau belajar,  lalu kita gunakan 2 jam untuk makan, mandi,  urusan toilet,  dll. Artinya, kita rata-rata punya 4 jam sehari yang bisa kita gunakan secara bebas.  Nah sekarang, apa perbedaannya antara orang sukses dan gagal tersebut? 

.
The answer is simple. Time management. Ada beberapa hukum yang kita sudah sangat familiar dalam Islam. Hukum wajib,  sunnah,  haram,  makruh,  mubah, dll. Hal-hal seperti solat puasa yang hukumnya wajib sudah pasti kita lakukan,  sebaliknya dengan hal-hal haram yang kita tinggalkan. Permasalahannya terletak pada yang mubah. Manusia, terutama kita sebagai umat muslim, terlalu banyak menghabiskan waktu di hal-hal yang bersifat mubah tersebut. Nonton tv hukumnya mubah,  boleh-boleh aja, tapi kalau nontonnya 5 jam sehari? Main aov hukumnya ya mubah-mubah aja,  tapi kalau mainnya 5 jam sehari? 

.

Orang gagal terlalu sering menghabiskan waktu di hal-hal yang mubah,  tapi ga bermanfaat, sementara orang sukses sebaliknya. Memanfaatkan waktunya untuk hal yang mubah, tapi bermanfaat. 

.
That’s why ada anak 6 tahun udah bisa hafal Al-Qur’an, sementara saya sendiri 1 juz aja belum hafal. 

.

Thats why seringkali orang tua kita agak sulit memahami bahasa inggris, sementara kita kalau nonton film prefer subtitle bahasa inggris. Para anak penghafal Al-Qur’an itu menyediakan waktunya untuk menghafal, sama seperti kita yang menyediakan waktu kita untuk belajar bahasa inggris. 

.
Pertanyaannya, mau sampai kapan? Menggunakan 4 jam tersebut untuk hal-hal yang tidak bermanfaat? 

.

Mau sampai kapan, resolusi di tiap tahun baru harus diulang di tahun baru berikutnya? Mungkin bukan resolusinya yang terlalu sulit, tapi tidak ada waktu yang kita sediakan untuknya. 

.
So, di awal tahun baru ini, yuk kita gunakan 24 jam kita dengan lebih efektif!! Supaya resolusi di tahun 2018 ini ga harus terulang di tahun 2019 nanti 🙂 
(Sumber = Dari ceramah Pak Antonio Syafi’i,  kajian rutin awal bulan, Masji Andalusia Sentul City, 1 Januari 2018)

.

.

.

Sumber : WAG

Puisi Dakwah

​Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”

.
Jalan Dakwah panjang terpendang jauh kedepan

.
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang

.
Ujungnya bukan usia, bukan pula di dunia

.
Tetapi cahaya maha cahaya, syurga dan ridha Allah

.
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya

.
Pergilah ke hati-hati manusia, ajaklah ke jalan Rabbmu

.
Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana

.
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu…

.
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya.

.
Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham

.
Mengerti tentang Islam, risalah Anbiya dan warisan ulama

.
Hendaknya engkau fanatik dan bangga dengannya

.
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustu Panglima Kisra

.
Jika engkau cinta maka dakwah adalah ikhlas

.
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya

.
Seperti kata Abul Anbiya, “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”

.
Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”

.
Jika engkau cinta maka dakwah adalah amal

.
Membangun kejayaan ummat kapan saja, dimana saja berada

.
Yang bernilai adalah kerja, bukan semata ilmu apalagi lamunan

.
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir

.
Dari diri pribadi, keluarga,  masyarakat hingga kejayaan

.

Jika engkau cinta maka dakwah adalah jihad

.
Sungguh-sungguh di Medan perjuangan melawan kebathilan

.
Tinggikan kalimat Allah, rendahkan ocehan syaitan durjana

.
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya

.
Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan.

.
Jika engkau cinta maka dakwah adalah taat

.
Kepada Allah dan Rasul, Al Qur’an dan Sunnahnya

.
Serta orang-orang yang bertaqwa yang tertata

.
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah

.
Karena nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

.
Jika engkau cinta maka dakwah adalah tadhiyyah

.
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta

.
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima

.
Karena yang di sisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka

.
Sedangkan tiap tetas keringat berpahala lipat ganda

.
Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsabat

.
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan

.
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan

.
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan

.
Berjalan lempang jauh dari penyimpanan

.

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tajarrud

.
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan

.
Padukan seluruh potensimu, libatkan dalam jalan ini

.
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau

.
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanyalah selingan

.
Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsiqoh

.
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan

.
Kepada Allah, Rasul, Islam Qiyadah dan Junudnya

.
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya

.
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

.
Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwwah

.
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan

.
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin

.
Lapang dada merupakan syarat terendahnya, itsar bentuk tertingginya

.
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’i dalam cinta-Nya

.
Berjumpa karena taat kepada-Nya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah,

.
Saling berjanji untuk menolong syari’at-Nya

.
*(Puisi Dakwah Ust. Hidayat Nur Wahid)

.

.

.

Sumber : WAG

KOIN PENYOK 

_Seorang lelaki berjalan *Tak tentu arah* dengan *Rasa putus asa*._ 

.

Kondisi keuangan morat-marit. 

.

Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.

.
Ia membungkuk dan menggerutu kecewa….

.

*”Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok”*.

.
Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank…..,

.

Seorang Teller dari Bank memberi saran :

*”Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno”.* 

.
Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai Rp.500 ribu.

.

Lelaki itu begitu senang. 
Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga Rp. 500 ribu untuk membuat rak buat istrinya. 

Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

.
Di tengah perjalanan dia melewati tempat pengerajin mebel. 

Mata pemilik pengerajin mebel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. 

Dia menawarkan lemari yang seharga Rp. 2 juta untuk ditukar dengan kayu itu. 

Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

.
Dalam perjalanan lelaki tersebut melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya Rp.10 juta. Dia ragu-ragu. 

Si wanita pun menaikkan tawarannya menjadi Rp. 12 juta. Lelaki itupun setuju.

.
Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. 

Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran uang bernilai Rp.12 juta.

.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan Senjata, merampas uang itu, lalu kabur.

.
Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya :

*”Apa yang terjadi ?, Engkau baik-baik saja kan ? Terus apa yang diambil perampok tadi ?”*

.
Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata : 

*”Oh bukan apa-apa, Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”*…..

.
Bila kita sadar, kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

.
Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

.
Menderita karena melekat, Bahagia karena melepas.

.
Karena demikianlah hakikat, sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini ?…… Tidak ada, 

.

karena bahkan napas saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

.
Saat kehilangan sesuatu, kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa. 

.
Jadi *”kehilangan”* itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan. 

.
Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan… 

ke- *”aku”* -an. 

Ke- *”aku”*-an itu lah yang membuat kita menderita.

.
*Rumah, harta, istri-suami, anak, semuanya bukan milik kita.*

.

*Kita lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak bawa apa-apa dan tidak ngajak siapa-siapa.*

.

*Kecuali Amal kebaikan*

.
.

.

Sumber : WAG

BUKAN MILIKKU…

Puisi terakhir WS Rendra (1935 – 2009)

.

(di buat sesaat sebelum dia wafat)

.

Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!

.
Ketika Orang memuji MILIKKU,

aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

.
Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,

Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,

Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,

Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA..

.
Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,

MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?

UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku..

.
Dan kalau bukan milikku,

apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?

.

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

.
Malahan ketika diminta kembali,

kusebut itu MUSIBAH,

kusebut itu UJIAN,

kusebut itu PETAKA,

kusebut itu apa saja …

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA….

.
Ketika aku berdo’a,

kuminta titipan yang cocok dengan

KEBUTUHAN DUNIAWI,

Aku ingin lebih banyak HARTA,

Aku ingin lebih banyak MOBIL,

Aku ingin lebih banyak RUMAH,

Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,

.
Dan kutolak SAKIT,

Kutolak KEMISKINAN,

Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku..
Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA,

harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku.

.
Aku rajin beribadah,

maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,

Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …

.
Betapa curangnya aku,

Kuperlakukan DIA seolah Mitra Dagang ku,,

dan bukan sebagai Kekasihku..
Kuminta DIA membalas perlakuan baikku

dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …
Duh ALLAH …

.
Padahal setiap hari kuucapkan,

Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH …

.
Mulai hari ini,

ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur..

dalam setiap keadaan

dan menjadi bijaksana,

mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH …

.
Sebab aku yakin….

ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku …

KEHENDAKMU adalah yang ter BAIK bagiku ..

.
Ketika aku ingin hidup KAYA,

aku lupa,

bahwa HIDUP itu sendiri

adalah sebuah KEKAYAAN..

.
Ketika aku berat untuk MEMBERI,

aku lupa,

bahwa SEMUA yang aku miliki

juga adalah PEMBERIAN..

.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,

….aku lupa,

bahwa dalam KELEMAHAN,

Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

.
Ketika aku takut Rugi,

Aku lupa, bahwa HIDUPKU adalah

sebuah KEBERUNTUNGAN, karena  AnugerahNYA.

.
Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepada NYA..
Bukan karena hari ini  INDAH  kita  BAHAGIA.

Tetapi karena kita BAHAGIA, maka hari ini menjadi INDAH..

.
Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.

Tetapi karena kita optimis,  RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

.
Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA.

Tetapi karena kita YAKIN BISA..!

semuanya menjadi MUDAH.

.

Bukan karena semua  BAIK  kita TERSENYUM.

Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

.
Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang  membuat  SULIT.

.
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,

cukuplah menjadi JALAN SETAPAK

yang dapat dilalui orang,

.

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,

cukuplah menjadi LENTERA yang  dapat menerangi sekitar kita,

.
Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, maka  BERDOALAH  untuk kebaikan.

.

Posted by :

Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc,  حفظه الله تعالى

.

.

.

Sumber : WAG